
"Hubbie, besok jadikan kalau kita pindah ke mension Lubis,"tanya Bilqis menyadarkan kepalanya di dada bidang Kemal.
"Insya Allah jadi love, karena aku juga sudah minta izin sama mama dan papa,"balas Kemal lembut mengelus punggung polos Bilqis, setelah pulang dari rumah sakit, Bilqis benar benar meminta jatah pada Kemal seperti yang sudah kemal janjikan di rumah sakit.
Mereka berencana untuk pindah ke mension Lubis karena Chen memintanya, apalagi setelah mereka menikah Chen dan Kemal belum sempat berbicara empat mata, padahal Kemal sudah mengajak Bilqis untuk tinggal di mension nya saja namun ia tak tega disaat melihat wajah sedih Bilqis yang seakan berat berpisah dengan papi nya. Apalagi twins B sangat semangat ingin tinggal di mension Lubis karena bujuk rayu yang dilakukan oleh Chen yang berjanji akan mengajak mereka naik helikopter setiap harinya.
"Apa hubbie bahagia menikah dengan Bilqis,"tanya nya tiba tiba membuat Kemal tersentak.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu love."
"Karena hubbie terlalu sempurna untuk Bilqis, hubbie sangat dewasa dan bijak sedangkan Bilqis masih remaja dan berpikiran labil, apakah nantinya hubbie masih mau bertahan setelah mengetahui seberapa kekanakan tingkah laku Bilqis?"tanya Bilqis mendongakkan kepalanya menatap lekat wajah tampan Kemal.
"Dengar love, tidak semua orang dewasa berpikiran dewasa dan tidak semua remaja berpikiran labil, umur bukanlah tolak ukur atas dewasanya seseorang, dan seseorang yang sudah dewasa pun belum tentu bijak, karena pikiran yang dewasa itu hanya dimiliki oleh orang orang yang tahu apa artinya hidup, sedangkan orang orang bijak adalah mereka yang mempunyai masalah hidup yang berat tetapi mereka mampu mengatasi nya tanpa mengeluh seberapa besar masalah mereka.
dan kamu bertanya kepada ku, apakah aku akan sanggup bertahan setelah mengetahui seberapa kekanakan nya sikap mu? maka jawabannya adalah aku tidak akan meninggalkan mu love, karena tidak ada remaja yang mempunyai pikiran labil yang mau berkomitmen menjadi istri sekaligus ibu sambung seorang duda dua anak seperti ku, aku mencintaimu love, lahir batin ku dan selamanya akan begitu,"tegas Kemal lemah lembut menghapus air mata Bilqis yang sedari tadi keluar karena mendengar ucapan Kemal, ia tak menyangka bahwa Kemal selama ini tidak menganggap nya sebagai remaja yang labil.
Ia benar benar merasa sangat bahagia bisa mempunyai suami seperti Kemal, tidak ada penyesalan sedikit pun di hatinya karena memilih Kemal.
Sedangkan di sisi lain dua bocah laki laki sedang berjalan memakai baju piyama tidur, menuju kamar sahabat mereka, siapa lagi kalau bukan twins B, mereka ingin menghabiskan malam mereka dengan tidur bersama twins A.
cklek.
"kalian sudah tidur,"tanya Brayen melihat Aarin dan Aaron yang terbaring berpelukan.
"Shudah,"jawab Aarin membuat Brayen tertawa pelan, Brayen dan Bryan langsung naik ke kasur dan ikut berbaring di samping twins A.
"Besok kami akan pulang ke rumah opa (Chen),"ucap Brayen membuat Aarin langsung berbalik ke arah nya.
"Blayen Ndak tindall ladi di sini?"tanya Aarin sedih dan mendapat anggukan dari Brayen.
"Apa Blayen pindah kalena Aalin nakall,"tanyanya lagi dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak, bukan begitu Aarin, kami pindah karena opa tinggal sendirian di mension, kami kasian pada opa yang bakal kesepian, Aarin tenang saja nanti kami akan sering sering main kesini pakai helikopter nya opa,"bujuk Brayen membuat Aarin tersenyum, sedangkan Aaron yang mendengar ucapan Brayen langsung berbinar.
