
bantu author buat dapat juara di ajang anak genius yah kakak dengan cara like coment vote dan beri rating 5 sebanyak banyaknya yah🙏❤️🥰
"ayo nona kita pulang, karena hari sudah mau malam"ucap om Yogi ingin membantu Bilqis berdiri, namun Bilqis masih enggan beranjak.
"ayo nona, bangun!! kita pulang karena hari sudah malam"ucap om Yogi sekali lagi berusaha bersabar.
"hiks hiks, bagaimana Bilqis mau bangun sedangkan hati Bilqis sakit bagai tersambar petir di tengah malam, dan juga tubuh Bilqis berat bagai tertimbun longsor hiks hiks"teriak Bilqis kesal membuat om Yogi habis kesabarannya.
ia langsung menggendong Bilqis ala bridal style, membuat Bilqis memberontak dan mengigit dada om Yogi, namun om Yogi seakan tak merasa sakit, Bagaimana tidak karena dada nya sangat kencang dan berotot.
"lain kali saya tidak akan membiarkan Nona lolos lagi dari jangkauan saya, dan juga saya akan pastikan setiap pergerakan nona di ketahui oleh tuan besar"tegas om Yogi dingin memangku tubuh kecil Bilqis, karena kalau sampai ia tidak memangku nya bisa bisa Bilqis kabur lagi seperti tadi, Bilqis yang mendengarnya pun sontak membulat sempurna matanya, karena ia tahu seperti apa ancaman om Yogi, bila ditanya dia takut kepada ayah nya atau om Yogi, maka jawabannya adalah om Yogi.
"ihhh oom galak banget sih, pantas aja oom jomblo dari dulu"ketus Bilqis kesal memukul keras dada berotot om Yogi.
dan saya jomblo karena sibuk menjaga nona 24 jam, jadi bagaimana bisa saya cari pacar kalau lagi enak enak nanti tiba tiba tuan besar telpon saya, karena nona hilang lagi batin om Yogi kesal
ia selalu menjawab semua perkataan Bilqis di hatinya, karena ia tak ingin berdebat dengan Bilqis yang mulutnya seperti cabe setan, yang kalau ngomong gak pernah di filter, membuat orang marah, kesal dan gemes karena tidak bisa marah pada Bilqis, karena wajah Bilqis yang sangat imut.
selama perjalanan Bilqis mencoba berbagai cara agar terlepas dari jeratan om Yogi, namun tak bisa karena om yogi memeluk nya dengan erat bahkan Bilqis tak bisa bergerak sama sekali.
"om bisa tidak kalau peluk Bilqis jangan seperti guling kasur nya om, Bilqis masak cuma bisa nafas aja om"rengek Bilqis mendongakkan kepalanya menatap wajah om Yogi yang menatap tajam ke arah nya.
"ishh kesel deh, kenapa bisa ada manusia tembok seperti om, udah tinggi, berotot, pintar, tampan, tapi sayang orang nya dingin seperti es, tajam seperti silet, dan keras seperti batu"omel Bilqis tak henti hentinya membuat om Yogi geregetan ingin menyumpal nya dengan cabe mercon.
"dan saya juga kesal, kenapa bisa ada manusia seperti nona, yang kecil, imut, manis, tapi sayang orang nya cerewet, punya mulut pedas seperti cabe setan, dan licin seperti belut"balas om Yogi yang kesabarannya mulai menipis,sedangkan bawahan om Yogi yang jadi supir dari tadi mencoba menahan tawanya, karena melihat 2 manusia berbeda spesies itu.
"oom harus tahu, kalau perempuan cerewet itu aslinya penyayang, bayangkan bila dalam suatu hubungan si wanita nya tidak cerewet bisa bisa hubungan itu hitam putih aja, tapi kalau si perempuan nya cerewet hubungan mereka bakal warna warni seperti pelangi, yah walaupun bakal ada hujan juga nantinya"jelas Bilqis membuat om Yogi menaikkan alisnya, ia mendekatkan keningnya ke kening Bilqis hingga menempel.
