
Tak terasa 7 bulan sudah kehamilan Ara sedangkan mom Nana 6 bulan, dan Bilqis 6 bulan 2 Minggu. Arka cs belum mengetahui tentang kehamilan mom Nana karena Leo sengaja tidak memberitahukan kepada mereka, Leo yakin bila Arka cs tahu pasti mereka akan heboh dan pastinya setiap minggunya akan bermain ke mension Leo untuk menjenguk sang adik yang masih dalam kandungan mom Nana.
Mom Nana, Ara dan Bilqis sengaja tidak ingin tahu tentang jenis kelamin anak mereka, biarlah itu menjadi kejutan di hari kelahiran nanti. Hari ini adalah hari syukuran 7 bulanan Ara, semua tamu undangan berbondong-bondong menuju kediaman James. Begitu juga dengan Arka cs mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke acara tersebut.
Sedangkan pasangan Dito dan Sena juga di berikan kabar bahagia oleh sang Maha Kuasa karena di usia 2 bulan pernikahan mereka, Sena sudah hamil. Awalnya om Yogi sempat kesal kepada Dito tetapi dirinya juga berpikir mungkin ini sudah takdir dari sang maha kuasa, bahkan semua yang diminta oleh Sena saat mengidam om Yogi lebih dulu memberikannya daripada Dito.
"Glandma Aalin juda mahu pakek tekdung .. shepelti glandma," rengek Aarin membuat Lisa bingung.
"Tekdung! Apa itu sayang," tanya Lisa penasaran.
"Tekdung glandma .. yang ada di kepala glandma itu."
"Astaghfirullah sayang .. ini namanya kerudung Aarin bukan tekdung," jelas Lisa menepuk jidatnya membuat Aarin memanyunkan bibirnya.
"Aalin ladi belusaha mempelbaiki cala bicala Aalin glandma .. jadi wajal kalau lidah Aalin sesekali keseleo," sungut Aalin membuat Lisa terkekeh.
"Masa keseleo nya setiap hari sayang, bisa-bisa itu lidah patah akibat keseringan keseleo," goda Lisa yang sangat gemas dengan ekspresi kesal Aarin.
"Huwaaa … Aalin endak mahu punya lidah patah glandma hiks .. ," tangis Aarin langsung pecah karena takut bila lidahnya beneran patah.
Arka yang mendengar suara Aarin menangis pun langsung berlari menuju kamar mama nya.
"Sayang kamu kenapa nangis," tanya Arka khawatir langsung merengkuh tubuh mungil Aarin.
"Hiks .. Aalin endak mahu punya lidah patah Daddy, nanti apa kata temen-temen kalau lihat lidah Aalin patah shepelti coklat di belah dua," ujar Aarin membuat Lisa langsung tertawa cekikikan sedangkan Arka menatap kesal pada Mamanya.
"Ma, c'mone jangan menggoda Aarin lagi, mama kan tahu sendiri kalau Aarin sangat sensitif sekarang karena dia malu sama Aaron yang sudah pandai berbicara," bisik Arka membuat Lisa mengangguk kepalanya.
"Ekhm .. sayang jangan nangis lagi ya, glandma tadi cuma bercanda kok, Aarin mau apa biar glandma belikan," bujuk Lisa mengambil alih Aarin dari gendongan Arka.
"Ututu .. cucu tercantik grandma sudah besar ternyata, lihat ini grandma saja sudah kesusahan menggendong kamu," lanjut Lisa menepuk bokong Aarin.
"Apa sudah siap Ma, biar kita berangkat sekarang karena acaranya hampir dimulai," tanya Arka seraya melihat jam melingkar di tangannya.
"Sudah sayang, tinggal pakaikan Aarin kerudung setelah itu kita langsung capcuss, mama juga gak sabar jumpa sama mom Nana, entah mengapa selama 7 bulan ini dia tidak pernah terlihat lagi di geng sosialita inces," balas Lisa seraya memakaikan kerudung Aarin.
"Mungkin mom Nana lagi sibuk ngurusin Ara yang sedang hamil ma," ujar Arka di angguki oleh Lisa.
"Heum benar juga, ya sudah kita langsung OTW kesana karena mom sudah tidak sabar berkumpul dengan sahabat Mama itu," balas Lisa menggandeng tangan Aarin.
Sedangkan di tempat lain dua orang pria sedang menatap kagum seorang wanita yang tampil anggun memakai hijab dan baju syar'i membuat wanita itu tersipu malu.
"Sayang kamu benar-benar anggun memakai hijab, andai setiap harinya penampilanmu seperti ini, sudah ku ikat kamu dalam kamar supaya gak ada yang melihat kecantikan kamu," ujar Dito tanpa sadar membuat mata om Yogi langsung menatap dingin ke arahnya.
