
setelah setengah jam berlalu arka baru menghentikan aktivitasnya ia baru ingat kalau putri sedang hamil di saat detik detik terakhir tangannya tak sengaja menyentuh perut putri dan bodoh nya arka mengatakan kalau dia lupa putri sedang hamil membuat putri marah..
"sayang maafin aku yah..aku beneran lupa sumpah sayang"rengek arka pada putri yang baru siap mandi
"maaf maaf sana minta maaf sama dedek twins jangan sama aku"ketus putri membuat seringai kecil terbit di wajah Arka dengan cepat ia menggendong putri membawanya ke kasur..
"honey apa yang kamu lakukan"pekik putri karena tiba tiba tubuhnya melayang di bawa arka ke kasur.
"mau jenguk dedek twins untuk minta maaf sama mereka"ucap arka polos menatap wajah putri yang memerah karena kesal.
"haduh honey susah deh ngomong sama kamu yang punya otak mesum..sesekali bisa tidak minta maaf nya jangan pakai acara tengok tengok..bisa kek minta maaf nya pakai bakso atau seblak.."omel putri mendorong tubuh Arka..
"seblak..kamu mau seblak sama bakso sayang"tanya arka lembut karena menyadari mood putri yang berubah galak..ia tak ingin membangunkan singa betina yang lagi tidur.
"iya sayang aku mau seblak nya 2 dan bakso nya tiga bungkus"pinta putri dengan air liur yang mengences..
"baiklah sayang aku akan hubungi Dimas dulu"ucap arka mengambil hp nya ingin menghubungi Dimas..
sedangkan di ruangan sebelah terdengar suara merdu kedua insan yang bersaut sautan akan kenikmatan yang mereka rasakan apalagi si pria yang merasakan sensasi berbeda di saat si Jeki masuk jalur busway di area kantor.
"apakah kamu sudah puas suamiku hmmmm"tanya Alexa pada Dimas yang matanya merem melek menikmati indah nya surga dunia.
"satu ronde lagi sweetie"ucap Dimas terus bermain dengan mainan di tangannya.
ohh Tuhan bagaimana bisa dia sebuas ini batin Alexa
dan di saat si Jeki sedang enak enak bermain di jalur busway nya sebuah suara menganggu nya yang sedang bermain..
kring kring kring
"sayang hp mu bunyi"ucap Alexa
"biarkan saja ahh aku mau nambah ronde lagi"jawab Dimas acuh namun bunyi hp Dimas berulang kali berbunyi membuat si Jeki mengerang marah..
"ahhh siapa yang menganggu si Jeki bermain sih"geram Dimas mengambil ponsel nya yang berada di meja tanpa melepaskan penyatuan nya..
"halo"ketus Dimas tanpa melihat siapa yang menelepon nya..
"kau dimana"tanya si pelaku yang ternyata si Arka
"di ruangan Alexa"jawab Dimas menahan desahannya
"oh shitt apa kau sedang meminta jatah mu"kesal arka yang mengerti karena mendengar suara Dimas
"iya dan kau ahhh mengganggu ku yang sedang menambah ronde"
"CK...kau kira ini hotel hah...bisa bisa nya kau meminta jatah di sini"geram Arka..
"ini semua salah mu karena tidak mengunci pintu saat memberi makan si Joni dan karena mu juga si Jeki jadi tegang hingga terpaksa aku minta jatah....ahhh aku mau keluar sweetie"teriak Dimas membuat arka langsung mematikan telpon nya..
"kenapa honey"tanya putri yang melihat arka seperti sedang kesal..
"tidak apa apa sayang.. Sekarang kita pulang aja yah..biar sekalian cari seblak sama bakso buat dedek twins"ucap arka lembut hilang kekesalannya disaat melihat wajah putri yang teduh setelah memakai hijab.
"iya honey..putri juga sudah kangen sama anak anak dirumah"ucap putri manja menyandarkan kepalanya di bahu Arka.
