Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Lagu dangdut Aarin


"Sayang kenapa kue untuk mama lebih besar daripada papa?"tanya Kemal bingung pada kedua putra nya itu, karena setelah MC mengintruksikan mereka untuk memotong kue, Twins B langsung memotong kue untuk semua orang yang mereka sayangi, dan mirisnya adalah potongan kue untuk Kemal dan Bilqis sangat jelas berbeda, Bilqis sangat besar sedangkan Kemal sangat kecil.


"Karena papa sudah tua jadi tidak boleh makan yang terlalu manis manis, sedangkan mama masih muda jadi masih aman aman aja kalau makan yang manis,"balas Brayen santai mampu membuat seluruh tamu undangan tersedak ludah, bagaimana bisa Brayen berkata seperti itu pada papa nya, berbeda dengan tamu undangan yang sedikit menahan tawa mereka, Arka cs langsung tertawa cekikikan.


"Benar pa, nanti diabetes papa kambuh,"seloroh Bryan membuat Arka cs langsung tertawa lepas.


"Hahahaha ingat umur Mal, jangan makan yang manis manis nanti gigi mu ompong seperti Aarin,"ejek Leo tanpa sadar membangun kan si singa kecil.


"Telusshh.. paman Leo mahu Aalin cabut gigi na..shatu shatu pake pelkakas doktel na Aalin hemm...ayoo mahu apa endak..biall Aalin tulepon pak Jang buat ambil pelkakas na Aalin..,"sentak Aarin yang tadinya asik memandang kue ultah nya twins B dengan air liur yang mengences, namun cepat cepat di hirup nya kembali setelah mendengar ucapan Leo.


Sial, kenapa demage nya lebih kejam daripada Arka batin Leo ngeri apalagi tatapan Aarin nampak sangat mengerikan.


"Kau telah membangun kan arwah boneka chucky Le,"bisik Dito membuat Leo merinding.


"Hehehe, enggak kok sayang, kamu mau apa hemm biar paman beli nanti?"tanya Leo tersenyum paksa pada Aarin.


"Aalin mahu susu vanila na tiga,"balas Aarin tersenyum polos mengangkat tiga jarinya.


"Baiklah nanti paman belikan tiga kaleng susu vanila nya yah,"ujar Leo tersenyum senang karena hadiah nya murah.


"Hehe bukan tiga kaleng paman...but tiga latush kaleng,"balas Aarin tersenyum polos membuat Arka sangat senang mendengarnya, Aarin benar benar mirip dengannya yang selalu bisa mengambil keuntungan dimana pun dan kapan pun.


"Kau dengar itu Le, anak ku minta tiga ratus kaleng jadi kau harus menyiapkan nya setelah acara selesai, kalau tidak siap siap kau menjadi korban selanjutnya setelah si Beo,"ujar Arka menyeringai sontak membuat Leo menelan ludah kasar, siapa yang tidak tahu nasib si beo sekarang yang sangat menyedihkan, burung mahal yang indah berubah menjadi burung tanpa bulu persis seperti ayam yang sudah siap di goreng.


"Iya nanti paman belikan,"balas Leo gugup.


"Terimakasih sayang, semoga kalian jadi anak anak yang Sholeh, kaya, pintar dan dapat jodoh yang Sholeha juga,"ujar Bilqis tersenyum manis setelah menerima potongan kue dari kedua anak tirinya itu.


"Brayen gak mau sama si Sholeha ma, Brayen mau nya sama si Aarin,"jawab Brayen polos membuat mereka semua tepuk jidatnya, sungguh Brayen bagaikan Rafathar di dunia nyata begitu juga Aarin yang menjadi Gempita.


"Tapi Aarin nya suka sama Bryan, bukan pada mu Bray,"ejek Leo membuat Brayen kesal.


"Tapi Bryan tidak suka sama Aarin paman,"jawab Bryan mampu membuat Aarin yang tadinya sedang memakan kue coklat nya Aaron langsung tersentak, dia menatap Bryan dengan mata yang berkedip-kedip bak lampu neon yang kehabisan Watt.


"Kamu tidak menangis sayang,"tanya Arka bingung melihat Aarin yang masih diam, sedangkan kemarin Arka tahu tentang Brayen yang menangis karena di tolak putrinya itu.


