
Saat perjalanan menuju kolam ikan, Dito mendengar suara tawa yang tak asing baginya, ia melangkah ragu menuju halaman belakang, namun sebelum ia melangkah, sebuah suara memanggil nya.
"Dit, ayo sini ikut mancing bareng kami,"teriak Kemal melambaikan tangannya pada Dito membuat Dito membatalkan niatnya menuju halaman belakang.
"Sudah dapat berapa ikan nya?"tanya Dito pada Kemal.
"Aku sudah dapat 8, Arka dapat 5, papa dapat 10, Leo dapat zonk,"ujar Kemal membuat Dito tertawa.
"Hahaha ternyata ikan tahu kalau yang mau menangkap nya adalah buaya makanya mereka tidak mau di tangkap oleh mu Le,"ejek Dito membuat Leo kesal.
"Kau ini baru datang sudah membuat ku kesal, dasar dokter cabul tak laku laku,"ujar Leo sinis seraya menepuk bokong baby Asha.
"Apa kau bilang tak laku laku?"tanya Dito meninggikan suaranya.
"Buat apa kamu marah Dit, emang bener yang bilang Leo kalau kamu tak laku laku,"balas Jimmy santai membuat Dito mencebikkan bibir nya.
"Papa tidak tahu kalau Dito akan menikah, makanya papa ikut ikutan bilang Dito tak laku laku,"ujar Dito membuat mereka semua tertawa mengejek.
"Emang ada wanita yang mau masuk ke neraka yang di buat oleh keluarga Sanjaya? tidak kan, itulah sebabnya kamu tak laku laku karena tidak ada yang mau berurusan dengan keluarga mu yang kolot itu,"ejek Leo sengaja memanas manasi Dito agar Dito jujur kepada mereka semua.
Tampak Dito terdiam setelah mendengar ejekan dari Leo, ia membenarkan semua yang di katakan oleh Leo, bahwa selama ini tidak ada wanita yang sanggup berdekatan dengannya karena selalu di ancam oleh pihak keluarga nya, karena Dito sudah di jodohkan dengan Elsa dari dulu, dan hanya Sena yang mau bertahan bersama nya selama ini.
"Kenapa kau diam Dit, emang bener kan apa yang aku bilang kalau kamu tak laku laku karena ulah dari keluarga mu,"lanjut Leo membuat Dito memanyunkan bibirnya.
"Kau lihat saja nanti kalau aku akan menikah dengan wanita pilihan ku, wanita hebat yang mau bertahan di sisi ku wanita yang mau berjuang bersama ku untuk mendapatkan restu dari orang tua ku,"balas Dito sungguh sungguh.
"Cih, pakai kata kata berjuang dalam hubungan, udah basi tahu, kalau kamu mau nikah, saran ku nikah lah secara diam diam, agar wanita mu aman nantinya,"saran Leo membuat Dito menggeleng kepala nya.
"Tidak, aku tetap akan menikah secara terang terangan, karena aku yakin cepat atau lambat keluarga ku juga akan menerima wanita pilihan ku"sanggah Dito cepat.
"Memang siapa wanita itu Dit, kenapa kau tidak pernah menjelaskan secara detail kepada kami semua, bukankah sudah menjadi hal umum kalau kita saling terbuka satu sama lain?"tanya Kemal serius menatap intens wajah Dito.
"Baiklah aku akan menceritakan semuanya, hubungan ku dengan gadis muda yang pernah aku ceritakan pada kalian tak semulus aku bayangkan, hubungan kami diterpa masalah yang bertubi-tubi dari keluarga ku, gadis yang aku cintai sekarang sering di siksa secara fisik oleh Elsa dan mama ku, aku juga baru tahu beberapa hari yang lalu saat gadis ku pingsan, dan aku melihat noda darah di punggung nya, disitulah aku melihat banyak bekas luka di punggung nya, hingga puncaknya kemarin malam gadis ku ingin di jual ke pasar gelap oleh Elsa, namun aku berhasil menghentikan hal keji tersebut, hingga Elsa berhasil di bekuk oleh polisi, namun yang menjadi masalahnya adalah aku kekurangan saksi mata, dan kata gadis ku ada anak kembar yang menjadi saksi mata atas tindak kekerasan yang di alaminya dulu,"terang Dito panjang lebar membuat mereka semua mengangguk kepalanya.
"Kenapa cerita mu seperti tidak asing ya?"tanya Arka mengernyitkan dahinya.
