Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
mama(twins b)


jangan lupa ikutin Ig nya author yah kakak balqis7850


"tentu boy"bukan putri yang menjawabnya tetapi Arka sehingga membuat Brayen yang tadi nya menunduk langsung menatap nya dengan mata berkaca-kaca.


"serius paman..Brayen sama Bryan bisa panggil ukhti cantik dengan sebutan mama..apa paman nanti nya tidak marah"tanya Brayen hati hati menatap lekat netra biru Arka


"serius boy kamu boleh memanggil nya mama dan juga kamu boleh memanggil paman dengan sebutan Daddy"ucap Arka lembut tak lupa tersenyum manis namun...


"tidak usah paman... Brayen cuma butuh mama bukan papa"jawab Brayen polos membuat Arka yang tadinya tersenyum manis langsung berubah menjadi kesal


"CK siapa juga yang mau menjadi Daddy mu...lihat rambut mu itu sudah seperti jangkrik"ketus Arka berubah menjadi kesal


"Daddy Ndak bolleh ejek ejek blayen ladi kalena blayen dah jadi shahabat na aalin"ucap Aarin cemberut membuat arka menaikkan alisnya..sejak kapan dua musuh ini jadi sahabat itulah pikirnya.


"kalian gak marahan lagi"tanya arka


"Ndak...shapa yang malah...aalin Ndak pelnah malah tok...benell Tan blayen"elak Aarin menyenggol lengan Brayen


"iya paman kami tidak pernah marah kok...kemarin kami cuma bercanda aja kan aarin"


"CK kalian ini benar benar"ucap arka tersenyum menggelengkan kepalanya ia turut senang karena akhirnya twins A &B sudah baikan.


mereka pun langsung masuk kedalam mension dengan wajah yang berseri-seri putri berjalan menggandeng Brayen dan Aarin di gendong Arka namun si kecil Aarin memperhatikan cara jalan mommy nya yang nampak kesusahan


"mommy tenapa shih talo pellgi ke kantoll na Daddy pulang na lama lama telusshh talo pulang mommy na jalan na shepelti Olang shunat"tanya Aarin kesal melihat putri yang berjalan seperti anak anak di sunat.


mendengar pertanyaan Aarin membuat putri malu dan menatap wajah arka yang seperti tak berdosa..ia malah mengedipkan matanya dengan genit di sertai senyuman mesum ke arah Putri


"tidak apa apa sayang tadi mommy tidak sengaja ke injak pisang dan jatuh makanya mommy jalan seperti ini"bohong Putri


"eughhh pishang na dahatt dah buat mommy na aalin shatit awas ajha talo jumpa Shama aalin nanti bakal aalin potong 5 dan aalin injak injak balikk biall pishang na biall tapok Ndak ladi buat mommy aalin shatit"geram Aarin dengan wajah sangarnya meninju angin dalam gendongan arka membuat arka menelan ludahnya melihat perubahan wajah Aarin yang nampak seperti pembunuh berdarah dingin


putri berjalan ke arah dapur bersama brayen dan menuangkan bakso beserta seblak nya ke dalam mangkuk dia makan dengan lahap.


"kamu mau sayang"tanya putri lembut mengelus kepala Brayen yang duduk di pangkuannya.


"mau ma"jawab Brayen mengangguk kepalanya cepat..kapan lagi bisa di suapin sama putri pikirnya karena besok dia akan di jemput oleh papa dudanya yang pulang dari Prancis.


"aaaaa... bagaimana apa enak sayang"tanya putri setelah menyuapi Brayen bakso


"enak ma...Brayen suka"ucap Brayen tersenyum manis memeluk erat tubuh putri ia begitu senang karena untuk pertama kalinya ia di suapi makan oleh seorang wanita yang di anggap nya mama...


"yasudah kita makan sama sama yah...tapi Brayen cuma boleh makan dikit karena sebentar lagi sudah waktunya makan malam oke"ucap putri lembut


"iya ma"



ilustrasi


putri yang melihatnya pun langsung menurunkan Brayen dari pangkuan nya ia berjalan kearah Bryan..


hup...putri memeluk hangat tubuh kecil yang terlihat rapuh tersebut..


