
Advokat adalah orang yang berprofesi memberi jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan yang memenuhi persyaratan berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat (“UU Advokat”).[1]
Pada dasarnya, tidak ada ketentuan yang mengatur mengenai jumlah advokat untuk mendampingi klien dalam suatu perkara. Artinya, jumlah advokat tergantung pada perjanjian antara klien (pemberi kuasa) dengan advokat (penerima kuasa) saja.[2]
Jasa Advokat
Dalam praktik, advokat diberi kuasa lebih dari satu orang tergantung tingkat kerumitan dari suatu perkara. Juga untuk menghindari terlantarnya pemberian bantuan hukum jika si advokat memiliki pekerjaan yang waktunya bersamaan untuk menangani satu dengan menangani perkara yang lain. Soalnya, salah satu bentuk pelanggaran berat pada kode etik advokat adalah menelantarkan klien.
Hal ini juga sesuai dengan yang diatur dalam Pasal 6 huruf a UU Advokat:
Advokat dapat dikenai tindakan dengan alasan mengabaikan atau menelantarkan kepentingan kliennya.
HEHE JADI INI ALASAN AUTHOR KENAPA PENGACARA NYA 22, DIKARENAKAN Kasus SENA SANGAT LAH RUMIT🤭🤭
...----------------...
Sidang di mulai dari pihak di mulai dari pihak Sena terlebih dahulu, pengacara Ahmad Albar salah satu pengacara ternama di Indonesia memulai nya dengan lancar, ia menekan pihak Elsa dengan berbagai pasal yang berlapis, di ikuti oleh pengacara lainnya dari pihak Sena, namun disaat pengacara nomor 5 dari pihak Sena maju, pengacara dari pihak Elsa langsung menyela.
"Mohon izin untuk menyela yang mulia,"ucap Alfonso salah satu pengacara ternama dari pihak Elsa, bila Sena memiliki 22 pengacara maka Elsa hanya memiliki 2 pengacara walaupun kedua pengacara tersebut tak kalah hebat.
"Permohonan di izinkan."
"Mohon maaf sebelumnya yang mulia, saya ingin meminta keadilan dari yang mulia untuk mengurangi pengacara dari pihak kedua, karena itu tidak adil bagi kami yang hanya berdua,"ucap Alfonso membuat Ahmad Albar langsung menatap tajam ke arahnya.
"Keberatan yang mulia, menurut undang undang nomor 18 tahun 2003 tentang advokat (pengacara), yang pada dasarnya tidak ada larangan untuk banyaknya pengacara yang mendampingi klien, apalagi kasus yang kami tangani adalah kasus yang sangat rumit,"tegas Ahmad Albar membuat Alfonso dan Chandra mengepalkan tangannya erat, mereka tahu dengan jelas hukum tersebut.
"Permohonan di tolak,"ucap hakim membuat Elsa yang berada di meja pelaku langsung menangis tanpa suara, ia benar benar ketakutan, ia melengos ke samping menatap ke arah orang tua nya yang menatap dirinya dengan mata yang berkaca-kaca.
Elsa menggigit bibirnya menahan Isak tangis, dia sungguh menyesali perbuatannya pada Sena, terlebih lagi Dito pernah datang pada nya menjelaskan mengapa dirinya lebih memilih Sena di banding dirinya, Sena adalah gadis yang baik, tulus dan galak sedangkan Elsa adalah gadis licik, manja dan penuh ambisi.
Ahmad Albar dengan pengacara Sena yang lainnya langsung menyerang, Elsa tanpa ampun, semua bukti mengarah pada Elsa tetapi cuma satu yang kurang yaitu saksi.
"Yang mulia, bukti yang di berikan oleh pihak kedua tidak lah akurat karena mereka tidak memiliki saksi,"ujar Chandra menatap sinis ke arah Ahmad Albar.
"Mohon izin untuk menghadirkan saksi kedalam aula yang mulia,"balas Ahmad Albar.
"Permohonan di terima." Ahmad Albar langsung memberikan kode pada bawahannya untuk membawa twins A masuk kedalam aula.
Semua mata langsung menatap lucu ke arah twins A yang masuk dengan gaya imut dan cool mereka, bahkan hakim menatap gemas ke arah Aarin yang terlihat tertawa cengengesan melihat aula sidang, sedangkan si tanpa Aaron asik menatap kagum ke arah beberapa polisi yang hadir, sungguh ia merasa senang karena dapat melihat idola nya.
"Halo anak anak,"sapa hakim tersebut tersenyum ramah melambaikan tangan nya pada Aaron dan Aarin yang duduk di depannya.
"Halo juda, paman botak,"balas Aarin tersenyum polos membuat seluruh ruangan riuh karena tertawa membuat wajah hakim tersebut merah menahan malu.
"Mulut Putri mu benar benar mirip dengan mu Ar, emang gak bisa di sensor,"bisik Leo membuat Arka menutup wajahnya dengan tangan.
"Boleh saya memulai bertanya pada saksi yang mulia,"tanya Wira pengacara dari Sena.
"Silahkan."
