Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Kebusukan Sely


"Mari mulai pembahasannya,"ujar Leo dengan raut wajah yang amat dingin, tatapan mata elangnya menatap kedua pria yang berjabat sebagai papa dan kakek mertuanya.


Tubuh Sely bergetar ketakutan, ia meremas kuat tangan mama angkat nya yaitu Tante Nita, ia berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi, ia merutuki kebodohannya karena tidak bisa bermain cantik seperti dulu di saat ia membully Ara, ia dan teman-temannya akan membawa Ara ke tempat sepi atau ke sebuah gedung tua sehingga tidak ada yang tahu kebusukannya, namun hari ini ia telah melakukan kesalahan karena membully Ara di tempat yang salah, ia berharap takdir baik memihak nya seperti masa dulu.


"Benar, mari mulai pembahasannya dan saya yang akan memulainya dengan bertanya kepada anda tuan Leo yang terhormat, mengapa anda melakukan kekerasan terhadap putri saya?"tanya Arya papa angkat nya Sely.


Leo tersenyum sinis ke arah Arya, kemudian ia menatap Sely yang menunduk.


"Apakah anda marah kepada saya karena sudah membuat kepala putri PUNGUT anda terluka?."Leo bukannya menjawab tetapi dia bertanya balik kepada Arya dengan menekankan kata pungut.


"Iya, saya marah karena saya adalah papa nya, dan Sely bukan anak pungut, dia sudah kami anggap sebagai putri kami sendiri,"sanggah Arya menggepalkan tangannya.


"Lalu bagaimana bila yang terluka itu adalah istri anda,"tanya Leo menatap dingin ke arah Arya.


"Maka saya akan menuntut Anda ke meja hijau,"tegas Arya tak kalah dingin, Leo yang mendengarnya pun tersenyum puas.


"Itulah yang akan saya lakukan sekarang, saya akan membawa putri anda ke meja hijau, sehingga ia bisa mempertanggungjawabkan apa yang telah ia perbuat terhadap istri saya, dan akan saya pastikan dia akan mendekam di penjara sampai mayat nya membusuk,"tandas Leo dingin menatap tajam kearah Sely seolah olah ingin menguliti nya hidup hidup.


Mendengar ucapan Leo membuat seluruh keluarga Sanjaya terkejut, mereka tidak akan membiarkan itu terjadi karena Sely sudah dianggap bagian penting dalam keluarga mereka.


Brakkk


"Apa maksud anda tuan Leo, kenapa Sely harus masuk penjara, dia adalah gadis yang baik dan pintar di dalam keluarga Sanjaya,"sentak Arya menggebrak meja di depannya.


"Itu semua karena putri pungut anda, dia sudah membuat istri ku celaka, dia mengajak teman temannya untuk membully Ara, dia menenggelamkan wajah Ara kedalam closed, ia menampar wajah Ara sehingga pipi nya lebam dan bibir nya berdarah, dia merobek paksa baju Ara hingga hampir telanjang dan ingin memfoto nya lalu mengirim ke salah satu sugar Daddy temannya, dia adalah biang kerok dari menderita nya Ara, dia juga yang membuat kesehatan mental Ara terganggu, saya sudah bertanya kepada anda tuan Arya yang terhormat bagaimana kalau yang terluka itu adalah istri anda, maka anda menjawab akan membawa kasus ini ke meja hijau bukan? lalu bagaimana dengan ku, istri ku di bully separah itu oleh putri PUNGUT mu, maka ke meja hijau atau ke meja makan aku harus membawa nya hemm!!". Sarkas Leo membuat suasana menjadi tegang, namun berbeda dengan Dito yang ingin tertawa karena Leo bisa bisanya bercanda di akhir kalimat.


Mendengar penjelasan dari Leo membuat Sely terisak dalam pelukan Nita, hingga Arya yang melihatnya pun merasa iba.


"Ara di perlakukan seperti juga karena dia yang salah, bagaimana bisa dia hilang perawan nya tanpa tahu siapa yang mengambil nya, dan itu juga bukan termasuk pembullyan, mungkin Sely dan temannya melakukan itu untuk memberi pelajaran bagi Ara agar dia sadar bahwa dia telah salah dan gagal menjaga mahkota nya sebagai wanita,"elak Mama Nita yang membela Sely.


Mendengar ucapan mama Nita yang seolah menyalahkan Ara membuat Leo naik pitam, ia menggertak gigi nya, tangannya terkepal erat, ingin rasanya ia meninju wajah Nita, Arya dan juga Sely.


"Kalian benar benar jenis manusia yang paling hina yang pernah aku temui dalam hidup ku, kalian lebih parah dari para penjilat di dunia bisnis, bagaimana bisa kalian menyalahkan gadis malang seperti Ara dalam hal ini, bukankah dia adalah keponakan kalian sendiri, darah keluarga Sanjaya mengalir dalam darah nya.


Lalu apa kata anda tadi, memberinya pelajaran karena dia tidak mampu menjaga kehormatan nya hmm, dia lebih baik karena mahkota nya hilang karena di curi, lalu bagaimana dengan putri anda yang mahkota nya hilang karena ia menjual nya hemm, maka pelajaran seperti apa yang harus diberi?"tanya Leo menekankan perkataan nya, ia menyeringai penuh arti membuat Sely semakin ketakutan.


"Apa maksud anda tuan Leo, Sely adalah gadis baik baik tidak mung...


Ding..


