
setelah pulang sekolah twins b langsung di jemput oleh kemal tak lupa juga kemal sudah menyiapkan barang barang nya twins b untuk seminggu...
"hey kenapa kalian terlihat cemberut seperti itu sih"ucap kemal pada twins b yang nampak cemberut
"kenapa juga papa harus menyuruh kami ke rumah si Belanda itu apa papa tidak takut kami di jajah sama dia nanti apa lagi Abang nya yang tentara Abal Abal itu"ketus Brayen kesal
"emang kalian mau di jajah"bukan menjawab kemal malah bertanya balik kepada twins b..
"cih Brayen tidak takut karena Brayen titisan Wiro sableng jadi Brayen punya segala jurus untuk menghalau si Belanda itu nantinya pa"jawab Brayen sombong
"iya pa Bryan juga tidak takut karena bryan titisan pahlawan cut nyak Dhien dari Aceh"ucap Bryan angkuh..
tuk Brayen menyentil kening Bryan
"cut nyak Dhien perempuan ferguso...yang kau maksud itu teuku Umar"kesal Brayen
"haduh haduh...iya iya Teuku Umar deh"ucap Bryan mengelus keningnya
mereka pun bercanda layaknya keluarga bahagia walaupun tanpa sang ibu...hingga tak terasa mereka sudah sampai di Mension Lemos... dilihat nya sekeliling oleh kemal yang mana tidak ada yang berubah dari SMA dia dulu kesini..
"kita sudah sampai boy...ayoo turun"ucap kemal pada anak anak nya
mereka turun dengan senyuman yang sama namun maksud yang berbeda bila kemal tersenyum karena rindu pada Jimmy dan Lisa yang sudah di anggap seperti orang tuanya sendiri maka twins b tersenyum karena membayangkan rencana mereka yang berhasil...
di lihatnya Jimmy dan Lisa yang sedang menunggu kedatangan mereka..
"assalamualaikum ma pa"ucap kemal merentangkan tangannya ingin memeluk Lisa dan jimmy namun bukan pelukan yang di berikan oleh mereka melainkan pelukan..
plak plak plak
"dasar anak nakal 7 tahun lama nya kamu hilang datang datang bawa anak...kenapa kamu tidak cerita sama kami hah..."geram Lisa marah memukul bahu kemal
"haduh haduh ampun ma...pa tolongin kemal pa"teriak kemal meringis sakit mendapatkan pukulan maut Lisa...
"hajar lagi ma...kalau perlu tendang burung nya"ucap jimmy semakin memanas manasi Lisa...
"pa"rengek kemal namun tak di gubris oleh Jimmy ia merasa geram karena kemal tak menceritakan masalahnya kepada mereka apalagi disaat dia mendengar kemal sampai sampai berdagang keliling sungguh Jimmy tak sanggup membayangkannya...
"stop..."teriak brayen dan Bryan marah membuat Lisa menghentikan nya kemal pun bernafas lega..
"jangan pukul papa kami lagi"ucap Brayen dingin..
Lisa dan Jimmy pun baru menyadari bahwa ada dua sosok jagoan kecil di depan mereka yang sangat tampan..
"apa mereka cucu mama mal"tanya Lisa menatap lekat wajah kemal..
"iya mah"ucap kemal tersenyum
Brayen dan Bryan yang sedang marah pun terkejut dikala Lisa memeluk hangat tubuh mereka...ini sangat nyaman pikir mereka..
"Hay sayang...ini grandma kalian...apa kalian tidak rindu sama grandma"ucap Lisa melepaskan pelukannya...twins b yang merasa terkejut sekaligus bingung kemudian menatap kemal dan mereka melihat kemal mengangguk kan kepalanya... langsung saja Twins b memeluk Lisa erat..
"em Hay grandma"ucap Bryan kaku karena tak pernah di peluk oleh perempuan namun berbeda dengan Brayen yang sangat senang..
"waw grandma sangat cantik mirip dengan istrinya Amita bachan"gombal Brayen tersenyum genit di kala melihat wajah Lisa yang masih cantik namun tak muda...Jimmy yang mendengarnya pun kupingnya ikutan panas..
