
Mata Sena tampak berbinar bahagia ketika melihat pekarangan mension om Yogi, berbeda dengan mension Lubis yang di lengkapi dengan dekorasi modern, om Yogi lebih memilih dekorasi klasik, terlihat dari berbagai perabotan semua nya berusia puluhan tahun lamanya.
"Ini mension kakak?"tanya Sena ceria yang duduk di kursi roda karena kakinya yang masih sakit.
"Iya Se, ini mension punya kakak, dan tentunya juga punya kamu,"ujar om Yogi lembut seraya mendorong kursi roda.
"Apa kakak tinggal di sini sendiri?"
"Tidak, kakak jarang pulang kesini karena kakak lebih memiliki tinggal di mension Lubis,"jawab om Yogi membuat Sena menaikkan alisnya.
"Kenapa kak?"
"Karena tidak ada yang menunggu kakak pulang,"balas om Yogi membuat hati Sena sedih.
"Dan sekarang sudah ada Sena yang akan menunggu kakak pulang setiap harinya,"ucap Sena menggenggam tangan om Yogi.
"Kakak sangat senang mendengarnya Se,"balas om Yogi mengecup pucuk kepala Sena, karena bagaimanapun itulah yang ia impikan selama ini, mempunyai sosok keluarga yang menunggu nya pulang.
Para pelayan berjejer rapi menyambut kedatangan om Yogi dan Sena, mereka semua langsung tersenyum hangat ke arah Sena dan om Yogi.
"Selamat datang tuan dan nona,"ujar kepala pelayan wanita.
"Langsung saja saya ingin mengenalkan adik saya Sena Atmaja Purnama dia akan menjadi satu satunya nona di mension ini, layani dia sebagaimana kalian melayani ku, jangan sampai saya mendengar kalau ada di antara kalian yang membuat ulah dengannya, karena jika itu terjadi, kalian tahu sendiri kan akibatnya,"tegas om Yogi menyeringai di ujung kalimat membuat mereka semua merasa ngeri.
"Baik tuan,"jawab mereka serempak.
"Ayo Se, kakak antar ke kamar mu dulu,"ajak om Yogi membuat Sena senang.
"Ayo."
***
"Se, kakak keluar dulu sebentar yah, ada hal penting yang harus kakak lakukan, jadi kamu istirahat saja dirumah, bila kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa langsung panggil pelayan yang kakak tugaskan berdiri di depan pintu kamar mu, atau kamu bisa memanggil mereka dengan menekan tombol hijau di remote yang kakak berikan tadi,"jelas om Yogi seraya mengelus pipi Sena yang terbaring di kasur.
"Iya kak, tapi kakak jangan lama lama pulang nya yah, karena Sena mau tidur sama kakak nanti malam, sekalian Sena ingin bercerita banyak dengan kakak,"pinta Sena penuh harap membuat om Yogi gemas dan langsung menghujani ciuman di wajah Sena.
"Baiklah nanti malam kita akan tidur berdua,"ucap om Yogi lembut.
Om Yogi keluar dari kamar Sena, raut wajah om Yogi yang tadinya hangat langsung berubah menjadi dingin kelam, ia keluar dari mension dan langsung mengemudikan mobil Lamborghini nya menuju suatu tempat.
Om Yogi memberhentikan mobilnya di depan sebuah kafe, tampak seorang pria tampan dan gagah sedang duduk menatap nya dari dalam kafe, tatapan mereka berdua bertemu membuat om Yogi tak sabar langsung turun dari mobilnya menghampiri pria tampan tersebut.
"Apa maksud mu?"tanya om Yogi tanpa basa basi langsung duduk tepat di hadapan pria tersebut.
"Ada apa?"tanya pria tersebut santai seraya meminum kopi nya.
"Apa maksud mu dengan mengajak Sena menikah setelah dia lulus?"sentak om Yogi mengepalkan tangannya erat.
"Jadi ini alasan mu menyuruh ku kemari!"balas pria tersebut yang tak lain adalah Dito, tadinya disaat ia sampai ke rumah tiba tiba ada nomor masuk yang tak lain adalah nomor om Yogi mengajak dirinya berjumpa.
