Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
cebelas bedini Daddy...


"hahahaha bagus sayang...besok besok tinju aja ke langit yah ..kalo nanti Daddy mereka datang dan marahin kalian bilang sama Daddy biar Daddy gepeng mereka jadi rengginang"ucap arka geram...ia ingin tahu anak siapa yang sudah berani mengejek malaikat kecil nya...kalau saja mereka bukan anak anak sudah arka datangin rumah nya...


"yes dad..."jawab mereka serempak...


"Aarin nak besok besok jangan kasar gitu lagi yah...tidak baik perempuan bersikap kasar..boleh jika Aarin memukul nya namun bila teman nya Aarin juga memukul Aarin duluan yah sayang... mommy ingin anak anak mommy jadi anak anak yang baik...oke"nasihat putri tersenyum lembut...berbeda dari arka yang mengajarkan kejahatan di balas kejahatan maka putri sebaliknya...ia tak ingin anak nya bersikap kasar terkecuali lawannya dulu yang memulai...


"otte myy"Jawab Aarin menunduk ia merasa bersalah pada sang mommy...sedangkan arka senang melihat putri mendidik Aarin menjadi anak yang lembut namun juga kesal karena putri terlalu baik...bagi seorang arka hanyalah kehancuran yang di dapatkan musuhnya..tapi berbeda bagi putri yang selalu memberikan kesempatan bagi lawannya untuk berubah..


"ya sudah sekarang kalian tidur yah...karena besok sekolah"ucap putri lembut..


"aalin na mahu tidull with momie...boyeh myy"pinta Aarin penuh harap ia menatap putri dengan mata puppy eyes nya sehingga membuat putri tak tega...


"tentu boleh sayang...Aaron juga boleh tidur sama mommy"jawab putri senang kemudian ia menatap Aaron yang juga ikutan senang...sedangkan arka langsung berubah gelisah..ia tak ingin tidur dengan anak anaknya karena dia tidak bisa meminta jatah...


"sayang...."rengek arka bergelayut manja di lengan putri sehingga membuat putri kesal..


"cuma semalam honey...bukan sebulan"ucap putri kesal karena ia tahu arti dari rengekan arka..sedangkan Jimmy dan Lisa langsung tersenyum puas melihat wajah anak tengil nya yang berubah cemberut..Jimmy dan Lisa berjalan bergandengan tangan membisikkan sesuatu ke telinga arka..


"hahaha emang enak si Joni mu tidak makan malam ini"bisik Jimmy pelan..


arka yang mendengar ejekan sang papa pun rasa rasanya ingin menangis sungguh 3 bulan dirinya menikah dengan putri tak sekalipun si Joni libur terkecuali di awal pernikahan...bahkan saat putri sakit pun mereka melakukannya walaupun pelan pelan..


***


dan disinilah mereka sekarang putri tidur di samping kanan dan arka di samping kiri sedangkan twins A di tengah tengah...


"Daddy kok...mata na cepelti Olang Ndak Bisha tidull...Daddy ladi mikilin apa cih"tanya Aaron yang melihat raut wajah arka nampak gelisah...ohh Aaron...kamu tidak tahu bahwa sang Daddy gelisah karena burungnya sudah waktunya minta makan...


"tidak apa apa sayang...tidurlah..cepat tidur biar besok shubuh nya cepat"ucap arka lain di hati


biar Daddy bisa cepat minta jatah batin arka licik


"yes dad...but aalon na mahu puk puk"ucap Aaron membuat arka senang ia langsung semangat mem puk puk pantat Aaron...


sedangkan aarin dari rasa tangan kecil nya mengusap perut sang mommy nya yang buncit...ia begitu senang dikala mengingat ucapan sang mommy bahwa tak lama lagi dirinya akan mempunyai adik lagi...ia sangat ingin punya banyak adik karena hasutan Arka...setiap harinya jika mereka bersama tanpa sang mommy arka langsung meracuni pikiran anak nya untuk meminta adik yang banyak pada mommy..


flashback


"sayang...kalian mau punya adik gak"tanya arka sedang bermain di taman bersama twins A..


"mahu dad"jawab mereka semangat...


"makanya kalian harus sering sering minta sama mommy yah...minta adiknya 9 atau 11 oke biar nanti kalian bisa main bola bareng"ucap arka tersenyum licik..


"cebelas gini dad"jawab aarin mengangkat dua jarinya berbentuk Selca..


"itu dua sayang"ucap arka


"ini cebelas dad"bantah Aarin..


"butan dad...cebelas na bedini...Daddy jimana cih..."ucap Aarin tetap kekeh sehingga membuat arka kesal dan memilih bertanya kepada aaron..


"sayang ayo itu Anka berapa"tanya arka pada Aaron yang sedari tadi cuma diam...ia bertanya pada Aaron karena ia yakin bahwa Aaron akan membelanya karena Aaron lebih genius daripada Aarin..


"itu butan angka dad...but itu na jali aalin"ucap Aaron santai membuat arka semakin kesal melihat tingkah twins A yang sangat menjengkelkan...ia seperti berhadapan dengan dirinya di waktu kecil..


"huff...baiklah terserah kalian...jadi intinya kalian harus sering sering minta adik sama mommy oke...biar kita bisa main bola nantinya..."rayu arka..


"otte dad..."jawab mereka serempak membuat arka tersenyum puas


flashback off


"mommy dedek bayi na Tapan teluall na...aalin Penen tepat tepat main Tama dedek bayi na"tanya Aarin menatap putri..


"insya Allah 8 bulan lagi sayang..doakan saja supaya dedek bayi nya sehat yah"ucap putri tersenyum lembut karena ia bersyukur melihat tingkah Aarin dan Aaron yang sangat dewasa...mereka tak nampak cemburu seperti anak anak umum nya...bahkan tak jarang mereka memijit kaki putri bila melihat putri nampak kelelahan...mereka benar benar menjaga sang mommy dengan baik seperti, yang perintah sang Daddy..


"aaminn myy..."ucap Aarin dan langsung bangun mengahadap perut putri yang nampak buncit padahal baru hampir satu bulan namun sudah nampak buncit..


"dedek bayi na baik baik dicana yah...Janan nakal nakal nanti tatak shunat Bulung na...dan untuk dedek Pelempuan na tunduin tatak yah...nanti Ita belajal main doktel doktel na"bisik Aaron pelan namun putri masih bisa mendengar nya sedang kan Aaron sudah tertidur dan arka juga ikut terlelap karena ia terlalu lelah hari ini...ia bahkan lupa memberi makan burung nya..


"otte tatak aalin"ucap putri menirukan suara anak kecil..


"yasudah sekarang Aarin tidur yah sudah malam...nanti subuh nya biar gak telat"


"shiap myy"..


mereka tidur dalam ketenangan...hingga di tengah tengah malam...putri merasakan sesuatu menindih tubuhnya..dan ia terkejut disaat membuka matanya melihat arka sedang menguasai tubuhnya..


"honey"panggil putri pelan agar tidak membangunkan twins A..


"si Joni lapar sayang"ucap arka tanpa menghentikan permainannya..dan terjadilah pada malam itu si Joni masuk sangkar yang puluhan kalinya..mereka melakukannya dengan hati hati agar twins A tidak bangun karena merasakan gempa lokal tersebut...


dasar si Joni rakus😡


*bersambung*


**hai kakak... author up lagi nih...


mana dong hadiah nya buat twins A..


dan jangan lupa yah kakak mampir ke novel ku yang berjudul aku putri mu ayah...


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️🙏**