Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Sofi apa Sofyan??


Di sebuah Mension mewah yaitu mension keluarga Lemos, terlihat Putri yang nampak kesal sedang membuat kopi untuk suaminya yang tak lain adalah Arka, entah apa yang membuat wanita cantik dan lembut itu kelihatan kesal seperti itu, karena tak pernah sekalipun ia berwajah kesal seperti itu bahkan para pelayan tak berani menyapa dirinya.


Setelah selesai membuat kopi ia pun langsung menuju ke meja makan tempat Arka duduk menunggu dirinya, terlihat wajah tampan Arka sedang tersenyum memainkan hp nya.


"Kopinya honey,"ujar Putri datar meletakkan kopi di atas meja.


"Terimakasih sayang,"balas Arka tanpa menoleh ke arah Putri, ia langsung meminum kopi nya perlahan namun..


"preppp sayang kopinya kenapa pahit,"ujar Arka tak sengaja menyemburkan kopi nya.


"Karena belum di kasih gula makanya pahit,"jawab Putri santai menatap Arka dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kenapa tidak di kasih gula nya sayang,"tanya Arka bingung.


"Lupa, kalau mau taruh sana sendiri,"ketus Putri membuat Arka menaikkan alisnya.


Apa istri ku sedang datang bulan batin Arka bingung. Tak ingin membuat istri tercinta nya itu kesal, ia segera bangkit menuju dapur, ia membuka lemari dapur dan mengambil toples yang bertuliskan gula, Arka memasukkan 2 sendok gula, kemudian mengaduk nya, kemudian ia langsung meminumnya.


"Pruhhhhh, sayang ini garam bukan gula,"teriak Arka kesal membuat Putri langsung bangkit menuju ke arahnya.


"Kalau tahu garam kenapa di taruh dalam kopi,"tanya Putri santai.


"Tapi kenapa kamu tulis di sini gula sayang,"ujar Arka berusaha menahan kekesalannya.


"Sama seperti kamu yang menulis nama si Sofi menjadi Sofyan di hp kamu,"sentak Putri dengan mata yang berkaca-kaca membuat Arka terkejut.


Dari semalam hp Arka berbunyi dan Putri sempat melihat kalau Arka berbicara dengan seseorang yang terdengar seperti wanita suaranya, kemudian ia memeriksa panggilan masuk di WA nya Arka yang tertulis Sofyan namun wallpaper nya wanita sexy.


"Sayang kamu kenapa tahu kalau namanya Sofi,"tanya Arka bingung.


"Ternyata memang benar kalau kamu main api di belakang aku honey, kamu jahat,"ujar Putri berlari masuk ke kamarnya meninggalkan Arka yang kebingungan, sedangkan Lisa yang tak sengaja mendengar perdebatan Putri dan Arka pun murka, ia tak menyangka kalau anak ya berani bermain api di belakang menantu kesayangan nya.


"Arka,"teriak Lisa marah membuat Arka langsung kaget.


"Mama ih bikin kaget aja,"pekik Arka mengelus dadanya.


"Dasar anak tak tahu di untung, berani kamu main api di belakang menantu ku hah, apa kamu lupa kalau kamu udah punya istri dan anak hah,"teriak Lisa berjalan langsung menjambak rambut Arka.


"Akkkk ma apa yang mama lakukan, dan siapa juga yang bermain api,"teriak Arka meringis kesakitan.


Plak


plakk


"Lalu siapa si Sofi itu hah, berani nya kamu selingkuh, siapa yang mengajarkan hal tercela itu pada mu hah, dimana rumah pelakor itu, biar mama labrak dia,"bentak Lisa dengan nafas naik turun.


"Mah siapa yang selingkuh sih, akkk Arka gak pernah berniat selingkuh ma, Arka ini setia nya lahir batin,"ujar Arka berusaha melepaskan tangan sang mama nya dari rambut nya.


"Ada apa ini ribut ribut,"ucap Jimmy baru datang menggendong baby Maura.


