Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Mengusir Anna


Suasana di kediaman keluarga Li menjadi lebih hidup sejak kedatangan si kembar. Tuan Li jarang pergi ke kantor dan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama kedua cucu kembarnya.


Pria setengah baya itu tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya ketika dia tahu jika ternyata dirinya telah menjadi Kakek.


Saking bahagianya, sampai-sampai Tuan Li tak memberikan kesempatan kepada Zian maupun Nara untuk bersama kedua buah hati mereka. Bahkan Tuan Li tak memberi ijin kepada si kembar untuk memiliki kamar sendiri. Mereka harus tidur bersamanya.


"Pa, sampai kapan kau akan menguasai mereka berdua? Mereka itu anak-anakku, Kenapa kau tidak memberikan kesempatan padaku untuk bersama mereka?" Zian melayangkan protesnya pada Tuan Li.


"Tapi mereka berdua adalah cucu-cucu, Papa. Dan dibandingkan dirimu, tentu saja Papa yang lebih berhak atas mereka berdua!! Dan sebagai yang lebih muda, seharusnya kau itu mengalah pada yang tua!! Dan dimasa senja, biarkan Papa berbahagia." Ucap Tuan Li panjang lebar.


Zian menghela nafas panjang. Memang lebih dirinya baik mengalah saja, karena jika diteruskan sampai besok pagi pun perdebatan diantara mereka tak akan selesai. Kemudian Zian melenggang pergi meninggalkan kamar ayahnya.


Tiba-tiba Zian menghentikan langkahnya dan menatap sekilas pada si kembar yang sudah tertidur pulas di tempat tidur super besar milik ayahnya. Kemudian Ia melanjutkan langkahnya sambil menggelengkan kepala.


.


.


"Kau membuat coklat panas untuk siapa?"


Anna menghampiri seorang pelayan yang sedang membuat coklat panas di dapur. Kemudian pelayan itu menoleh dan membungkuk pada Anna. "Untuk, Nyonya Nara. Tuan Zian, yang meminta saya membuatkan coklat panas untuk Nyonya Nara."


"Oh, kalau begitu biar aku saja. Kau lanjutkan saja pekerjaanmu!!" pinta Anna.


"Tapi, Nyonya!!"


"Tapi apa? Kau berani melawanku? Kau ingin pergi pecat?" Ancam Anna.


Pelayan itu pun menggeleng. "Saya tidak berani, Nyonya." Kemudian dia menyerahkan pekerjaannya pada Anna dan melenggang pergi. Dia terlalu takut untuk melawan.dia, Karena bagaimanapun juga posisi Anna jauh lebih tinggi darinya.


Diam-diam Anna memasukkan sesuatu ke dalam coklat panas itu sambil tersenyum miring. Di rumah ini tidak boleh memiliki dua nyonya, karena hanya ada satu nyonya yang bisa berkuasa dan itu adalah dirinya. Untuk itu, dia akan menyingkirkan Nara dari rumah ini untuk selama-lamanya.


"Akan ku pastikan jika malam ini adalah malam terakhirmu di rumah ini!!" Anna menyeringai sambil menatap botol kecil yang ada di tangannya. Botol itu telah kosong karena seluruh isinya sudah iya masukkan ke dalam coklat panas tersebut.


"Oh ya, kenapa kau begitu yakin bisa mengusirku dari rumah ini?!" sahut seseorang dari belakang.


Anna terkejut mendengar suara sedikit familiar itu. Sontak ia menoleh dan mendapati Nara berdiri diambang pintu sambil melipat kedua tangannya. Sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk seringai tipis. "Sejak kapan kau berdiri di sana?!" tanya Anna dengan gugup.


"Sejak kau memasukkan bubuk racun itu ke dalam minumanku!!" jalan Nara. Kemudian Nara menghampiri Anna lalu mengambil coklat panas tersebut dan menyerahkan pada wanita itu. "Minum!!"


Anna menatap Nara yang memberi kode padanya agar meminum coklat panas tersebut. Anna menggeleng. "Aku tidak mau!! Minum saja sendiri!!" pinta Anna dan pergi begitu saja. Namun langkahnya segera dihentikan oleh Nara dengan menahan pergelangan tangannya.


"Mau kabur kemana kau, Ibu mertua?!? Aku memintamu untuk meminumnya, jadi cepat minum!!" pinta Nara lagi, kali ini lebih terdengar seperti paksaan.


Anna menyentak gelas yang Nara sodorkan padanya hingga jatuh kelantai dan gelas itu pun hancur menjadi kepingan-kepingan kecil yang berserakan di lantai.


Zian yang tidak sengaja mendengarnya pun segera berlari ke dapur untuk melihat apa yang terjadi.


Zian terkejut melihat banyak pecahan beling berserakan dilantai. "Ada apa ini?" tanya Zian sambil menatap keduanya bergantian.


Melihat kedatangan Zian tak lantas disia-siakan begitu saja oleh Anna. Ia menghampiri putranya itu dan memeluknya sambil menangis tersedu-sedu.


"Huhuhu!! Zian, selamatkan Mama dari wanita itu. Dia berencana untuk membunuh Mama dengan menuangkan racun ke dalam minuman. Beruntung Mama peka sehingga rencananya gagal total. Zian, wanita itu sangat berbahaya, kau harus segera mengusir dia pergi dari sini!! Keluarga ini dalam bahaya" ucap Anna panjang lebar.


Nara tersenyum sinis melihat kelakuan Ibu mertuanya. Bisa-bisanya dia bersikap seolah-olah dia itu adalah korban. Padahal dia itu adalah tersangka. Dan bodoh jika Zian percaya padanya.


"Kau mengatakan omong kosong!! Karena CCTV ini tidak bisa berbohong!!"


Zian menunjukkan sebuah rekaman CCTV yang merekam semua perbuatan Anna. Mulai dari dia mengusir pelayan sampai memasukkan racun ke dalam coklat panas milik Nara. Ponsel Zian terhubung langsung pada CCTV tersebut sehingga dia bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.


"Masih mau memberikan alasan apa lagi kau?!"


"Zian, kau~!!"


"Segera kemasi semua barang-barangmu dan angkat kaki dari rumah ini. Karena rumah ini tidak bisa menerima wanita seperti ini!!"


-


Bersambung.