
James dan Nana masuk ke dalam ruangan persalinan Ara dengan hati yang bergetar, mereka melihat Leo sedang menggendong sosok bayi mungil cantik.
"Apa itu cucu kami, Le?" Tanya James dengan wajah yang berbinar.
"Bukan, Pa." Balas Leo membuat James mencebikkan bibirnya.
"Kau .. benar-benar menyebalkan!"
"Papa ingin menggendongnya," lanjut James mengambil alih bayi mungil itu.
"Wajahnya sangat mirip dengan Ara," seloroh James disetujui oleh Leo dan Nana. Semua mata mereka tertuju pada sosok bayi laki-laki dalam gendongan seorang perawat.
"Astaghfirullah," pekik Nana dan James serempak membuat Leo bingung.
"Kenapa, Ma?"
"Itu wajah anakmu mirip sekali dengan mu," jelas Nana mengambil alih bayi mungil tersebut.
"Dia anakku ya jelas mirip denganku, Ma." Sungut Leo mencebikkan bibirnya.
"Semoga saja sifatnya berbeda denganmu," ucap Nana lalu diaminkan oleh James.
"Siapa nama mereka, Le?" Tanya mom Nana menoel pipi gembul bayi laki-laki tersebut.
"Ana Dicaprio yang perempuan sedangkan yang laki-lakinya Olaf Dicaprio," ujar Leo membuat James dan Nana tersedak ludahnya.
"Bukankah Olaf itu nama manusia salju dari film ratu Eta," tebak James dihadiahi pukulan oleh Nana.
"Ratu Elsa bukan Eta!"
"Le, kenapa kamu memberikan nama anak mu Ana dan Olaf?" Tanya Nana menaikkan alisnya sebelah.
"Biar gak capek manggilnya, Pa. Leo mau yang singkat saja," Nana hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Leo yang efektif.
"Papa sudah memberi kabar ke Arka dan yang lainnya, mungkin habis subuh mereka bakal langsung kemari," jelas James membuat Leo tersenyum lebar.
"Ya sudah, Papa dan Mama pulang aja dulu untuk istirahat. Kasian perut Mama seperti gunung Merapi yang siap meletus," ujar Leo membuat James menjewer telinganya.
"Kalian ini benar-benar bikin malu .. untung ini rumah sakit milik kita, coba kalau bukan udah pasti kita di lempar keluar karena ribut," sungut Nana membuat keduanya tersenyum cengengesan.
***
Tujuh bulan telah berlalu setelah Ara melahirkan saat itu, yang artinya semua istri sudah melahirkan. Mom Nana melahirkan seorang putri cantik yang diberi nama Leana Dicaprio. Begitu juga dengan Bilqis yang melahirkan anak perempuan yang memiliki wajah imut dan sangat kecil mirip sepertinya bernama Bella Saphira Pahlevi Lubis, begitu juga dengan Sena yang melahirkan seorang putra tampan memiliki wajah tegas dan dingin, gabungan dari wajah Sena yang galak dan Dito yang dingin bernama Daniel Atmaja Sanjaya.
"Oek oek oek."
"Sayang .. apa sudah selesai di kamar mandi! Sepertinya Ana kehausan," panggil Leo seraya menggendong baby mungil Ana sedangkan baby Olaf asik belajar merangkak.
"Uluh .. uluh .. anak bunda haus ya, Nak." Ara langsung mengambil alih baby Ana untuk memberi ASI.
"Papapapa," ujar baby Olaf membuat Leo gemas langsung menciumi pipi gembul sang putranya.
"Olaf sayang .. bukan Papa tapi Abi! Coba katakan Abi," pinta Leo menggenggam tangan mungil Olaf.
"Papapapa."
"Abi sayang … bibibibi bukan Papapapa," Ara yang melihat Leo mengajari Olaf pun hanya bisa tertawa cekikikan karena kasihan pada Leo yang sampai sekarang kedua anaknya memanggilnya Papa bukan Abi.
"Huh .. ini pasti karena para paman mu yang kurang waras itu .. padahal mereka semua sudah punya anak sendiri tapi masih saja suka meminjam mu dan begini jadinya otak mu di cuci," omel Leo dikala mengingat kelakuan para sahabatnya yang sangat menyukai baby Olaf apalagi Arka selalu meminjam Olaf bila pergi bertamasya dengan keluarganya karena permintaan Aarin yang begitu gemas dengan hidung mancung si kecil Olaf.
