
Setelah melakukan operasi Dito langsung pulang, ia ingin menenangkan diri nya setelah mimpi basah tersebut, ia tersenyum senyum sendiri dikala mengingat mimpi itu, apalagi ia dapat melihat jelas bagaimana bentuk tubuh polos Sena, sungguh di buat mabuk kepayang dengan membayangkan nya saja.
Kalau nanti kita susah nikah, maka akan aku bawa kamu ke puncak gunung agar kita dapat bercinta sambil menghirup udara segar disana, dan aku tidak akan membiarkan mu jauh dari ku walaupun hanya se-inc saja batin Dito tersenyum senang.
Mobil Dito memasuki pekarangan rumahnya, ia segera masuk dengan santai, ia pun masuk kedalam kamarnya untuk tidur karena malam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari.
Hingga tak terasa pagi sudah tiba, matahari terbit dengan malu malu menyinari bumi, membuat pria yang sedang tertidur manis itu segera bangun.
Dito bangun langsung membersihkan dirinya, karena hari ini ia akan pergi bertemu dengan para sahabatnya, ia ingin meminta bantuan pada mereka agar dapat membantu Dito segera menikah dengan Sena.
Namun Dito terkejut melihat keluarga besar nya ikut sarapan di rumahnya, Dito menatap mereka semua dengan datar, ia lebih memilih sarapan dengan hening dan damai tanpa memperdulikan semua mata menatap nya dengan tatapan yang sama yaitu tatapan kesal, marah dan kecewa.
Setelah selesai sarapan Dito bangkit ingin keluar dari rumahnya itu namun sang kakek terlebih dahulu menahannya dan menyuruh nya duduk di ruang tamu.
"Ada apa kek,"tanya Dito datar menatap wajah sang kakek yang menatapnya dengan dingin.
"Kau telah menyalahi aturan di rumah ini Dito, kau masih berani berhubungan dengan gadis yatim dan miskin itu padahal kami sudah melarang mu."
"Dan kakek juga ingin kamu menyuruh gadis itu untuk mencabut laporan nya dan membebaskan Elsa,"lanjut kakek membuat Dito mengepalkan tangannya.
"Sudah cukup kakek membuat hidup Ara hancur dulu, tapi tidak dengan hidup Dito, apapun yang Dito lakukan dan siapapun yang Dito pilih untuk menjadi istri Dito maka itu bukan lagi urusan kakek dan yang lainnya, "tegas Dito lantang membuat mereka semua terperangah karena biasanya Dito akan selalu menuruti perintah kakek.
"Dito, sejak kapan kamu mulai menjadi pembangkang seperti ini hah, apa karena kamu dekat dengan gadis miskin dan yatim itu sehingga membuat kamu berubah menjadi anak liar seperti ini hah,"bentak kakek menggelegar ke seluruh ruangan.
"Dito berubah menjadi seperti ini disaat kakek tidak menerima anak Ara dan juga membunuh anak nya, semenjak itulah rasa hormat Dito pada kakek dan seluruh aturan di keluarga ini, hilang begitu saja,"balas Dito lantang membuat mereka semua bungkam.
"Dito bukan Ara yang bisa lemah, menangis dan menuruti semua kemauan kalian, dan sekali lagi Dito tegaskan jangan pernah memanggil Sena dengan sebutan gadis miskin karena kalau tidak kalian akan tahu sendiri apa yang dapat di lakukan oleh orang yang melindungi Sena selama ini. Dan untuk membebaskan Elsa dari tuntunan itu tidak akan pernah terjadi karena Dito sendiri yang akan mendukung Sena untuk menjerat Elsa masuk ke jeruji besi, dan untuk mama harusnya mama bersyukur karena Sena tidak menuntut mama karena dia masih menghargai mama sebagai orang tua Dito, tapi mama juga harus ingat kalau mama masih menyakiti Sena maka Dito sendiri yang akan menuntut mama,"lanjut nya dengan mata merah menyala memancarkan aura kesedihan, kecewa marah bercampur menjadi satu.
Baru papa dan kakek Dito ingin membalas perkataan Dito, terhenti dikala mendengar suara tawa seseorang, membuat mereka semua menoleh ke samping. Dan tentu saja kehadiran orang tersebut membuat mereka senang, sedih dan juga menyesal.
"Hahahaha sungguh tontonan yang menarik untuk di lihat pagi pagi,"ejek Leo yang baru sampai, karena tadinya ia di ajak Ara untuk menjemput Dito sekalian agar mereka pergi menuju keluarga Lemos bersama sama, namun Ara dan Leo dibuat terkejut melihat seluruh keluarga nya hadir di rumah Leo, apalagi mendengar semua perdebatan mereka.
"Ara sayang,"lirih bunda Ara dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kalian ini benar benar seperti keluarga di jaman siti purba saja, yang dimana menikah harus dengan keluarga kaya,"ujar Leo mencebikkan bibir nya.
"Apa tidak cukup istri ku menjadi korban keegoisan kalian hah, dan sekarang kalian juga ingin membuat Dito merasakan seperti yang Ara rasakan dulu, apa kalian ingin menyesal yang kedua kalinya hah,"lanjut Leo lagi menatap sinis seluruh keluarga Dito.
"Apa tidak cukup Ara dan anak Ara dulu menjadi korban keegoisan kalian, apakah kami sebagai anak tidak bisa memilih jalan hidup sendiri, kenapa kalian para orang tua hanya menyuruh kami melakukan sesuatu dengan alasan demi kebahagiaan kami, sedangkan kalian tidak pernah bertanya apakah kami menyukai dan bahagia dengan itu semua,"ucap Ara lembut dengan tatapan yang kecewa pada seluruh keluarga nya.
"Sayang kamu sudah sembuh,"ujar dokter Malik papanya Ara dengan suara yang bergetar menahan tangis dikala melihat keadaan Ara yang semakin membaik.
"Iya, Ara sudah sembuh,"balas Ara tersenyum lembut pada ayah nya.
"Bolehkah ayah memeluk mu sayang,"tanya dokter Malik dengan mata yang berkaca-kaca membuat Ara tak tega menahan perasaannya lagi, sungguh semua tembok yang di bangun Ara untuk keluarga nya itu runtuh dikala melihat keadaan sang bunda dan ayah yang bertubuh kurus, tampak jelas guratan sedih di wajah mereka.
"Apa boleh kak,"tanya Ara mendongak menatap Leo penuh harap membuat Leo menghela nafas berat, karena sejujurnya ia tak rela bila Ara memaafkan seluruh keluarga nya, karena ia masih ingin menghukum mereka namun apa boleh buat ketika melihat mata Ara yang berkaca-kaca seperti lampu taman yang ingin retak.
"Boleh sayang,"balas Leo lembut mengelus kepala Ara.
"Ayah,"panggil Ara langsung berlari memeluk erat tubuh ayah nya, begitu juga dengan dokter Malik yang mencium pucuk kepala Ara berkali-kali.
"Ara sayang,"ucap sang bunda ikut memeluk Ara dengan erat, ia menangis pilu menyesali perbuatannya di waktu lalu, begitu juga dengan dokter Malik ia berjanji mulai sekarang akan menjadi ayah yang baik untuk Ara, meskipun itu sudah terlambat.
**Bersambung
hai kakak author balik lagi nih
pagi pagi bisa dong author minta kopi ataupun satu tangkai bunga🥰🙈
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🥰
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**