
Leo duduk dengan kaki yang bergetar di depan penghulu dan juga dr Malik, apa lagi melihat tatapan penuh misteri yang di berikan oleh para sahabatnya seolah olah mengatakan, jangan coba coba menggagalkan pernikahan, jantung nya tak berhenti berdetak kencang, keringat dingin membasahi dahinya, ia tak henti-hentinya berdoa dalam hati agar pernikahan nya gagal.
tuk
tuk
tuk
Suara high heels mengetuk lantai membuat semua orang menoleh ke arah si pemilik high heels tersebut, semua mata memandang kagum ke arah seorang gadis cantik berbalut kebaya yang dirias natural, memakai lensa mata berwarna coklat emas menambah aura kecantikan yang di keluarkan nya, mata Leo terpaku menatap gadis tersebut yang tak lain adalah Ara.
"Kau lihat, istrimu itu sangat cantik dan menawan, nanti setelah akad kau tidak harus menunggu selesai acara, langsung saja bawa dia ke kamar, dan buat lah cucu yang banyak untuk papa,"bisik James yang duduk di samping nya membuat Leo tanpa sadar mengangguk kepalanya cepat.
"Iya pa..eh.."ucap Leo terkejut karena baru menyadari perkataan nya, membuat James tersenyum mengejek ke arahnya.
Dito menggandeng tangan Ara menuntunnya duduk di samping Leo, mungkin bila gadis lain ia akan di dampingi oleh orang tuanya namun berbeda dengan Ara yang meminta Dito untuk mendampingi nya.
Ara menunduk kepalanya tidak berani menatap ke arah Leo, antara gugup dan malu membuat nya meremas rok nya.
"Sudah bisa di mulai,"tanya penghulu.
"Sudah."
Leo menarik nafasnya dalam dalam, kemudian ia mengeluarkan secara perlahan, penghulu langsung menjabat tangannya.
"Rileks saja nak, jangan terlalu gugup,"ucap pak penghulu membuat Leo tersenyum masam, karena bukan hanya kaki nya yang bergetar tapi tangannya juga.
Leo tak sengaja melirik ke arah Arka dan Kemal, matanya membulat sempurna melihat Kemal yang melingkar kan jari nya sehingga membentuk angka nol sedangkan jari Arka langsung masuk kedalam, tak lupa juga ia melirik ke arah Dimas yang mengeluarkan tablet nya dan mengetik kata 'unboxing' membuat Leo menggertak gigi nya.
Kurang ajar batin Leo geram.
"Ananda Leonardo Dicaprio saya nikahkan engkau dengan Rara Kinara Sanjaya binti Malik Sanjaya dengan mas kawin 28 gram, satu rumah mewah serta seperangkat alat sholat di bayar tunai."
"Saya terima nikahnya Rara Kinara Sanjaya binti Malik Sanjaya dengan mas kawin 28 gram, satu rumah mewah serta seperangkat alat sholat di bayar tunai."Leo mengucapkan akad dengan lancar dan lantang, meski kegugupan menghampiri relung hatinya.
"Bagaimana saksi sah?"
"Sah."Arka, kemal, Dito dan juga Dimas langsung berteriak lantang, mereka semua tersenyum puas disaat melihat mata Leo yang berkaca-kaca seperti lampu taman yang ingin segera pecah.
Game over semua nya phoniex, kau sudah tidak bisa jajan di luar lagi batin Leo menangis.
"Silahkan pengantin wanita mencium tangan suaminya, begitupula pengantin pria mencium kening istrinya."
Ara dengan tangan bergetar karena gugup dan takut mencium lembut punggung tangan Leo, begitu juga dengan Leo ia menahan tekuk Ara, ia mencium lembut kening Ara namun..
harum ini seperti....batin Leo
Leo menatap lekat wajah Ara, membuat si empunya merona karena wajah Leo sangat dekat dengan wajahnya, ia dapat mencium bau mint dari mulut Leo.
puk
"Kalau sudah kebelet langsung ke kamar aja, biar papa yang menjamu tamu, karena tamunya pun tidak banyak,"bisik James menepuk pundak Leo, Ara yang mendengar bisikan James pun langsung merona malu.
