
"Di..mas"lirih Alexa dengan mata berair sambil tertutup.
"Iya sayang..ini aku suami mu,"jawab Dimas bergetar menghapus jejak air mata Alexa.
Dito yang melihatnya pun langsung menyuruh Dimas menyingkir, ia segera memeriksa Alexa kembali dan memasangkan kembali alat medis di tubuh Alexa.
tit..tit..tit..
Dito tersenyum cerah dengan air mata tak henti hentinya mengalir di pipi, ia melihat irama jantung Alexa yang stabil, dan semakin membaik.
"Ini yang namanya keajaiban, doa mu di jabah Allah Dim,"pekik Dito senang melompat lompat seperti anak kecil, Arka dan Leo yang mendengarnya pun tanpa sadar langsung memeluk Alexa, di saat bibir Leo dan Arka hampir mengenai pipi Alexa, Dimas langsung mendorong tubuh kedua sahabatnya itu.
brukk
"pantat ku,"pekik keduanya meringis sakit.
"Jangan menyentuh istri ku,"ketus Dimas dingin dengan suara yang serak karena menangis.
"Ha..us,"lirih Alexa lagi.
"Apa Alexa bisa minum Dit?"
"Bisa, tapi jangan terlalu banyak,"jawab Dito, mendengar hal tersebut Dimas langsung meneguk air mineral yang berada di atas meja, dan memasukkan kedalam mulut Alexa, membuat mereka semua tersentak kaget.
"Astaghfirullah, baru mau taubat tapi sudah di uji,"gumam Leo langsung menutup matanya dengan kedua telapak tangannya, ia bersikap seolah olah seperti pria polos tanpa dosa.
cklek.
"Waww so romantice,"puji Bilqis membuat Kemal segera menutup matanya.
"Hubbie kok di tutup sih,"kesal Bilqis karena dia tak dapat melihat tontonan gratis lagi.
"Nanti kita praktekkan di kamar love agar lebih romantis lagi,"bisik Kemal membuat Bilqis tersenyum lebar.
"Aaaaaa mau pulang sekarang,"rengek Bilqis berbalik memeluk pinggang Kemal.
"Stop!!...bisa tidak kalian adegan romantis nya nanti saja di saat kami tidak ada, kalian pikir dunia ini milik kalian berempat sedangkan yang lainnya ngontrak apa,"sentak Leo kesal pada tingkah laku 2 pasutri itu, membuat Dimas yang tadinya asik mencium wajah Alexa berhenti, begitu juga dengan Bilqis langsung melepaskan pelukannya dari Kemal.
"Makanya oom cepetan menikah biar tahu apa maksud dari perkataan 'dunia ini milik kita berdua sedangkan yang lainnya ngontrak'."Ketus Bilqis menendang angin karena kesal pada Leo.
"Sudah sudah, sebaiknya kita semua keluar dulu, biar Alexa bisa istirahat dengan tenang, aku sudah memeriksa keadaan Alexa yang Alhamdulillah sudah membaik, tinggal kita lihat saja beberapa hari kedepan nya apakah Alexa sudah benar benar sembuh,"lerai Dito karena pusing melihat Leo dan Bilqis yang selalu berdebat bila bertemu.
Mereka semua meninggalkan Dimas dan Alexa yang kembali tidur karena obat penenang yang di suntikkan oleh Dito berfungsi agar tubuh Alexa bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan.
cup
"Terimakasih karena sudah mau bertahan sayang, kamu adalah wanita terhebat yang pernah aku temui dalam hidup ku, aku berjanji akan menjadi suami yang baik untuk mu, karena kamu adalah ratu ku,"ujar Dimas menangis haru mengecup punggung tangan Alexa.
Ia sangat bersyukur karena takdir mempertemukan nya kembali dengan Alexa, ia sudah berencana untuk mengakhiri hidupnya bila Alexa benar benar pergi, ia tak tahu mengapa dirinya sangat bodoh sehingga memikirkan untuk bunuh diri, tiba tiba mata Dimas membulat sempurna di saat mengingat putri nya yang hampir menjadi pelampiasan amarah nya.
"Asha,"pekik Dimas terkejut, ia segera keluar dari ruangan Alexa.
"Kenapa Dim, apakah Alexa baik baik saja?"tanya Arka yang memangku Aarin dan Aaron.
"Asha kemana Ar?"tanya Dimas panik membuat Leo kembali geram.
