Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Perusahaan Leo


"Apakah Ara akan sekolah lagi?"tanya Ara dengan suara yang serak habis menangis.


"Tidak, kamu akan homeschooling, biar aku nanti yang mencarikan guru terbaik untukmu,"jawab Leo datar mengelus kepala Ara.


"Apa nanti Ara akan dapat ijazah,"tanya nya lagi menatap lekat wajah Leo.


"Benar, makanya kamu harus mau melanjutkan sekolah mu, percuma kamu nya pintar tapi tidak mau belajar,"sungut Leo membuat Ara kembali menangis.


"Ara bukan tidak mau belajar hiks hiks, tapi Ara takut..apa lagi nanti kalau Ara berjumpa dengan para sepupu Ara yang suka mengejek Ara,"tangis nya dalam pelukan Leo.


"Sssttt, tenanglah ada aku disini okey...mulai besok kamu akan homeschooling di kantor aku okey,"ujar Leo membuat Ara yang menangis bingung.


"Kenapa homeschooling di kantor kakak, bukan dirumah aja,"tanya nya bingung.


"Biar aku bisa ikut mengawasi mu, nanti aku akan menyiapkan ruangan khusus untuk mu,"bohong Leo.


Kau harus ada 24 jam di sisi ku, agar nanti kalau si phoniex lapar bisa langsung makan batin Leo licik.


Sejak malam penyatuan itu membuat Leo bernafas lega, karena untuk pertama kalinya si phoniex mau memuntahkan laharnya lebih dari satu kali, ia bersyukur setidaknya si phoniex tidak butuh jajan di pinggir jalan lagi.


"Terimakasih kak, udah mau peduli sama Ara,"ujar Ara tersenyum manis membuat Leo menyeringai.


"Itu harus ada bayaran nya Ra,"ujar Leo langsung menindih tubuh Ara.


"Bayaran?"tanya Ara polos.


"Iya dan sekarang aku akan mengambil bayaran nya,"ujar Leo langsung membungkam mulut Ara, membuat si empunya terkejut.


emmmmsss.


Malam itu terjadilah untuk keduakalinya si phoniex masuk kedalam sangkarnya lagi, Leo melakukannya dengan lembut namun lama kelamaan menjadi lebih cepat dan kasar, membuat Ara berkali-kali berteriak penuh kenikmatan, akibat sensasi yang di ciptakan oleh si phoniex, hingga tak lama tubuh keduanya bergetar di akhiri lenguhan panjang keduanya.


Leo mencium lembut kening Ara, hal yang tidak pernah ia lakukan pada wanita malam lainnya, biasanya Leo sesudah memberi makan si phoniex maka detik itu juga dia akan mengusir wanita tersebut, tidak peduli bahwa wanita itu lelah, ia membawa Ara kedalam pelukannya hingga dirinya pun ikut terlelap mengikuti Ara masuk ke dalam alam mimpinya.


Pagi menyapa bumi, matahari terbit dari timur, sinarnya memasuki jendela kamar, membuat sepasang suami istri yang terlelap itu membuka matanya perlahan.


"Selamat pagi kak,"ujar Ara serak tersenyum manis.


"Pagi Ra."


Ara langsung bangkit dari tempat tidur, ia ingin berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, karena sesuai perkataan Leo, hari ini dia akan ikut Leo ke perusahaan, selagi Leo menyuruh tangan kanannya untuk mencari guru privat nya, namun Leo langsung bangun menggendong tubuh kecil Ara, membuat si empunya terkejut.


"Kakak,"pekik Ara terkejut mengalungkan tangannya ke leher Leo.


"Kita mandi bersama,"ujar Leo menyeringai membuat Ara ingin menangis karena melihat wajah tampan Leo yang nampak misterius.


***


Wajah Ara nampak cemberut, ia tidak berbicara sepatah kata pun, ia begitu kesal karena Leo kembali menerkam nya dalam kamar mandi tadi, bahkan Leo berhenti karena terpaksa sebab mom Nana memanggil mereka untuk segera sarapan.


"Ra kamu mau apa, biar aku belikan,"tanya Leo mencoba membuat Ara kembali ceria, dan benar saja gadis cantik itu kembali ceria, Ara benar benar mempunyai sifat yang kekanakan, di rayu sedikit langsung senang, membuat Leo yang melihatnya pun ikutan senang karena begitu mudah membuat Ara bahagia.


"Serius, kakak akan mengabulkan apa yang Ara minta,"tanya Ara menatap Leo penuh harap dengan bola mata yang berbinar bahagia.


"Iya, asalkan wajah mu itu tidak di tekuk lagi,"sungut Leo membuat Ara terkekeh geli.