"Apaan sih pa, siapa juga yang mau buat anak,"ketus Leo tak suka.
Acara pernikahan dadakan terkesan sederhana tersebut berjalan dengan lancar, Arka dan yang lainnya ingin mengucapkan selamat pada Leo namun mereka mengurungkan nya disaat Leo menatap kesal ke arah mereka, namun Arka tersenyum penuh arti ke arah Leo membuat Leo merinding.
Apa kau berencana memberikan ku obat cap badak Ar? batin Leo.
"Ayo kita mengucapkan selamat untuk Leo,"ajak Arka pada para sahabatnya itu.
"Kau tidak lihat Ar, dia menatap kita seolah olah ingin menelan kita hidup hidup, sebaiknya kita jauhi dia untuk sementara waktu,"sergah Kemal menahan Arka.
"Selamat bro, akhirnya kau menikah juga,"ujar Arka ingin memeluk Leo namun Leo langsung mendorong Arka.
"Gak usah meluk meluk,"ketus Leo cemberut membuat mereka terkekeh.
"Cih mentang mentang udah ada yang punya peluk pun tidak boleh,"sindir Arka membuat Leo memutar bola ma jengah nya.
"Sudah sana pergi, aku tidak butuh ucapan selamat dari kalian,"usir Leo pada Arka dan yang lainnya.
Arka berjalan mendekati Ara, ia tersenyum kecil ke arah nya.
"Hay adik ipar kamu pasti lelah kan, ini aku kasih vitamin untuk kamu, biar tubuh mu lebih segar setelah meminum nya,"ujar Arka menyeringai memberikan botol obat pada Ara, mendengar hal tersebut Leo langsung membulat kan matanya sempurna.
"Terimakasih kak...
"Arka, panggil saja kak Arka karena aku adalah sahabat suami mu sekaligus kakak sepupu mu Dito,"ucap Arka ramah.
"Baik kak Arka,"jawab Ara tersenyum manis.
Selama acara berjalan, tak sekalipun Leo berbicara dengan Ara begitu juga sebaliknya, mereka hanya menyalami tamu yang datang saja, namun tak sengaja Leo melirik ke arah Ara yang terlihat memijat kakinya.
"Kamu lelah,"tanya Leo datar.
"Enggak kak, cuma kaki Ara pegal, terus kepala pusing sama perut lapar ditambah Ara haus terus rasanya pengen mandi b rendam pakai air dingin,"seloroh Ara membuat Leo tersedak ludahnya.
Dasar aneh, di tanya lelah malah curhat jadinya batin Leo menggeleng kepalanya.
"Tidak baik berendam pakai air dingin di jam segini, karena ini sudah jam 7 malam,"ujar Leo tanpa menoleh ke arah Ara.
"Tapi kata kak Dito Ara harus berendam dengan air dingin karena nanti ada kakak yang hangatin tubuh Ara,"jawab nya polos dan jujur membuat Leo langsung terbatuk-batuk mendengar nya.
"uhuk uhuk...kau..,"
"Kakak kenapa? apa kakak sakit,"tanya Ara panik mengelus punggung Leo membuat si empunya meremang, Leo menatap sayu ke arah Ara karena si Phoenix tiba-tiba on.
Shittt kenapa kau langsung on padahal dia tidak membelai mu seperti yang lainnya batin Leo frustasi.
tuk
"Aku tidak apa apa,"jawab Leo menepis tangan Ara sehingga membuat mata si empunya langsung berkaca-kaca.
"Maaf,"lirih Ara menunduk membuat Leo menghela nafas panjang.
Inilah yang aku tidak suka dari wanita, dikit dikit sedih, dikit dikit nangis dasar lemah batin Leo
"Ayo ke kamar,"ajak Leo menggandeng tangan Ara, mendengar hal tersebut Ara langsung ceria.
"Ayo.."balas Ara menggenggam erat tangan Leo.
sebentar lagi Ara akan buat cucu yang banyak untuk ayah supaya ayah tidak marah lagi sama Ara batin nya senang.
**bersambung
hi kakak author up lagi nih...
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kak...
tinggalkan jejak dengan menjadi pembaca Budiman 😘
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**