Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Ban Vespa Aarin


Seorang wanita cantik berhijab syar'i sedang memasak di dapur mewah, harumnya aroma masakan tercium oleh setiap hidung pemilik mension tersebut. Membuat dua orang anak kembar dan satu orang pria dewasa yang sedang bermain di ruang tamu langsung berlari ke arah dapur.


"Mommy, iam coming," teriak suara cempreng Aarin membuat Putri langsung tersentak dan tak lama kemudian ia tersenyum lembut pada sang putri tercintanya.


"Mom, cacing Aaron sudah tawuran seperti abang-abang SMA karena lapar mom," ujar Aaron segera naik ke atas kursi dekat dengan meja dapur.


"Aku juga sayang, cacing didalam perut ku sudah berontak menggigit lambung ku karena lapar," seloroh Arka duduk seraya memangku Aarin. Putri hanya bisa terkekeh kecil melihat wajah Aaron dan Aarin yang berkedip-kedip lucu ke arahnya.


"Anak-anak mommy kenapa lucu banget sih, matanya udah kedip-kedip seperti senter kehabisan baterai saja," ujar Putri gemas menarik hidung twins A gemas.


"Sayang," balas Arka juga ikutan berkedip-kedip lucu meniru mata Aarin dan Aaron, berharap Putri juga gemas padanya.


"Honey jangan seperti itu, kamu sangat mirip dengan si Sofi kalau seperti itu," ujar Putri mengusap tengkuknya yang merinding. Sontak mendengar ucapan Putri membuat Arka langsung meraba wajahnya.


"Ish, sayang kamu minta dihukum, masa aku yang tampan begini kamu bilang mirip si Sofyan itu, bikin aku geli aja," ketus Arka mengerucutkan bibirnya membuat Aarin gemas langsung mencubit bibir Arka dengan cubitan kepiting.


"Aw … sayang kenapa kamu mencubit bibir Daddy," pekik Arka mengelus bibirnya yang sakit akibat tingkah barbar sang anak gadis sulungnya itu.


"Habis mulut Daddy milip shepelti Donald Doom … Aalin kan gemesh dad, penen cubit bial shemakin maju," jelas Aarin mencubit pipi Arka.


"Donald duck Aarin bukan Donald Doom," ralat Aaron memutar bola matanya karena sudah merasa jenuh dengan adik beda semenit nya itu.


"Mulut-mulut Aalin apa ulushan," ketus Aarin memelototi Aaron.


"Sudah-sudah, jangan berantem lagi sesama saudara, tidak baik … sekarang kita makan siang ya," ajak Putri berjalan menata makanan yang dimasak nya di atas meja makan dibantu oleh para pelayan.


Putri langsung menghidangkan makanan untuk Arka dan juga anak-anaknya, setelah selesai barulah Putri menghidangkan makanan untuk dirinya sendiri. Mereka makan tanpa bersuara karena itu peraturan Arka, namun si kecil Aarin hanya bisa mengerucutkan bibirnya dikala udang kesukaannya habis di tabung ke dalam perut buncitnya. Matanya mengintai setiap makanan yang tertata di atas meja berharap masih ada udang untuknya namun ia hanya bisa mengerucutkan bibirnya dikala tak menemukan udang kesukaannya.


Namun, matanya langsung berbinar bahagia dikala melihat piring sang Daddy yang masih ada 5 potong udang goreng yang belum tersentuh.


"Nyam … nyam nyam, udang kresh kresh na makin kresh kresh tiap hali mom, Aalin sheneng banget apalagi kalo Daddy kasih udang kresh kresh milik daddy untuk Aalin, pasti Aalin makin sayang sama Daddy shepelti Aalin sayang Shama udang kresh kresh," celetuk Aarin menatap Arka dengan mata puppy eyes nya seraya menyodorkan piring makanannya yang sudah bersih pada Arka, berharap sang Daddy nya itu mau memberi sedikit udang kresh kresh untuknya.


Arka, Putri dan Aaron hanya bisa menelan ludahnya dikala melihat piring Aarin yang sudah bersih, entah terbuat dari apa perut Aarin itulah pikir mereka.


