Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Leo hilang?


Tak terasa setelah belasan jam mereka berada di pesawat akhirnya sampai ke negara new Zealand, sedari tadi Leo terus mendesak Ara untuk menjelaskan apa maksud dari ucapan Ara tadi, namun Ara tidak menjawab ia lebih memilih diam dan tak mau bertatap muka dengan Leo.


Leo menggandeng lembut tangan Ara berharap si empunya mau kembali berbicara padanya, namun usaha Leo benar benar tak membuahkan hasil.


"Ra, udah yah marahan nya, kita baikan yah,"bujuk Leo langsung menggendong Ara seperti koala, di hadapan orang orang yang berlalu lalang di bandara Auckland new Zealand.



"Udah ah, Ara ngantuk cepetan ke hotel nya,"ujar Ara acuh menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Leo.


"Kita baikan dulu, kalau tidak aku gak akan bawa kamu ke hotel,"balas Leo menepuk halus bokong Ara.


"Ara tidak marah kak, jadi cepetan kita ke hotel karena ini sudah malam,"ketus Ara membuat Leo gemas.


Oh tuhan, kenapa bisa aku punya istri yang anak anak seperti ini, apakah ini salah satu hukuman untuk ku batin Leo menjerit kesal.


"Lalu kalau kamu tidak marah kenapa dari tadi kamu diam Ra,"tanya Leo berusaha menahan kekesalannya.


"Ah kakak lama, yaudah kalau kakak gak mau bawa Ara ke hotel lebih baik Ara telfon kak Dito aja, biar di jemput dan bawa pulang ke Indonesia aja,"sentak Ara langsung memberontak turun dari gendongan Leo namun..


"Hehe jangan Ra, ayo kita ke hotel kamu sih asik ajak aku ngomong jadinya kan kita telat ke hotel,"potong Leo tertawa cengengesan langsung menekan tubuh Ara agar tidak turun dari gendongan nya.


Bisa mati aku kalau sampai Ara telpon Dito dan cerita tentang si Celine tadi batin Leo ketakutan.


Ara yang benar benar lelah pun langsung tidur dalam gendongan Leo, seumur hidupnya baru kali ini ia menempuh perjalanan jauh apalagi perjalanan nya ke luar negeri, karena sedari dulu Ara selalu memilih tinggal di rumah daripada berlibur dengan orang tuanya.


"Selamat malam tuan,"ujar pria berbaju hitam membukakan pintu mobil untuk Leo.


"Malam, malam!! ini sudah hampir pagi sukijang ,"ketus Leo masuk kedalam mobil, karena memang benar bahwa jam sudah menunjukkan waktu pukul 3 dini hari.


Pria tersebut langsung membawa Leo menuju sebuah hotel world class khusus untuk para pengusaha terkaya, mom Nana benar benar ingin yang terbaik untuk anak dan mantu nya, ia mengatakan bahwa dirinya ingin bibit yang di buat di tempat yang berkualitas tinggi, agar bibit nya juga berkualitas tinggi nantinya.


Leo menggendong Ara menuju kamar hotel yang sudah di pesan, ia masuk kedalam kamar tersebut, dilihatnya banyak bunga mawar yang bertebaran di atas kasur, harum wangi bunga lavender menusuk penciuman Leo, ia hanya bisa menahan hasrat nya karena kasihan melihat Ara yang nampak kelelahan.


Direbahkan tubuh Ara yang kecil itu di atas ranjang, kemudian ia membuka sepatu dan baju Ara, Leo dengan cekatan menggantikan pakaian Ara dengan piyama tidur, berulangkali di phoniex on namun Leo tetap menahannya.


Sabar phoniex, tunggu besok baru kamu makan, kasian yang punya sangkar kelelahan batin Leo.


Ia pun menggantikan baju nya dengan baju piyama yang sama dengan Ara, Leo memeluk tubuh Ara yang kecil namun berisi, di sembunyikan wajahnya di tengah dada Ara, hingga tak lama kemudian Leo pun ikut terlelap menuju alam mimpi.


***


"Ra, bangun ini sudah pagi,"ujar Leo sambil tangan nya bermain di gunung kidul Ara.


"Eughhh 5 menit lagi kak,"ujar Ara menggeliat membuat Leo menyeringai.


"Dua jam lagi pun tidak masalah Ra,"balas Leo membuka kancing piyama Ara, dengan lembut ia menyedot inti dari gunung kidul Ara membuat si empunya melenguh.


Leo menyeringai senang ketika mendengar suara indah Ara yang terdengar menikmati permainannya, tangan nya semakin gencar menjelajah kemolekan yang di miliki Ara, tangannya tersulur menyentuh dan membelai sangkar Ara.


"Kakak sttt,"ucap Ara membelalakkan matanya ketika melihat wajah Leo sudah turun kebawah tepat di depan pintu sangkar nya.


"Hemmm."


Ara memejamkan matanya menikmati permainan Leo, namun tiba tiba ingatan tentang Leo yang berciuman dengan Celine pun membuat dirinya tak jadi menikmati sentuhan Leo.


"Ra, apa yang kamu lakukan,"pekik Leo terkejut karena Ara bangkit dan mendorong paksa wajah Leo dari sangkarnya.


"Ara mau ke kamar mandi,"ujar Ara datar.


"Untuk apa Ra,"tanya Leo dengan nafas berat karena berusaha menahan hasratnya.


"Mau makan,"ketus Ara langsung bangkit dari ranjang dengan tubuh yang hampir polos.


"Ra, aku ikut,"teriak Leo bangkit ingin masuk ke kamar mandi namun..


Brakk


"Haduh,"pekik Leo mengelus kening nya karena terpentuk pintu.


"Rasakan,"gumam Ara tertawa cekikikan di dalam kamar mandi, ia pun langsung mandi mengguyur dirinya di bawah shower, setelah itu ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono yang panjangnya sebatas paha.


Ara mengernyitkan dahinya ketika melihat tidak ada Leo di kamar, ia mencari di seluruh ruangan namun tak juga menemukan Leo.


Ara langsung panik, ia langsung memakai bajunya dengan buru buru, setelah itu ia mengambil hp nya mencoba menghubungi Leo.


Kring kring kring.


"Hp kak Leo masih di sini, lalu kak Leo nya kemana,"gumam Ara ketakutan.


"Apa aku harus cari keluar yah,"gumamnya lagi sambil menggigit kuku nya, Ara pun memutuskan untuk keluar dari kamar, ia berjalan dengan gugup dan penuh rasa khawatir yang hinggap di relung hatinya, Ara masuk kedalam lift seorang diri, Ara berkeliling mencari suami tampan nya itu.


Hiks hiks kakak dimana, jangan tinggalin Ara batinnya menangis.


**Bersambung.


hai kakak author up lagi nih..


maaf yah agak pendek karena author sibuk hari iniπŸ€­πŸ€—πŸ™


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπŸ™πŸ₯°**