Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Leo cassanuddin


Di sebuah Mension mewah tepatnya Mension kediaman keluarga Lemos, nampak mereka semua tertawa lepas karena Mension mereka di penuhi oleh orang orang yang super humoris, mereka khususnya para pria duduk di ruang keluarga sambil berbincang-bincang dan bercanda ria.


"Aku sangat penasaran dengan reaksi obat cap badak mu itu Ar, apakah obat nya berfungsi dengan baik pada Kemal."Tanya Leo penasaran.


Arka yang mendengarnya pun langsung menoleh kiri kanan mencari keberadaan Chen, ia takut Chen tahu apa yang Arka lakukan sehingga berdampak buruk pada Bilqis, di lihatnya kiri kanan aman, tidak ada Chen karena sedang sibuk berbicara tentang bisnis bersama Jimmy di taman belakang.


"Obat nya akan berfungsi disaat mereka merasakan pelepasan pertama, setelah itu obat nya langsung beraksi membuat hormon libido naik, sehingga burung kita bisa berkembang dengan baik, contoh nya bila yang meminum mempunyai burung seukuran Pipit maka akan sebesar burung gagak, dan yang besar nya sebesar burung gagak akan semakin besar layak nya burung rajawali, dan yang burung rajawali maka akan sebesar....


"Phoniex."Tebak mereka serempak.


"bukan."ucap arka menggelengkan kepalanya membuat mereka semakin penasaran, karena burung yang paling besar adalah burung Phoenix.


"Terus apa Ar?"tanya mereka semua gregetan ingin segera tahu karena semua burung mereka juga ingin ikutan besar.


"Akan sebesar burung naga"jawab Arka santai membuat mereka semua mendengus kesal mendengar nya.


"Mana ada burung naga Ar"ketus Dito cemberut.


"Lah emang iya, naga punya sayap nggak",tanya Arka membuat mereka semua mengangguk kepalanya.


"Nah yang setiap punya sayap pasti..


"Burung"jawab mereka serempak membuat Arka tersenyum kemenangan.


"Itu tahu"celetuknya membuat mereka semua mengangguk kepalanya cepat.


"oh gitu.."


Dasar sahabat bodoh, kalau yang punya sayap pasti burung lalu pesawat apa namanya, burung UFO batin Arka tertawa senang.


"Lalu kalau yang minum nya wanita, apakah sama reaksinya."Tanya Dimas penasaran.


"Beda karena kalau yang minum wanita, mereka akan merasakan kenikmatan yang tiada Tara sekaligus mereka akan merasa candu pada si pria yang melakukan ekhm ekhm dengannya."jelas Arka membuat senyuman penuh arti terbit di wajah mereka.


"Berikan kepada ku Ar, aku tidak sabar ingin meminum nya nanti malam."pinta Leo tak sabar karena membayangkan saja sudah membuat jiwa cassanova nya meronta-ronta.


plakk


"Bukannya kau mau taubat hah."cecar Dito memukul kepala Leo.


"haduh,, aku cuma meminta nya buat simpanan untuk ku menikah nanti."elak Leo membuat seluruh sahabat nya memelototi ke arah nya.


"Awas aja kalau kau berani berulah lagi, ku ganti julukan mu dari Leo Cassanova menjadi Lia cassanuddin, di panggilnya Udin",ancam Dito membuat Leo cemberut.


"Atau bisa juga Lea Cassandra"timpal Arka membuat wajah Leo semakin muram.


Punya sahabat, tak ada satupun yang mengerti akan porsi makan burung ku perhari nya, padahal mereka semua juga punya burung tapi kenapa mereka tidak peka juga kalau si phoniex ku butuh makanan sehari 3 kali batin Leo mendengus kesal.


Leo mencari cara agar bisa lepas dari jangkauan para sahabatnya ini, karena ia tahu sekarang dirinya pasti tidak akan bisa bebas berkeliaran kemana mana, apa lagi untuk sekedar membeli jajan untuk si Phoenix, karena keempat sahabatnya itu menyuruh orang untuk mengamati nya dari jauh.


"Paman/Daddy"teriak keempat bocah tersebut dengan pakaian yang sudah rapi dan wangi, berlari kecil ke arah mereka.


Brayen langsung duduk di samping Leo, Bryan di pangku oleh Dito, Aaron di pangku oleh Dimas dan Arka memangku Aarin.


"Kau tak ingin duduk di pangkuan paman seperti mereka."Tawar Leo pada Brayen yang sibuk menyisir rambut jabrik nya dengan tangan, sontak pertanyaan Leo membuat semua mata menatap kearah Brayen.