"Sayang Aarin jangan terlalu banyak makan, itu tidak baik untuk tubuh Aarin, lihat saja perut Aarin sudah bulat seperti ban Vespa," seloroh Arka membuat Aarin langsung menatap perutnya, bahkan tanpa sadar ia mengelus perutnya yang sudah seperti orang hamil.


"Bukan ban Vespa dad," ujar Aaron serius.


"Lalu apa," tanya Arka bingung begitu juga dengan Aarin yang langsung menatap polos sang kakaknya itu.


"Seperti ban truk Fuso … hahahaha, hahahah … uhukk uhukk," tawa Aaron langsung pecah membayangkan perut Aarin yang bulat, namun ia terkejut dikala Aarin memasukkan telur rebus ke dalam mulutnya.


"Aarin," panggil Putri dingin.


"Yes mommy," jawab Aarin menunduk kepalanya karena sadar bahwa ia sudah kelewatan. Sedangkan Arka ia hanya bisa menggigit bibirnya agar suara tawanya tidak lepas, ia benar-benar terhibur dengan pertengkaran twins A, ia tidak takut bila kedua anaknya tidak akur atau saling membenci waktu dewasa nanti, karena ia kenal baik bagaimana sikap kedua anaknya itu yang saling menyayangi satu sama lain, bahkan Aaron yang selalu dijahili oleh Aarin tidak pernah dendam atau marah. Bahkan pernah Aarin terluka lututnya karena berlari membuat Aaron menangis karena sedih melihat lutut Aarin yang terluka, padahal Aarin saat itu malah tertawa lepas karena mengingat ia terjatuh karena mengejar anak singa om Yogi yang ketakutan bertemu dengannya.


"Setelah selesai makan siang, Aarin dan Aaron harus menghafal surah Al Fajr, nanti malam mau tidak mau kalian harus menyetorkan pada mommy karena kalau tidak, mommy gak bakal masak selama satu bulan, biar saja nanti bibi dapur yang memasak untuk kalian," tegas Putri membuat Aaron dan Aarin langsung mengangguk kepalanya lemah.


"Oke / otte mommy," jawab keduanya serempak.


"Anggap ini hukuman untuk kalian karena sudah berani berbicara saat makan, apalagi bertengkar, besok-besok kalau kalian mengulangi hal ini lagi maka mommy akan menyuruh kalian menghafalkan surah Al-Baqarah," balas Putri dengan suara tegas namun penuh kelembutan seorang ibu, Arka yang mendengarnya pun tersenyum senang karena Putri selalu berhasil menenangkan Aaron dan Aarin, bahkan dirinya juga sering di tenangkan oleh Putri bila sedang susah dan sakit kepala mengatasi urusan kantor.


"Forgive us mommy," lirih keduanya menatap wajah Putri dengan mata puppy eyes membuat Putri tak tahan, ia langsung bangkit memeluk hangat kedua anaknya itu, diikuti oleh Arka.


"Mommy tidak marah pada kalian sayang, cuma mommy ingin kalian mempunyai adab yang baik saja," jelas Putri mengecup kening twins A, tak lupa ia mengecup pipi Arka.


"Kalian adalah hartaku yang paling berharga," ujar Arka dengan penuh kasih sayang.


"Ya sudah, Aarin mau tambah udang kresh kresh ya sayang, mommy ambilkan di lemari dulu ya," ucap Putri bangkit menuju dapur, tadinya ia memasak banyak sekalian untuk malam.


***


Sedangkan di sisi Kemal, ia sedang bingung menunggu Bilqis yang sudah satu jam berada di kamar mandi tapi tidak keluar-keluar, hingga akhirnya Kemal memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi namun tak ada sahutan dari dalam.


"Love, apa kamu sudah selesai di dalam," teriak Kemal menggedor pintu namun tak ada balasan, membuat Kemal khawatir.


"Love, are you okey," ujar Kemal khawatir dikala mendengar suara benda jatuh dalam kamar mandi, Kemal yang panik langsung mengambil kunci cadangan di laci meja rias.


Mata Kemal membulat sempurna melihat Bilqis dalam keadaan yang tidak baik.


"Love," teriak Kemal berlari menghampiri Bilqis.


**Bersambung.


Ada apa dengan Bilqis?🤔🤔🤔


mau tau jawabannya? langsung vote dan beri hadiah agar author semangat up kilatnya🥰🥰🥰


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🙏


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**