Bunyi ponsel Leo menghentikan ucapan Arya, Leo tersenyum puas melihat isi pesan yang dikirim oleh bawahannya.


"Dit, Hubungkan Hp ku dengan TV,"titah Leo menyeringai membuat Dito tersenyum kecil.


Mereka semua yang melihatnya pun bingung, hingga mata mereka terbelalak melihat sebuah video m*sum Sely dengan seorang pria paruh baya bule.


"Ohhh baby, faster."


"Uhhh this so good dad, yes yes am coming dad...ahhhhh,"e*ang Sely ambruk ke atas tubuh pria tersebut.


"Ma, itu bukan Sely ma hiks hiks,"ujar Sely ketakutan karena semua keluarga Sanjaya menatap marah ke arah nya.


"Masih ada satu video lagi yang harus kalian tonton,"ucap Leo tersenyum puas karena melihat Sely ketakutan, Dito pun langsung memutar satu video lagi.


"Akkkkk sakit Sely hiks hiks ampun...,"teriak Ara kesakitan karena tangannya di injak-injak oleh Sely.


"Mereka itu keluarga ku, kau itu cuma anak pungut Sely..akkkkk sakit,"teriak Ara kesakitan karena Sely menendang perut Ara.


Seluruh keluarga Sanjaya yang melihat video pembullyan yang di lakukan oleh Sely kepada Ara langsung membulat sempurna mata mereka, bahkan Mama Ara menutup mulutnya tak percaya.


plakk


plakk


plakk


Semua menatap tak percaya melihat seseorang menampar Sely, bukan Arya maupun Nita, tetapi orang tersebut adalah Malik, ia menatap marah ke arah Sely, matanya memerah, tangannya masih bergetar seolah ingin meluapkan emosi nya lagi, namun ia terlihat seperti menahan nya.


"Bagaimana bisa kamu melakukan hal sejahat itu pada Ara hah, selama ini paman percaya kepada mu, bahkan paman selalu membantah bila Ara mengadukan hal buruk tentang mu karena paman pikir Ara cemburu dengan mu, tapi ternyata paman salah karena hal buruk yang Ara katakan adalah kebenaran, dia menangis dan menatap paman penuh harap agar kau di keluarkan dari keluarga Sanjaya, namun paman tidak memperdulikan nya karena paman percaya bahwa kamu adalah gadis yang baik.


Hingga Ara memilih bungkam dan menyendiri di dalam kamarnya, ia bahkan tak pernah tersenyum lagi pada paman, dan itu semua karena paman sudah mengecewakan nya,"bentak Malik dengan berderai air mata, ia mengira anaknya dulu merengek meminta Sely di hukum dikarenakan sifat cemburu yang berlebihan.


flashback.


"Ayah, Ara ingin Sely dikeluarkan dari keluarga Sanjaya,"rengek Ara yang saat itu berusia 14 tahun.


"Apa maksud mu Ara, apa kamu iri pada Sely sehingga ingin menyingkirkan nya hah, kenapa pikiran mu kecil kecil sudah licik dan hati mu sudah kotor hah,"teriak Malik marah menggoncang tubuh Ara.


"Hiks hiks, Ara tidak iri tapi Ara marah pada Sely karena dia selalu membully Ara dan juga menyuruh teman teman Ara di sekolah untuk menjauhi Ara,"sentak Ara menangis.


"Ayah tidak percaya pada ucapan mu, sana pergi masuk kedalam kamar belajar yang giat, dan ingat jangan pernah merengek seperti ini lagi kepada ayah, karena ayah tidak suka memiliki anak yang punya pikiran licik,"tegas Malik membuat Ara menangis kencang.


"Ayah jahat, tidak mau menuruti kemauan Ara, Bu guru juga bohong karena kata Bu guru ayah adalah sosok pelindung bagi anaknya, tapi yang Ara lihat sekarang, tidak ada sosok pelindung yang ada pada diri ayah hiks hiks,"bentak Ara membuat Malik marah karena Ara sudah berani meninggikan suaranya.


"ARA...."Malik mengangkat tangannya ingin menampar Ara namun berhenti karena sadar bahwa dirinya salah.


"Terkadang apa yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan nya, orang yang bermulut manis bisa bertindak seperti najis di belakang kita hiks hiks, Ara tidak akan mengadukan apapun lagi pada ayah, Ara kecewa pada ayah,"lirih Ara kemudian meninggalkan Malik yang berdiri mematung.


flashback off.


Andai saat itu Malik percaya pada Ara mungkin gadis tersebut tidak akan mengalami hal buruk seperti ini, mungkin Ara sudah menjadi wanita karir yang cerdas dan cantik, ia mengingat kembali bagaimana Ara menolak dengan tegas bahkan mengancam akan bunuh diri bila Malik memaksanya melanjutkan sekolah nya setahun setelah dirinya menganggur karena keguguran, Ara selalu mengunci pintu kamar nya bila ada pertemuan keluarga di rumah nya, dan sekarang Malik tahu semua itu disebabkan oleh Sely, namun tak hanya Sely yang terlibat, dirinya juga bersalah dalam hal ini karena ia sudah gagal menjadi seorang ayah, ia gagal karena tak bisa melindungi putri malang nya itu.


**Bersambung.


hai hai kak


author balik lagi nih..


dan udah author panjangin cerita nya..


hayoo mana hadiah nya🥰🙈


STOPP BULLYING 😡🤬😤


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰❤️**