"Di tolak tinggal cali lain dad.. shepelti kata glandma ilang shatu..tumbuh shelibu,"balas Aarin santai membuat mereka semua tertawa, karena Aarin sangat jarang menangis, ia tipikal anak yang tidak suka banyak berpikir, entah bagaimana bisa seorang anak bisa bersikap ajaib seperti nya.


"Tenang Aarin, ada Brayen yang akan menggantikan Bryan,"ujar Brayen menenteng sisa kue ulang tahunnya di depan Aarin.


"Slurpp...kue na enak Blayen,"balas Aarin tanpa menjawab ujaran Brayen tadi, mendengar ucapan Aarin membuat senyuman indah terukir di wajah Brayen.


Yes Brayen dapat ide genius!!


Aarin akan menjadi miliknya!!


"Aarin mau?"tanya Brayen menyodorkan kue tersebut membuat Aarin terpekik senang ingin segera mengambil nya namun..


"Mahu."


"Etttss ada syaratnya,"ucap Brayen menyeringai.


"Apa Blayen...tepetan nanti kue na nanis...kalena Aalin lama makan na,"balas Aarin tidak sabar.


"Kalo Aarin makan kue nya, berarti Aarin jadi milik Brayen." Sontak mata semua orang tua melotot tak percaya, bagaimana bisa Brayen memiliki pemikiran yang sehebat itu, ia bisa mencari keuntungan dalam kesempitan, Arka ingin menyela namun, tatapan mata Bilqis terlihat mematikan ke arah nya, sedangkan Putri hanya tersenyum manis, ia senang bila Brayen dan Aarin bisa bersama sama sampai besar nanti.


"Mahu,"jawab Aarin cepat.


"Aarin janji."


"Janji."


"Nah ambil kue nya, kalau perlu semua kue di sini Aarin bawa pulang aja, kalau masih tidak cukup nanti Brayen beli lagi dan kirim ke rumah Aarin,"balas Brayen penuh semangat membuat semua orang tertawa pelan.


"Cih, pandai sekali kau mencari keuntungan dari seorang wanita,"cibir Leo.


"Yasudah sekarang siapa yang mau nyanyi,"tanya Kemal membuat Aarin senang.


"Aalin paman,"pekik Aarin dengan wajah yang belepotan.


"Tidak apa apa sayang biarkan Aarin makan sepuasnya,"balas Arka membuat Putri kesal karena Arka selalu menuruti kemauan Aarin.


"Nanti gigi Aarin ompong honey."


"Kan aku punya uang sayang, kalau ompong tinggal ganti pakai gigi palsu,"jawab Arka polos.


"Gigi kamu aku ganti pakai gigi sapi mau,"ketus Putri yang sudah sangat kesal membuat Arka tertawa cengengesan.


"Yasudah silahkan bernyanyi Aarin,"ucap Kemal menyodorkan mic untuknya.


"Assalamualaikum, selamat malam mahu subuh..,"ucap Aarin tersenyum manis membuat semua tamu tertawa lepas.


Oh Aarin mana ada malam mau subuh, sedangkan jam baru menunjukkan pukul 8 malam!!


"Aalin akan naniin lagu dangdut.. kesukaan glandma...are you ready,"teriak Aarin semangat.


"Ready!!!!"


"Goyang nasi Padang..


Pakai sambal lenndang..


Terong....terong dicabein..


Sekian lama aku... menunggu..


Idup tanpa cinta..


Bagai taman tak belkebun..


Haii beditu lah...kata bujangan..


Aduhai begitulah kata bujangan...


Cath you with Du Du blackpink..


Oye oye oye..


Semua tamu tertawa renyah mendengar nyanyian Aarin yang amburadul, sedangkan Lisa langsung menutup wajahnya dengan dompet.


"Cucu mu benar benat aktif,"bisik mom Nana.


"Dia bukan aktif tapi hiperaktif,"balas Lisa tertawa cekikikan.


Namun berbeda dengan Brayen yang menatap Aarin penuh kagum, bahkan ia merekam Aarin yang terlihat bergoyang-goyang di atas panggung.


"Suara Aarin sangat merdu,"ucap Brayen tanpa sadar membuat Arka cs yang mendengar nya tersedak ludah.


"Merdu Alisa merusak dunia,"balas Leo dihadiahi pukulan oleh Arka.


Plakk.


"Dia putri ku."


**Bersambung.


maaf author baru bisa update yah kakak...


🙈🤗🤣..


Aarin benar benar titisan alien 🤣🤣🤣


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5


Salem Aneuk Nanggroe Aceh**.