Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Terkejut


Acara 7 bulanan tersebut berjalan lancar, semua para tamu undangan juga sudah pulang, selama acara tersebut berubah menjadi canggung tak satupun dari Arka cs bertanya pada Leo tentang kehamilan mom Nana karena mereka ingin menunggu semua tamu pulang.


Hingga sekarang tinggallah Arka cs bersama dengan para orang tua, mata mereka semua tertuju pada perut Nana yang buncit.


"Na, kamu hamil lagi," tanya Lisa dengan wajah yang terkejut.


"Kenapa bisa istrimu kembung lagi James, kau pakai pompa merk apa," tanya Jimmy penasaran.


Wajah Nana langsung memerah mendengar rentetan pertanyaan dari Lisa dan Jimmy, sedangkan Arka cs memilih diam dengan wajah yang ikut memerah karena menahan tawa ketika membayangkan bila adiknya Leo lahir dan dewasa.


Pasti itu anak akan pusing, yang mana bapaknya dan yang mana kakaknya batin Arka cs tertawa lepas.


"Jadi begini …"


"Papa cemburu dengan Leo," potong Leo membuat mereka semua menatap bingung ke arah Leo.


"Le, kau jangan mengada-ada," elak James tak terima.


"Sudahlah Pa, tidak usah mengelak lagi karena Leo sudah tahu kalau Papa cemburu karena Leo memanggil diri Leo Abi saat mengusap perut Ara."


"Bagaimana bisa kau tahu," tanya James penasaran.


"Mom yang bilang," balas Leo santai.


"Minnie, kenapa kamu cerita pada Leo," kesal James karena mulut Nana yang lemes.


"Abi! Nanti saat anak mu lahir kau menyuruhnya memanggilmu Abi! Apa kau serius Le," tanya Arka yang baru ngeh.


"Heum, aku sangat ingin mendengar twins memanggilku Abi bila lahir nanti," balas Leo tersenyum senang menerawang masa depan.


Arka, Dito, Dimas dan Kemal tak mampu menahan tawa lagi mendengar ucapan Leo, apakah Leo tidak pernah bercermin sehingga menyuruh sang anak memanggilnya Abi.


Abi! Nama itu terngiang-ngiang di telinga mereka semua, bahkan Dito sampai memegang perutnya yang sakit akibat tertawa.


"Hahahaha … panggilan itu sangat tidak cocok untuk mu Le, karena panggilan Babe lebih cocok untuk mu," ujar Arka tertawa lepas membuat Leo cemberut.


"Cih .. bilang saja kalian itu sirik pada ku, padahal kalian juga mau dipanggil Abi oleh anak kalian 'kan ..," sungut Leo mencebikkan bibirnya.


"Bukan begitu Le, hanya saja panggilan itu kurang cocok untuk mu .. dan belum ada dalam sejarah mantan cassanova dipanggil Abi oleh anaknya, thats so crazy men," balas Dito mengusap sudut matanya yang berair. 


"Ck .. i don't care what people thinking about me, karena aku hanya melakukan apa yang aku inginkan," ketus Leo menghujani ciuman di perut buncit Ara.


"Dedek twins Abi, kalian dengar suara gelak tawa para paman kalian, mereka semua menertawakan Abi twins, nanti hukum mereka yah kalau kalian sudah lahir," ujar Leo membuat Arka terkekeh geli.


"Apa kau lupa kalau aku mempunyai seorang Putri yang lebih ganas dari singa Le," balas Arka menyeringai seraya menunjukkan ke arah Aarin yang sedang memakan paha ayam di pojokan seorang diri.


Gleg.


Mereka semua menelan ludahnya ketika melihat tulang ayam yang berserakan di sekitaran Aarin, bahkan Putri langsung menutup wajahnya dengan tangan karena malu dengan tingkah Aarin yang tak pernah anggun mencerminkan seorang perempuan.


Grehhhh.


"Alhamdulillah," ujar Aarin setelah bersendawa membuat mereka semua langsung menepuk jidatnya terkecuali Brayen yang asik mengambil gambar Aarin.


"Aarin benar-benar unik, beda sama yang lain," gumam Brayen membuat Arka dan yang lainnya tersedak ludah.


"Cinta itu memang buta," bisik Dito ke telinga Dimas.


