
Jangan lupa mampir ke novel baru ku yah kakak, masukkan ke favorit, dan like coment vote dan beri rating 5, disini author juga akan memberikan cerita komedi romantis, antara mantan gadis pelakor dan hot CEO yang mempunyai sifat Dingin namun bergelar cassanova.
****
Dito dan Sena mengabaikan teriakan Arka dan yang lainnya, Dito segera memeluk erat tubuh Sena seakan tak ingin lepas, ia menghirup harum aroma tubuh Sena.
"Kamu ngapain disini Se?"tanya Dito mencium kening Sena lembut.
"Oom yang ngapain kesini?"tanya Sena balik yang kebingungan karena melihat Dito tiba tiba ada di kediaman Lemos.
"Ini rumah sahabat ku, lalu kamu ngapain kesini ?"tanya Dito menangkupi pipi Sena.
"Kan Sena sudah bilang kalau Sena akan bertemu dengan anak kecil yang membantu Sena dulu,"jelas Sena membuat Dito menaikkan alisnya karena ia belum menyadari bahwa anak kecil yang di maksud Sena adalah keponakannya sendiri.
Sedangkan Arka cs yang tadinya berteriak teriak tak karuan gara gara si Kobra pun tiba tiba diam melihat tontonan gratis di depannya, sontak jiwa lelaki lambe turah Arka, Kemal, Leo dan Dimas meronta-ronta.
"Apa mereka saling kenal?"bisik Leo pada Arka.
"Seperti nya Dito punya hutang dengan anak kecil itu,"balas Arka pelan.
"Iya kau benar, Dito berhutang cinta pada anak kecil itu,"bisik Kemal.
"Seperti nya tak lama lagi akan ada pesta pernikahan lagi,"ujar Dimas pelan.
Sedangkan Putri, Alexa, Ara dan juga Bilqis pun tak tinggal diam mereka langsung berkumpul dan saling berbisik mengikuti jejak suami mereka.
"Apa om Dito adalah pacar nya Sena?"tanya Bilqis pelan.
"Mungkin benar, karena Sena bercerita kalau pacar nya adalah seorang dokter,"balas Alexa pelan seraya menggendong baby Asha.
"Ternyata orang yang menindas Sena adalah keluarga Ara sendiri,"ujar Ara sedih.
Kembali ke Sena dan Dito yang sedang berpikir keras tentang anak kecil yang membantu Sena dulu, hingga ia pun segera bertanya pada Sena siapa anak kecil yang dimaksud nya.
"Aarin dan Aaron yang membantu Sena, karena waktu itu Elsa datang bersama teman teman sosialita nya memukul Sena disaat lagi berjualan keliling, dan Sena bersyukur karena saat Elsa ingin menghancurkan wajah Sena dengan beling, Aarin dan Aaron datang entah dari mana, Aaron dengan segera menembak Elsa dan teman temannya dengan pistol begitu juga Aarin yang melempari mereka pakai batu besar besar dan berteriak minta tolong dengan suara cempreng nya waktu itu,"terang Sena terkekeh geli ketika mengingat kembali kejadian di waktu lalu.
Flashback.
"Dasar gak tahu diri, gadis miskin perebut calon suami orang."
"Bibit pelakor."
"Anak haram."
Segala cacian di lontarkan oleh Elsa dan sahabat nya, namun Sena hanya diam saja, ia tak menggubris dan tak juga menangis, hingga ia terkejut melihat Elsa memecahkan botol kaca dan mengambil serpihan kaca tersebut.
"Apa yang ingin kau lakukan Mak lampir,"teriak Sena memberontak dari cengkraman para sahabat Elsa.
"Aku ingin merusak wajah jelek mu itu agar penderitaan mu lengkap, terlahir dari keluarga miskin, tidak mempunyai ayah, dan di tinggalkan oleh ibu yang pergi ke alam baka, di kucilkan oleh masyarakat, dan ditambah penderitaan satu lagi yaitu wajah jelek,"ujar Elsa tertawa layaknya psikopat.
"Dasar Mak lampir gila, tidak waras lepaskan aku, kalau tidak aku akan berteriak,"teriak Sena marah.
"Uhhh jangan teriak teriak dong sayang, nanti banyak yang denger,"ujar Elsa memberi kode pada sahabat nya untuk membekap mulut Sena dengan kain.
Emmppp.
"Haha kamu tidak akan bisa teriak lagi,"ujar Elsa memegang wajah Sena.
Ya Allah tolong hamba batin Sena berteriak.
