
di malam harinya di Mension keluarga Lemos tepatnya di ruang keluarga Aaron dan Aarin sedang meminta sesuatu kepada orang tua dan nenek kakeknya...
"apa yang kesayangan Daddy mau hmm...katakan"ucap Aaron lembut pada Aarin yang sekarang berada di pangkuannya..
"Daddy...aalin na mau Daddy ajalin Tami bicala bial lancal cepelti Olang Olang beshal dad..."ucap Aarin penuh harap pada sang Daddy..
"kenapa tiba tiba mau belajar bicara sayang"tanya arka menaikkan alisnya..
"cuma inin caja"ucap Aarin
"yasudah sekarang coba ikutin Daddy ngomong yah.."ucap arka lembut..
"otte dad"jawab keduanya serempak..
"ular melingkar di pagar pak Umar di tembak dor dor.."ucap arka pelan pelan
"ulalll melingkalll di pagalll pak umalll di tembak doll doll"ucap keduanya serempak dengan serius..
"u...larr"ucap arka..
"u...lall"
"larrrr"ucap arka sabar
"lalllll"ucap Aarin dan Aaron menggepalkan tangannya
"rrrrrrrrrrrr"ucap arka menunjuk lidahnya yang bergetar...
"lllllllllll"ucap keduanya dengan lidah yang memuncratkan liur mereka..slurppp keduanya menghirup kembali air liur yang keluar...sedangkan arka batas kesabarannya sudah hampir di ujung...
"sayang rrrr bukan llll"ucap arka menekankan perkataan nya ..
"sayang llll bukan llll"ucap Aaron dan Aarin mengikuti setiap kalimat yang keluar dari mulut nya arka bahkan mereka berdua juga ikut ikutan menekankan perkataan nya...
"haduh sayang...ularrrrrr bukan ulalllll....rrrrr bukan llllll okey..."ucap arka mengusap wajahnya frustasi sedangkan putri Lisa dan Jimmy menahan tawanya karena melihat wajah arka yang nampak frustasi dalam mengajarkan twins A..
"haduh Daddy Janan malah malah nanti Daddy tepat tua dad...nanti keliputt na banyak loh...."ucap Aaron menasehati sang Daddy yang nampak marah marah ..
"hufffff iya sayang Daddy sabar kok...sekarang Daddy ganti yah...ikutin Daddy oke"ucap arka menghembuskan nafas kasar karena kesabarannya benar benar di uji..
"otte dad..."
"ibuk Mariani pergi ke kota santri untuk mengantri membeli padi"ucap arka memberikan kalimat yang lainnya..
"ibuk malliani pelgi ke kota santlii untuk mengantlliii membeli padii"ucap keduanya semangat...
"sayang...ibu Mariani bukan ibu malliani"ucap arka yang kesabarannya tinggal beberapa persen..
"daddy shihh...tenapa halus ibuk maliani bukan Bu lili...dan tenapa halus capek capek ke kota santlii Tan di tanah Abang juga ada"kesal Aaron kepada sang Daddy membuat arka hilang kesabarannya...habis sudah...ampun...arka tidak ingin lagi mengajarkan anak nya berbicara...lebih baik ia menyewa guru pribadi saja untuk keduanya...ia bahkan heran bagaimana guru twins A di sekolah mengajari anak anak nya ini...
"iya dad...ataupun kan Bisha peshan lewat hp cepelti mommy tenapa halus tapek tapek mengantli.."ketus Aarin yang ikutan kesal dengan sang Daddy
putri yang melihat arka sudah habis kesabarannya pun langsung mengambil alih kedua anaknya itu...ia kasian melihat arka yang nampak frustasi karena putri juga pernah di posisi arka sedangkan Jimmy dan Lisa mukanya sudah memerah karena menahan tawa... sungguh cuma twins A yang dapat membuat arka frustasi..mereka sangat senang karena arka mendapatkan lawan yang cocok dengannya yaitu Aaron
"kesayangan mommy...kenapa tiba tiba kalian ingin lancar berbicara hemmm"tanya putri lembut mengelus kepala anak anak nya
"di ejek...siapa yang mengejek kesayangan Daddy...bilang sama Daddy biar Daddy geprek mereka jadi ayam penyet karena sudah berani berani nya mengejek anak anak Daddy...ayo tunjukkin sama Daddy besok biar Daddy tinju mereka besok"ucap arka menahan amarah nya...ia tak rela membiarkan siapapun mengejek anak nya lagi...cukup dulu...sekarang tidak karena dia sudah ada...
