
"Ma...,"lirih Dimas memanggil mama nya dengan nada penuh sesal, ia sekarang sedang di sidang oleh mama nya di depan para sahabatnya, sedangkan twins AB dan juga Asha sedang bermain bersama Sandra,dan juga Bilqis di taman rumah sakit.
Mama Dimas yang bernama Fina menatap tajam ke arah Dimas seolah olah ingin menerkam nya hidup hidup, ia kembali mengingat apa yang ingin dilakukan oleh putra nya tadi pada cucu nya, andai saja tidak ada Arka pasti Asha akan terluka.
"Maafin Dimas ma, Dimas khilaf," ujar Dimas ingin meraih tangan Fina namun...
bughh
"ahhhhh sakit ma,"pekik Dimas antara kaget dan kesakitan karena Fina menendang si Jeki sangat kencang, bahkan Arka, Leo, Kemal dan Dito reflek memegang burung mereka masing-masing, karena merasa ngilu atas apa yang mereka lihat.
"Itu balasan untuk mu karena berniat mencelakai Asha, lihat saja nanti disaat Alexa sadar mama akan adukan ini semua padanya, agar dia tahu bahwa suami nya ini adalah ayah yang buruk, biarin nanti Alexa cariin ayah yang lebih baik dari pada kamu untuk Asha, biar kamu nyesel nanti nya,"sentak Sandra menatap tajam ke arah Dimas.
Mendengar ucapan mama nya, Dimas langsung bangkit dan memeluk tubuh mama nya, ia menyembunyikan wajah nya di dada sang mama.
"Hiks hiks, jangan ma..Dimas gak mau...Dimas minta maaf...Dimas salah...Dimas janji bakal berubah... Dimas mohon jangan ceritakan hal tadi pada Alexa karena Dimas takut Alexa marah...hiks hiks huwaa,"Dimas menangis sesenggukan dalam dekapan mama nya, benar bahwa Dimas sangat dingin kepada orang lain namun tidak di depan mama nya, ia menjadi anak yang patuh dan takut pada sang mama.
Sandra yang mendengar nya pun tersenyum kecil, ia mengelus kepala Dimas lembut.
"Kamu janji akan berubah menjadi lebih dewasa dan bijak,"tanya Fina lembut mendapatkan anggukan dari Dimas yang masih memeluk erat tubuh nya.
"Ya sudah, sekarang kamu lihat Asha sana, kasian dia rindu sama kamu,"lanjut Fina lembut membuat Dimas langsung melepaskan pelukannya, Fina menghapus jejak air mata Dimas, tak lupa dia juga mengambil tisu basah mengelap wajah Dimas yang terlihat kusam.
Satu sikap yang membedakan Dimas dengan sahabat nya yang lain, yaitu manja!! Dimas adalah pria yang sangat manja bila bersama dengan wanita yang di cintai nya, ia tak akan sungkan bersikap seperti anak kecil di depan ibu nya ataupun Alexa yang berjabat sebagai istrinya.
"Dasar manja,"ketus Dito karena melihat tingkah Dimas membuat Dito merindukan sosok mama nya.
"Yasudah jangan cemberut, ayo sini peluk sama mama,"ujar Fina lembut memanggil Dito,Leo, kemal dan Arka, mereka langsung berpelukan seperti adik kakak satu ibu.
Sungguh sebuah hubungan yang sangat harmonis membuat semua orang akan iri melihat nya, sudahkah kalian mempunyai sahabat yang mau menemani kalian suka dan duka? kalau belum, maka carilah ia.
***
Dimas menghampiri Sandra yang sedang menggendong Asha, ia langsung mengambil alih Asha, Dimas memandang wajah cantik sang anak dan menghujani ciuman bertubi-tubi.
Ia membawa Asha masuk kedalam ruangan Alexa yang baru, karena keadaan Alexa yang sudah membaik oleh sebab itu dia di pindahkan.
"Kenapa sih Asha tidak mirip sama papa hemm, kok mata, hidung, dan bibir nya mirip banget sama mama, padahal yang paling giat membuat Asha kan papa, jadi kenapa tidak ada gen papa di wajah kamu sih sayang,"tanya Dimas pada baby Asha yang tertidur dalam gendongannya.
"Sayang kok gak jawab kalau papa ngomong, ayo bangun...jawab papa,"tanya Dimas lagi sambil mencolek pipi gembul nya Asha berharap si empunya bangun. Sungguh Dimas sangatlah polos atau bodoh bila bersangkutan dengan bayi.
