Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Raja sekaligus Babu


Bonus buat para jomblo di rumah yang lagi mager, karena author juga jomblo makanya kasih bonus, salam jomblo🥰❤️👍🙏


flashback off.


"Hingga setelah kejadian itu Ara keguguran, dia trauma dan mengalami depresi berat, kakek merasa shock dan bersalah pada Ara, ia berulang kali menjenguk Ara dan meminta maaf, namun telinga Ara seakan tuli begitu juga dengan mulutnya yang seakan bisu, ia tak mengeluarkan sepatah kata pun, tatapan mata nya kosong seolah tidak ada kehidupan lagi.


Para sahabat Ara mengucilkan nya, begitu juga dengan sepupu nya yang lain, mereka memperlakukan Ara seperti kotoran, dia tidak mau melanjutkan sekolah nya lagi, 5 tahun dia bagaikan Rapunzel yang menyendiri di kamar nya, Ara hanya tersenyum dan terbuka kepada ku dan bunda nya tidak dengan orang lain,"terang Dito panjang lebar membuat hati Leo merasa terenyuh mendengar nasib Ara.


"Apa Ara saat itu tidak tahu dirinya di perkosa,"tanya Leo penasaran.


"Tidak, Ara adalah gadis yang lugu, dia sendiri tidak tahu siapa dan kapan dirinya di perkosa."


"Lalu apakah ada bukti di hotel tersebut, cctv misalkan."


"Hotel yang kami singgahi tidak ada cctv nya, karena memang hotel tersebut tidak menyediakan cctv karena banyak turis yang singgah disana untuk bulan madu."


"Apa nama hotel nya,"tanya Leo yang ingin tahu, dia berniat mencari tahu siapa pelaku tersebut.


"Hotel star....


kring kring kring


bunyi nada dering hp Leo menghentikan perkataan Leo.


"Halo mom,"ucap Leo.


"Cepat pulang ke mension, karena mom ingin bertemu dengan menantu mom."


"Baiklah mom, Leo pulang sebentar lagi,"ucap Leo langsung menutup telponnya.


"Kau akan pulang ke mension utama Dicaprio,"tanya Dito menaikkan alisnya.


"Yah begitulah, karena mom ingin bertemu dengan Ara, mungkin kami akan tinggal disana selama seminggu setelah itu pindah ke rumah yang diberikan oleh papa Jimmy,"ujar Leo santai membuat Dito cemberut.


"Kalian enak karena papa Jimmy membelikan rumah untuk kalian, lah aku?"sungut Dito cemberut.


"Makanya cepetan nikah, biar tidak di panggil bujang lapuk oleh Bilqis nantinya,"ejek Leo membuat Dito langsung mengejar nya.


"Kurang ajar kau,"teriak Dito kesal mengejar Leo yang berlari ke kamar Ara.


"Hahahaha bujang lapuk,"teriak Leo menjulurkan lidahnya kemudian langsung menutup pintu kamar Ara.


"Kurang ajar, awas kalian semua aku adukan pada si imut ku,"geram Dito menendang pintu kamar Ara, kemudian langsung pergi.


Leo masuk ke dalam kamar, ia tak melihat Ara di atas kasur sehingga membuat nya sedikit khawatir, namun langsung berganti rasa lega dikala mendengar suara gemericik air di dari kamar mandi.


"Mari mulai semua nya dari awal Le, yakinlah kau pasti bisa menjadi suami yang baik, demi si phoniex Le, ingat demi si phoniex agar tidak di sembelih oleh para psikopat mu itu,"gumam Leo memberikan motivasi pada dirinya sendiri.


Ia sangat takut membuat Ara histeris seperti tadi, untung cuma Dito yang melihat keadaan Ara kalau sampai Dimas atau Kemal, bisa mati Leo di hantam oleh mereka.


cklek


"Ara keluar dari kamar mandi memakai kimono membuat Leo menelan ludahnya karena si phoniex langsung on, ia melihat mata Ara yang nampak bengkak karena menangis begitu juga dengan hidung nya yang memerah, ia menaikkan alisnya sebelah ketika melihat raut wajah Ara yang datar ke arah nya.


Namun Leo tak ingin bertanya lebih karena ia harus segera mendinginkan tubuh nya agar si Phoenix kembali tidur.