"Ndak ushah ladi dad...kalna aalin cudah beli pelajalan cama Bulung meleka...aalon yakin beshok beshok Ndak Atan meleka ejek Tami ladi"ucap Aaron bangga karena ia melihat sendiri bagaimana temannya yang sombong itu meringis sakit karena burungnya di tendang oleh aarin..
"benarkah sayang...ceritakan pada kami"tanya arka semangat..
flashback
di sebuah sekolah paut internasional ter elit di kota Jakarta terdapat sepasang anak kembar sedang berhadapan dengan anak kembar lainnya...mereka menatap seolah olah ada dendam di antara mereka...
"apa mahu mu...dan tenapa talian celalu malah malah cama Tami...apa calah Tami"tanya Aaron dingin pada anak kembar laki laki di hadapannya...bagaimana tidak Aaron kesal...kakak beradik tersebut yang bernama Brayen dan Bryan selalu saja mengganggu mereka dari belajar hingga bermain...namun karena Aarin dan Aaron selalu di ajarkan tentang kesabaran makanya mereka tak membalasnya...padahal Aarin sudah geregetan ingin menjambak rambut jabrik Bryan namun di tahan oleh Aaron..
"kami hanya kesal saja pada kalian karena kalian lebih pintar 1 persen dari kami"jawab Brayen tak kalah dingin...namun satu kelebihan Brayen dan Bryan mereka berdua sudah bisa bicara tidak cadel lagi..
"1 pelshen atau celatus pelshen"tanya Aarin tersenyum mengejek sehingga membuat Bryan kesal
"dasar sombong"balas Bryan sinis..
"butan shombong but itu kenataan mamat..."sarkas Aarin membusungkan dadanya...sedangkan Bryan mukanya sudah memerah karena Aarin selalu memanggilnya dengan sebutan Mamat..
"hey...Belanda nama ku Bryan Adams bukan Mamat"teriak Bryan marah..
"dan nama tu butan Belanda but aalin....aalin denar Mamat"balas Aarin kesal karena setiap harinya Bryan memanggil nya Belanda...
"hahaha benar kata Bryan nama mu itu Belanda karena muka mu mirip dengan orang Belanda yang menjajah Indonesia dulu..."ucap Brayenn tersenyum mengejek..
"dashar Olang Olang bodoh...males aalin na ladenin... c'mone aalon Ita Cali udala shegal di tempat lain kalna udala di shini shudah di cemali oleh pilus colona"kesal Aarin menarik tangan Aaron ingin beranjak pergi namun...
"hahaha pilus...virus...Belanda bukan pilus kalo pilus itu makanan ...dasar... kalian boleh genius tapi kalau soal pandai berbicara maka kami lebih pandai karena kami berumur 4 tahun sudah pandai berbicara tidak cadel seperti bocah bocah seperti kalian"ucap Brayen sinis
"hahahaha"tawa anak anak yang lain teman temannya Brayen...Aarin dengan cepat berbalik berlari kencang dan langsung menendang burung nya Brayen ..
Bukk.
"lashain emang enak..."ucap Aarin tersenyum puas...begitu juga Aaron ia bangga dengan keberanian sang adik namun juga ia merasa kasian terhadap burung kecil yang tak berdosa itu...ia berjalan membisikkan sesuatu ke telinga Brayen yang sedang menahan sakit sehingga membuat Brayen membeku..
"Janan main main cama aalin...bahaya talo dia malah...kalna aalin talo malah cuka meniksa Bulung...acu cudah melashakan na Matana acu celalu takut cama aalin..."bisik Aaron jujur dan langsung menggandeng tangan Aarin pergi meninggalkan anak anak itu semua...
flashback off
*bersambung*
**hayoo siapa yang dulunya..
suka menembak ular pak Umar...
mana hadiahnya buat twins A aunty dan uncle..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah supaya author semangat update nya lagi
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**