Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Rencana Jahat


Pagi datang, matahari sudah terbit dari timur, burung burung berkicau indah di atas langit, tak lupa ayam yang berkokok menandakan sebagian umat manusia sudah ada yang bangun, begitu juga dengan seorang pria yang bangun dari tidurnya, ia tersenyum lembut pada sosok gadis kecil yang terlelap di pelukannya.


Perlahan namun pasti ia bangkit dari tidurnya, ia membersihkan diri nya setelah itu ia langsung menuju ke dapur, untuk membuatkan sarapan untuk gadis yang amat sangat ia cintai, tangannya yang lihai mampu mengendalikan dapur dengan sangat rapi, berbeda dari pria lain yang biasanya akan mengotori dapur bila memasak, pria tersebut malah merapikan semua pekerjaan nya, sehingga dapur yang tadinya sedikit kotor langsung di sulap bersih oleh nya.


Setelah selesai memasak ia berjalan menuju kamarnya, ia menghampiri si gadis manis tersebut, di belai nya lembut halus pipi gadis itu yang lembut nya bak wajah bayi.


"Se, bangun sudah pagi,"ucap pria tersebut yang tak lain adalah Dito.


"Se, ayo bangun kita sarapan, aku sudah memasak nasi goreng kesukaan mu,"lanjut Dito lagi membuat Sena akhirnya bangun dan melenguh.


"Eughhh." Sena membuka mata nya perlahan, ia menyesuaikan mata nya dengan cahaya di dalam kamar, hingga tatapan nya jatuh pada Dito yang duduk tersenyum di samping nya.


"Oom,"panggilnya serak langsung bangun dan memeluk erat tubuh Dito tak lupa ia menghirup aroma tubuh Dito yang sudah wangi.


"Bangun Se, nanti peluk lagi karena sekarang kamu mandi dulu setelah itu makan,"perintah Dito lembut mencium pucuk kepala Sena.


"Oom yang gantiin baju Sena,?"tanya nya terkejut melihat baju yang ia pakai adalah baju kaos Dito.


"Heum, aku yang gantiin baju kamu,"jawab Dito santai membuat wajah Sena memerah malu dan juga marah.


"Kenapa oom yang gantiin baju Sena, dasar dokter cabul, oom mesum beraninya ambil kesempatan dalam kesempitan,"teriak Sena memukul dada bidang Dito marah, ia tak rela bila tubuh nya di lihat oleh pria, apalagi ia merasakan bahwa dirinya tidak memakai bra.


Dito bukannya marah karena di pukul, melainkan tertawa lepas apalagi melihat wajah Sena yang memerah seperti tomat matang, ia sangat suka melihat Sena marah karena itu terlihat sangat imut.


"Hahahaha kamu kenapa marah Se, aku ini juga calon suami kamu jadi tidak apa apa aku melihat gunung kidul mu yang beranjak menjadi gunung Merapi Se,"jawab Dito tertawa senang menindih tubuh Sena, tak lupa ia menciumi wajah Sena bertubi-tubi, membuat si empunya marah dan juga geli karena merasakan bulu halus di wajah Dito.


"Oom berhenti, jangan cium Sena lagi,"teriak Sena kesal menahan amarah.


"Gak mau,"balas Dito santai malah ngedusel di leher Sena.


"Oom berhenti kalau tidak Sena akan marah dan kabur seperti kemarin,"ancam Sena mampu membuat Dito langsung menghentikan aktivitasnya, ia langsung memeluk erat tubuh Sena.


"Jangan kabur lagi dari ku Se, aku bisa gila karena mu,"lirih Dito membuat Sena tersenyum lembut, karena ia tahu bahwa Dito sangat menyayangi nya.


"Iya, makanya jangan buat Sena kesal lagi, kalau tidak Sena bakal kabur dan gak balik-balik lagi,"ucap Sena dengan nada galak.


"Yasudah oom bangun, karena Sena mau mandi dulu,"lanjut nya lagi.