"Brayen tidak suka di sentuh sama pria, itu terasa menggelikan seperti jeruk makan jeruk, tapi kalau di sentuh sama wanita yah silahkan aja paman, Brayen mah ridho lahir batin."jawabnya santai tanpa menoleh ke arah Leo.


tuk


"Kau itu masih kecil, belum juga sunat sudah berani ngomong tentang cewek, kalau gede mau jadi apa kamu hah."sentak Leo menyentil kening Brayen gemas.


"Jadi Raffi Ahmad."jawab Brayen sekali lagi seraya mengelus keningnya, membuat mereka semua langsung tertawa lepas.


"Hahahaha, aku heran dia anak Kemal atau anak mu Le karena sikapnya persis seperti buaya untung seperti mu, kerjaannya cuma merayu wanita."tawa Dito pecah melihat wajah Leo yang berubah masam.


"Pantesan aku dari tadi cegukan rupanya ada yang membicarakan ku."ucap kemal yang baru datang sambil menggendong Bilqis ala bridal style, karena Bilqis tidak bisa berjalan, bukan karena perih melainkan kaki nya bergetar di saat berdiri.


Mereka semua langsung menoleh ke arah Kemal. " Apa yang terjadi pada mama pa, kenapa mama di gendong."tanya Brayen langsung berlari khawatir kearah Kemal.


"Eummm.. mama kalian itu...


"Mama terlalu banyak makan sosis dan mayones sayang, makanya mama susah berjalan karena kaki mama langsung lemas karena alergi,"potong Bilqis santai karena ia tahu Kemal pasti gugup, karena ia tak pandai berbohong.


Mendengar jawaban dari Bilqis membuat mereka semua menahan tawanya, apalagi melihat ke arah wajah kemal yang memerah layak nya tomat rebus, biasanya laki laki yang tidak akan gugup dan malu bila setelah melakukan hal enak enak, namun sekarang yang mereka lihat malah sebaliknya. Kemal benar benar lelaki pemalu pikir mereka, dan adil nya Tuhan memberikan jodoh yang sifatnya bertolak belakang dengan Kemal sehingga mereka bisa saling melengkapi.


"Oh gitu, terus kenapa perut mama tidak besar"tanya Brayen polos membuat sepasang pasutri tersebut bingung, sedangkan Arka cs langsung menggaruk pipinya yang tak gatal.


"Kenapa perut mama harus besar sayang."tanya Bilqis balik.


"Karena kata paman Dito dan yang lainnya mama sama papa lagi buat adik untuk kami dari semalam hingga pagi, jadi kenapa perut mama belum juga besar seperti bunda Alexa dan mama Putri dulu."Jelas Brayen panjang lebar membuat Kemal langsung memelototi para sahabat nya itu.


kurang ajar kalian...


Bilqis yang notabene nya pandai beralasan pun langsung menjawab nya dengan santai."Adiknya belum jadi sayang, kalian berdoa saja yah biar Mama cepat hamil dan bisa memberikan dedek bayi buat kalian sebanyak banyaknya."bujuk Bilqis karena melihat wajah twins B yang lesu namun...


"beneran ma, sebanyak banyaknya."pekik twins B girang.


"Tentu sayang, kalian mau berapa Hemmm, 1, 5, 20 oh 20 tidak boleh karena mama sanggup nya cuma 3 aja."ucap Bilqis tersenyum polos.


"Tidak apa apa ma, 3 pun boleh asalkan mama nya sehat sehat aja."ucap Brayen di angguki oleh Bryan, mendengar ucapan anak tirinya itu membuat Bilqis terharu karena anak anak nya itu memikirkan kesehatan nya juga.


"Ohh sayang, sini mama peluk kalian."ucap Bilqis langsung turun dan memeluk hangat tubuh kedua bocah kecil tersebut. Melihat Bilqis berdiri dan berjalan dengan baik baik saja membuat Kemal menaikkan alisnya sebelah.


"Love apa kaki mu sudah sembuh."tanya Kemal bingung.


"Kaki nya cuma sakit di waktu waktu tertentu hubbie, khususnya disaat kita berdua." jawab Bilqis santai membuat Kemal menghela nafas panjang.


Dia benar benar pandai mengelabui ku batin Kemal.


**bersambung


hai kakak author balik lagi nih..


kalau haru ini author up nya cuma satu bab gimana, karena hari ini author sibuk banget bantuin mantan bos opening kede bakso baruπŸ™„πŸ˜” doakan saja semoga author sanggup up minimal 2 bab yah kak...


love you all..❀️πŸ₯°


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah, bantu author buat menang di ajang anag genius..πŸ™πŸ₯°πŸ˜˜


salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™πŸ₯°**