"Cepat jawab Dito Sanjaya, sebelum pistol ku yang berbicara dengan mu,"tegas om Yogi menatap dingin ke arah Dito.
Shitt kenapa demage nya sangat menakutkan, dan aura nya juga terlihat sangat gelap batin Dito gemetar.
"Karena aku mencintai Sena, aku tidak ingin ada orang lain yang memiliki nya selain aku,"ucap Dito lantang membuat om Yogi mengeraskan rahangnya.
"Cari wanita lain, jangan Sena karena dia terlalu muda untuk mu, aku masih ingin menghabiskan waktu ku bersama Sena, aku ingin melihat dia kuliah dan bahagia dengan lingkungan nya yang baru,"tegas om Yogi datar namun samar samar terlihat seringai kecil di wajah nya, entah apa arti dari seringai itu.
Deggg
Mata Dito langsung memerah, tangannya terkepal erat bahkan telapak tangannya berdarah akibat kuku yang menancap di kulitnya.
"Tuan Yogi jaswandi atau tuan Yogi Atmaja Purnama yang terhormat, saya tegaskan pada anda bahwa saya tetap akan menikahi Sena setelah di lulus sekolah, dan saya tidak akan pernah menikah dengan wanita lain selain Sena, ingat itu,"sergah Dito dengan nafas naik turun.
Bayangkan bagaimana kerasnya perjuangan Dito untuk mempertahankan Sena di sisinya, bahkan ia rela melawan keluarga nya hanya untuk bisa bersama Sena, lalu sekarang tiba tiba om Yogi datang dan menyuruhnya untuk meninggalkan Sena, apa dia bercanda itulah pikir Dito.
"Kau tidak bisa menjaga nya,"balas om yogi datar.
"Aku bisa."
"Kalau kau bisa kenapa Sena terluka karena ulah wanita ular itu dan juga mama mu?"tanya om Yogi membuat Dito bungkam.
"Kau kira aku tidak tahu kelakuan bejat mama mu kepada adik ku hmm, kau kira aku akan diam saja melihat tubuh adikku penuh luka cambuk dan beling,"lanjut om Yogi menyeringai membuat Dito tersentak.
"Kau sudah melihat tubuh Sena,"tanya Dito bangkit dari duduknya langsung mencengkram kerah om Yogi.
"Iya,"balas om Yogi datar membuat Dito langsung melayangkan tinjunya ke wajah om Yogi.
"Br*ngsek, cuma aku yang bisa melihat tubuh Sena sialan, bagian mana yang ku lihat hah, biar ku congkel mata mu,"sentak Dito marah membuat om Yogi membulatkan matanya.
"Kau telah melihat tubuh adikku,"tanya om Yogi marah langsung bangkit dan memukul Dito, dan dengan polosnya Dito mengangguk kepalanya membuat wajah om Yogi langsung berubah kelam.
Kafe yang tadinya hening, langsung berubah ramai banyaknya para pengunjung yang menjerit ketakutan dikala melihat om Yogi dan Dito yang saling menyerang membabi buta.
Benar bahwa om Yogi telah melihat luka di tubuh Sena, tetapi itu cuma dari foto yang diberikan oleh Danang disaat Sena masuk rumah sakit waktu lalu, dan ucapan om Yogi salah dipahami oleh Dito.
Kakak mana yang tidak marah bila tubuh adiknya di lihat dan di nikmati oleh pria lain, itulah yang dirasakan oleh om Yogi sekarang.
Sedangkan di sisi lain sebuah mobil mewah langsung berhenti di depan kafe tersebut, penumpang dalam mobil mewah tersebut langsung turun dan berlari masuk kedalam kafe.
"Berhenti.....,"teriak suara cempreng seseorang membuat keduanya langsung menoleh ke pemilik suara tersebut.
**Bersambung
hai kakak author balik lagi nih ..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah...
Tenang saja konfliknya tidak akan berat lagi kok... kebahagiaan juga akan datang.🤭🤗🥰🥰
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰🥰**