Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Nasihat Putri


Setelah setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di Mension Lemos, Sena membuka mulutnya lebar melihat rumah bak istana di negeri dongeng di depannya ini, ia menepuk pipinya beberapa kali berusaha menyadarkan dirinya bahwa ini bukan mimpi.


Ini rumah bisa menampung seluruh pasien di rumah sakit jiwa batin Sena takjub.


"Kakak tantikk kok bengong sih, lumah Aalin jelek yah?"tanya Aarin sedih karena baginya rumah nya bukan apa apa di banding rumah twins B yang seperti istana kayangan.


"Enggak dek, rumah kalian bagus banget, seperti istana di film film,"ucap Sena tersenyum manis.


"Ini bukan apa apa kak, nanti kami ajak kakak main ke lumah Blayen and Blyan, kalena lumah meleka lebih beshal dalipada lumah kami,"balas Aaron tersenyum manis mengedipkan matanya.


"Kesayangan mommy udah pulang yah,"ucap Putri yang baru sampai sambil menggendong baby Maheer yang terlihat sedang lesu karena sakit.


Sena terpana melihat Putri yang sangat cantik memakai hijab syar'i berwarna pink di padu dengan baju gamis berwarna putih tulang, tiba tiba ia merasa gugup dan malu karena ia memakai baju yang sederhana dan terkesan murah.


"Assalamualaikum mommy,"ucap twins A serempak mencium punggung tangan Putri.


"Wa'alaikumussalam sayang, ini siapa nak?"tanya Putri lembut seraya tersenyum ramah pada Sena.


"Ini kakak tantikk yang waktu itu kami celitain myy,"jelas Aaron membuat Putri langsung mengangguk kepalanya.


"Halo dek, kamu apa kabar?"tanya Putri ramah membuat Sena tersenyum malu, karena ia tak pernah di perlakukan ramah seperti ini oleh orang yang berasal dari keluarga kaya.


"Baik nyonya,"balas Sena tersenyum kaku.


"Jangan panggil saya nyonya dek, saya tidak setua itu, panggil saya kak Putri aja."


"Baik kak Putri,"balas Sena tersenyum lembut karena merasa nyaman berbicara pada Putri yang ramah padanya.


"Ayo masuk dulu, biar kita bisa mengobrol dengan nyaman, sekalian kita makan siang,"ajak Putri mengelus pundak Sena lembut dengan tangan kanannya karena tangan kirinya digunakan untuk menggendong baby Maheer.


"Tapi ka--,"


"Masuk aja, ini Sunnah Nabi untuk memuliakan tamu, dan kamu adalah tamu kami jadi sudah kewajiban kami untuk menjamu mu dengan baik,"jelas Putri lemah lembut namun penuh ketegasan hingga membuat Sena tak berani menolak.


"Ayo kakak tantikk kita makan, masakan mommy na Aalin sangat enak, lasanya shepelti spidol man,"ucap Aarin ceria.


"Spiderman Aalin, bukan spidol man,"ralat Aaron kesal.


"Ah i don't care,"ketus Aarin mengangkat bahu nya.


"Sudah sudah, kalau kalian berdebat terus, kapan kakak ini masuk nya,"tegur Putri membuat keduanya bungkam.


Mereka pun masuk kedalam Mension, Sena tak henti hentinya di buat kagum oleh interior bernuansa klasik modern di dalam nya, banyak sofa sofa yang indah terbuat oleh kain kulit yang nampak mahal, lampu kristal menggantung indah di atas atap, begitu juga dengan aquarium besar di penuhi oleh ikan ikan nirwana yang sangat indah, tak lupa dengan guci antik yang terletak anggun di sudut sudut ruangan.


"Shiap 86 komandan,"ucap keduanya serempak memberi hormat kepada Putri membuat Sena terkekeh geli.


"Kakak tantikk tunggu shebental yah..kami na mahu ganti baju dulu,"terang Aarin langsung pergi meninggalkan Sena dan Putri di ruang tamu.


