Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Terkuak


"Sayang, kamu tidak boleh berbicara tentang suami okey, kamu itu masih kecil jadi belum layak berpikir ke arah situ, dan kalian juga masih boleh bermanja-manja sama mommy and daddy walaupun kalian sekarang sudah menjadi kakak, karena umur kalian masih sangat muda untuk berpikir dewasa, jadi tidak usah malu malu okey,"tegas Putri lemah lembut membuat twins A tersenyum lebar, karena mereka berpikir bila sudah mempunyai adik mereka tidak boleh lagi bermanja-manja dengan sang mommy.


"I love you mommy,"ujar kedua nya langsung memeluk putri yang duduk di sofa bersama Arka.


"Oh jadi mommy saja yang di cinta, Daddy enggak gitu,"ucap Arka pura pura merajuk membuat Alexa dan Dimas yang melihatnya terkekeh geli.


"No Daddy, kami Juda love Daddy because Daddy banakk money,"balas Aaron tersenyum polos langsung mencium pipi Arka.


"Ck, jadi kamu cinta sama Daddy karena banyak uang saja,"tanya Arka mencebikkan bibir nya.


"Thats right Dad, no money no girl,"jawab Aaron santai membuat Arka dan Dimas membulatkan matanya.


"Siapa yang bilang begitu boy,"tanya Arka serius karena tidak mungkin anak nya yang masih polos mempunyai pemikiran seperti itu.


"Paman Leo,"jawab Aaron polos, ia mengingat Leo dulu menceramahi nya dan juga twins B agar untuk menjadi pria yang banyak uang agar bisa memiliki banyak wanita, karena tidak punya uang maka tidak punya wanita itulah kalimat yang terngiang ngiang di otak kecil ketiga bocah itu.


"Dengar sayang, jangan percaya apa yang di bilang oleh paman Abal Abal kalian itu okey, paman mu yang satu itu punya sedikit gangguan jiwa,"tegas Arka membuat kedua anaknya itu mengangguk kepalanya cepat.


Awas kau le, akan ku hajar kau batin Arka geram.


"Kapan Leo pulang Ar?"tanya Alexa.


"Mungkin nanti malam sudah sampai ke indo,"ujar Arka santai karena Leo baru saja mengabarinya tentang kepulangannya, agar Brayen tidak sedih lagi saat ultah nya nanti.


***


Matahari sudah terbenam di gantikan oleh bulan sabit yang indah, banyak bintang bertaburan di gelapnya langit malam membuat suasana semakin manis untuk membuat sepasang suami istri yang baru saja pulang bulan madu itu nampak lebih mesra, bagaimana tidak!! kehadiran mereka di bandara membuat seluruh orang yang berada disitu menatap suka ke arah mereka.


"Kenapa orang orang menatap kita seperti itu kak,"tanya Ara merangkul lengan Leo, ia sudah tak takut lagi berada di keramaian.


"Karena mereka iri melihat kamu yang cantik seperti Dewi bulan dan aku seperti dewa Yunani,"balas Leo santai seraya mengecup pucuk kepala Ara.


"Dasar tukang narsis,"sungut Ara mencubit pelan pinggang Leo.


"Hehe walaupun narsis begini tapi kamu cinta kan,"bisik Leo di hadiahi ciuman di pipi oleh Ara.


Cup.


"Kita pulang kerumah baru kita yah,"ujar Leo sambil menuntun Ara masuk kedalam mobil Alphard mewah miliknya.


"Kenapa tidak pulang ke mension utama kak?."


"Tidak Ra, mulai sekarang kita akan tinggal di rumah baru hadiah dari papa Jimmy, disana nanti kita tinggal berdua saja dan aku akan menyuruh maid dari mension utama sesekali untuk membersihkan rumah kita, sedangkan untuk urusan masak serahkan kepada ku,"ujar Leo lembut mengelus kepala Ara.


Mobil Alphard mewah itupun nampak mulai berjalan dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota Jakarta yang nampaknya mulai sepi, karena jam menunjukkan 12 malam yang artinya sangat sedikit anak Adam yang masih beraktivitas.


Terlihat sebuah rumah mewah yang sangat indah, banyak pepohonan rindang dan hunga bunga yang bermekaran di sudut rumah, Ara yang melihatnya pun tersenyum cerah, ia sangat menyukai rumah baru nya.



