Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Kemarahan Dito


"Dia cuma demam biasa saja, cuma butuh istirahat dan asupan makanan yang bergizi saja jadi kamu tidak usah khawatir sayang karena suami kamu baik baik saja,"jelas Dito setelah memeriksa keadaan Leo, ia mengelus pipi Ara dan memandang adiknya itu dengan tatapan yang amat sulit di artikan.


"Tangan kakak kenapa terluka seperti ini,"tanya Ara khawatir menyentuh tangan Leo yang di balut perban.


"Oh ini cuma terkena air panas Ra,"bohong Leo menarik tangannya cepat.


"Kena air panas kok di perban bukan di beri salep kak,"tanya Ara bingung.


"Udah kakak kasih salep nya kok, cuma kakak perban juga agar tidak terinfeksi,"bohong Dito membuat Ara mengangguk kepalanya percaya.


Dito melihat Ara yang mengelus pipi Leo penuh kasih sayang membuat hati Dito terasa amat sakit, ia mengingat kembali kejadian semalam, yang dimana dirinya hilang kendali hingga menghajar Leo habis habisan, kalau saja tidak ada Arka, Dimas dan juga Kemal yang menghentikannya maka dapat di pastikan Leo tak selamat.


Flashback.


Di sebuah bar yang lumayan besar di Jakarta, banyak lampu disko berkelap-kelip di dalam nya, di iringi dengan musik DJ membuat suasana di dalam tersebut ramai, banyak wanita yang berlenggak lenggok menari bersama para pria yang tidak di kenal mereka, Leo duduk di depan bartender sambil meminum jus jeruk, ia memandang kosong ke arah depan, hidung nya memerah, matanya bengkak, air mata mengalir begitu saja di pipi nya, ia terlihat seperti pria yang sedang patah hati.


Sebuah tangan menepuk pundak nya namun tak membuat Leo menoleh, ia seakan seperti orang yang mengalami depresi berat.


"Ngapain kau kesini lagi Le, apakah kau ingin jajan lagi,"ketus Dito duduk disamping Leo, tak hanya Dito namun ada Kemal, Dimas dan juga Arka.


Tidak ada Jawa dari Leo membuat mereka semua bingung. "Kau kenapa Le, apa ada masalah,"tanya Kemal membalikkan tubuh Leo menghadapnya.


"Le, kau kenapa menangis? apa yang terjadi?."


"Aku pria jahat, hiks hiks aku sangat jahat,"ucap Leo langsung menangis membuat Kemal langsung memeluknya.


"Hey kenapa kau cengeng seperti ini Le, apa yang terjadi ceritakan kepada kami,"tanya Dito menepuk pundak Leo.


Leo langsung melepaskan pelukannya, ia menatap ke arah Dito dengan tatapan penuh sesal, ia langsung berlutut di depan Dito membuat mereka semua terkejut.


"Apa yang kau lakukan Le,"pekik mereka semua.


"Maafkan aku Dit,"ucap Leo menunduk menangis.


"Hey, kenapa kau meminta maaf kepada ku Le?,"tanya Dito memegang pundak Leo.


"Hiks hiks aku yang telah memperkosa Ara saat itu,"gumam Leo pelan namun masih terdengar oleh pendengaran mereka semua.


Bagai tersambar petir di siang bolong, tubuh Dito membeku mendengar pengakuan Leo, seakan waktu berhenti di sekitarnya, apa maksudnya ini? itulah pikirnya.


"Kau berbohong kan Le,"tanya Dito bergetar menahan tangis.


"Aku tidak berbohong Dit, hiks hiks aku yang telah memperkosa Ara waktu itu, aku di je--,"belum Leo menyelesaikan ucapannya Dito langsung menendang pipi Leo.


Bugh.


"Brengsek, bajingan kau,"teriak Dito marah memukul Leo bertubi-tubi, suasana di diskotik langsung berubah menjadi ribut, suara teriakan para wanita memekakkan telinga mereka, Dimas langsung mengamankan keadaan diskotik tersebut, ia langsung meminta pemilik bar tersebut untuk menyuruh semua pelanggan pergi karena Dimas telah menyewa bar tersebut untuk semalam dengan harga fantastis.


Arka tak tinggal diam ia langsung menarik paksa Dito bangkit dari tubuh Leo, namun tenaga Dito yang sekarang menjadi lebih kuat berkali-kali lipat karena ia sedang marah.


Bugh.


Bugh.


Bugh.


