Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Akhirnya


**Yang belum nikah skip aja🙏🙏🙏 kalau nakal dosa di tanggung sendiri 😤


Dan jangan lupa mampir ke novel temennya author, di jamin bakal suka juga, sambil nungguin author up lagi, bisa langsung ke sini aja yah kakak🥰🥰🥰🥰 jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah**.



Tak terasa malam pun sudah tiba, Dito membawa Sena ke sebuah hotel mewah miliknya yang berupa hadiah pernikahan dari Jimmy, semuanya seperti mimpi Dito dan Sena telah menikah, ia tak menyangka malam ini akan tiba begitu cepat.


Sena menatap dirinya di depan cermin, memandang lingerie yang ia pakai, dan tak lupa ia memegang sebuah botol kecil bergambar cap badak.


"Apa ini ya, kenapa Bilqis memberiku hadiah ini! Apa ini vitamin untuk menyegarkan tubuh ku," gumam Sena menggoyangkan botol tersebut.


"Baiklah aku minum saja, siapa tahu badan ku lebih segar," lanjut Sena lalu meminum satu butir obat tersebut, namun setelah 5 menit tubuh Sena menegang, ia merasa panas ralat bukan panas tetapi sangat panas apa lagi di bagian pangkal pahanya.


"Kenapa malam ini sangat panas," ujar Sena menambah dingin AC dalam kamar tersebut.


Cklek.


Tak lama keluarlah Dito dari kamar mandi hanya menggunakan handuk di pinggangnya, Sena yang melihat penampilan Dito yang seksi pun menelan ludah kasarnya, ia tak tahu mengapa tubuh Dito seakan mempunyai magnet sehingga dirinya berjalan mendekati Dito yang menatap bingung ke arahnya.


"Se, kamu kenapa?" Tanya Dito bingung namun tak dapat di pungkiri bahwa sesuatu di bawah sana telah kembali bangun ketika melihat pakaian jaring yang di gunakan oleh Sena sungguh menggugah selera.


"Panas om," balas Sena serak memeluk erat tubuh Dito yang masih basah, membuat tubuhnya terasa sangat nyaman namun ia ingin lebih dari ini, tapi tidak tahu bagaimana cara mengekspresikan perasaan nya itu.


Tubuh Dito langsung menegang ketika kulitnya bertemu dengan kulit Sena, apalagi Sena yang menciumi tubuhnya. Dito yakin bahwa Sena sedang terpengaruh obat perangsang, tapi kenapa Sena meminumnya, lalu dari mana ia dapat obat tersebut.


"Se, kamu habis minum obat," tanya Dito melonggarkan pelukannya namu Sena tak mau, ia semakin mengeratkan pelukannya.


"Heum," balas Sena menikmati Ara tubuh Dito.


"Dimana kamu beli obat itu Se," tanya Dito penasaran seraya mengelus punggung Sena yang mulus.


"Bilqis yang kasih om, katanya obat itu dapat membuat tubuh Sena lebih segar," balas Sena membuat Dito mengumpat dalam hatinya.


Benar-benar istri si Kemal, dia adalah Leo versi wanita, bisa-bisanya dia memberikan obat perangsang untuk istri ku, tapi aku juga tidak boleh marah karenanya juga aku memiliki tugas baru yaitu memuaskan istri ku batin Dito tertawa jahat.


"Bilqis benar, kamu akan semakin segar bugar meminum obat itu," balas Dito menyeringai m*rem*s bokong Sena.


"Hmmm."


"Apa enak," bisik Dito mencium pucuk kepala Sena.


"Nyaman," balas Sena dengan suara yang sangat serak membuat Dito gemas, ia langsung menggendong tubuh Sena membaringkannya ke atas kasur. Dito membelai keringat dingin yang membasahi dahi dan leher Sena, membuat si empunya langsung menggigit bibirnya agar tak bersuara.


"Apapun yang aku lakukan nanti, kamu tidak boleh menutup mulutmu sayang, tetap berusaha sekeras apapun yang kamu mau, karena aku sangat ingin mendengar suara indah mu nanti," bisik Dito mencium telinga Sena.


"Baik om," balas Sena mengangguk patuh menatap sayu mata Dito.


"I love you."


"Love you too," balas Sena tersenyum manis langsung mencium rakus bibir mungil Sena, dan kali ini Sena pun membalas ciuman tersebut meskipun Sena masih kaku, namun yang membuat Dito senang adalah Sena membuka mulutnya tanpa harus di gigit terlebih dahulu, sehingga Dito bisa mengobrak-abrik isi dalamnya. Kedua insan itu saling bertukar saliva hingga 15 menit barulah tangan Dito bergerilya kemana saja memegang, memutar dan memainkan apa yang selama ini ingin ia mainkan.


