Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Boncap Leo dan Ara


Minnie .. Lea sepertinya ngompol," ujar James menggendong baby Lea yang memiliki wajah cantik dengan mata biru zamrud nya. Benar-benar mirip seperti James saat muda dulu.


"Gantikan saja, Pa." Balas Nana berlari ke kamar mandi.


"Mau kemana!" Tanya James bingung.


"Panggilan alam, Pa." Balas Nana menutup pintu kamar mandi.


James yang melihatnya pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya. "Lihatlah, Mom mu sayang dia sangat bar-bar. Nanti waktu kamu dewasa ikuti jejak Papa yang baik dan ramah ya."


"Papapa," oceh baby Lea membuat James gemas.


Cup.


"Kamu satu-satunya tuan putri di hidup Papa," ujar James tersenyum seraya mengganti popok baby Lea.


***


Sedangkan di sisi lain Leo sangat bahagia ketika melihat baby Ana sudah bisa berdiri. "Sayang .. lihatlah tuan putri Ana sudah bisa berdiri," pekik Leo mengambil ponselnya untuk memvideokan moment bahagia tersebut.


"Alhamdulillah, Kak. Ara sangat bahagia melihatnya, lihatlah senyumnya itu sangat genit mirip seperti senyum kakak," balas Ara tersenyum polos membuat Leo mencebikkan bibirnya.


"Semoga saja hanya senyumnya saja yang mirip denganku," gumam Leo asik memvideokan Ana.


"Ndadadada," ucap Olaf yang sedang bermain dengan bedak bayi nya.


"Aduh sayang, kenapa bedaknya kamu tumpahkan," ujar Ara mengambil bedak dari tangan kecil Olaf membuat bayi laki-laki itu menangis.


"Huwaa .. hiks .. ndadadada," tangis Olaf pecah menengadahkan tangannya meminta bedaknya kembali.


"Boy, kenapa kamu sangat gampang menangis. Lihatlah kakak mu yang pernah jatuh dari kasur tapi bukannya menangis dia malah tertawa. Masa kamu hanya diambil bedak sama Bunda langsung nangis. Malu sama burung mu," omel Leo menggendong baby Olaf seketika membuat Ana yang melihatnya menangis. Karena gadis kecil itu sangat posesif pada Leo, dia tidak akan mengizinkan siapapun menyentuh Leo bahkan Ara yang pernah mencium pipi Leo langsung di pukul oleh Ana.


"Huwaaa .. papa Ana .. ndong Pa," tangis Ana pecah merangkak memeluk kaki Leo posesif. Sedangkan baby Olaf yang melihat kakaknya menangis malah tertawa, bayi yang berumur satu tahun itu lebih pandai berbicara daripada berjalan.


"Khak khak .. Papa Laf .. Muahh," ejek Olaf memeluk leher Leo membuat Ana semakin menangis sesenggukan bahkan wajahnya sudah memerah.


"Ya Allah, kenapa mereka berdua sangat posesif sama kakak. Padahal Ara yang mengandung dan melahirkan mereka," sungut Ara mengusap wajahnya frustasi.


"Karena mereka tahu kalau Abi nya yang paling banyak menanam saham dalam masa pembuatan mereka," balas Leo terkekeh geli laku berjongkok menggendong baby Ana.


"Cup cup .. tuan Putri Abi kenapa menangis hemm .. Abi ini milik kalian berdua jadi kenapa harus saling cemburu," ujar Leo mencium pipi Ana dan Olaf.


"No no no .. Papa puna Ana," balas baby Ana dengan suara imutnya. Benar kata orang tua bahwa bila seorang anak lebih cepat berjalan maka akan lambat berbicara begitu juga sebaliknya. Baby Ana dan Olaf mereka berdua lebih cepat berbicara daripada berjalan.


Leo yang melihatnya pun tak tinggal diam, ia segera melerai pertengkaran kedua adik kakak itu. "Siapa yang mau mimik sama Bunda," bujuk Ara mengeluarkan dada montoknya membuat kedua adik kakak itu langsung tersenyum lebar.


"Laf."


"Ana nda." Leo bernafas lega karena hanya dengan bujukan ASI Ara membuat kedua anaknya melupakan pertengkaran mereka. Ara merebahkan tubuhnya di kasur lalu meletakkan Olaf di dada kanan sedangkan Ana di dada kiri.


Andai aku bisa bergabung minum susu massal itu tapi tidak bisa karena produk nya cuma dua buah saja dan itu hanya milik Olaf dan Ana batin Leo menghela nafas panjang.


"Mereka hanya mau dengan Ara saat haus dan mengantuk," ucap Ara tersenyum mengusap pucuk kepala kedua anaknya itu.


"Itulah anak-anak sayang, mau sedekat apapun mereka dengan Papa atau siapapun tapi kalau sedang lapar, haus dan mengantuk mereka akan mencari ibu mereka!" Terang Leo ikut berbaring di samping Ara, dia mengusap pucuk kepala Ara penuh cinta.


Cup.


Cup.


Cup.


"Kalian adalah hartaku yang paling berharga," ucap Leo tersenyum manis membuat hati Ara menghangat karena Leo seringkali mengatakan hal-hal yang berbau romantis sehingga membuat pernikahan mereka yang hampir berjalan 2 tahun sangatlah humoris bahkan sampai sekarang tidak ada pertengkaran yang terjadi antara mereka. Itu semua karena Leo yang jujur dan Ara yang percaya pada Leo. Bahkan bila Leo telat pulang dari kantor cuma 10 menit maka dia akan menelpon Ara dan meminta maaf berulang kali.


"I love you Abi," balas Ara pelan membuat senyuman manis terbit dari wajah Leo.


"I love you too, Bunda."


Baby Olaf dan Ana tertidur dengan mulut yang masih menyedot ASI Ara. Begitu juga dengan Leo yang terlelap di samping Ara membuat ibu dua anak itu tersenyum manis.


Ara bersyukur mempunyai suami yang sangat baik dan bertanggung jawab seperti kakak batin Ara bahagia.


Bagaimana tidak bertanggung jawab? Sepulang dari kantor Leo akan sibuk bermain dengan anak mereka sedangkan Ara disuruh untuk segera tidur karena Leo tahu Ara pasti sangat lelah mengurus anak apalagi anak-anak mereka sangatlah aktif. Pernah sekali baby Ana menangis di tengah malam karena merasa risih dengan popoknya yang penuh membuat Leo segera menghampiri sang anak dan menggantikan popok Ana tanpa membangunkan Ara yang terlelap.


**Bersambung.


Hehe yang mau nambah boncap nya mana suaranya??🤭😅


Yukk mampir ke chat story' om Yogi udah terbit 🥰🥰🥰 bagaimana kisah om Yogi dan Sofi yang ternyata harus menikah karena kejadian tak terduga 😳😳😳**




Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰🥰