Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Ditolak mentah mentah


"Inshaf.. inshaf.. benell kata glandma kalo laki laki itu...Sulaiman buaya,"ketus Aarin cemberut duduk di samping Bryan.


"Siluman Aalin... Sulaiman itu Koki di lumah kita..,"ralat Aaron tanpa menoleh kearah Aarin karena mata hazel nya terpaku menatap wanita cantik di depan nya.


"Tutup mulut mu Aaron, kalau tidak ingin lalat masuk kedalam mulut mu,"ujar Brayen membuat Aaron tersadar.


"Eum, hai Tante tantikk,"ucap Aaron tersenyum manis membuat wanita tersebut gemas.


"Hai juga sayang, nama kamu siapa?"


"Shayang..,"gumam Aaron tersipu dan salah tingkah sehingga bersembunyi di ketiak Aarin.


"Aalin, Tante tantik na panggil shayang,"bisik Aaron membuat Aarin kesal, karena tingkah Aaron yang malu malu, padahal tadinya Aaron berniat menggoda wanita tersebut namun giliran wanita itu membalas godaannya membuat Aaron langsung salting.


"Ish Aalon, ayo Shana godain Tante tantikk, Janan malu malu bedini...kayak cewek aja,"balas Aarin mendorong tubuh Aaron hingga terlepas dari ketiak nya.


"Ekhm...nama ku Aalon Tante, tapi kalo Tante mahu panggil Aalon pangelan Juda Ndak apa apa..,"ucap Aaron dengan tampang cool nya.


"Yasudah Tan, panggil aja dia pangeran kodok,"ejek Brayen membuat mereka semua tertawa sedangkan Aaron memanyunkan bibirnya karena kesal.


"Hahaha, haduh kamu kenapa lucu sekali sih, bikin gemes aja,"ucap wanita itu mencubit lembut pipi Aaron.


"Tante jangan di cubit nanti pipi nya semakin bulat shepelti bakso...di cium aja yah,"tawar Aaron membuat wanita tersebut tak tahan lagi dan langsung menghujani ciuman di wajah Aaron.


"Aalin,, pipi Aalon di tium Tante tantik...jantung Aalon mahu loncat keluall,"bisik Aaron membuat Aarin jengah.


"Kalo loncat ya tinggal tangkap Aalon.."


Sedangkan di sisi lain ada Bilqis yang berjalan menuju ke arah mereka seraya membawa nampan kue, ia tersenyum senang ketika melihat sahabatnya asik mengobrol dengan twins AB.


"Makanan datang,"ucap Bilqis tersenyum ceria.


"Hole...makan,"pekik Aarin langsung berubah ceria.


"Dasar Aarin, giliran makan dia langsung ceria,"ejek Bryan membuat seseorang kesal.


"Bry diam kau, sebelum Aarin marah dan menyunat burung mu,"ujar Brayen membuat Bryan langsung diam di tempat, untung saja Aarin tidak sempat mendengar ejekan Bryan kalau tidak entah hukuman apa yang ia dapatkan.


"Terimakasih Bray, udah ngingetin aku,"balas Bryan elus dada.


"Kalian baru sampai sayang,"tanya Bilqis seraya meletakkan beraneka cookies dan susu di atas tikar tempat mereka duduk.


"Iya ma, kami baru datang,"balas Aarin mencium punggung tangan Bilqis di ikuti oleh Aaron.


" Kalian sudah kenalan dengan sahabat mama?"tanya Bilqis membuat mereka menganggukkan kepalanya.


"Tapi kami endak tahu nama Tante na ma,"jawab Aarin polos.


"Nama Tante cantik ini adalah Sofi, Tante ini sahabat mama yang berada di Prancis." Sontak Aarin dan Aaron yang mendengar nama Sofi langsung membeku, dan saling bertatapan.


Oh tidak pikiran mereka berdua ternyata satu haluan, apakah Sofi yang di depan mereka sama seperti Sofi yang mereka temui tadi siang, Aarin tertawa cekikikan melihat wajah Aaron yang berubah menjadi pias, ia yakin bahwa kakak nya itu pasti dilanda rasa gelisah, apalagi mengingat Sofi menciumi wajah nya bertubi-tubi.


