Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
penjelasan Dito 2


Mama Ara terkejut mendengar fakta bahwa putri kandungnya itu hamil, karena Ara bukanlah gadis yang nakal, dia adalah gadis rumahan yang bahkan untuk keluar saja jarang.


"Ayo Ara katakan pada ayah siapa laki laki brengsek itu hah...,"teriak Malik menggoncang tubuh Ara, ia sangat marah mengetahui kalau Ara hamil, ia merasa gagal menjadi seorang ayah.


Ara menggeleng kepalanya, ia menangis sesenggukan, ia menggigit bibir nya agar tidak bersuara karena ia sangat terkejut dan ketakutan melihat ayahnya yang terlihat marah kepadanya.


"Ara gak tahu hiks hiks.."ucap Ara menangis sesenggukan, Malik yang tidak mendapatkan jawaban dari Ara pun langsung naik pitam ia langsung melayangkan tangannya menampar Ara hingga dara keluarg dari sudut bibirnya.


plakk


plakk


"Apa kamu ingin melindungi nya hah...katakan pada ayah siapa dia hah...katakan Ara...jangan jadi wanita murahan kamu..,"teriak Malik menggelegar.


deggg


Tubuh Ara bergetar ketakutan, ia tak menyangka ayah nya akan bermain tangan kepadanya, bagaimana bisa seorang ayah sekejam itu.


Mama Ara yang melihat Malik memukul Ara langsung marah, ia menangis dan langsung mendorong tubuh Malik kasar.


"Apa yang kau lakukan yah...kenapa ayah memukul Ara, dia tidak tahu apa apa,"teriak mama Ara marah, ia langsung mendekap tubuh Ara dan mengecup pucuk kepala Ara berkali-kali.


"Aku sedang memberikan dia hukuman Bun,,,,jadi lebih baik bunda minggir sekarang, biarkan aku menghukum anak kurang ajar ini, agar dia mau mengatakan siapa pria yang menghamilinya...,"bentak Malik marah langsung melepas paksa pelukan ibu dan anak itu, ia menyeret mama Ara keluar kamar dan langsung mengunci pintu kamar Ara.


"Ayah buka...jangan sakiti Ara... buka pintu nya,"teriak mama Ara menangis, ia langsung mengambil hp nya dan menghubungi Dito untuk meminta bantuan, karena cuma Dito lah yang selama ini selalu menyayangi dan ada disaat Ara butuh.


Sedangkan di dalam kamar Ara sangat ketakutan melihat Malik yang membuka tali pinggang nya.


"Ayah Ara bersumpah kalau Ara tidak tahu hiks hiks...ayah percaya pada Ara huwaaaa,"ucap Ara menangis sesenggukan berjalan mendekati Malik, ia memeluk erat tubuh Malik.


brukk


"Katakan siapa Ara, ayah janji tidak akan menghukum mu kalau kamu jujur,"ujar Malik dengan aura yang bergetar menahan amarah.


"Ara gak tahu...ayah sendiri tahukan kalau Ara tidak pernah pacaran hiks hiks...Ara jarang keluar rumah...ayah tolong percaya pada Ara,"jelas Ara mendongakkan kepalanya menatap Malik dengan berderai air mata membuat hati Malik sakit.


Ia langsung mendorong tubuh Ara hingga terjatuh ke lantai, kemudian pergi keluar dari kamar Ara.


Dito yang baru sampai langsung menuju ke kamar Ara, ia melihat Ara yang menangis sesenggukan dalam dekapan mama nya.


"Maafkan bunda sayang...maafkan bunda yang selama ini tidak peduli pada Ara,"ujar mama Ara menangis, ia menyadari kesalahannya bahwa selama ini ia terlalu sibuk dengan urusan sosialita nya hingga ia gagal menjaga anak nya.


"Ara gak tahu Bun...Ara gak tahu siapa pria yang menghamili Ara hiks hiks,"tangis Ara pecah.


degg


Dito terkejut mendengar adik kesayangannya itu hamil.


"Ra..."panggil Dito membuat Ara langsung menoleh ke arah nya.


"Kakak... huwaa,"tangis Ara kian melengking saat melihat Dito datang, ia segera berlari memeluk erat tubuh Dito, saat ini ia benar benar membutuhkan kakak nya ini disamping nya.


"Tenanglah ada kakak disini,"ujar Dito mencoba menenangkan Ara meski hatinya sendiri gelisah dan hancur.


"Kakak hiks hiks Ara tidak tahu kak...Ara bukan gadis murahan...,"adu Ara pada Dito membuat Dito semakin erat memeluk tubuh mungil Ara.