"Helikoptell shepelti kemalin di pesta na paman Kemal,"tanya Aaron berbinar.
"Iya, apa kamu suka."
"Of course...Aaron suka,"pekik Aaron ceria membuat Bryan yang tadinya diam pun langsung bersuara.
"Tenang saja Aaron, karena nanti kamu dan Aarin juga bisa ikutan naik helikopter nya bersama kami kok,"ucapnya dihadiahi pelukan hangat oleh Aaron, mereka bercerita hingga tanpa sadar satu persatu diantara mereka tertidur pulas, Brayen tidur memeluk Aarin sedangkan Aaron tidur memeluk Bryan.
***
Seorang pria tampan memakai jaket Hoodie berwarna hitam, ia berjalan dengan langkah yang berhati-hati, di liriknya kiri kanan aman, ia pun langsung berlari masuk ke sebuah club' besar di Jakarta.
"Huff aman."
"Saat nya beli jajan untuk si phoniex,"gumam nya berjalan langsung melepaskan jaket Hoodie nya dan membuang ke sembarang tempat, ia memakai kemeja berwarna putih dengan celana jins berwarna hitam membuat nya semakin tampan, apalagi wajah nya yang blasteran Indo dan Eropa, ia duduk di depan barista memesan minuman.
"Wine, Vodka, anggur, tuan mau yang mana apa wine saja seperti biasa?"tanya bartender tersebut pada pria tampan itu yang tak lain adalah leo, karena dia sudah menghafal betul minuman khas Leo.
Es teh manis?
Jangan terlalu banyak es!!
what the hell?
"Es teh manis tuan?"tanya bartender tersebut ragu ragu.
"Iya,"jawab nya tanpa menoleh karena ia sedang mencari mangsa yang siap di jadikan jajan instan untuk nya, pandangan matanya jatuh pada seorang wanita memakai baju seksi berwarna merah dengan tinggi 169, badan seksi bak gitar spanyol membuat si Phoenix langsung on, Leo berdiri dan menghampiri wanita itu, ia ikut bergoyang bersama wanita tersebut.
"Hai, boleh kenalan aku Leo."
"Boleh, aku Liora."
Leo benar benar melakukan peran nya dengan baik, ia memuji, merayu membuat Liora masuk kedalam perangkap nya, Leo langsung menarik tangan Liora menuju toilet, karena dia tidak bisa menyewa hotel ataupun balik ke apartemen nya karena mata mata sahabat nya itu pasti akan menangkap basah dirinya.
Leo tersenyum genit menatap Liora dan dibalas dengan genit juga oleh Liora, ia mencium rakus bibir ranum Liora sedangkan tangannya berselancar kemana mana, membuat Liora m*ndesah, Leo benar benar mampu membuat wanita itu melayang tinggi mengarungi indahnya cakrawala, Liora sudah setengah telanjang.
"Kau sangat pintar baby,"puji Leo karena tangan Liora yang membelai lembut si phoniex.
"Kau lebih pintar dari ku sssttt, i want more,"d*sah Liora membuat Leo tersenyum puas, ia segera membuka resleting celana nya, begitu juga dengan Liora, Leo ingin mengeluarkan phoniex legendaris nya namun sebelum itu...
Brakkk
Pintu toilet di dobrak paksa oleh seseorang membuat mereka berdua terkejut, apalagi Leo matanya terbelalak melihat wajah marah Dito, Arka dan juga Kemal, ditambah para bodyguard yang berjejer rapi sekitar 12 orang di belakang mereka, Liora langsung membenah pakaiannya, apalagi dirinya mendapat kode dari Arka untuk segera keluar, dan tinggallah sekarang Leo seorang diri disitu.
glekk
Leo tertangkap basah!!
dan Permainan si phoniex berakhir!!
"Aku...khi...laf,"ucap Leo terbata bata karena takut.
"Masukkan dia kedalam goni,"titah Arka pada para bodyguard nya.
**bersambung.
hai hai hai..
kira kira apa yang akan terjadi yah..
mau lanjut??vote dan langsung komentar.
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak,,jejak like kalian membuat author semakin semangat up nya...
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**