"Benar, untung saja kita tidak punya cinta masa kecil karena kalau tidak pasti kita akan seperti Brayen,", balas Dimas mengusap tengkuknya.


"Jangan ingatkan tentang wanita ular itu," ketus Dimas membuat mereka semua terkekeh geli.


"Jadi apa jenis kelamin anakmu," tanya Lisa tersenyum senang mengelus perut Nana.


"Kami tidak tahu Sa, karena kami sepakat ingin mengetahuinya saat anak kami lahir," balas Nana tersenyum manis tak sabar menanti buah hatinya.


"Apa kamu tidak mengalami kesulitan, karena hamil di usia tua itu katanya sangat susah," tanya Lisa heran karena melihat Nana yang terlihat sehat bugar.


"Alhamdulillah tidak Sa, kamu tahu sendiri kalau kami menjalani pola hidup sehat, dan kamu juga tahu bagaimana posesif nya James yang selalu mengontrol setiap makanan yang aku makan," sindir Nana membuat James langsung mengelus kepalanya.


"Kau benar, para suami kita sangat posesif," balas Lisa yang ikut menyindir Jimmy dan di angguki oleh Putri, Ara, Bilqis dan juga Alexa sedangkan Sena hanya diam saja karena bingung mengatai Dito posesif sebab om Yogi lebih posesif.


"Sayang kami posesif karena kami cinta sama kalian," ujar James dan Jimmy serempak di angguki oleh Arka cs.


"Cinta sih cinta tapi masa setiap kalori yang masuk ke tubuh kami kalian hitung," sungut Nana.


"Benar, dan yang lebih parah lagi kalian menyadap ponsel kami," timpal Lisa membuat para istri langsung terkejut sedangkan Arka cs wajah mereka seperti orang yang ingin pingsan karena mendapatkan tatapan mengintimidasi dari istri-istri mereka.


Oh ya ampun, kenapa mama membocorkan rahasia kami, bisa-bisa gak dapat jatah selama setahun ini batin Arka cs menjerit.


"Benarkah itu," tanya para istri terkecuali Bilqis dia malah menatap Kemal dengan tatapan penuh cinta.


Bilqis gak nyangka kalau cinta hubbie sebesar itu, sampai-sampai ponsel Bilqis di sadap batin nya bahagia.


"Sayang, itu semua demi keselamatan kalian dari gangguan laki-laki hidung belang diluar sana, wajar dong kalau kami takut istri kami pangling ke lain hati," jelas Jimmy menghela nafas panjang karena pada akhirnya kebiasaannya itu terbongkar.


"Benar sayang, itu bentuk dari salah satu bukti cinta kami untuk kalian," timpal Arka langsung memeluk Putri guna untuk meredam kekesalan sang istri tercinta.


"Mommy," panggil Aarin dengan suara imutnya membuat mereka semua langsung menoleh ke pojokan.


"Aalinn na mau pup .. boleh myy," tanya Aarin dengan mata puppy eyes menggoyangkan pinggulnya dengan wajah yang memerah.


"Giliran pup minta ijin tapi giliran makan langsung nyelonong tanpa permisi," ketus Aaron membuat Aarin kesal.


"Ngomong shekali ladi … Aalin lempall pake tulang ayam," ancam Aarin membuat nyali Aaron langsung menciut.


"Sudah-sudah … ayo sini sayang mommy hantar ke toilet," lerai Putri bangkit menggandeng tangan Aarin.


"Sebelah sini Nona," ujar salah satu pelayan mension Leo menuntun Putri dan Aarin ke toilet.


"Jadi apakah kalian akan melahirkan di hari yang sama," tanya Lisa serius.


"Benar, kami akan melahirkan cunak," balas Nana membuat Arka cs bingung.


"Cunak itu apa Mom," tanya Arka penasaran.


"Melahirkan cucu anak, Paman." Jawab Brayen santai membuat Nana tersenyum senang.


"Brayen benar."


"Kamu tahu dari mana," tanya Leo mengernyitkan dahinya karena dirinya saja tidak tahu apa maksud perkataan mom Nana.


"Ini lagi baca artikel tentang mertua yang melahirkan barengan dengan menantunya," balas Brayen polos menunjukkan ponselnya membuat mereka semua sontak tertawa lepas membuat wajah keluarga Leo memerah menahan malu.


Sabar … 2 bulan lagi lahiran batin mereka.