"Kak .. anak-anak itu lebih cepat mengucapkan huruf a daripada i, jadi wajar saja kalau mereka memanggil kakak Papa. Ditambah lagi kak Dito, kak Arka dan kak Kemal serta kak Dimas membiasakan anak-anak kita memanggil mereka Papa," jelas Ara semakin membuat Leo geram dengan kelakukan para sahabatnya itu.
Kamu tidak tahu saja sayang kalau mereka itu punya otak licik .. mereka tidak ingin Ana dan Olaf memanggil ku Abi oleh karena itu mereka membiasakan anak-anak kita memanggil mereka Papa. Agar Ana dan Olaf terbiasa memanggilku Papa batin Leo menggerutu.
"Le .. Arka dan yang lainnya ada dibawah," teriak James menggedor pintu kamar Leo.
"Tuh kan sayang .. pasti mereka mau pinjam anak kita lagi. Ck .. si Arka juga gak pernah merasa cukup padahal anaknya sudah 5. Masih saja suka pinjam anak kita," gerutu Leo membuat Ara terkekeh geli.
"Berarti mereka sayang pada anak kita kak .. nanti saat Ana dan Olaf sudah dewasa mereka pasti sangat senang karena memiliki 5 orang Papa yang begitu menyayangi mereka," sahut Ara lembut mengelus pipi Leo.
Mereka pun turun ke bawah, mension yang awalnya damai kini berubah menjadi ramai karena para anak-anak terlihat bermain dengan wajah yang ceria.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam," balas Arka cs serempak.
"Nah, itu dia Olaf." Arka menggendong baby Maura menghampiri Leo dan baby Olaf.
"Laf .. laf .. dedek laf," panggil Maura yang sedang belajar berbicara.
"Halo kakak Maura," balas Leo menirukan suara anak kecil memajukan tubuh Olaf untuk memudahkan Maura yang ingin mencium Olaf.
"Mah .. mah," mereka semua terkekeh geli melihat interaksi Maura dengan Olaf.
"Daddy .. Aarin juga mau gendong dedek Olaf," pinta Aarin yang sudah lancar berbicara merentangkan tangannya.
"No girl .. nanti Olaf nya jatuh," tolak Arka membuat mata Aarin berkaca-kaca Leo yang melihatnya pun tak tega.
"Sini sayang .. kamu gendong nya sambil duduk ya .. biar aman, nanti kalau Aarin sudah besar baru boleh gendong Olaf sambil berdiri," Aarin yang mendengarnya pu tersenyum senang, ia menggendong Olaf sesuai perintah Leo.
"Hari ini kalian tidak boleh bawa Olaf dan Ana Kemana-mana karena aku ingin bermain dengan anak-anak ku," tegas Leo.
Wajah Arka dan Kemal yang tadinya semangat langsung berubah lesu namun kembali semangat dikala Ara mengajak mereka semua untuk membakar ayam di dekat kolam buatan mension Dicaprio.
"Lihatlah lesung pipi Ana sangat manis seperti kak Ara," puji Sena yang sedang menggendong baby Daniel.
"Benar .. dan aku harap sifatnya menurun dari Ara terutama Olaf. Jangan sampai dia menuruti jejak Papa nya," sindir Dimas di angguki oleh yang lainnya.
"Hey .. aku ini Abi nya pasti nanti Olaf akan menuruti sifat ku yang baik dan ramah tamah," sungut Leo tak terima.
"Papa bukan Abi .. benarkah Olaf," seloroh Arka menarik gemas hidung Olaf.
"Papapa," balas Olaf mengikuti ucapan Arka membuat mereka semua tertawa bersama.
"Hahahaha."
Gagal sudah aku jadi Abi batin Leo sedih.
**Tamat.
Halo kakak semua mohon maaf kalau ceritanya menggantung😭😭 tapi tenang aja karena nanti bakal ada season duanya..
Terima kasih untuk semua dukungan kakak semua😭😭🤗🤗🤧 author bukan apa-apa tanpa kalian..
yang mau cerita om Yogi nanti mungkin bakal ada di boncap 🥰🥰🥰**