
Setelah selesai makan, Sena tidak diizinkan langsung pulang oleh Lisa, karena ia mengajak Sena untuk mencurahkan kisah hidup Sena kepada mereka, itu semua karena Lisa merasa kasihan pada Sena, tersirat jelas kepedihan dan juga kepahitan hidup di mata Sena.
Lisa mengajak Sena, Putri, Ara dan juga Bilqis untuk mengobrol di halaman belakang, sedangkan para pria memilih memancing ikan bersama dengan Jimmy di kolam ikan bahkan twins A juga ikut.
Sedangkan di sisi lain Dimas dan Alexa baru saja tiba di kediaman Lemos, ia langsung masuk dan mencari keberadaan semua orang, namun tak tampak satu pun batang hidung pemilik mension, hingga pak Sulaiman kepala koki yang melihat Dimas kelimpungan mencari Arka dan yang lainnya pun menjelaskan bahwa Arka dan yang lainnya sedang memancing ikan.
Begitu juga Alexa yang langsung ke halaman belakang membawa baby Asha, namun bayi mungil tersebut seperti nya tidak mau jauh dengan sang papa nya, hingga ia merengek ketika melihat Dimas berjalan menjauhi mereka.
"Kesayangan papa kenapa hemm, mau ikut sama papa ya?"tanya Dimas yang sudah tak kaku lagi, dengan mahirnya ia langsung menggendong Asha.
"Seperti nya dia mau ikut dengan kamu sayang, kenapa sih baby Asha lebih dekat dengan kamu daripada aku, padahal dimana mana seorang anak pasti lebih dekat dengan mama nya,"seloroh Alexa memanyunkan bibirnya, baby Asha hanya mau padanya disaat kehausan dan ingin tidur saja, sedangkan urusan bermain ia lebih memilih bermain dengan Dimas.
"Tentu dia lebih dekat dengan ku sweetie, karena Asha tahu kalau aku yang lebih banyak menanam modal dalam masa pembuatannya, sedangkan kamu tugasnya cuma tidur aja kerjanya,"jelas Dimas santai tanpa menoleh ke arah Alexa yang wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus, karena para pelayan tampak sedang mencoba menahan tawa ketika mendengar ucapan Dimas.
"Sayang, kenapa sih mulut kamu tidak pernah di review sebelum berbicara, apa kamu tidak sadar kalau para pelayan mendengar semua ucapan kamu,"ucap Alexa pelan menyembunyikan wajahnya di belakang tubuh Dimas.
"Biarkan mereka dengar semuanya sweetie, agar mereka bisa mengikuti jejak ku yang pandai menanam modal dalam rahimmu,"jawab Dimas mencoba menahan senyumnya karena merasa gemas melihat tingkah Alexa yang sangat manis menurut nya.
"Sayang,"ucap Alexa merajuk menghentakkan kakinya di lantai karena tak tahan di goda oleh Dimas.
"Hahahaha."
"Kha kha kha,"Asha ikutan tertawa melihat Dimas yang tertawa.
"Tahu ah, kalian benar benar partner yang sempurna dalam hal apapun,"kesal Alexa langsung berlari meninggalkan Dimas yang masih tertawa dengan Alexa.
"Alexa i love you,"teriak Dimas membuat Alexa tersenyum senang.
"I love you too,"balas Alexa senang.
Dimas menatap punggung Alexa yang menjauh, ia benar-benar bahagia memiliki Alexa.
"Sayang nanti waktu besar kamu jangan terlalu mirip dengan mamamu oke, kalau nanti ada pria yang menolakmu langsung saja tinggalkan pria itu, pokoknya kamu harus mirip dengan sikap papa saja, karena papa gak sanggup kalau kamu di jahatin sama pria lain, seperti papa yang pernah berbuat jahat pada mama mu,"bisik Dimas lembut di telinga baby Asha.
Sedangkan di halaman belakang, Sena menahan tawanya agar tak lepas melihat Lisa,Ara dan juga Bilqis yang menangis histeris seperti orang yang putus cinta.