"hiks hiks...mama"panggil Brayen menangis dalam pelukan putri ia sungguh bahagia karena akhirnya ia memiliki seseorang yang di panggil nya mama meski itu bukan mama kandung nya...tadinya ia sedang bermain dengan Aarin tapi arka menyuruh nya menuju ke dapur sehingga ia bisa mendengar bahwa Brayen memanggil putri dengan panggilan mama membuat nya juga ingin.


"iya sayang ini mama"ucap putri seraya mengelus punggung Bryan yang nampak bergetar menangis itulah perbedaan Brayen dan Bryan bila Brayen ia masih bisa menutupi perasaannya dengan wajah nya yang bisa di ubah ubah ekspresi tidak dengan Bryan yang bila ingin tertawa maka ia akan tertawa bila ingin menangis maka ia akan menangis tidak peduli orang akan memanggil nya cengeng karena yang penting ia bisa mengekspresikan perasaannya.


Brayen yang melihatnya pun ikut terharu namun ia segera menghapus air matanya.


"hey bry tak usah menangis karena sekarang kita juga punya mama dan nantinya kita tidak bakal di ejek lagi"ucap Brayen tersenyum senang menepuk pundak Bryan yang masih bergetar.


"iya hiks hiks...makasih ukhti karena sudah mau menjadi mama kami"ucap Bryan yang menghapus air matanya namun suaranya masih serak karena menahan tangis.


"iya sayang...tenang saja mulai sekarang tidak akan ada lagi yang bakal ejek kalian karena ada mama dan Aarin,,Aaron yang bakal balas mereka oke...kalau kalian butuh apa apa misalkan ada acara di sekolah panggil mama aja yah biar mama yang datang"ucap putri lembut mengelus pipi kedua kakak adik tersebut .


"iya ma"ucap keduanya memeluk erat tubuh putri


sedangkan di sudut ruangan arka,twins A beserta Jimmy dan Lisa yang mengintip nya pun ikut menitikkan air matanya karena merasa iba kepada twins b apalagi disaat arka tahu bahwa selama ini bila ada acara di sekolah twins b kemal yang selalu datang sendiri bahkan disaat ada perlombaan memasak yang seharusnya di hadiri oleh para ibu...kemal yang ikut dengan kuasanya ia bisa mengikuti perlombaan tersebut.. sungguh ironi nasib sahabat nya itu...padahal ia pria yang sangat baik berbeda dengan arka tapi Allah mengujinya dengan memberikan seorang istri yang tak baik...mungkin ada sesuatu di balik semua ini.


"sayang Kalian kenapa menangis hemmm"tanya arka yang melihat twins A menangis sampai sesegukan


"hiks hiks ..aalon tacian cama meleka dad...kalena dulu aalon cama aalin Juda Ndak Puna Olang tua lengkap cama cepelti meleka cuma beda na Tami Ndak Puna Daddy...hiks hiks pasti meleka cedih dad"ucap Aaron dengan Isak tangis nya..


"aalin Ndak shuka liat shahabat na aalin menanis dad...aalin Ndak shuka"timpal aarin yang tak rela melihat twins b menangis..itulah sifat Aarin yang dari kecil penuh dengan rasa empati ia tak rela melihat orang yang di sayang nya menangis


"cup cup cup jangan sedih lagi yah...tuh liat Brayen sama Bryan enggak nangis lagi kan mereka lagi tertawa sama mommy"ucap arka menunjukkan twins b yang sedang tertawa bersama putri.


"heum..."ucap twins A menghapus air matanya..mereka sengaja tidak menghampiri putri dan twins b karena tak ingin mengganggu moments yang indah itu bagi twins b.


**bersambung


hehe yang ikutan mewek mana suaranya


jangan lupa like coment vote dan beri rating yah kakak..


bantu author dapat rangking karya baru yah dan juga vote 🙏🥰❤️😚


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**