
Leo masuk kedalam ruangan Ara, ia melihat gadis malang tersebut nampak terlelap dengan selang infus tertancap di punggung tangannya, di belainya wajah lebam gadis malang yang sekarang berjabat sebagai istrinya itu, ada desiran aneh hadir menyengat di hatinya paling dalam, ia tak tahu apa itu, yang jelas sekarang hatinya dipenuhi rasa marah yang amat besar terhadap keluarga besar istri nya, ia tak menyangka bahwa ada gadis yang mempunyai kisah hidup yang sangat menyedihkan seperti istrinya ini.
"Mungkin perasaan ini hadir dikarenakan janji ku pada Dito, tidak mungkin aku menyukai mu, karena itu adalah hal mustahil dalam hidupku yang kelam ini, aku buta akan cinta, karena aku tidak pernah mengenal apa itu cinta, aku akan membantu mu bangkit dari keterpurukan mu, tapi bukan karena aku mencintaimu, melainkan hanya untuk memenuhi kewajiban ku sebagai seorang suami,"gumam Leo mengelus pipi lebam Ara.
cup
Leo memberikan kecupan manis di kening Ara, ia mengambil hp nya dan segera melaporkan apa yang terjadi pada papa dan mom nya, agar orang tuanya itu dapat menemui keluarga Ara.
"Eughhh,"
"Kamu sudah sadar Ra,"ujar Leo memasukkan hp nya kedalam saku.
Ara yang baru saja membuka matanya, ia memegang kepalanya karena merasakan pusing, tiba tiba ia langsung berteriak ketakutan membuat Leo langsung merengkuh tubuh Ara.
"Akkkkk jangan....jangan pukul aku...hiks hiks..akkk...sakit..kak Dito,"teriak Ara menangis histeris.
"Ra..ini aku Leo suami mu, ada aku disini yang menjaga mu, tidak ada lagi yang bisa menyakiti mu Ra, tenanglah,"ujar Leo mengeratkan pelukannya karena Ara memberontak.
"Hiks hiks...kak Leo...huwaa Ara takut,"tangis Ara pecah dalam rengkuhan Leo.
"Tenanglah, ada aku disini, aku adalah raja mu dan kamu adalah ratu ku, dan tugas ku sebagai raja adalah melindungi ratu ku, seperti yang kamu katakan kemarin,"ucap Leo mencium pipi Ara, karena posisinya Leo sedang merengkuh tubuh Ara dari belakang.
Mendengar kata manis Leo membuat Ara langsung melengos kesamping dan tatapan matanya bertemu dengan mata Leo yang indah itu.
"Hiks hiks tapi tadi kakak tidak melindungi Ara,"ujarnya kembali menangis membuat Leo langsung mengecup bibir Ara.
cup
"Maaf Ra, aku datang terlambat tapi aku janji akan menghukum mereka dengan setimpal bahkan lebih seperti yang mereka lakukan pada mu, jadi kamu tenang saja yah karena sekarang kamu tidak sendirian lagi seperti dulu, mulai saat ini kamu boleh mengadukan apapun yang kamu rasakan, bila ada orang yang menyakiti mu segera katakan padaku, bila kamu ingin menangis maka peluk aku dan katakan siapa yang telah membuat mu menangis agar aku menghukumnya, jangan pernah memendam apapun lagi di hati kecil mu itu, karena aku tidak ingin kamu sakit dan menangis sendirian lagi, aku ingin kamu banyak tersenyum setelah menikah dengan ku Ra,"terang Leo tersenyum manis khas cassanova nya seraya menghapus air mata Ara.
Karena kalau kau banyak menangis, maka si Phoenix pun akan ikut menangis karena dia tidak masuk kedalam sangkarnya, kamu harus selalu tersenyum dan merilekskan tubuh serta pikiran mu, supaya jalan masuk menuju sangkar si phoniex mulus seperti jalan tol batin Leo tersenyum licik.
"Terimakasih kak, hiks hiks,"balas Ara menangis haru.