"baiklah sayang ayo kita pulang"
mereka pun pulang di saat jam menunjukkan pukul 6 sore tak lupa Arka membelikan seblak dan bakso untuk Putri ia melihat wajah sang istri sekaligus pemilik hatinya tertidur menyandarkan kepalanya di jog mobil membuat arka memindahkan tubuh putri untuk tidur di pangkuan nya ia mengelus kepala putri dengan lembut sehingga membuat ia empunya menggeliat mencari kenyamanan di dada bidang arka.
***
"blayen ladi napain di shini"tanya Aarin yang melihat Brayen duduk di sofa teras mension dengan mata Brayen yang terus menatap ke arah gerbang seperti menunggu seseorang.
"lagi nungguin ukhti cantik pulang"jawab Brayen menoleh kearah Aarin yang sedang meminum susu vanila nya
"blayen shuka yah cama mommy na Aalin"tanya Aarin dengan tatapan menyelidik
"iya Brayen suka karena ukhti cantik sangat baik dan juga masuk dalam kategori mama idaman"jawab Brayen santai
"emang mama na blayen temana"tanya Aarin polos ikutan duduk di samping Brayen..mendengar pertanyaan Aarin membuat mata Brayen berkaca-kaca
"mama Brayen jahat karena sudah tinggalin Brayen waktu kecil dulu"ucap Brayen pelan menunduk..Aarin yang mendengarnya pun langsung mengerti bagaimana perasaan Brayen karena dulu dia juga pernah merasakan bagaimana tidak ada nya seorang Daddy.
"blayen Janan shedih yah..blayen boleh tok mandil mommy na aalin dengan shebutan mama..kan blayen Juda cucu na glandpa jadi mommy na aalin Juda mommy na blayen"ucap Aarin lembut dengan nada imut mencoba menghibur Brayen karena bagaimanapun Aarin adalah sosok anak yang penyayang meskipun jahil..ia tak tega melihat Brayen yang sudah di anggap sahabat oleh nya bersedih..tidak apa berbagi mommy yang penting sahabatnya yang satu ini tidak bersedih lagi..
mendengar ucapan aarin sontak Brayen tersenyum lebar ia menatap Aarin dengan mata yang berbinar karena sejujurnya Brayen juga ingin memanggil putri dengan mama namun ia tak berani karena takut Aarin dan Aaron akan marah kepadanya..
"kamu serius...gak bakal marah kalau aku dan Bryan manggil mommy kamu dengan panggilan mama"tanya Brayen sekali lagi karena untuk memastikan apa yang di dengar nya benar.
"selius tok...aalin Ndak malah kalena aalin anak baik"ucap Aarin tersenyum polos mengangguk kepalanya membuat Brayen refleks mencium pipi nya Aarin
cup
ilustrasi
"terimakasih Aarin...karena sudah baik sama Brayen...Brayen janji waktu besar nanti bakal jagain Aarin dengan baik"ucap Brayen tersenyum senang membuat Aarin yang polos pun ikut tersenyum manis karena melihat Brayen yang sudah kembali ceria..
"cama cama"Jawab Aarin tersenyum manis
hingga tak berselang lama mobilnya arka masuk kedalam mension membuat Brayen dan Aarin tertawa girang karena yang di tunggu tunggu juga datang.. mereka melihat putri turun bersama Arka.
"mommy/mama"teriak keduanya berlari kecil memeluk putri membuat putri senang apalagi mendengar Brayen memanggil nya dengan sebutan mama.
"mama...kamu panggil apa tadi sayang"tanya putri senang berusaha memastikan kembali
"mama... apakah boleh Brayen panggil nya mama"tanya Brayen menunduk tak berani menatap putri
"tentu boy"bukan putri yang menjawabnya melainkan arka yang tersenyum lembut
**bersambung
hai kakak author kasih double up nih..
hayoo mana hadiah nya
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..love you kakak**
**dan juga follow Ig nya author Balqis7850
bantu author buat dapat rangking karya baru yah dengan cara vote dan like
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**