"Huwaaa hiks hiks, kenapa hidup mu sangat susah, sudah yatim, miskin, di jahatin orang lagi, Ara gak nyangka bahwa ada yang lebih miris dari Ara huwaa."
"Hiks hiks, Bilqis juga anak yatim, tapi Bilqis terlahir jadi anak sultan, jadi gak tahu gimana diolok-olok miskin sama orang orang."
"Hiks hiks hiks, huwaaa Bilqis tangan mama sakit akibat kamu dudukin,"tangis Lisa pecah karena Bilqis tak sengaja menduduki tangannya.
"Eh, Bilqis kira mama nangis karena terharu hiks hlurpppp,"ucap Bilqis tanpa dosa menghirup ingus nya yang hampir merembes keluar.
"Itu salah satu nya hiks hiks,"ketus Lisa mengelus tangan nya yang terasa sakit.
"Ihhh Bilqis jorok ih...masa udah punya suami masih ingusan,"ujar Ara menatap jijik pada Bilqis.
"Hahahaha,"Sena langsung tertawa lepas, sungguh ia tak sanggup menahan tawanya lagi melihat tingkah Lisa dan yang lainnya.
Mereka benar benar seperti grup lawak batin Sena tertawa lepas.
"Kamu kenapa ketawa Se, padahal kami nangis loh denger kisah hidup kamu yang miris banget,"tanya Bilqis bingung.
"Hahaha, air mata ku sudah kering untuk meratapi hidup ku,"ujar Sena setelah tertawa lepas, Bilqis yang mendengarnya pun langsung menangis lagi.
"Huwaaa mama dengarkan, air mata Sena sudah kering akibat hidup nya yang berat, Bilqis gak sanggup ngebayangin gimana kalau Bilqis di hidup Sena hiks hiks, bisa bisa Bilqis masuk penjara karena pukul mati wanita yang membully Sena itu ma,"ujar Bilqis memeluk erat tubuh Lisa.
Alexa yang baru tiba pun langsung terkejut melihat semua orang menangis.
"Mama dan yang lainnya kenapa nangis,"tanya Alexa khawatir langsung ikut duduk di samping Putri.
"Ini kak, rupanya ada yang lebih miris daripada hidup Ara,"ujar Bilqis menghapus kembali air matanya.
Alexa pun ikut mendengarkan semua yang dijelaskan oleh Bilqis tentang kisah hidup Sena yang miris, dan pada akhirnya Alexa pun ikut menangis.
Sedangkan di sisi Dimas ia melihat para sahabatnya sedang asik memancing ikan, begitu juga dengan twins A yang ikut memancing.
"Akkk gagal maning gagal maning,"teriak Leo kesal karena ikan yang sudah memakan umpannya kabur begitu saja.
"Maning itu apa paman?"tanya Aarin polos karena ia tak pernah mendengar kata kata tersebut.
"Maning itu temannya si Nining, tukang urut di kompleks sebelah,"jawab Leo asal karena ia sudah paham betul watak keponakan nya satu ini yang kalau sudah bertanya pasti akan sampai pada uram nya.
"Ohhh Pasti nama isteli na si Nanang, anak na si Nunung kan, hihihi Aalin pintel kan,"balas Aarin tersenyum senang karena seolah tebakannya itu benar.
Sedangkan Arka dan yang lainnya tertawa lepas mendengar penuturan Aarin yang amat sangat lucu.
"Kau kasih makan apa anakmu itu Ar, kenapa otaknya itu seperti bercabang 2, yang satu khusus memikirkan tentang Dokter sunat, dan yang satu lagi isinya jawaban dari setiap pertanyaan,"ujar Leo tertawa lepas.
Bersambung
Hai kakak
Maafin author telat up ya kakak..
Maaf kalau kecewa karena tadi pagi tidak up..
Kesehatan kurangšš kerjaan menumpukā¦
Kalau yang kerja nya 2 tempat pasti tahu
Salem Aneuk Nanggroe Aceh