Mereka semua menatap aneh kearah Aarin dan Aaron yang langsung terdiam setelah mengetahui nama Sofi.


"Kalian tidak apa apa sayang,"tanya Bilqis khawatir.


"Ekhm ma, apakah Tante Sofi na bidadali sulga or bidadali nelaka?"tanya Aaron gugup membuat Sofi yang sedang minum langsung tersedak.


"Apa maksud kamu sayang?"tanya Bilqis bingung.


"Maksud na Aalon, Tante Sofi itu cewek apa cowok ma..kalena tadi ada temen na Daddy nama na juda Sofi..but tiba tiba belubah menjadi Sofyan,"jelas Aarin membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha, Tante Sofi ini cewek original sayang, bukan cewek KW, kalian tenang aja,"terang Bilqis mengusap sudut matanya yang berair akibat tertawa.


Aaron langsung bernafas lega dan mengelus dadanya, ia bisa tenang karena wajah tampan nya tidak sampai ternodai 2 kali oleh bidadari neraka.


"Nama kamu siapa girl,"tanya Sofi mengelus kepala Aarin.


"Aalin Tante,"jawab Aarin tersenyum manis.


"Hai Aarin kamu kenapa cantik banget sih."


"Kata glandma Aalin tantikk kalena banak uang Tante,"jawab Aarin polos karena itu yang dikatakan Lisa padanya, bahwa uang yang membuat wanita cantik karena ada uang maka ada perawatan, tidak ada uang maka yang ada jerawatan.


Sofi menggelengkan kepalanya mendengar jawaban Aarin, ia yakin grandma nya Aarin orang yang sangat jujur.


"Sudah sudah...nanti bicara lagi, ayo kita makan dulu,"ajak Bilqis membuat mereka semua langsung diam dan fokus pada makanan nya masing-masing.


"Nanti Aarin sama Aaron mau tidur satu kamar dengan Brayen dan Bryan atau tidur di kamar lain?"tanya Bilqis setelah selesai memakan cookies nya.


"Satu kamar sama kami aja ma, biar kami ada temen cerita,"usul Bryan.


"Emang Brayen bukan teman cerita kamu sayang?"tanya Bilqis bingung.


"Ck, Brayen tiap malam kerjaannya cuma main game ma dan sesekali ia melihat foto Aarin atau foto Tante Ara, hingga terkadang dia sampai tertidur sambil memeluk hp nya,"sungut Bryan membuat wajah Brayen langsung memerah menahan malu dan kesal, karena mulut Bryan yang sering kali berbicara mulus dan lurus seperti jalan tol.


Bilqis yang mendengarnya pun tersenyum senang menggeleng geleng kepalanya, ia benar benar tak habis pikir melihat tingkah Brayen yang sangat bertolak belakang dengan Kemal.


"Kamu suka sama Aarin atau Tante Ara sayang, ayo jawab yang jujur, karena ada Aarin juga disini loh,"tanya Bilqis membuat Aarin langsung menoleh ke arah nya.


Sungguh Brayen tak tahu menjawab apa, ia dilanda kebingungan, gugup, dan juga malu, karena semua mata memandang serius ke arah nya.


Ia mengumpat kesal Bryan di dalam hatinya karena saudaranya lah membuat dirinya dalam posisi seperti ini.


"Tentu pilihan Brayen adalah Aarin ma,"jawab Brayen mantap menatap serius mama nya.


"Kalau Aarin suka gak sama Brayen?"tanya Bilqis membuat Aarin langsung menatap ke arah nya.


"Aalin shuka na shama Blyan,"jawabannya polos.


Deggg


"Ku menangis....,"teriak seseorang membuat mereka semua menoleh ke arah pemilik suara tersebut.


**Bersambung.


hai kakak author balik lagi nih..


hayoo siapa yang pernah di tolak seperti Brayen🤭🤣


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**