"apa nona sakit"tanya nya datar, Bilqis yang melihat nya pun menyeringai.
"hahhhhhh"Balqis menghembuskan nafas nya, membuat om Yogi tersentak dan melonggarkan pelukannya, sehingga Bilqis bisa bangkit membuka pintu mobil ingin melompat namun..
hup
om Yogi langsung menarik tubuh Bilqis yang hampir saja keluar mobil.
"Anda benar benar seperti kancil yang cerdik dan belut yang licin nona, lengah sedikit langsung lolos"geram om Yogi memeluk erat tubuh Bilqis, ia segera menurunkan kursi mobil nya ke bawah, sehingga ia memeluk Bilqis seperti guling dan kakinya melilit kaki Bilqis.
"om...Bilqis gak mau pulang hiks"rengek Bilqis menangis kesal, ingin memberontak.
"diam lah nona sebelum saya memasukkan capung kedalam mulut nona"ancam om Yogi dengan jurus jitu nya, membuat Bilqis langsung diam, karena ia sangat fobia pada capung, ia dulu pernah menggoreng capung hidup hidup disaat umurnya 7 tahun, namun capung itu terbang dan mengigit kecil tangan Bilqis.
.om Yogi yang melihat Bilqis diam pun tersenyum samar, ia mengelus pucuk kepala Bilqis dengan lembut, membuat Bilqis nyaman.
sedangkan di sisi kemal, ia duduk termenung di ruang kerjanya, ia mengingat Bilqis yang tersenyum kepadanya, membuat hati kemal senang, tak jarang ia tersenyum sendiri seperti orang yang sedang kasmaran, membuat Dimas dan Arka yang masuk ke ruang kerja kemal khusus di siapkan oleh Jimmy untuk nya pun tak menyadari, akan kehadiran sahabatnya itu.
"dia kenapa Ar, seperti orang kerasukan"bisik Dimas.
"itu bukan kerasukan bodoh, tapi kasmaran, kau tidak lihat pipi nya merona seperti gadis yang habis di pinang saja"balas arka pelan membuat Dimas paham.
mereka berjalan pelan menuju kemal, Hingga arka menepuk pundak kemal.
"astaghfirullah ya Allah, Arka, Dimas!! aku kira kalian setan tahu, masuk tidak beri salam sudah seperti tuyul aja"ketus kemal kesal mengelus dadanya terkejut.
"hehe sorry"ucap keduanya cengengesan, lalu duduk di sofa.
"kau kenapa mal, wajah mu seperti sedang jatuh cinta aja"tanya Arka, membuat kemal pun tak dapat menahan senyumnya, ia segera meninggalkan kursi kebesarannya dan ikut duduk dengan Dimas dan Arka.
"aku tidak tahu Ar, tapi entah kenapa perasaan ini muncul kembali setelah sekian lamanya"ucap kemal tersenyum-senyum mengingat wajah Bilqis.
"siapa wanita itu"tanya Dimas menaikkan alisnya.
"aku malas menceritakan kepada kalian karena takut nya, nanti kalian malah mengejekku"ucap kemal memanyunkan bibirnya.
"tidak akan!! kami tidak akan mengejek mu, tapi kami akan melarang mu atau pun memukul mu bila wanita yang kau sukai itu satu produk dengan Rosa"balas Dimas membuat Arka terkejut, karena ia baru ingat kalau Rosa sudah pulang ke Indonesia, ia tahu itu dari Aarin yang sedari tadi cerewet menceritakan kisah seru nya tentang membasmi nenek sihir, yang ternyata adalah Rosa.
"dia sudah kembali kan mal"tanya Arka datar membuat wajah Dimas langsung berubah dingin, karena ia tahu siapa yang di maksud Arka.
"iya"
"lalu kau mempekerjakan nya sebagai babby SITTER Brayen dan Bryan"lanjut Arka lagi membuat kemal mengangguk kepalanya.
"aku tidak setuju mal"sergah Dimas dingin menatap tajam ke arah kemal.
**bersambung
hai kakak author up nih.
maaf yah telat..
enjoy your time.
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah.
salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**