"Ya sudah jangan nangis lagi okey,"ucap Leo lembut.
"Heum."
"Apa kamu lapar?"tanya Leo membuat Ara mengangguk.
"Yasudah mau makan apa?"
"Pizza kak, tapi jangan ada dagingnya,"jawab Ara memeluk erat tubuh Leo dan mencium aroma tubuh Leo yang terasa menenangkan baginya.
"Kamu tidak suka daging?"tanya Leo menaikkan alisnya.
"Ara tidak suka, kalau Ara terlalu banyak makan daging kepala Ara langsung pusing, dan perut Ara juga ikutan mules,"jawab Ara membuka kancing kemeja Leo.
"Ara suka elus roti sobek kakak,"ujar Ara santai mengelus dada bidang hingga perut sixpack Leo, membuat si empunya meremang.
"Ra, nanti aja yah elus nya, lebih baik kita pesan makanannya dulu, setelah itu terserah kamu mau elus, cium, meraba seluruh tubuh ku pun tidak masalah Ra, asalkan kita isi perut dulu yah,"balas Leo dengan suara berat menggenggam tangan Ara lembut agar tangan lentik itu berhenti bermain di perutnya, karena Leo takut khilaf, ia tidak mau membuat Ara kelelahan karena kondisi istri nya itu sedang tidak fit.
"Baiklah kak,"ujar Ara tersenyum manis merebahkan kepalanya di dada bidang Leo.
Leo langsung mengambil hp nya dan memesan makanan untuk keduanya, hingga setengah jam berlalu, sampai lah pesanan mereka, Leo langsung membuka bungkusan pizza dan dengan telaten menyuapi Ara, bahkan tak jarang Ara tersenyum malu karena Leo membersihkan noda di bibirnya dengan ciuman, sungguh Leo berusaha berperang batin dengan si phoniex agar tak melewati batas untuk menerkam Ara.
"Kamu tidur yah, biar kamu cepat sembuh dan bisa pulang,"titah Leo sesudah mereka selesai makan membuat Ara mengangguk.
"Tapi Ara mau di puk puk,"pinta Ara menatap Leo dengan mata puppy eyes nya.
"Baiklah."Leo langsung naik ke atas brangkar dan tidur dengan memeluk Ara, ia menepuk lembut bokong Ara, tak lupa sesekali ia mencium pucuk kepala Ara.
Puk puk puk.
Hingga tak lama terdengar suara dengkuran halus dari Ara, membuat Leo menghentikan aktivitasnya, ia menatap lekat waja Ara yang tertidur di lengan nya.
"Kamu sudah banyak menderita Ra, dan aku berharap seburuk-buruk nya aku jangan sampai menyakiti mu, karena kalau sampai itu terjadi sungguh aku merasa hina, karena telah menyakiti gadis malang seperti mu,"gumam Leo mengecup lembut bibir Ara.
Kemudian perlahan-lahan Leo bangkit dari atas brangkar, ia menatap ke arah seorang suster yang baru masuk.
"Jaga dia, jangan sampai kenapa-kenapa, bila dia sudah sadar katakan bahwa aku sedang membelinya boneka,"tegas Leo datar.
"Baik tuan."
Leo langsung keluar dari ruangan tersebut, ia berjalan menuju mobilnya, ia mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, hingga tak lama kemudian ia sampai di kediaman rumah utama keluarga Sanjaya.
Ia masuk kedalam rumah dengan aura dingin, hingga kaki jenjang nya melangkah sampai di ruang keluarga, dilihatnya seluruh keluarga Sanjaya hadir di situ termasuk Dito dan juga Sely serta mom Nana dan papa James.
Tanpa permisi Leo langsung duduk di sofa berhadapan dengan kakek dan ayah Ara.
"Mari mulai pembahasannya,"ujarLeo dingin.
**bersambung.
hai hai kakak
author kasih bonus nih buat kakak semua..
yang sudah vote, like, coment dan beri hadiah..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak...biar author semangat up nya💐😘🥰💪🙏
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰**