
pagi harinya arka mengantarkan twins a ke sekolah ia ingin melihat anak siapa yang berani mengejek anak anak nya...
"sayang nanti tunjukan sama Daddy yah...yang mana mengejek kalian dan siapa namanya"tanya arka pada twins a
"otte dad ..nama na Brayen Adam Rahmat dan Bryan Adam Rahmat dad...meleka Juda temball but meleka na jeyek dad...upil na banak"ucap Aaron menjelaskan ciri ciri nya...
"dan Juda lambut na cepelti ekol kuda dad...Olang pendek milip anak tecil...Didi na cotat dad kalna banak matan manish manish..."tambah Aarin menjabarkan ciri ciri musuh bebuyutan nya pada sang Daddy..
"gigi nya sama seperti gigi mu sayang"tanya arka karena Aarin juga suka makan yang manis manis..
"huff...butan dad...Didi na aalin ilang di Didit udang butan cotat"ucap Aarin mengelak cemberut...ia sungguh tak rela bila gigi nya di samakan dengan Bryan Alias si Mamat...sedangkan arka menahan tawanya dikala mendengar bantahan Aarin...ia heran kenapa Aarin sangat pandai bersilat lidah padahal masih kecil..
"hehehe aalin itu butan na ilang but kamu na dah gadai Tan di toko mas..."tawa Aaron mengejek Aarin..
"akkkkkk...aalin catit"teriak Aaron meringis kesakitan dikala Aarin menjambak rambut nya...Aarin tak rela bila dirinya di ejek oleh Aaron...
"euuuhhhh lashain ajab kalna dulhaka ejek aalin na"ucap Aarin geram menarik keras rambut Aaron...namun ia langsung melepaskan nya di kala mendengarkan ancaman dari Aaron...
"awass yah...Puyang cekolah nanti atu bilang cama mommy...bial tamu Ndak di beli matan"ancam Aaron menahan sakit..
"hehe...cup cup...aalon Tan Abang...baik ladi macak cih mau adu adu cama mommy"ucap Aarin cengengesan melepaskan tangannya dari rambut Aaron ia mencium pipi Aaron untuk meredakan amarah Aaron...
"aalon Ndak bayik...potok na liat aja nanti..."kesal Aaron
"Daddy..."rengek Aarin pada arka yang sedari tadi hanya diam melihat perdebatan mereka...ia berharap sang Daddy dapat menolongnya bila nanti mommy nya marah...
"sayang kamu gak boleh lagi kasarin Abang kamu yah...Aaron itu lebih tua dari Aarin jadi Aarin harus menghargai nya"tegas Aaron lembut...membuat Aarin mengangguk kan kepalanya..
"sorry Aaron"ucap Aarin pelan sehingga membuat Aaron luluh...ia langsung memeluk hangat Aarin
"no problem...iam fine"ucap Aaron memeluk Aarin...
sedangkan di sebuah mobil mewah lainnya terdapat seorang pria tampan di temani anak kembarnya...ia sengaja mengantarkan anak ank nya setelah mendengar sang anak mengadu bahwa ada anak perempuan yang sudah berani menendang burung Pipit nya sehingga membuat pria itu marah..
"siapa namanya boy"tanya pria tersebut..
"alhumairah Aarin dan Muhammad Aaron pa.."ucap anak tersebut yang tak lain adalah Brayen dan Bryan mereka tidak menyebutkan nama belakang Aarin dan Aaron karena mereka lupa
"tenang aja papa akan memberikan pelajaran kepada mereka apalagi pada si Aarin itu karena sudah berani membuat burung Pipit mu hampir cidera..."ucap pria itu sungguh sungguh..
"iya pa Brayen juga tidak sabar ingin membalas si Belanda itu pa"ucap Brayen dan di angguki oleh Bryan..
"Belanda??kenapa kamu memanggil nya Belanda boy"tanya pria itu bingung..
"karena dia mirip orang Belanda pa...dia juga tidak lancar berbicara bahasa indo namun sangat hebat berbicara bahasa Inggris dan Arab pa"ucap Bryan
"benarkah...mereka sangat hebat dong boy...kenapa kalian berdua tidak bisa berbicara bahasa Inggris seperti mereka...padahal mkalian juga kembar dan seumuran dengan mereka"tanya pria itu bingung membuat anak kembarnya kesal..
"itu salah papa kenapa bukan berasal dari Inggris malah dari Depok...cuma nama kami saja yang mirip bule sedangkan muka kami mirip Sunda"ketus Brayen cemberut karena papa nya memuji musuh mereka..
"CK...tenanglah nanti papa Carikan kalian mama bule supaya kalian bisa bicara bahasa Inggris"ucap pria itu santai karena dia adalah duda...istrinya pergi meninggalkan nya dulu saat susah
"pasti boy...kamu mau mama berapa..1,,2,,4 papa sanggup kok"ucap pria itu sombong membusungkan dadanya..
"emang bisa pa"
"ya bisa lah...holang kaya mah bebas boy"ucap pria itu mengibaskan tangannya menunjukkan cincin berlian penuh di jari jarinya..
"yes kalau begitu kami mau 4 pa...1 dari Korea...Prancis..Inggris ..dan India pa...yang mirip dengan Amita bachan"ucap Brayen semangat dikala membayangkan nanti dia punya 4 mama...dapat mengalahkan kesombongan Aaron dan Aarin..
tukk
"Amita bachan itu kakek kakek Bray"kesal Bryan menjitak kepala kakak nya..
"auuu kenapa kau sangat suka menjitak kepala ku...tak takut takut nya kau sama aku padahal aku Abang"kesal Brayen karena Bryan tak pernah takut padanya...
"cih orang kau duluan lahir karena aku yang menendang mu duluan makanya kau keluar"ucap Bryan sinis karena dirinya tak rela menjadi adik..
"kau ...
"sudah sudah jangan berantem boy...kalian ini sama sama keluar di pabrik yang sama jadi jangan berdebat"ucap pria itu melerai perdebatan anak kembarnya yang tidak pernah akur
"dan pabriknya sudah mati"ucap keduanya dingin dikala mengingat cerita dari pelayan di Mension nya bergosip bahwa ibu mereka meninggalkan mereka karena papa nya jatuh bangkrut dulu..
"dengar kalian itu tetap jagoan papa selamanya akan begitu...papa sangat menyayangi kalian...papa akan melakukan apapun untuk kalian agar kalian bahagia..jadi jangan pernah merasakan bahwa kalian berbeda dari anak yang lain karena kalian tidak punya mama...oke..kalian itu 2 jagoan papa..yang paling berharga di hidup papa"ucap pria itu lembut pada anak anaknya...ia tahu bahwa anak anak nya membenci ibu mereka...namun pria itu tidak membiarkan kebencian memenuhi hati suci anaknya...itulah sebabnya ia sedang berusaha mencari istri yang baik untuk kedua anak nya..
"terimakasih pa"ucap keduanya memeluk sang papa...
hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah anak nya...mereka turun dari mobil bersama...semua mata ibu ibu menatap kagum pria itu yang sangat tampan dan juga anak anak nya yang tak kalah tampan..
pria itu membuka kaca mata hitam nya dan langsung mengedipkan matanya kepada segerombolan ibu ibu...
"aaaaa bapak itu sangat tampan...aaaa aku mau bawa pulang..."teriak ibu ibu itu histeris..
namun pria itu langsung berubah kesal ketika melihat ada sebuah mobil mewah yang berhenti di depan mobilnya ia melihat seorang pria yang tak asing turun dengan tegap bersama anak kembarnya...
"aaakkkkhhh bule..."teriak ibu ibu yang tadi...
seakan seperti di film film yang berputar Slowly men zoom setiap pemainnya...di sudut kanan pria bule dengan anak anak bule nya menatap dingin ke sudut kiri yang terdapat pria tampan khas Indonesia bersama anak anaknya yang juga tampan...
"kau......
*bersambung*
**hayoo kira kira siapa yah pria tersebut..
mana pendukung tim arka dan tim duda..
oh yah... author ada karya baru ini mohon kakak kakak mampir' yah di jamin di novel ini yang bertemakan cinta SMA di kemas dengan nuansa berbeda...di novel ini akan memberikan kepercayaan diri bagi sang pembaca dalam menghadapi intrik yang ada di sekolah dan juga kisah cinta antara dua sahabat yang berbeda sifat..dan novel ini menentang diskriminasi antara murid pintar dan bodoh jadi buat yang pernah di caci oleh guru saat SMA silahkan di baca yah karena novel ini akan menguras emosi kakak**.