"Sebelum kau mengikat Sena di dalam kamar, aku yang akan mengikatmu di kandang singa ku," sanggah om Yogi membuat Dito sadar dengan bulu kuduk merinding.
Aku lupa kalau kakak ipar ku berdarah psikopat batin Dito ketakutan.
"Hehe, aku bercanda kak ipar .. niat ku mengikat Sena di dalam kamar untuk mencetak keponakan yang lucu-lucu untuk mu," balas Dito cepat mendapatkan hadiah pukulan dari om Yogi.
"Cetak apanya, yang satu ini aja belum keluar dari rahim adikku, dan kau malam ingin mencetak lagi .. kau kira adikku kucing apa," sentak om Yogi setelah memukul kepala Dito.
"Iya-iya maaf kak ipar."
"Kakak jangan galak-galak nanti susah loh dapat jodohnya," ujar Sena mengelus bahu om Yogi lembut.
"Denger kak ipar petuah dari adikmu," seloroh Dito membuat om Yogi ingin memukulnya lagi namun sebelum itu Dito langsung bersembunyi di belakang tubuh Sena.
"Kak, jangan menakuti suami Sena lagi," tuturnya membuat om Yogi memutar bola matanya.
"Ya sudah ayo kita berangkat sayang," ajak Dito merangkul pinggang Sena seraya tangannya mengelus perut Sena yang sudah mulai buncit.
"Anak ayah baik-baik disana ya, jangan buat Emak kalian mual," ujar Dito tersenyum manis.
"Apa kalian yakin dengan panggilan itu! Apa tidak bisa diubah lagi menjadi Mama, Papa atau Mommy and daddy," tanya om Yogi sekali lagi karena jujur saja dia merasa risih mendengar panggilan ayah dan emak.
"Yakin kak, karena kami ingin berbeda, mama papa sudah ada Kemal sedangkan mom and daddy itu punya Arka, bahkan Bunda pun sudah ada Alexa. Tapi kalau Leo kami belum tahu," ujar Dito tersenyum lebar ketika membayangkan anaknya yang sudah lahir.
"Terserah kalian kalau begitu," balas om Yogi datar lalu berjalan keluar mension diikuti oleh Dito dan Sena.
***
Mension yang besar itu sekarang dipenuhi oleh para tamu yang berasal dari kalangan atas, tak lupa juga Leo mengundang anak-anak yatim dari yayasan miliknya, keadaan mension yang riuh langsung berhenti ketika mendengar suara ayat suci Alquran yang di lantunkan. Terlihat Ara yang tampil cantik dengan pakaian muslimah nya bahkan sesuai arahan Putri yang menyuruhnya memakai hijab panjang menutupi perutnya, itu berguna agar sang anak kelak memiliki rasa malu yang bagus menurut agama.
Sedangkan Nana juga ikut tampil anggun dengan pakaian syar'i nya dia sangat malu dengan semua tamu undangan yang menatap kaget ke arah perutnya yang buncit.
"Pa, mom malu," ucap Nana pelan menyembunyikan wajahnya dibalik kipas cantik yang di tangannya.
"Pede saja Ma, anggap saja ini acara 7 bulanan Leo dulu," balas James santai mengelus perut Nana.
Arka cs pun sudah tiba, mereka saling melemparkan senyum dikala berjumpa, apalagi Arka dan Dimas sangat senang ketika tahu istri Kemal,Leo dan Dito hamil maka otomatis keponakan mereka bertambah.
Di saat masuk ke dalam mension, pandangan mereka langsung tertuju pada Nana dan Ara yang duduk bersanding dengan perut yang sama-sama buncit membuat mereka semua terkejut sekaligus bingung, terlebih lagi Jimmy dan Lisa.
"Apa James dan Nana akan punya anak lagi," pekik Lisa menutup mulutnya tak percaya.
"Leo akan punya adik," gumam Arka, Kemal, Dito dan Dimas serempak.
**Bersambung.
Maaf ya kakak karena alurnya author percepat karena author menargetkan supaya anak-anak Leo, Dito dan Kemal bisa lahir di novel ini.. karena nanti bila cerita anak mereka yang sudah dewasa author bakal pecahin menjadi beberapa novel supaya ide yang muncul bisa lebih mudah tersalurkan hinggap sampai ke pembaca semua🤗🤗🤗 maaf karena mungkin harapan kakak semua tidak sesuai dengan ekspektasi kakak semua🙈🙈 .. karena author juga masih belajar menulis🤗🤗🤗**.
**Terima kasih untuk yang udah mau dukung karena author gak bakalan bisa seperti sekarang 😘🥰🥰🥰🥰 SETIAP KEBAIKAN AKAN DIBALAS DENGAN 10 KEBAIKAN OLEH ALLAH.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**