Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
pertemuan dua sahabat


arka juga ikut membuka kaca mata hitam nya ia menatap tajam pria yang di depannya itu sedangkan Aaron menatap dingin Brayen begitu pula Aarin menatap dingin Bryan mereka semua sama sama memeluk kaki sang ayah seolah olah mereka sedang mengatakan bahwa mereka sudah membawa super Hero masing masing...


"kau....si Kamelia...."ucap arka terkejut di saat baru menyadari bahwa pria di depannya itu salah satu teman baiknya di kampus dulu...


"dan kau si Rika..."ucap pria tersebut yang ternyata bernama Kamal namun arka selalu memanggil nya dengan Kamalia karena saking akrabnya mereka dulu...


"hahahaha apa kabar"ucap keduanya langsung mengabaikan anak anak mereka yang bingung melihat papa dan Daddy nya...bukankah seharusnya mereka bertengkar lalu kenapa mereka berpelukan...bukan ini yang mereka pikirkan...


"sudah lama kita tidak berjumpa Ar.."ucap Kamal tersenyum senang menepuk pundak arka..


"yah kau lebih dulu meninggalkan kami karena menikah muda..."kesal Arka..


"hahaha maklum si Rambo sudah siap menembak Ar...jadi tunggu apa lagi"ucap Kamal blak blakan membuat arka Senang karena sikap Kamal yang berbanding terbalik dengan nya..


"pa..


"dad..


panggil double twins kepada ayah mereka...sehingga membuat sepasang sahabat yang lama berpisah itu pun baru menyadari kehadiran anak anak mereka...


"oh kesayangan Daddy maaf Daddy lupa...oh ya mal..gue pergi dulu mau cari anak kembar yang berani mengejek anak gue.."ucap arka menggandeng tangan twins A ingin beranjak pergi..


"sama Ar gue juga mau cari anak kembar yang udah berani membuat burung anak tertua ku hampir cedera karena salah urat"ucap Kamal ingin beranjak pergi.


"itu mereka dad/pa"ucap double twins saling menunjuk sehingga membuat sepasang sahabat itu langsung menatap arah tangan anak nya...


"apa"ucap keduanya dan langsung menatap tajam ke arah musuh anak anak nya masing masing...arka menatap tajam ke arah Brayen dan Bryan sedangkan Kamal menatap tajam ke arah Aarin dan Aaron..


"oh...kau yang namanya Belanda yah"ucap Kamal berdecak pinggang langsung menatap tajam ke arah Aarin sehingga membuat Aarin takut...


"kau berani menakuti anak ku mal..."ucap arka dingin menatap Kamal dengan aura permusuhan..


"anak Belanda mu itu yang duluan membuat burung Pipit anak ku salah urat Ar..."sarkas Kamal


"itu ulah anak mu yang bernama Mamat sudah berani mengejek mereka..."balas arka tak terima..mereka seakan melupakan persahabatan mereka


"CK...nama anak anak ku tidak ada yang namanya Mamat...nama mereka berdua adalah Brayen Adam Rahmat dan Bryan Adam Rahmat...kau tahukan Brayen Adam penyanyi legendaris Hollywood aku terinspirasi dari nya"ucap Kamal sombong memamerkan nama indah anak anak nya..


"CK... Hollywood seakan akan anak mu sudah hebat berbicara bahasa Inggris"ketus arka hingga membuat Bryan geram..


"hey...aku bisa Inggris yah"ucap Bryan menghentakkan kakinya di tanah..


"hallahh...paying YESS or no"ucap Aarin tersenyum mengejek


"heyy...look at this...i can sepak inggleshh"ucap Bryan membusungkan dadanya...arka dan twins A yang mendengarnya pun teryawa terbahak bahak...sedangkan Brayen dan Kamal wajahnya memerah menahan malu..


