
Leo berjalan di koridor rumah sakit dengan senyuman terpampang di wajahnya, karena ia bahagia orang orang yang sudah membully Ara sudah ia bereskan begitu juga dengan antek antek Sely, Diana, Mira dan Santika juga ikut di jebloskan kedalam penjara dengan hukum yang berlapis, yaitu melakukan tindak kekerasan fisik dan mental serta pelecehan terhadap Ara.
Sedangkan untuk keluarga Sanjaya, Leo melarang keras mereka bertemu dengan Ara terkecuali Dito, ia ingin keluarga Sanjaya benar benar merasa bersalah terhadap Ara karena sudah mengabaikan kehadiran istrinya itu.
"Pasti Ara suka dengan boneka nya,"gumam Leo tersenyum senang memeluk boneka Teddy bear yang sangat besar, ia sengaja membelinya untuk Ara agar Ara merasa terhibur dan bisa melupakan kejadian buruk yang menimpanya di tadi siang.
visual Leo menurut author ππ
cklek.
Leo terkejut melihat Ara yang menangis histeris berteriak memanggil namanya, hingga bola matanya tertuju pada tangan Ara yang berdarah akibat Ara melepas paksa jarum infus.
"Ara mau kak Leo hiks hiks...lepasin huwaa jangan sentuh Ara,"teriak Ara menangis histeris disaat para perawat menahan tangannya agar tidak memberontak.
"Ara,"panggil Leo langsung berlari mendekap tubuh Ara.
"Kakak hiks hiks Ara takut,"Isak tangis Ara terdengar memilukan dalam dekapan Leo.
"Hey kamu tidak usah takut, karena ada aku disini, kamu aman bersama ku Ra,"ujar Leo mengeratkan pelukan nya pada Ara.
"Ara takut karena tidak melihat kakak hiks hiks nanti kalau tiba tiba mereka datang menyakiti Ara lagi bagaimana huwaaa,"tangis Ara kian melengking membuat Leo merasa bersalah, mungkin inilah efek dari kesehatan mental yang terganggu sehingga membuat hati Ara dipenuhi ketakutan dan kekhawatiran.
"Ra, Ara tatap mataku, lihat aku,"titah Leo menangkupi pipi Ara sehingga tatapan mata nya bertemu dengan mata Ara yang memerah akibat menangis.
"Hiks hiks hiks."
"Kamu mau tau tadinya aku kemana?."tanya Leo membuat Ara mengangguk kepalanya polos.
"Aku baru saja membeli boneka Teddy bear yang besar dan imut untuk mu."Ujar Leo membuat senyuman indah terbit di wajah Ara, ia tidak ingin menceritakan tentang Sely karena ia masih takut kalau Ara kembali histeris nantinya, ia akan menunggu butuh waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya.
"Benarkah,"tanya Ara langsung berubah menjadi ceria, Leo langsung mengambil boneka Teddy bear yang ia letakkan di lantai dan memberikan nya pada Ara.
"I love you kalau tidak salah artinya aku cinta kamu kan kak?"tanya Ara tersenyum polos memiringkan kepalanya menatap Leo, sungguh kesedihan yang tadi langsung hilang begitu saja.
"Iya, aku cinta kamu,"jawab Leo tersenyum manis mengelus pipi Ara.
"Ara juga cinta sama kakak,"ujar Ara polos.
Deggg
Jantung Leo berdetak kencang, wajah nya memerah, matanya langsung berkedip kedip lucu karena gugup, tangannya langsung berkeringat dingin, ia merasa ada ribuan kupu kupu terbang menggelitik perut nya.
Para perawat yang tadinya sibuk mengobati luka di tangan Ara langsung tersenyum senyum melihat kedua insan tersebut yang nampak saling menggoda.
"Ekhmmm ekhmmm, ka--lau kalian sudah mengobati istri ku segera keluar,"titah Leo gugup menahan malu karena gejolak manis yang hinggap di hati nya.