Sedangkan di sisi lain Twins A yang di jemput pulang oleh pak Jang secara tiba tiba karena saat itu Putri sedang mengidam perut nya di elus oleh mereka.
Disaat mereka ingin masuk kedalam mobil, pendengaran Aarin yang tajam pun samar samar mendengar suara orang berteriak, hingga ia mengajak Aaron masuk kedalam gang kecil dekat dengan sekolah nya, dan benar saja sesuatu yang buruk telah terjadi.
"Aalon tembak Tante Tante Juliet itu,"teriak Aarin seraya terus melempar batu kearah Elsa dan kawan kawannya.
"Julid Aarin, bukan Juliet,"ralat Aaron membuat Aarin kesal.
"Janan banyak omong,"sentak Aarin membuat Aaron langsung menembak Elsa dan kawan kawannya.
Dor dor dor.
Bugh bugh bugh.
"Awwww haduh,"teriak Elsa meringis kesakitan.
"Hey bocah hentikan,"teriak Elsa marah.
"Tolong....pak Jang tolongin Aalin, di sini ada nenek sihill dali gunung selatan,"teriak Aarin cempreng membuat Elsa dan kawan kawannya kalang kabut karena suara Aarin terdengar seperti toa mesjid yang bisa membangun kan orang sekampung di waktu sahur.
"Gawat El, kita harus pergi sebelum orang orang datang, dan seperti nya mereka bukan anak anak biasa, lihat saja sepatu yang mereka pakai keluaran terbaru dari perusahaan M.W. yang hanya ada seratus di dunia,"ujar salah satu teman Elsa ketakutan.
"Baik kita pergi sekarang,"ujar Elsa menatap tajam ke arah Sena.
"Kamu selamat hari ini gadis miskin,"sentak Elsa berlari masuk kedalam mobilnya.
Twins A langsung berlari membantu Elsa bangkit, terlihat jelas rambut dan penampilan Elsa sangat berantakan.
"Kakak tantikk endak apa apa,"ujar Aaron khawatir mengusap tangan Sena yang memerah akibat cengkraman dari kawan Elsa.
"Tuan dan nona muda tidak apa apa,"tanya pak Jang dengan nafas ngos-ngosan karena berlari dengan langkah seribu ketika mendengar teriakan Aarin.
"Ndak apa apa pak Jang, but kakak tantikk ini terluka,"ujar Aarin membuat pak Jang menatap ke arah Sena.
"Bawa kakak tantikk ini ke lumah shakit dulu pak Jang, balu nanti kita pulang,"titah Aaron tak terbantahkan.
"Tapi..
"Nanti Aalon akan jelasin ke mommy and daddy, jadi pak Jang Ndak usah khawatill,"potong Aaron yang seolah tahu apa yang dipikirkan oleh pak Jang.
"Baik tuan muda."
Flashback off.
Dito tersenyum lebar ketika mendengar cerita Sena, ia sangat berterima kasih pada keponakan nya yang sudah berani membantu Sena saat itu, ia tak tahu apa yang akan terjadi pada Sena bila tidak ada twins A saat itu.
"Syukurlah Se, dan kamu tidak usah khawatir, karena kalau ini ada sangkut pautnya dengan dua keponakan ku itu, pasti di pengadilan nanti akan berjalan lancar, dan aku yakin hakim juga akan berpihak pada mu tanpa harus ada nya suap,"ujar Dito gembira.
Karena kalau hakim tidak berpihak pada mu nanti, setiap malam dia akan di hantui oleh si sadis Aarin dengan gunting dokter nya batin Dito senang.
Sedangkan di luar Mension om Yogi datang bersama dengan twins B, ia sangat kesal ketika mendapat telpon dari Bilqis yang menyuruh nya datang hanya untuk menangkap ular, apalagi saat itu ia mendengar jelas suara teriakan Arka cs, sungguh bila om Yogi ada disaat Arka cs berteriak, ia bersumpah akan menghajar wajah mereka satu satu karena sudah bertingkah memalukan.
Mata Om Yogi dan twins B membulat sempurna dengan mulut terbuka lebar melihat sesuatu yang buruk terjadi di depan nya.
"Aarin.......,"teriak mereka bertiga membuat semua orang disitu tersentak kaget, apa lagi Arka dan Putri yang tadinya asik menonton drama yang dibuat oleh Dito dan Sena sampai sampai melupakan anak anak nya.
"Sayang...,"teriak Arka dan Putri bersamaan.
**Bersambung.
hayoo kira kira apa yang akan terjadi 🙈🤭🤭🤭
Maaf telat up karena jaringan sedang tertidur untuk sementara
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**