
Leo terbangun saat tengah malam, entah mengapa tiba-tiba dirinya tak bisa tidur lagi karena sangat menginginkan jus. Perlahan Leo bangkit dari ranjang karena tak ingin membuat Ara terjaga. Di belainya perut rata Ara.
"Twins Abi ingin minum jus ya, sabar dulu ya sayang. Abi mau buat dulu untuk kalian," bisik Leo mengecup perut Ara kemudian langsung keluar dari kamarnya menuju dapur.
Leo yang tak ingin merepotkan orang banyak pun langsung menuju ke dapur untuk membuatkan jus sendiri, namun samar-samar dia mendengar suara seperti orang yang sedang masak.
Siapa malam-malam begini yang memasak di dapur … apakah si Kunti dari mension Arka mampir ke dapurku batin Leo sedikit takut.
Leo mempercepat langkahnya lalu mengintip dibalik pintu dapur, mata Leo langsung membulat, wajahnya memerah akibat menahan tawa ketika melihat penampilan James yang sangat berantakan dengan memakai celemek dan memakai masker.
Cring cring.
Suara minyak yang mendidih di kala James memasukkan ikan ke dalamnya, mulut James tak berhenti berkomat-kamit menggerutu karena bau Pete yang menyengat.
"Pa," panggil Leo membuat James tersentak.
"Eh." Pekik James terkejut ketika mendengar suara Leo.
"Papa kenapa pakai masker," tanya Leo penasaran.
"Lihatlah apa yang papa masak untuk mom mu yang lagi ngidam," ujar James menunjuk Pete dan ikan bandeng yang sudah di potongan tiga bagian.
"Waw … ada pete Leo mau, Pa" Ujar Leo dengan mata yang berbinar seraya menepuk tangannya.
"Sejak kapan kau suka pete Le," balas Leo kaget.
"Sejak Ara hamil, Pa. Entah mengapa Leo begitu suka dengan jengkol dan pete padahal kan Papa tahu bagaimana mual nya Leo dulu kalau melihat dua makhluk hidup itu," balas Leo santai memakan Pete yang masih mentah seperti memakan kacang membuat James menatap jijik ke arahnya.
"Terserah, yang penting kau jangan kentut di depan orang banyak bila habis makan jengkol dan pete karena bisa-bisa kau digebukin massal," ujar James seraya mengangkat ikan bandeng yang sedang masak.
"Hati-hati Pa, jangan terkena minyak karena nanti tangan Papa bisa seperti tangan Kemal yang melepuh terkena minyak saat menggoreng ikan bandeng di masa SMA dulu," seloroh Leo tersenyum kecil ketika mengingat mereka (Arka cs) sering kali menginap di rumah Kemal untuk menemani sekaligus membantu Kemal memeriksa laporan keuangan perusahaan.
"Itu melepuh karena dia tidak mencampurkan tepung ke dalam minyak sebelum memasukkan ikan bandeng," jelas James santai.
"Masakan Papa memang bukan main enaknya sangat berbeda dengan masakan mom" puji Leo ketika merasakan tauco Pete buatan James.
"Hahaha … mom memang tidak pandai memasak dan apa kau tahu dengan cara apa papa membuat mom mu mencintai papa!"
"Dengan apa , Pa."
"Jadi itu maksud dari perut kenyang, hati senang dan rumah tangga pun tenang," ujar Leo menganggukkan kepalanya.
"Wih … papa masak rendang juga untuk mom," tanya Leo berbinar ketika melihat James mengambil rendang yang baru di ambilnya dari lemari.
"Iya … kau mau," tanya James menyodorkan rendang untuk Leo.
Dengan gerak cepat Leo memilih daging yang paling besar dalam rendang tersebut lalu langsung memakannya, namun Leo langsung berlari ke wastafel memuntahkan apa yang dimakannya itu membuat James terkejut.
"Le, kenapa kau memuntahkannya lagi. Apa rendangnya tidak enak," tanya James panik.
"Huek … dagingnya seperti daging busuk Pa, masa lidah Leo langsung pedar ketika menggigitnya," ujar Leo membuat James bingung, kemudian ia melihat potongan daging yang telah digigit oleh Leo.
"Dasar goblok … ini lengkuas bego, kau memakan lengkuas bukan daging, ya jelas lidah mu pedar," umpat James setelah mencicipi potongan yang dikiranya daging dan ternyata itu lengkuas.
"Ya mana Leo tahu Pa, tadi Leo lihat itu yang paling besar dagingnya jadi wajar Leo ambil dan ternyata daging besar itu lengkuas," sungut Leo setelah mencuci mulutnya.
"Nah, rasain kamu sih yang rakus lihat daging yang lebih besar langsung kau ambil, persis seperti orang kampung datang ke kondangan, dipilihnya ayam rendang yang paling besar eh tahu-tahunya malah lengkuas paling besar di dalamnya," omel James membuat Leo mengerucutkan bibirnya.
"Ya sudah Papa mau masuk kamar dulu, kasian mom mu sudah lama menunggu masakan Papa, dan itu sudah Papa sisihkan tauco Pete untuk mu, maaf ikannya tidak papa kasih karena itu permintaan adik mu," balas James lalu berjalan menenteng makanan diatas nampan menuju ke dalam kamarnya lagi.
Leo pun segera membuat jus mangga muda untuknya, karena sedari tadi dia tak membuatnya di depan James karena takut diolok, karena ngidamnya yang berbeda seperti orang-orang hamil lainnya yang dimana-mana buah mangga muda enaknya di rujak tetapi Leo sukanya di jus.
Alhamdulillah Nak, untung kamu tidak mengidam tidur dengan para paman mu seperti paman Dimas dulu, karena kalau tidak bisa jatuh harga diri pria mantan cassanova seperti Abi batin Leo tersenyum manis.
Kemudian dia langsung meneguk jus tersebut hingga tandas setelah itu tak lupa Leo memakan tauco Pete dan nasi hingga habis. Leo lalu kembali ke kamarnya dan menggosok gigi barulah dia kembali tidur memeluk Ara.
**Bersambung.
Maaf author telat up yah kakak🙏🙏🤗🤗🤗🤭🤭
Dan mungkin next bab bakal cepat alurnya jadi jangan kaget karena author kejar target🤗🤗
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah 🙏🤭🤭🥰😘
Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**