
"mama kalau bahasa Inggris nya aku cinta kamu apa artinya"tanya Brayen dengan tampang polos
"i love you sayang"jawab putri lembut membuat rona merah timbul di pipi Brayen..
"i love you too ma"jawab Brayen dengan pipi merona membuat Bryan cemberu..
"kalau i Miss you apa artinya ma"tanya Bryan dengan nada yang sengaja di imut imut kan
"aku rindu kamu sayang"
"hehe mama tidak usah rindu sama bryan karena Bryan bakal sering main kesini nantinya"goda Bryan membuat Brayen terkejut... bagaimana Bryan bisa pandai merayu..
"hey..bry bagaimana bisa kau tahu cara merayu wanita"
"aku cari di google"jawab Bryan santai tanpa menoleh ke arah brayen..
mereka pun belajar belajar bersama sambil sesekali twins b menggoda putri dengan berbagai pertanyaan manis nya sedangkan twins A ia lebih memilih diam dalam pangkuan Lisa hingga sebuah suara yang tak asing menghampiri telinga mereka..
"jagoan papa"teriak orang tersebut yang tak lain adalah kemal membuat semuanya menoleh ke arah nya..
"papa"teriak twins b girang dan langsung berhamburan peluk kepada kemal
"apa kabar kalian hemm...apakah kalian rindu sama papa"tanya kemal mencium pucuk kepala keduanya..
"tidak pa... seharusnya papa pulangnya bulan depan biar kami bisa lebih lama di sini bersama mama putri"ketus brayen membuat kemal menaikkan alisnya kemudian ia menatap ke arah arka yang merangkul pinggang Putri dan dilihatnya arka tersenyum mengangguk kepalanya.
"terimakasih"ucap kemal tanpa suara hanya menggerakkan bibirnya saja dan dibalas jempol oleh Arka
"tenang saja boy...kalian bisa kok tinggal disini lebih lama kalau kalian mau dan juga kalian bisa menginap disini kapan pun yang kalian mau"ucap arka tersenyum
"beneran paman...kami bisa tinggal disini lebih lama"tanya twins b serempak
"lebih baik kalian tinggal disini aja sayang...biar mension ini semakin ramai karena ada kalian dan juga kamu kemal harus tinggal disini...mama gak mau dengar penolakan... anggap aja ini bayaran karena 7 tahun kamu menghilang tanpa kabar"tegas Lisa membuat kemal menggaruk kepalanya yang tak gatal..
"tapi..
"tentu grandma papa juga akan tinggal disini...yah kan pa"potong Brayen menatap kemal dengan mata yang penuh harap membuat kemal menghela nafas panjang...mau tak mau ia juga akan tinggal disini agar membuat twins b senang
"iya boy..papa akan ikut tinggal disini"ucap kemal membuat twins b dan a yang mendengar nya pun langsung terpekik senang..
"yeye...tidak jadi pulang bisa tinggal disini bareng grandma dan grandpa"teriak twins b
"yeye...aalin Puna pashien shunat Ballu"ucap Aarin polos bertepuk tangan girang membuat twins b langsung berhenti meloncat loncat dan menatap horor ke arah Aarin...
"papa ayo pulang"ucap Brayen ketakutan membuat Aarin yang mendengarnya pun langsung sedih..
"blayen tenapa Ndak jadi tinggal di shini"tanya Aarin yang berhenti meloncat
"kami tidak mau di sunat"jawab Brayen jujur
"Ndak tok...aalin Ndak akan shunat blayen...aalin Tan anak baik...Ndak dahat... makshud aalin tadi pashien shunat na itu si beo"elak Aarin membuat Brayen bernafas lega
mereka pun langsung masuk ke dalam untuk bersiap siap makan siang begitu juga kemal yang langsung di antar menuju ke kamar tamu yang sudah di siapkan..
sedangkan di sisi lain seorang pria yang tak lain adalah Dimas sedang bermain hp nya menikmati waktu libur namun ia berubah menjadi khawatir karena menunggu Alexa yang tidak keluar keluar dari kamar mandi..
tok tok tok
"sweetie...istriku kamu sedang apa kenapa lama sekali di dalam"teriak Dimas namun tak ada jawaban
"sweeti.."teriak Dimas lagi menggedor pintu kamar mandi namun tak ada sahutan membuat Dimas khawatir ia langsung membuka pintu kamar mandi dan mata nya langsung membulat sempurna melihat keadaan Alexa yang mengenaskan..
"sweeti...."teriak Dimas panik langsung mengangkat tubuh Alexa di rebahkan nya ke kasur..
"sayang ku...istri ku... Alexa bangun...jangan buat aku khawatir"namun tak ada jawaban membuat Dimas gemetar ketakutan ia langsung menghubungi Dito sahabat nya yang berprofesi dokter.
"dit... sekarang juga kau harus ke apartemen ku...aku tidak mau tahu dalam jangka waktu 19 menit kamu harus tiba"teriak Dimas dan langsung menutup telponnya..
cup
cup
"sweeti bangun...jangan bercanda sayang...hiks bangun"ucap Dimas tanpa sadar menangis di beri nya kecupan bertubi tubi di wajah Alexa yang pucat pasi namun tak membuat si empunya bangun...tidak ada lagi Rona merah di wajah nya Yang ada hanyalah wajah pucat seputih kapas dengan bibir yang mengering...ia menggenggam tangan Alexa yang sudah dingin dengan erat...berkali kali Dimas memanggil Alexa namun tak ada jawaban juga..
hingga 10 menit berlalu Dito datang dengan peralatan pribadinya...ia datang menggunakan helikopter keluarga Lemos...
"kenapa kau sangat lama dit"ucap Dimas dingin dengan nada yang bergetar namun dito tak menjawab ya ia langsung memeriksa tubuh Alexa baru dia ingin membuka kancing baju Alexa..
"apa yang kau lakukan sialan"teriak Dimas marah menepis kasar tangan Dito.. sungguh ia tak rela bila istrinya di sentuh oleh siapapun..
"aku harus memeriksa nya begokk... kenapa kau jadi posesif lebih parah dari arka"ketus dito membuat Dimas mau tak mau membiarkan dito menyentuh Alexa..
Dito yang memeriksa keadaan Alexa pun tersenyum samar namun ia langsung mengubah ekspresi nya menjadi khawatir
"gawat dim..kita harus membawa Alexa ke rumah sakit dim"ucap Dito berpura pura panik membuat Dimas langsung menangis..
"hiks...ayo dit...bertahan lah sweetie aku mohon hiks"lirih Dimas mengangkat tubuh lemah Alexa dengan air mata yang membasahi pipi nya..
haha...rasakan pembalasan ku dewa es... salah kan diri mu karena kau menghubungi ku di waktu yang tidak tepat batin Dito tertawa licik
**bersambung
halo kakak author up lagi ini
sesuai janji author..
mana hadiah nya kakak..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah bantu dedek twins dapatkan rangking karya baru..
follow Ig author balqis7850
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️ i**