"Kamu gadis baik sayang, ingat itu tidak ada siapapun yang akan menyakiti mu karena ada kakak yang selalu melindungi mu, jadi kamu tenang saja oke,"balas Dito dengan suara yang bergetar menahan tangis.


"Heum"gumam Ara yang kembali pingsan dalam pelukan Dito.


Dito segera membawa Ara ke kasur, ia menidurkan Ara dengan lembut, tak lupa ia mencium kening Ara lembut.


Berita kehamilan Ara langsung menyebar ke seluruh keluarga Sanjaya, karena Malik memberitahukan kehamilan Ara pada seluruh keluarga besar, ia bermaksud agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya bila Ara melahirkan, namun harapan tidak sesuai ekspektasi.


Seminggu setelah kejadian Ara di sekolah, seluruh keluarga besar Sanjaya datang ke rumah Malik, bukan berniat menghibur Ara melainkan...


Sekarang mereka semua berada di ruang keluarga Malik, termasuk Ara dan juga Dito, seluruh keluarga besar Sanjaya menatap sinis ke arah Ara yang berada dalam pelukan Dito.


"Tenanglah...ada kakak disini,"bisik Dito membuat Ara sedikit lega.


"Jalan 5 Minggu pa,"jawab Malik datar.


"Gugurkan kandungan nya,"titah kakek Ara membuat Malik dan Dito tersentak kaget, Ara langsung memeluk erat tubuh Dito, ia sangat ketakutan.


"Jangan aneh aneh pa, itu adalah hal yang dilarang oleh agama dan negara,"bantah Malik marah.


"Papa tidak mau ada bibit haram dalam keluarga Sanjaya, dan kau tahu itu Malik, papa tidak mau tahu pokok nya Ara harus menggugurkan kandungannya,"perintah kakek Ara tak terbantahkan.


"Tidak...Ara enggak mau...ini anak Ara...jadi terserah Ara mau menggugurkan atau tidak,"bentak Ara menangis dalam pelukan Dito.


"Kakek tidak mau tahu Ara, yang jelas kamu harus menggugurkan kandungan mu, cukup kamu yang menjadi aib keluarga karena kamu hilang kehormatan mu, tapi tidak dengan anak haram mu nantinya,"teriak kakek Ara menggelegar.


"Kenapa kakek lebih mementingkan nama baik keluarga kita dari pada cicit kakek sendiri hah...,"teriak Dito marah menggepalkan tangan nya.


"Itu bukan cicit kakek, sampai kapan pun kakek tidak mau mengakui nya cicit kakek."


"Pa biarkan Ara melahirkan anak nya, setelah itu baru kita pikirkan langkah selanjutnya,"bujuk Malik berusaha membuat papa nya itu mengurungkan niat nya.


"Terlambat,"ucap kakek Ara dingin, hingga tak lama kemudian masuk 3 orang dokter wanita di ikuti 14 laki laki bertubuh kekar yang tak lain adalah bodyguard keluarga Sanjaya.


"Lakukan sekarang,"titah nya dingin.


Ara yang melihat orang orang tersebut langsung ketakutan, ia berlari menaiki tangga ingin menuju ke kamarnya namun orang orang tersebut langsung berlari menangkap nya.


Dito langsung memukul laki laki yang menahan Ara, begitu juga dengan Malik, ia tak mengizinkan siapapun berani menyentuh Ara, apalagi setelah mendengar penjelasan Dito tentang keanehan yang Ara alami di Bali dulu, ia menyesal karena saat itu acuh terhadap keluhan Ara, andai saja saat itu dia peduli kepada Ara pasti hal buruk ini tak terjadi pada Ara.


"Lari ke kamar Ara,"teriak Malik membuat Ara langsung lari naik tangga, namun sebuah tangan menahannya di tengah tengah tangga.


"Kamu harus menggugurkan nya Ara,"ujar kakek Ara dingin menarik paksa Ara untuk turun.


"Ara tidak mau kek hiks hiks...,"tangis Ara ketakutan memberontak dari cengkraman kakeknya.


"turun."


"Enggak...,"


kakek Ara yang geram pun semakin kuat mencengkram pergelangan Ara, hingga membuat Ara kesakitan, ia langsung menendang kaki kakek nya, hingga kakek Ara langsung menghempaskan tangan Ara.


"Akkkkkk,"teriak Ara jatuh dari tangga.


"ARA......


BRUKK



ilustrasi Ara jatuh (bukan visual)


**bersambung


hai kakak author up lagi ini...


mana yang tadi udah janji kasih hadiah nya


ayooo 🤗😂💐😚


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**