"hahahaha anak mu sangat lucu mal...dia sangat cocok menjadi pelawak dengan rambut jabrik nya itu...hahaha sejak kapan speak berubah menjadi sepak...hahaha perut ku sakit mal"tawa arka pecah memegang perutnya..


"hey...kau jangan sombong Ar...anak ku itu pandai beberapa bahasa cuma Inggris nya sedikit belibet"ucap Kamal mengelak...arka yang mendengar nya pun langsung menghentikan tawanya dan memandang Brayen dan Bryan serius..


"emang bahasa apa saja yang mereka bisa"tanya arka penasaran


"mereka bisa bahasa Batak,Sunda,Aceh,Madura ....kau tidak percaya ...ajarkan mereka boy... keluar kan Batak mu"ucap Kamal menepuk pundak Brayen .


Brayen berjalan beberapa langkah sehingga ia berhadapan dengan twins A...


"horas bah..."


"hollashhh"ucap Aarin memotong ucapan Brayen...ia langsung mengulangi perkataan Brayen secara otomatis..


"bukan hollashh tapi hooorass"ucap Brayen yang reflek mengajar kan Aarin berbicara bahasa Batak..


"hollashhh"


"rrasss"


"lasshh"


"lllll"


"rrrr bukan lll belanda...masak itu aja tidak bisa"kesal Brayen....Kamal yang melihat kekurangan anak anak arka pun menyeringai..


"hahahaha ternyata benar kata Bryan SE jenius apapun anak mu mereka tetap kalah dalam urusan berbicara dengan anak anak ku"ucap Kamal tersenyum mengejek..


"tidak masalah karena seiring waktunya berjalan pasti anak anak ku akan lancar berbicara nya yang penting anak ku lebih genius dari anak anak mu"balas arka santai..


"kau...


ucapan kemal terpotong karena bel sekolah berbunyi menandakan bahwa sudah waktunya masuk..


"sayang sana masuk bel nya sudah berbunyi.."ucap arka lembut kepada twins A..


"oke dad...


cup


cup..


"kalian juga ikutan masuk boy...belajar yang bener dan kamu Bray jangan mengganggu cewek lagi kau masih kecil...papa capek bolak balik ke sekolah karena mendengar laporan bahwa kau sering mengganggu anak gadis orang...dan kau Bryan jaga kakak mu oke"ucap kemal menasehati twins b


"bukan aku yang mengganggu mereka pa...tapi mereka yang mengganggu ku karena aku tampan.."ucap Brayen mengelak...


"CK...aku lebih tampan dari mu Bray..."ucap Bryan tak terima...


"sudah sudah...jangan berantem lagi ..sana masuk sekolah"ucap kemal melerai...


double twins pun langsung masuk ke sekolah meninggalkan sepasang sahabat yang baru saja bertemu...


"aku tak menyangka bahwa bibit mu juga unggul mal..."ucap arka tersenyum melupakan kejadian tadi..


"tentu...bibit ku berasal dari lokal jadi sudah pasti bagus dan berkualitas"ucap kemal sombong..


"CK...kau tidak pernah berubah selalu narsis.."ketus arka kesal...


"haha kau kira aku power ranggers bisa berubah...dan kau kapan menikah kenapa aku tidak tahu"ucap kemal..


"jelas kau tidak tahu karena kau tiba tiba menghilang seperti di telan bumi"


"haha sorry...aku mengalami banyak hal selama ini"ucap kemal tersenyum getir...


"mari kita mengobrol...sudah lama kita tidak berjumpa...aku juga punya banyak cerita"ucap arka tersenyum senang...


"kita ke kafe tempat biasa...oke"


"oke"


mereka pun langsung masuk ke mobil masing masing menuju tempat base camp mereka dulu untuk bercerita mengenai kisah hidup mereka masing masing...


*bersambung*


**haii kakak...


mana hadiah nya buat twins A dan twins b...


setangkai bunga pun boleh...kopi apa lagi..


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah...


dan mampir juga di novel baru ku...


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**