"Ada perlu apa kamu kesini dek,"tanya Putri lembut.


"Saya ingin meminta tolong pada anak anak kakak untuk menjadi saksi di pengadilan nanti, atas tindak kekerasan fisik yang pernah saya alami kak,"jelas Sena ragu ragu karena takut Putri tidak mengizinkan.


"Apa lagi yang bisa kami bantu selain itu dek?"tanya Putri tersenyum membuat Sena tersentak, ia tak menyangka Putri akan sebaik ini bahkan tanpa ragu menawarkan bantuan lain untuk dirinya, mata Sena langsung berair, ia terharu atas kebaikan Putri, karena selama ini tidak ada siapapun yang bertanya seperti itu kepada nya, terkecuali Dito.


Sena tidak pernah mempunyai teman di sekolah maupun di tempat kerja, karena sikap nya yang terkesan acuh karena terlalu fokus pada pekerjaan nya, sedangkan di sekolah tak ada yang mau berteman dengannya karena dirinya miskin.


Putri yang melihat mata Sena berair pun merasa khawatir, apakah ia telah salah berbicara hingga menyakiti hati Sena, itulah pikirnya.


"Kamu tidak apa apa dek?"tanya Putri khawatir.


"Enggak apa apa kak, mata saya cuma berdebu saja,"bohong Sena menghapus sudut matanya yang berair, namun Putri yang notabene nya adalah wanita yang cepat peka pun langsung mengelus pipi Sena.


"Jika kita merasa hidup kita lebih susah daripada orang lain, begitu juga dengan masalah kita lebih besar daripada orang lain, itu artinya kita lebih kuat dari pada mereka semua, jadi jangan pernah merasa kecil hati, percayalah bahwa akan tiba di suatu saat nanti kamu akan di berikan kebahagiaan yang melimpah karena kesabaran mu, hingga kebahagiaan itu mampu membuat mu lupa akan kesedihan di masa lalu,"nasihat Putri membuat Sena mengigit bibir nya agar tak menangis, namun apalah daya air matanya luruh begitu saja di pipi tanpa permisi.


Semua yang dikatakan Putri bagaikan tamparan keras baginya, yang dimana ia selalu merasa orang lain lebih beruntung darinya, orang lain lebih bahagia dari nya, ia terkadang merasa marah pada Allah karena mengapa dirinya yang harus di uji seberat itu.


"Hiks hiks hiks." Putri langsung menarik lembut kepala Sena kedalam dekapannya, ia tahu apa yang Sena rasakan tanpa harus berbicaralah, karena ia pernah di posisi Sena, yaitu dimasa orang tuanya meninggal, ia di usir dari rumah nya sendiri, hingga ia di perkosa oleh Arka dulu, sampai dimana ia di hina karena hamil tanpa suami, namun Allah menggantikan semua penderitaan nya itu dengan kebahagiaan yang ia rasakan sekarang, mempunyai suami yang setia dan penyayang, mertua yang baik hati dan tulus, sungguh jika bukan karena melihat Sena hari ini, Putri tidak akan mengingat lagi masa sulit nya itu.


Benar kata orang bijak bahwa seseorang yang sudah tahu asin nya garam kehidupan akan menjadi lebih peka di banding orang lain.


Putri mengelus punggung Sena yang bergetar karena tangis, air mata Sena jatuh membasahi pipi baby Maheer yang di pangkuan Putri membuat baby tersebut tertawa apalagi rambut Sena menjadi mainan nya.


"Kha kha kha." Sena yang tadinya menangis pun langsung menatap ke arah baby Maheer yang tersenyum manis ke arah nya.


"Lihatlah, anak saya saja menyuruh kamu untuk tersenyum,"canda Putri membuat Sena tertawa pelan.


**Bersambung


hai author balik lagi nih...


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


Salem Aneuk Nanggroe Aceh**