"Oek oek oek,"tangis baby Asha pecah karena merasa terganggu akibat ulah Dimas yang usil.
"Nah kan, tadi papa ngomong kamu gak jawab, giliran papa colek kamu nya malah nangis,"gerutu Dimas.
Tangisan baby Asha membuat Alexa yang tertidur perlahan membuka matanya, ia menyipitkan matanya menelisik seluruh ruangan, kemudian pandangannya yang masih kabur seakan langsung jelas dikala melihat Dimas sedang mencium gemas bayi mungil yang sedang menangis.
"Dim.."panggil Alexa lemah, membuat Dimas tersentak, ia langsung menoleh ke arah Alexa yang sudah bangun, Dimas langsung bangkit dari sofa berjalan mendekat ke arah Alexa.
"Iya sayang, kenapa? apa ada yang sakit?"tanya Dimas khawatir, namun bukannya menjawab Alexa malah menjulurkan tangannya yang masih lemah ingin menyentuh baby Asha.
Dimas yang seakan mengerti pun langsung meletakkan Asha di samping Alexa, dan ajaibnya Asha yang tadinya menangis langsung terdiam di samping Alexa.
"ini...anak..
"Anak kita sweetie,"potong Dimas membuat Alexa langsung menangis menutup mulutnya tak percaya.
"Aku pikir anak kita hiks hiks bakal...
"Oek...oek,"baby Asha menangis namun bukan tangisan seperti tadi melainkan tangisan yang seolah meminta sesuatu.
"Apa baby kita haus?"tanya Alexa polos membuat Dimas menggaruk tengkuknya.
"Aku akan membeli susu dulu."
"Panggilkan dokter wanita saja,"pinta Alexa membuat Dimas bingung namun ia langsung menekan tombol nurse dan tak lama kemudian datang seorang dokter wanita.
"Anak saya haus dok, apakah saya bisa menyusui nya,"tanya Alexa.
"Bisa buk, saya akan memijat dada ibu terlebih dahulu agar memudahkan air susu nya keluar,"ucap dokter tersebut langsung membuka kancing baju Alexa, ia langsung memijit titik saraf yang ada pada dada Alexa membuat Dimas yang melihatnya bingung.
"Sweeti, kamu kok tidak m*ndesah sedangkan waktu aku remas kamu langsung m*ndesah minta lagi dan lagi,"tanya Dimas polos duduk di samping Alexa, mendengar pertanyaan bodoh Dimas membuat dokter wanita tersebut menahan tawa sedangkan Alexa mukanya langsung memerah menahan malu dan kesal, ia lupa bahwa Dimas benar benar masih polos.
"Kok kamu diam sih, ayo jawab aku penasaran,"rengek Dimas meminta jawaban.
"Diam atau keluar,"tegas Alexa kesal membuat Dimas tak berkutik.
"Diam."
Setelah dada Alexa di pijat, dokter wanita tersebut langsung memposisikan baby Asha pada dada Alexa, seakan mempunyai insting yang tajam Asha langsung menyedot rakus p*Ting dada Alexa.
"Sssst pelan pelan sayang,"ujar Alexa menggigit bibir bawahnya karena merasakan ngilu.
"Tidak apa apa buk, rasa ngilu nya cuma di awal awal saja, karena nantinya juga akan terbiasa."
"Terimakasih dokter,"ucap Alexa tersenyum ramah.
Setelah dokter tersebut keluar, Dimas langsung bereaksi, dia kembali mengganggu baby Asha yang sedang menyusu.
"Sayang sudah jangan banyak banyak, papa juga mau,"sungut Dimas membuat Alexa kesal karena Dimas benar benar menyebalkan.
"Suamiku, kenapa sih kamu usil banget sama anak kita, biarkan dia menyusu dengan tenang jangan menganggu nya,"sentak Alexa membuat mata Dimas langsung berkaca-kaca.
"Kamu membentak ku sweetie, padahal aku cuma mau mengajak anak kita berkolaborasi,"lirih Dimas dengan nada yang bergetar, koma nya Alexa membuat hati Dimas seakan rapuh di depan Alexa.
"Berkolaborasi?"tanya Alexa menaikkan alisnya tak mengerti.
"iya."
"Berkolaborasi dalam hal apa?"
"Dalam minum susu kamu sayang,"jawab Dimas polos membuat Alexa menjatuhkan rahangnya.
Oh no batin Alexa
**bersambung.
hihihi yang nunggu cerita Leo sabar yah..karena author sedang memikirkan prosesnya 🤣🥰🤗
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak...
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**