"Iya Ara gak akan tekuk lagi mukanya, tapi kakak janji yah mau menuruti apa yang Ara minta nanti,"ujar Ara membuat Leo mengangguk kepalanya cepat.


"Emang kamu mau apa?"


Hingga tak lama mobil yang mereka kendarai itu berhenti di sebuah perusahaan yang sangat besar, terlihat gedung pencakar langit itu sangat mewah, orang orang berlalu lalang di dalamnya, Ara menatap sekeliling nya dengan senyuman bahagia, lima tahun sudah dirinya tidak keluar rumah, dia kaget melihat banyak perubahan yang terjadi di Jakarta, yang dimana sudah banyak gedung gedung yang mewah.


Ara masuk kedalam perusahaan Leo dengan tangan yang di genggam oleh Leo.


"Perusahaan Kakak sangat besar dan bagus yah, Ara suka,"ujar gadis tersebut yang berumur 21 tahun namun sikap nya seperti anak yang berumur 15 tahun.


"Baguslah kalau kamu suka,"balas Leo tersenyum kecil.


Seluruh karyawan yang melihat Leo dan Ara pun langsung bergosip, karena mereka penasaran melihat Ara yang tangannya di genggam oleh Leo, meski mereka tahu bos mereka itu seorang cassanova tapi Leo bukanlah pria romantis yang menggenggam tangan para wanitanya dulu, Ara lah wanita pertama yang di perlakukan seperti itu.


"Ini ruangan kakak?"tanya Ara langsung masuk kedalam ruangan Leo.


"Iya ini ruangan ku, dan di sebelah sana adalah tempat kamu belajar nanti nya, mungkin lusa akan selesai di renovasi,"terang Leo menunjukkan ruangan khusus yang ia siapkan untuk Ara.


"Makasih kak, Ara sangat senang punya suami kaya seperti kakak,"ujar Ara memeluk tubuh Leo membuat si empunya mencebikkan bibir nya.


"Lalu kalau aku miskin kamu tidak suka begitu,"ketus Leo tak suka.


"Ya begitulah kak, meski uang bukan segalanya tetapi realita berkata segalanya tentang uang,"balas Ara santai membuat Leo menghela nafas berat.


"Ya sudah lah, kamu tunggu di sini karena aku ada meeting, kalau kamu bosan kamu bisa berkeliling dan gunakan kartu ini, agar kamu bisa masuk ke ruangan mana pun, dan bila kamu lapar langsung minta saja ke sekretaris ku di ruangan depan yah,"terang Leo memberikan sebuah kartu berbentuk tanda pengenal pada Ara.


"Baik kak, semangat yah suami ku cup,"balas Ara mengecup pipi Leo membuat si empunya tersenyum senang.


Leo pun langsung keluar ruangan dan menuju ruang meeting, Ara yang berada dalam ruangan nya pun langsung menelusuri seluruh ruangan Leo, ia memilih beberapa buku novel yang tipis, agar memudahkan Ara membaca, setelah membaca buku tersebut Ara mulai bosan karena Leo tak kunjung kembali, hingga ia memilih untuk keluar ruangan dan berkeliling.


Ia tersenyum ramah saat berjumpa dengan para karyawan Leo namu tak satupun yang membalasnya, malahan mereka menatap sinis ke arah Ara membuat Ara menaikkan alisnya sebelah.


"Palingan juga setelah bos bosan dia langsung di campakkan seperti yang sudah sudah,"ketus wanita A.


"Benar, dasar wanita murahan,"sambung wanita B namun tak di gubris oleh Ara karena dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.


Hingga Ara yang berjalan sambil bersenandung tidak sengaja menabrak seseorang.


"Haduh.. maaf,"ujar Ara membantu orang yang di tabrak nya bangun, namun orang tersebut langsung menepis tangan Ara, ia langsung mendongak kepalanya menatap siapa yang berani menabrak nya, mata Ara terbelalak melihat wanita tersebut.


"Ara...


"Se--ly,"lirih Ara terbata bata ketakutan.


**bersambung.


hai kakak maafkan author telat up yah..


karena tiba tiba kuota habis🙏😭😭mau keluar buat isi namun cuaca tidak mendukung 😭😭..


Alhamdulillah setelah hujan reda author langsung isi dan nulis supaya kakak semua tidak kecewa....


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak semua...


like kalian sangat berarti untuk kami para penulis...


"ingatlah barang siapa yang melakukan kebaikan maka Allah akan membalas nya sepuluh kebaikan". oleh sebab itu jangan malas untuk like yah kak🥰🥰karena itu termasuk kebaikan juga...


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**