Segala ilmu dokter yang pernah ia pelajari khususnya ilmu reproduksi dipraktekkan nya pada Sena, tak lupa Dito membuat karya indah di leher Sena sehingga membuat tubuh istri kecilnya itu menggelinjang karena perbuatannya, apa lagi tangan Dito yang bermain dengan benda kecil di bawah sana membuat Sena bersuara seksi sehingga Dito yang mendengarnya pun langsung semangat, suara Sena seolah seperti musik DJ yang ia dengar saat berolahraga, dan sekarang ia pun berolahraga ranjang bersama dengan Sena.


"Panggil aku Dito."


"Tapi."


"Panggil aku Dito sayang, kalau tidak aku gak mau melanjutkan ini," ancam Dito menghentikan jari nya di bawah sana, membuat Sena kesal.


"Dito, lanjutkan." Sena menekan kepala Dito yang bermain di pucuk gunung kidul nya, ia sungguh frustasi dengan rasa yang dirasakannya, sungguh nikmat benar-benar nikmat, tak dapat di pungkiri bahwa Sena sangat terbuai dengan teknik yang Dito mainkan.


"Oh ya ampun Se, kau benar-benar nikmat seperti madu dan aku beruang phoo nya," ujar Dito tak henti-hentinya memuji Sena sedari tadi, membuat pipi Sena merona.


Wajah Dito tepat berada di depan hutan Amazon Sena, ia segera membuka lebar kaki Sena sehingga membuatnya leluasa bertualang di sana. Tubuh Sena menegang, ia menekan kepala Dito agar memperdalam bahkan ia menjepit kepala Dito seolah-olah tak ingin di lepas.


"Sayang aku tidak bisa bernafas," ujar Dito menahan kaki Sena.


"Habis enak," balas Sena malu membuat Dito terkekeh geli.


"Aku sudah tidak tahan lagi sayang, mari ke intinya saja," ujar Dito serak lalu mensejajarkan wajahnya dengan wajah Sena. Di ciumnya kening, mata, hidung dan bibir Sena. Dito menatap dalam mata Sena seolah meminta persetujuan namun Sena tak membalasnya melainkan hanya menatap Dito penuh damba dan hasrat.


"Aku akan melakukannya pelan-pelan, kamu bisa membagi sakitnya dengan cara mencakar, menggigit atau menjambak rambutku sayang," lanjut Dito mengelus pipi Sena.


"Heum," Sena tersenyum manis lalu mengangguk kepalanya cepat. Dito langsung membuka handuknya, Sena terkejut melihat anaconda Dito yang besar dan gagah.


"Om, apa itu akan sampai ke usus Sena," tanyanya polos membuat Dito tertawa pelan.


"Bukan ke usus, tetapi ke hatimu sayang. Nanti hati mu akan merasa candu dan nyaman dengan si anaconda ku," balas Dito membuka lebar kaki Sena, kemudian ia langsung memasukkannya secara perlahan, namun susah karena sangat sempit tapi tiga kali dorongan langsung tembus ke hutan Amazon Sena.


Sena yang awalnya merasa sakit pun langsung m*ndesah tak karuan karena merasa nikmat yang tak dapat terlukiskan, begitu juga Dito yang tak hentinya memuji Sena, membuat remaja polos itu tak dapat berhenti tersenyum senang karena dapat memuaskan suaminya itu.


Tak lama kemudian tubuh mereka berdua bergetar hebat di akhiri lenguhan panjang, namu 5 menit setelah itu Sena meminta lagi karena efek obat kuat cap badak itu belum sembuh, Dito yang sangat senang pun menembakkan bisa si anaconda tembus ke rahim Sena sebanyak 4 kali, sedangkan Sena mengalami pelepasan sudah belasan kali barulah ia ambruk di atas tubuh Dito.


"Terima kasih karena sudah mau berjuang untuk cinta kita," bisik Dito mencium kening Sena lembut.


"Terima kasih sudah mau menerima Sena apa adanya," balas Sena tersenyum manis memejamkan matanya lalu segera memeluk tubuh Dito erat.


.


.


.


**Bersambung.


Halo kakak author hadir lagi ini🤭🤭🤭


Cerita ini mau tamat loh🤣🤣


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah.


Salem Aneuk Nanggroe Aceh**.