"Baru sadar kau? untung tadi ada kami yang lindungi Asha dari amukan mu, kalau tidak entah apa yang terjadi pada bayi mungil itu,"sentak Leo membuat Dimas semakin merasa bersalah, ia kembali mengingat suara tangisan baby Asha yang kian melengking tadi, Brayen yang sedari tadi kesal dan marah pada sikap Dimas langsung bersuara pedas.
"Paman untuk kedepannya bertindaklah seperti lelaki dewasa, jangan biarkan ego menguasai hati paman, bayangkan bila tadi tidak ada paman Arka dan yang lainnya menghadang paman untuk menyakiti dedek Asha, apa yang akan terjadi? bagaimana nasib nya sekarang? bukankah paman adalah ayah nya dedek Asha, peran seorang ayah yaitu melindungi anak nya, bukan malah ingin menyakiti nya, tingkah laku paman tadi benar benar sangat merugikan diri paman sendiri dan juga orang lain, apa paman pikir ini kisah Romeo dan Juliet yang dimana wanita nya mati si pria nya juga ikutan mati? ini dunia nyata paman bukan drama Korea, jadi bertindaklah sesuai dengan realita,"terang Brayen panjang lebar menatap tajam ke arah Dimas, entah bagaimana Kemal mendidik putra nya itu, bagaimana bisa bocah laki laki itu memiliki pemikiran seperti kakek kakek yang sudah berumur seribu tahun.
"Paman dahatt..,"lirih Aarin memeluk erat tubuh Arka, ia mengingat kembali bagaimana Daddy nya di pukul oleh Dimas dengan buas, andai saja tidak ada Kemal yang menarik Aarin tadi, sudah dapat di pastikan bahwa Aarin terkena tendangan Dimas.
"Maafkan paman karena sudah membuat kalian takut,"ujar Dimas dengan nada yang penuh sesal, Bryan turun dari pangkuan Bilqis segera menghampiri Dimas yang berdiri, ia menggenggam tangan kanan Dimas erat.
"Kata papa setiap manusia itu pasti punya salah, namun sebaik baik manusia adalah mereka yang mau berubah menjadi lebih baik,"balas Bryan tersenyum hangat pada Dimas.
Aaron pun segera turun dari pangkuan Arka, ia juga ikut menggenggam tangan kiri Dimas.
"Kata mommy hal yang paling indah dalam islam adalah saling memaafkan sesama saudala, so paman Ndak usah khawatill kalna kami sudah memaafkan paman,"timpal Aaron tersenyum hangat, bocah yang biasa bersikap dingin itu langsung menghangat dikala mengingat perkataan mommy nya, putri selalu mengajarkan anak nya untuk saling memaafkan.
Dimas langsung berjongkok dan memeluk hangat tubuh kedua bocah kecil tersebut, kata kata yang di keluarkan dari mulut ketiga bocah laki laki di depannya ini seakan menjadi tamparan keras bagi dirinya yang sangat egois, ia berjanji untuk kedepannya akan berusaha sebaik mungkin berpikiran jernih dan menyampingkan rasa ego nya.
"Aarin tidak mau ikut memeluk paman Dimas,"tanya Arka pada Aarin yang mengintip adegan mengharukan itu dalam pelukan Arka.
"mahu,"jawab Aarin mengangguk kepalanya cepat.
"Yasudah sana, peluk paman Dimas, hibur dia."
Aarin langsung turun dan berlari memeluk Dimas, membuat Bilqis seketika bangkit ingin memeluk Dimas namun...
"Mau kemana?"tanya Kemal dingin.
"Mau peluk oom Dimas biar seperti Teletubbies."
"Yasudah sana peluk, tapi adegan romantis yang di kamar nanti di cancel,"ancam Kemal membuat Bilqis langsung mengurungkan niatnya, ia segera duduk kembali dan memeluk erat tubuh Kemal dari samping.
"I love you,"bisik Bilqis membuat Kemal yang tadinya kesal langsung tersenyum manis.
"I love you too,"balas Kemal ingin mencium bibir Bilqis namun...
"Ekhmmm ekhmmm..ini rumah sakit bukan hotel,"ketus Leo membuat Bilqis memanyunkan bibirnya.
"Dasar bujang lapuk...,"
**bersambung.
hai kakak author up lagi nih..
ayoo mana vote nya..
gimana konflik nya mantap gakk??😂😂
rasanya kalau baca novel tanpa ada bawang kurang sedap, namun kakak tidak usah khawatir karena bakal ada humor nya juga...
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**