"Sudah selesai, kami permisi tuan."Perawat tersebut langsung keluar dari ruangan Ara dengan senyuman manis di wajah mereka.
"Apa boneka Teddy itu lebih menarik dari pada suami mu yang duduk di hadapan mu ini, kamu dari tadi asik menciumi nya dan memeluk nya, dan mengabaikan suami mu ini,"kesal Leo mengerucutkan bibirnya.
"Kakak juga mau di cium dan di peluk,"tanya Ara spontan membuat Leo tanpa sadar mengangguk kepalanya cepat.
cup
cup
cup emmmmsss
Ara yang tadinya cuma mengecup bibir Leo langsung terbelalak karena Leo langsung menahan tekuknya dan memperdalam ciuman mereka, tak berhenti disitu tangan Leo ikut bermain di squishi nya Ara.
"Emmmmsss,"Ara memukul dada bidang Leo karena dirinya sudah kehabisan nafas, dan Leo pun dengan terpaksa menyudahi ciumannya.
"Hah hah...Ara gak bisa nafas kak,"ujar Ara menghirup udara disekitar nya dengan rakus.
Leo pun tersadar bahwa dirinya bersalah karena Ara sedang sakit, ia tak mungkin bisa memaksa Ara untuk bermain dengan si Phoenix.
"Maaf Ra, aku khilaf,"sesal Leo membuat Ara mengangguk kepalanya, ia langsung memeluk erat tubuh Leo.
"Ara gak mau jauh dari kakak,"lirih nya membuat Leo tersenyum senang.
"Aku tidak akan kemana-mana, karena mulai sekarang kamu akan ikut kemanapun aku pergi,"tegas Leo membuat Ara tersenyum.
"Ara makin cinta deh sama kakak,"ujar Ara membuat perasaan yang tadi dirasakan oleh Leo langsung kembali hadir dalam hatinya.
"Kenapa kamu bisa cinta sama aku Ra, secara kita baru 2 hari yang lalu menikah,"tanya Leo gugup sekaligus penasaran.
"Karena kakak baik sudah mau terima segala kekurangan Ara, dan kakak tidak pernah menghina Ara karena Ara cuma tamatan SMP, dan itu semua sudah cukup untuk membuat Ara cinta sama kakak,"balas Ara mengelus rahang tegas Leo.
"Apakah sesederhana itu untuk membuat mu jatuh cinta Ra?"tanya Leo menatap dalam bola mata indah Ara.
"Seseorang pernah mengatakan, cintailah mereka yang mencintai mu dengan segala kekurangan mu, bukan mereka yang mencintai mu karena kelebihan mu, dan orang yang pantas untuk Ara cintai adalah kakak,"jawab Ara tersenyum manis.
Degg
Andai kamu tahu aku menikahi mu karena paksaan Ra, bukan karena pilihan ku, apakah kamu masih mau mengatakan bahwa kamu akan tetap mencintai ku, dan jika suatu saat nanti kamu tahu siapa aku sebenarnya apakah kamu masih menganggap ku orang baik batin Leo tersenyum getir, entah mengapa tiba-tiba saja Leo merasa takut bola suatu saat nanti Ara tahu siapa jati dirinya, akankah jawaban Ara masih tetap sama seperti tadi.
"Bagaimana bila aku bukanlah pria baik yang seperti kamu pikirkan, bagaimana kalau aku adalah pria jahat yang memakai topeng di depan mu saja, bagaimana Ra apakah kamu masih tetap mencintai ku?"tanya Leo menyatukan kening dengan kening Ara.
**bersambung.
hihihi hayoo yang berasa digantung kaya jemuran ππ€π€£
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah biar author semangat up.
dan bantu author buat dapatin rangking karya populer dan vote yah kakak π€ππ₯°karena author juga mengikuti lomba anak genius..jadi mohon doa dan dukungan nya yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh β€οΈπ₯°π₯°**