"grandma itu istri nya grandpa bukan Amita bachan"ketus Jimmy langsung menggendong Brayen namun Brayen langsung memberontak turun
"kenapa kamu tidak mau di gendong grandpa sayang"tanya Lisa gemas menciumi pipi gembul Brayen..
"karena grandpa laki laki dan juga grandpa sudah tua ditambah lagi kumis nya banyak nanti pipi Brayen gatel gatel kalo grandpa mencium nya"ketus Brayen membuat muka Jimmy memerah menahan kesal dan malu...baru saja dia senang karena kemal yang dianggap anak angkatnya membawa cucu kembar nya..
"mal kenapa anak mu sangat berbeda dengan mu...mereka lebih mirip dengan arka yang mengesalkan...oh jangan jangan saat kau membuat mereka kau membayangkan wajah arka"tanya jimmy memicingkan matanya menatap kemal penuh selidik..
"astaghfirullah pa... nauzubillah kemal masih lurus pa tidak bengkok"jawab kemal cepat mengusap tekuknya merasa merinding dikala membayangkan dirinya making love dengan arka..
"oh ku Kira kau suka sama pisang "ucap jimmy terkekeh
"lalu apa anak mu yang satu itu mau ku sentuh"tanya Jimmy yang menunjuk Bryan yang sedari tadi cuma diam
"yang itu bisa pa"ucap kemal tersenyum membuat Jimmy senang dengan cepat ia menggendong Bryan membuat pipi Bryan merona karena senang... akhirnya dia punya nenek dan kakek juga..
cup
"kau sangat tampan jagoan,,siapa namamu"tanya Jimmy gemas..
"Bryan Adams Rahmat grandpa"ucap Bryan tersenyum malu
"hahaha kau sama seperti papa mu yang sedikit pemalu itu"ucap Jimmy gemas
mereka semua masuk dan tertawa bersama.. setelah beberapa saat kemal meminta izin langsung berangkat ke Prancis sedangkan putri dia masih tertidur di kamar dia tidak tahu bahwa ada twins b di depan...
sedangkan di tempat lain arka yang sesudah menjemput twins A pulang sekolah pun tidak langsung pulang kerumah dulu dia mencari ketoprak buat putri dulu di temani oleh twins A..
"Daddy tok lama jumpa tetoplak na...Tan tadi di depan cekolah Juda ada tetoplak tenapa Daddy Ndak belli di Shana aja"tanya Aaron yang sedang bersandar di dada bidang arka bersama Aarin..
"karna yang jual nya janda sayang... mommy kamu tidak mau"ucap arka mengelus lembut kepala Aaron..
"janda itu apa dad"tanya Aarin yang sedari tadi diam..
"janda itu kata sebutan untuk seorang wanita yang tidak mempunyai suami lagi sayang"jelas arka membuat Aarin berpikir
"tenapa halus di panggil janda dad...tenapa Ndak Jandi ajha Tan tantik"tanya Aarin polos membuat arka harus bersabar
"tidak bisa sayang karena memang harus di panggil janda tidak boleh Jandi karena nanti pak Somat marah"jawab arka asal..
"ciapa pak Somat dad"tanya Aarin lagi
"suaminya pak Somad...bapak nya si Mamat adik nya si Maman kakaknya si Usman"jawab arka asal karena ia tahu setelah ia menjawab pak Somad maka pasti Aarin akan bertanya siapa pak Somad..
"meleka itu dimana lumah na dad"tanya Aarin lagi membuat arka geregetan ingin menggigit pipi anak nya ..baru arka ingin menjawabnya pak Jang sudah bersuara membuat arka bernafas lega..
"kita sudah sampai tuan..."ucap pak Jang memberi tahu arka kalau mereka sudah sampai di tempat penjual ketoprak remaja laki laki..
*bersambung*
**kira kira bagaimana reaksi twins A melihat ada musuh bebuyutan mereka di rumah nanti yah...simak terus dan jangan lupa tinggalkan like yah biar author semangat update nya🥰🙏
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**