"Benar begitu Arka,"tanya Jimmy dingin menatap Arka dengan tatapan menghunus, karena bagaimanapun kesetiaan di junjung tinggi dalam keluarga Lemos.


"Enggak pa, Arka enggak pernah selingkuh karena cinta Arka pada Putri itu suci dan murni, tidak pernah terbersit sedikit pun untuk mendua, apalagi papa tahu sendiri kan kalau sampai Aarin tahu kalau Daddy nya selingkuh, maka sudah pasti Arka di cincang habis habisan,"bantah Arka menatap sendu ke arah Jimmy dan juga Maura berharap ada yang mau menolong nya dari amukan sang mama.


Namun jangankan menolong, mungkin bila bayi lain melihat orang tua bertengkar akan menangis, berbeda dengan baby Maura yang malah tersenyum bertepuk tangan nya.


"Kha kha kha,"pekik Maura membuat Lisa langsung berhenti menjambak rambut Arka namun..


"Oek oek oek,"tangis baby Maura kian melengking membuat Lisa otomatis menjambak rambut Arka kembali.


"Kha kha kha,"tawa Maura kembali hadir membuat Lisa dan Jimmy tersenyum senang sedangkan Arka menjerit dalam hati nya.


Ya Allah kenapa anak anak ku sangat suka melihat diri ku tersiksa batin Arka menjerit.


"Hahaha kau lihat putri bungsu mu itu sangat senang melihat Daddy nya tersiksa, dan itu cukup membuktikan bahwa kau benar-benar bermain api di belakang Putri,"ejek Lisa membuat Arka kesal.


"Lepasin Arka ma, karena Arka mau membuktikan pada Putri kalau Arka tidak selingkuh,"tegas Arka dengan nada yang dingin membuat Lisa langsung melepaskan tangannya.


"Iya, kalau memang kamu tidak selingkuh maka buktikan pada kami, dan jika kamu terbukti selingkuh maka jangan harap akan bertemu lagi dengan Putri dan anak anak karena mama akan membawa mereka jauh dari kamu,"tegas Lisa menatap tajam ke arah Arka.


"Tidak ada siapapun yang bisa memisahkan Arka dengan keluarga kecil Arka,"tegasnya langsung berjalan menuju ke kamarnya, namun sebelum itu ia mencium pucuk kepala Maura penuh kasih sayang.


Arka masuk kedalam kamar nya, ia melihat Putri sedang menangis di sudut kamar dengan duduk bersandar dinding.


"Hiks hiks tega kamu mas mengkhianati pernikahan kita,"Isak tangis Putri membuat Arka terkekeh geli.


Kau sangat lucu bila menangis dan cemburu seperti itu sayang batin Arka senang. Selama mereka menikah tak sekalipun dirinya melihat Putri yang cemburu berlebihan kepada nya, karena yang biasanya mudah cemburu itu Arka.


"Sayang,"panggil Arka lembut berjongkok di depan Putri.


"Pergi kamu mas, hiks hiks kamu jahat udah selingkuh di belakang aku,"teriak Putri menangis.


"Siapa yang selingkuhin kamu sih sayang, aku tidak mungkin berani selingkuh di belakang kamu terkecuali aku kerasukan setan,"ucap Arka mendekap erat tubuh Putri.


"Dan sekarang kamu lagi kerasukan setan makanya berani selingkuh,"sahut Putri memukul dada bidang Arka.


"Aku tidak pernah selingkuh sayang, melihat wanita lain saja aku sudah sangat jarang karena aku selalu membuang muka bila bertemu wanita dimana pun aku berada, karena aku menjaga pandangan aku hanya untuk kamu sayang,"ucap Arka dengan nada yang sangat tegas namun penuh kelembutan membuat Putri mendongak kepalanya menatap wajah Arka dengan serius.


**Bersambung...


Hayooo ada kejutan apa di next bab🤭🤭


jangan takut karena tidak akan ada pelakor 🙈


mau lagi?? vote, like coment dan beri rating 5 biar author bisa gaspoll jarinya buat nulis🤣🤣🤣


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**