"Iya, papa juga merasa seperti itu, perasaan papa pernah mendengar cerita Dito dengan versi berbeda,"timpal Jimmy yang sedari tadi diam mendengarkan cerita Dito dengan baik.
Sehingga beberapa saat mereka semua terdiam, sampai suara teriakan terdengar di halaman belakang membuat mereka semua tersentak.
"Istri ku,"ucap mereka serempak langsung bangkit berlari cepat menuju halaman belakang, bahkan Dito yang kaget pun berlari mengikuti para sahabatnya.
"Sayang ada apa ini, kenapa kalian teriak teriak?"tanya Arka dengan nafas ngos-ngosan.
"Ratu ku, kamu tidak apa apa kan?"tanya Leo langsung mengecup bibir Ara khawatir.
"Sweetie apa yang terjadi?"tanya Dimas langsung memeluk erat tubuh Alexa.
"Itu ada yang panjang, hitam dan besar hubbie,"teriak Bilqis ketakutan langsung melompat kedalam pelukan Kemal.
"Apanya yang panjang dan hitam itu Love?"tanya Kemal mengernyitkan dahinya.
"Itu si kobra temannya anaconda,"ujar Bilqis ketakutan menunjuk ke arah ular kobra yang kepalanya berdiri tegak.
"Akkkkk, di dekat kaki mu Ar,"teriak Leo membuat Arka terkejut.
"Panggil pawang nya kesini Ar,"teriak Jimmy panik seraya bersembunyi di belakang tubuh Lisa.
"Daddy, kenapa ada ulall pak umall di sini?"tanya Aarin dan Aaron semangat.
"Itu bukan ular pak Umar sayang, tapi ular nya pak Mamat, jadi kalian jangan dekat dekat dengan ular itu kalau tidak hidup kalian akan tamat,",tegas Arka menggendong keduanya.
"Papa kenapa sembunyi di belakang tubuh mama sih, gak gentelman banget mentang mentang sudah aki aki,"sungut Lisa menghentakkan kakinya di tanah.
"Kamu tahu sendiri kan ma kalau aku takut sama binatang yang melata, bisa bisa mati sambil berdiri karena saking takutnya,"balas Jimmy yang keringat dingin sudah membasahi dahinya.
"Yasudah kita masuk aja, dari pada papa beneran mati, bisa bisa jadi janda mama,"ujar Lisa menggandeng tangan Jimmy masuk kedalam Mension.
"Ar, itu si kobra urusan kalian, mama mau urus papa kamu yang hampir mati berdiri ini,"teriak Lisa menyindir Jimmy.
"Telepon bah Mijan Ar, ayo cepetan,"teriak Leo panik.
"Siapa Mbah mijan Le?"balas Arka yang ikutan panik, karena mereka semua tidak pernah berhadapan dengan ular.
"Tukang urut sekaligus pawang ular,"balas Leo.
"Gak usah om, biar Bilqis telpon om Yogi aja, karena om Yogi pawang segala binatang buas,"balas Bilqis langsung menelpon om Yogi.
Sssstttt Sssstttt.
"Haduh lidah nya kok keluar keluar sih, bikin geli lihat nya,"ujar Leo menatap geli ke arah si kobra yang tampak siap menyerang ke arah mereka.
Sedangkan Dito dan Sena terkejut menatap satu sama lain, seakan dunia berhenti tanpa bersuara di sekitar mereka, bahkan suara Arka dan yang lainnya berteriak seakan tak terdengar oleh mereka.
*Kenapa oom ada disini.
Kenapa Sena ada di sini*.
**Bersambung
Hai kakak Author balik lagi nih...
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
Dan terimakasih yang sudah ngingetin author tentang nama tokoh Hot CEO tadi, karena kalau tidak bisa bisa nanti author di hujat🤫🤣 terimakasih banyak yang udah mau dukung author selama ini...SEMOGA ALLAH SELALU MENJAGA KITA DALAM LINDUNGAN NYA...
jangan lupa mampir di novel baru author yah kakak...di sana bakal ngocok perut juga karena tokoh disana sama somplak dengan disini...
Tidak ada konflik yang berat karena author tidak suka konflik...genre nya juga komedi romantis seperti ini...
dan nama tokoh pria nya sudah author ganti jadi David James...cuma tunggu lulus review saja...
Mohon mampir yah kak.. masukkan dalam list favorit, like coment vote dan beri rating 5 yah kak...
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**