"Halo anak anak, apakah kalian siap untuk menjawab pertanyaan dari paman,"tanya Wira tersenyum lembut.
"Shiap 86 komandan,"balas keduanya serempak memberi hormat pada Wira, hal tersebut membuat seluruh ruangan tersenyum geli.
"Baik, paman mau bertanya pada kalian, apakah benar Tante yang duduk disana itu adalah Tante yang sama dengan yang kalian lihat disaat memukul kakak cantik yang disana,"tanya Wira menunjuk ke arah Elsa dan Sena secara bergantian.
"Bisa kalian jelaskan bagaimana keadaan kakak cantik saat itu, dan apa yang di lakukan oleh Tante itu untuk melukai kakak cantik."
"Kakak tantikk, waktu itu di pegang-pegang kili kanan Shama temen Tante jelek itu, and Tante itu ambil beling mau goless wajah kakak tantikk,"balas Aarin memanyunkan bibirnya dikala mengingat kejadian tersebut.
"Terimakasih sayang,"ucap Wira mengelus kepala Aarin.
"Keberatan yang mulia, saya yakin anak kecil itu sudah di racuni otaknya oleh mereka,"ucap Alfonso menatap dingin ke arah Aarin, namun Aarin juga tak kalah dingin dan tajam menatap ke arah Alfonso.
Anak itu batin nya.
"Izinkan saya untuk bertanya pada saksi,"lanjut Alfonso langsung di terima oleh hakim.
"Anak anak, apakah kalian mengingat jelas jam berapa saat kejadian itu,"tanya Alfonso tersenyum paksa membuat twins A yang sangat peka pun menatap datar ke arah nya.
"Jam 11:46, kejadiannya terjadi di gang sempit samping sekolah, pelakunya ada 4 orang di pimpin oleh Tante itu,"balas Aaron datar membuat Alfonso tersentak, niat hati ingin membuat kedua anak ini menangis dan bingung dengan pertanyaan nya, tetapi Aaron seolah tahu pertanyaan apa saja yang Alfonso tanyakan padanya.
"Kenapa kalian bisa berada di situ?" Aaron pun menjelaskan semuanya tanpa mengurangi dan melebihkan, semua mata memandang kagum ke arah Aaron yang sudah pandai berbicara, apalagi sikap Aaron yang tenang, namun tanpa Alfonso sadari mata Aarin sedari tadi menatap tajam ke arahnya.
"Lalu apa--."
"Oom minta di shunat yah, dari tadi peltanyaan mutel mutel shepelti komedi putall, lama lama Aalin botakin kumis Oom,"potong Aarin menatap tajam ke arah Alfonso.
"Anak mu yang satu itu benar benar titisan Anabel dan chucky,"bisik Leo membuat Arka langsung menginjak kaki Leo.
"Akkk."
"Bicara sekali lagi, ku suruh Aarin menyantet mu,"balas Arka tanpa menoleh ke arah Leo.
"Yang mulia, anda bisa lihat sendiri bagaimana sikap anak anak tersebut yang masih labil dan tidak mengerti tentang situasi, jadi saya mohon pertimbangkan kembali keputusan anda nantinya,"ucap Alfonso tersenyum puas karena sudah berhasil mengecoh Aarin.
"Dengan ini saya mengakhiri pembelaan kami yang mulia, saya mohon anda dapat mengambil keputusan yang bijak, karena berdasarkan hukum di negara kita membolehkan anak-anak menjadi saksi, dan kita semua juga tahu bahwa anak-anak tidak pernah berbohong, terlebih lagi ketidakadilan yang di alami oleh klien kami sangat lah parah, penganiayaan fisik, mental dan juga perencanaan penculikan dan masih banyak lagi yang mulia, mohon kebijakan nya,"ujar Ahmad Albar.
Hakim dan para bawahannya pun langsung berdiskusi, begitupun para juri langsung memberikan hasil diskusi mereka, semua orang sudah menebak pasti Sena lah yang menang karena semua bukti sangatlah akurat walaupun saksi nya adalah twins A yang masih di nilai anak anak.
Sidang pun akan di lanjutkan pukul 3 sore, Arka cs dan yang lainnya bahkan Sena pun tetap menunggu di dalam gedung tersebut. Sena meminta izin pada om Yogi untuk ke toilet, di dalam perjalanan menuju toilet Sena, melihat Elsa dan kedua orang tuanya sedang menangis berpelukan dengan tangan Elsa yang di borgol, Sena bersembunyi di sudut dinding melihat Elsa yang meminta pertolongan dari orang tuanya.
"Mama hiks hiks, Elsa gak mau di penjara ma, Elsa gak mau pisah sama mama dan papa."
"Sayang, maafkan papa dan mama karena tidak bisa menolong mu lebih dari ini, karena mereka bukan lah tandingan kita,"balas papa Elsa menangis mencium pucuk kepala Elsa.
Apakah yang ku lakukan ini benar batin Sena sedih. Ia pun langsung kembali menuju tempat Arka cs dan om Yogi.
**Bersambung
hai kakak author balik lagi nih..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..
kira kira berapa lama Elsa akan di hukum yah?🤔🤔 silahkan komentar nya kak😘
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**