Dito pun langsung bangkit dari tubuh Sena, begitu juga dengan Sena yang langsung beranjak menuju kamar mandi, ia segera membersihkan tubuh nya yang terasa lengket, namun ia hanya mengelap saja karena punggung nya yang masih terluka.


Tok tok tok.


"Se, ambil baju ganti nya, jangan pakai baju semalam karena sudah kotor,"teriak Dito dari luar, Sena pun langsung membuka pintunya perlahan dan mengambil baju kaos yang telah di siapkan Dito untuk nya.


Setelah selesai Sena langsung keluar dari kamar mandi, mata Dito tak berkedip, jakun nya naik turun, begitu juga dengan muka nya memerah, tak lupa dengan jantung nya yang bergetar hebat.


Aku harus cepat cepat menghalalkan Sena, sebelum ada pria lain yang mendahului ku batin Dito geregetan.


Bagaimana ia tak begitu, penampilan Sena benar benar mampu membuat jiwa laki laki Dito meronta-ronta, baju kaos yang panjang sepaha, rambut yang basah di tambah wajah cantik yang masih polos, tak lupa paha yang sangat mulus, badan Sena benar benar seperti gitar spanyol walaupun tubuh nya masih kecil, Dito tidak rela bila suatu hari nanti ada laki laki lain yang memiliki Sena.


"Oom kenapa kok malah bengong,"tanya Sena polos berjalan dengan anggun menghampiri Dito yang jakun nya sudah naik turun, ia mengkhayal tentang bagaimana bila dia melakukan penyatuan antara ular anaconda nya dengan hutan Amazon Sena, oh Dito kau seperti nya sudah ketularan virus dari para sahabat mu itu.


"Om,"panggil Sena lembut menarik narik baju Dito.


"Iya Se,"jawab Dito tersentak kaget.


"Ayo makan, Sena sudah lapar,"ajak Sena manja membuat Dito menghela nafas panjang nya.


"Baiklah Se, ayo kita makan."


Sedangkan di sisi lain dua orang wanita berbeda usia sedang duduk bersama di sebuah resto yang mewah, nampak mereka saling bertukar cerita.


"Tante, Dito kenapa tidak pernah menghubungi Elsa,"tanya nya manja pada wanita tua tersebut yang tak lain adalah Mila mama nya Dito.


"Tunggu kita singkirkan gadis miskin itu El,"jawab Mila tersenyum lembut.


"Jangan di singkirkan ma, karena itu akan membuat Dito benci pada kita, "ucap Elsa tersenyum licik.


"Jadi kita harus apa sayang."


"Kita buat Dito merasa jijik padanya,"ucap Elsa menyeringai.


"Dengan cara?"


Elsa pun langsung membisikkan sesuatu pada Mila, mereka berdua langsung tertawa lepas, entah apa yang dipikirkan oleh otak licik keduanya, satu kata untuk mereka adalah 'iblis'.


Elsa langsung menghubungi seseorang untuk menjalankan rencananya, ia benar benar sudah memikirkan hal licik tersebut dari dulu, saat dirinya tahu tentang Sena.


Entah apa yang akan terjadi pada Sena nantinya, semoga saja Dito menyadari hal buruk yang akan terjadi pada Sena di masa depan.


***


"Sena langsung pulang ya Om,"ucap Sena setelah sarapan.


"Kita jalan jalan dulu Se, mumpung hari ini adalah hari Senin, aku sedang libur,"pinta Dito menarik Sena duduk di pangkuan nya.


"Tapi Sena harus kerja kak."


"Hari ini kan tanggal merah,"ucap Dito cemberut.


"Mau tanggal nya merah atau ijo, yang namanya Sena kerja bukan di perusahaan ya tetap kerja Om,"balas Sena bangkit dari pangkuan Dito.


"Kamu sebenarnya cinta apa enggak sih sama aku Se, kenapa dari dulu hanya aku yang terlihat mencintai kamu,"ucap Dito pelan namun mampu di dengar oleh Sena.


**Bersambung


hayoo apa yang akan terjadi?


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**