Leo hanya diam dan tak berniat membalas pukulan dari Dito, ia menerima pukulan tersebut dengan lapang dada karena ia tahu bahwa apa yang dilakukannya tidak bisa dimaafkan, Dito bangkit langsung menginjak injak tubuh Leo.


Bugh.


"Pergi kau ke jahanam pria brengsek,"teriak Dito murka, Dimas yang baru sampai setelah mengamankan keadaan pun langsung menendang pinggang Dito hingga membuat Dito terpental ke samping, ia menatap Dito dengan tatapan elangnya.


"Apa yang kau lakukan sialan, biarkan aku menghajar bajingan itu,"bentak Dito langsung bangkit ingin menghajar Leo lagi namun dengan gerak cepat Arka dan Dimas membekuk nya.


"Tenangkan dirimu dulu Dit, kita bicarakan ini semua dengan baik baik,"tegas Kemal seraya membantu Leo bangkit.


"Tenang kau bilang Mal, mana mungkin aku bisa tenang kalau tahu bahwa orang yang merusak adik ku adalah sahabat ku sendiri, adikku yang malang harus menanggung beban yang amat berat di punggung nya saat ia berusia 16 tahun, adikku mengalami fobia sosial, ia melihat orang seperti melihat hantu, ia dikeluarkan dari sekolah nya karena ulah bajingan itu, adikku mengalami depresi berat, tak jarang ia melakukan percobaan bunuh diri karena frustasi dengan keadaan nya, aku sudah mencari pelakunya dari dulu hingga sekarang aku tahu bahwa pelaku tersebut adalah sahabat ku sendiri, pria bajingan itu yang menjadi dalang kehancuran bagi adik ku Mal, dan sekarang kalian menyuruh ku tenang hah...lepaskan aku..biarkan aku membunuhnya,"bentak Dito memberontak dengan wajah yang memerah menahan amarah, tak lupa matanya yang berair.


"Aku minta maaf Dit, aku janji akan memperbaiki semuanya,"ujar Leo menangkup kedua tangan nya bermohon di depan Dito.


"Mungin kau bisa memperbaiki nya sekarang Le, tapi satu yang tidak bisa kau perbaiki, yaitu masa lalu Ara yang kelam, kau tidak bisa memperbaiki nya,"balas Dito menatap kecewa dan marah kepada Leo, percaya atau tidak bila saja Arka dan Dimas tidak menahannya mungkin dengan kedua tangan nya ia akan membunuh Leo.


"Tidak ada orang yang bisa memperbaiki masa lalu Dit,.yang ada orang yang memperbaiki masa depan agar tak kembali sakit seperti masa lalu,"ujar Arka membuat Dito terdiam.


"Dit, kau adalah kakak nya Ara, dan kau pasti tahu bagaimana bahagianya Ara yang hidup bersama Leo, kita semua tahu bahwa Leo juga sudah mencintai Ara, lalu apalagi yang harus dipermasalahkan, Leo pun sudah berjanji akan memperbaiki semuanya Dit, apa kau mau Ara kembali drop bila tahu kau memukuli suaminya, .


Dan kau juga Le, aku berkata seperti itu pada Dito bukan karena membenarkan apa yang kau lakukan pada Ara, mungkin jutaan kalimat maaf yang kamu lontarkan pada Dito tidak akan mengubah apapun karena itu semua sudah berlalu, tapi satu saran ku Le, kamu sekarang sudah menikahi Ara, gadis yang pernah kau rusak, gadis yang mempunyai beribu luka mendalam di hatinya akibat ulah mu di masa lalu, kami harap perkataan mu yang tadi dapat kami pegang, jangan sampai kami mendengar bahwa kau menyakiti Ara lagi karena kalau sampai itu terjadi, bukan hanya Dito yang menghajar mu, kami pun akan ikut di dalam nya,"tegas Kemal panjang lebar.


"Aku janji akan membahagiakan Ara, karena sekarang aku telah mencintai nya,"jawab Leo dengan sungguh sungguh.


flashback off.


"Ra,"panggil Dito membuat Ara yang tadinya sibuk mengelus pipi Leo pun langsung menoleh ke arahnya.


"Iya kak ada apa,"tanya Ara tersenyum manis.


"Kalau kakak menyuruh mu untuk meninggalkan Leo, apa kamu mau?,"tanya Dito membuat Ara tersentak.


Deggg.


**Bersambung.


hai hai author balik lagi nih..


author udah up 3 bab loh...


apa tidak ada yang mau kasih hadiah..


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**