"Ini sangat indah kak,"puji Ara langsung turun dari mobil nya berlari seperti anak kecil yang kesenangan membuat Leo yang melihatnya tersenyum puas.


Kau sangat menggemaskan Ra, ingin rasanya ku kunyah seperti marshmellow batin Leo gemas.


"Kamu suka Ra,"tanya Leo memeluk tubuh Ara dari belakang.


"Iya kak, sangat suka ini benar benar rumah impian Ara dulu, simpel dan elegan,"sahut Ara mengelus tangan Leo yang melingkar di perut nya.


"Ayoo kita masuk dan istirahat terlebih dahulu, besok saja melihat rumah kita secara keseluruhan,"ajak Leo langsung menggendong Ara.


Leo langsung membawa masuk Ara kedalam kamar mereka yang sudah terlihat rapi, seluruh baju Ara nampak berjejer rapi di walk closed bersama dengan baju nya, Ara yang ingin bangkit melihat walk closed namun Leo langsung menahan tubuhnya.


"Kakak juga." Leo langsung membuka baju nya hingga menyisakan celana pendek saja, begitu juga dengan Ara yang membuka blazer nya menyisakan dalaman saja, Leo langsung merengkuh tubuh Ara kedalam dekapannya.


Cup.


"Mimpi indah,"bisik Leo lalu langsung memejamkan matanya terlelap menuju alam mimpi bersama Ara.


Di sisi lain seorang pria sedang berbicara serius dengan pria misterius lainnya, ia nampak terkejut melihat laporan yang di dapat nya, tidak mungkin itulah pikirnya.


"Benar tuan, saya telah bekerja semaksimal mungkin sehingga mendapatkan bukti bukti ini karena pihak hotel tersebut menutup kasus ini sedemikian rapi, karena mereka mendapatkan bayaran yang mahal dari wanita itu,"ujar pria misterius itu.


"Baiklah, nanti aku akan mengirimkan bayaran yang setimpal atas kerja keras mu ini,"balas nya menghela nafas berat.


"Terimakasih tuan."


Seperti nya kisah cinta tuan akan sangat sulit bila rahasia ini terbongkar batin pria itu yang tak lain adalah Bima.


***


"Kakak jam berapa pulang nanti?,"tanya Ara yang mengantarkan Leo ke depan rumah.


"Mungkin nanti malam Ra, karena ada hal penting yang harus segera aku urus nantinya, tapi kamu tenang aja karena aku akan menyuruh mom Nana untuk menemani mu disini,"balas Leo mengecup bibir Ara.


"Jaga diri kakak yah, jangan telat makan,"ujar Ara tersenyum manis.


"Tentu Ra, aku sangat pandai menjaga diri ku, kamu juga yah, kalau ada sesuatu yang kamu butuhkan hubungi aku yah,"balas Leo lembut kemudian langsung masuk kedalam mobil.


***


Bima duduk dengan kaku di hadapan Leo ia tak berani berani menatap wajah tuan nya itu, entah apa yang ia pikirkan namun terlihat jelas bahwa pria yang mempunyai banyak istri itu penuh dengan kekhawatiran, membuat Leo yang melihatnya bingung.


"Kau kenapa Bim?."


"Tidak apa apa tuan,"balas Bima gugup.


"Mana laporan nya Bim aku ingin melihat nya,"tanya Leo tak sabar ingin tahu siapa dalang dibalik penderitaan Ara.


Degg.


"Tuan..itu..


"Mana laporan nya Bim, aku ingin sekarang,"tegas Leo menatap tajam ke arah Bima.


Bima tak dapat mengelak lagi, ia pun langsung memberikan map coklat yang berisikan bukti misteri di masa lalu Ara, Leo menerima nya dengan senyuman kejam ia tak sabar ingin tahu siapa pria hina itu.


Tangan Leo dengan lincah membuka isi map tersebut, namun senyuman kejam yang tadi terlihat langsung hilang tak berbekas, matanya memerah hingga tak terasa air mata nya luruh begitu saja mengalir membasahi pipinya.


"Tuan--,"lirih Bima menatap iba tuan nya.


"Tidak mungkin,"gumam Leo.


**Bersambung.


hihi kakak author balik lagi nih...


hayoo mau lagi gak?? vote 😘🥰


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5.


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**