Bisa gila aku dekat dengannya batin Leo frustasi.


Leo berendam dalam bathtub selama 15 menit kemudian ia langsung membersihkan tubuhnya, Leo berjalan santai keluar ia melihat Ara yang nampak sudah rapi duduk di pinggir ranjang, ia langsung membuka handuknya di depan Ara membuat mata Ara melotot.


"Kakak kenapa di buka sih, kan masih ada Ara disini,"teriak Ara menutup matanya.


"Buat apa kamu malu, toh semalam juga kamu sudah melihatnya bahkan merasa kan nya juga, dan tangan mu juga sudah menyentuh nya semalam, jadi buat apa kamu malu malu tikus seperti itu,"balas Leo santai memakai celana hingga bajunya.


"Kan semalam kita lagi buat anak kak, makanya Ara tidak tutup mata,"ujar Ara polos membuat Leo menahan tawanya, karena Ara sangatlah blak blakan.


"Sudah buka mata mu, aku sudah siap,"ujar Leo membuat Ara langsung membuka matanya.


"Apa kamu tidak sedih meninggalkan orang tua mu,"tanya Leo heran karena raut wajah Ara tak memancarkan kesedihan.


"Tidak."


"Kenapa?."


"Karena kata kak Dito nanti Ara akan lebih bahagia bila keluar dari rumah dan tinggal bersama kakak,"jawabnya polos membuat Leo menghela nafas nya.


Ini anak benar benar polos, saking polos nya dia di bolongin pun tidak tahu batin Leo kesal.


"Emang apa yang di bilang oleh Dito sehingga kamu akan bahagia tinggal bersama ku,"tanya Leo asal sambil mengeringkan rambut nya dengan hairdryer.


"Kata kak Dito nanti Ara sesudah menikah akan menjadi ratu dan kakak menjadi raja sekaligus babu Ara, kakak akan memasak, membersihkan rumah, memijit kepala Ara waktu Ara pusing, menepuk bokong Ara waktu Ara tidur, dan juga menjadi ATM berjalannya Ara karena kakak adalah Sultan katanya,"jelas Ara panjang lebar dengan semangat yang berapi api.


tuk...ngeng ngeng....


Leo yang mendengarnya pun langsung menjatuhkan hairdryer dari tangan nya, ia tak menyangka Dito benar benar sosok yang licik, begitu juga dengan Ara yang terlalu jujur.


"Kakak kenapa?"tanya nya polos melihat Leo yang menatap nya dengan tatapan kosong, ditambah mulut yang terbuka lebar.


"Aku...menjadi raja sekaligus babu mu,"tanya Leo terbata bata.


"Heum thats right,"jawab Ara santai membuat Leo ingin menerkam Ara kembali, ia benar benar kesal melihat Ara yang nampak santai bahkan dengan lugas mengatakan berniat menjadikan dirinya seorang babu.


"Ingat Ara, aku adalah suami mu bukan babu mu,"tegas Leo berdecak pinggang.


"Ara tahu dan juga kakak harus ingat kalau Ara adalah istri sekaligus ratu kakak,"balas Ara tak kalah tegas memelototi Leo.


"Tapi aku bukan babu mu Ara,"sentak Leo membuat Ara terkejut dan langsung menangis kencang, karena dirinya sangat tidak suka di bentak.


"Huwaaa hiks hiks."


Leo langsung kalang kabut melihat Ara yang menangis, ia mendekati Ara membekal mulut Ara.


"Sssstttt sudah diam yah,"bujuk Leo membuat Ara menggeleng kepala nya.


"Baiklah aku raja sekaligus babu kamu okey,"ucap Leo frustasi membuat Ara langsung senang dan mengangguk kepalanya cepat, hingga membuat Leo menarik kembali tangannya.


cup


"Hadiah untuk babu ku,"ucap Ara tersenyum manis mengecup bibir Leo.


"Sekali lagi,"pinta Leo tanpa sadar.


"ATM nya mana,"balas Ara membuat Leo tersadar.


"ATM nya macet untuk sementara waktu,"jawab Leo kesal.


"Kenapa bisa macet?"


"Corona."


**bersambung.


hai hai hai..


author crazy up nih...


hayoo mana hadiah nya nih...


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️ 🙏🥰**