Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Terkuak 3


"Bapak tidak apa apa?,"tanya wanita itu langsung memapah tubuh Leo.


Shitt wanita ular ini menjebak ku batin Leo marah.


"Menjauhlah dari ku wanita gila,"sentak Leo dingin mendorong wanita itu hingga terjatuh ke lantai.


"Apa yang bapak lakukan,"teriak wanita itu marah karena merasa di permalukan oleh sikap Leo.


"Dasar wanita gila, kau pikir aku bakal jatuh kedalam perangkap mu hah, kau menjebak ku agar meniduri mu setelah itu kau meminta pertanggungjawaban dari ku hah,"bentak Leo dengan wajah yang memerah menahan amarah sekaligus menahan hasrat nya.


Wanita itu langsung berubah menjadi ketakutan karena rencananya tercium oleh Leo, ia tak tahu bila Leo bisa sepintar itu.


"Buk--an saya pak,"jawab wanita itu terbata bata.


"Bim hancurkan,"titah Leo dengan nada dingin.


"Baik tuan."


Leo langsung pergi berlari menuju mobilnya, ia langsung menelpon bawahannya untuk segera mencari wanita malam untuk nya.


"Bagus, di kamar berapa dia menunggu ku,"tanya Leo dengan nada berat karena hasratnya sudah sampai di ubun ubun.


"Kamar 162 tuan." Leo langsung mematikan telpon nya, ia segera berlari cepat masuk kedalam hotel star eleven yaitu hotel tempat pertemuan nya dengan wanita gila tadi.


"Ayolah cepat naik,"gumam Leo memencet tombol lift menuju ke lantai 10.


Ting


Leo langsung keluar dari lift ia berlari menuju pintu kamar 162, namun karena mata nya yang sudah buram karena efek obat tersebut pun langsung masuk ke kamar 163, ia tak dapat melihat dengan jelas lagi mungkin dosisnya yang terlalu tinggi.


Cklek.


Kamar tersebut gelap karena minim pencahayaan, namun Leo tak memperdulikan nya, samar samar ia melihat seorang wanita terlelap di atas ranjang membuat senyuman terbit di wajah Leo, ia segera menanggalkan baju nya karena saking tidak sabar nya, Leo langsung naik ke atas ranjang ia mencium rakus bibir ranum wanita itu.


"Kenapa kamu tidak membalasnya,"bisik Leo di telinga wanita tersebut yang tak lain adalah Ara.


Tidak ada jawaban dari Ara membuat Leo kesal, ia langsung membuka penutup sangkar Ara.


"Kau tidak mau membuka mata mu kan, dan juga kau tidak mau berbicara, baiklah aku akan melakukannya secara kasar agar kau dapat berteriak memanggil nama ku 'leo' sebut nama ku nanti honey,"ujar Leo menyeringai langsung memaksa si phoniex masuk kedalam sangkar yang sempit itu.


"Akhh kenapa ini sangat susah." Leo langsung menghentakkan pinggulnya tiga kali sehingga dapat membenamkan si phoniex secara sempurna.


Oh God she's still virgin batin Leo terkejut.


Ia ingin menghentikan permainan nya namun si phoniex belum memuntahkan laharnya, Leo terus memompa hingga ia terkulai lemas di atas tubuh Ara, namun lima menit setelah nya si phoniex langsung on lagi hingga membuat Leo melakukan nya berkali kali.


Leo tidak bermain dengan squishi Ara, ia hanya membuka penutup lapisan bawah dan menciptakan beberapa karya di leher dan juga area squishi Ara, sehingga baju yang Ara pakai masih utuh.


Aku tidak peduli mau kau virgin atau bukan karena ini semua terjadi juga karena salah mu, kau mau menukar perawan mu dengan segepok uang, pasti kau berasal dari keluarga yang kurang mampu sehingga kau melakukan hal hina ini, haha entah mimpi apa aku semalam bisa mendapatkan ikan paus seperti mu batin Leo sinis.


Ia pun langsung terlelap tidur nyenyak di samping Ara, namun di tengah malam tepatnya jam 4:30 Leo terbangun karena ponselnya yang berdering tak henti-hentinya, ia melihat yang menelepon adalah mom Nana.


"Halo mom,"ujar Leo dengan suara yang serak khas bangun tidur.


"Tapi mom...


"Tidak ada tapi tapian, pulang atau mom coret di kartu keluarga,"ancam mom Nana membuat Leo mau tak mau memaksa dirinya bangun.


"Okey okey i Will go home right now,"sungut Leo langsung mematikan telepon nya, ia melihat ke samping dan tanpa sadar bibir nya melengkung ke atas melihat punggung Ara.


Cup.


"Kau wanita yang paling enak untuk si Phoenix"bisik Leo mencium telinga Ara, kemudian ia langsung bangkit memakai baju nya kembali tanpa membersihkan diri terlebih dahulu, ia pun langsung keluar dari kamar Ara.


Ia hanya mengenal aroma vanila dari tubuh Ara, tapi ia tak tahu wajah Ara karena dari semalam ia hanya menikmati permainan nya saja di tambah mata nya sedikit buram dan penerangan yang minim.


Flashback off.


Leo mencium aroma tubuh Ara yang sangat menenangkan baginya, ia kembali mengingat ucapan Bima bahwa kalau bukan malam itu Leo salah masuk kamar, maka Ara juga akan tetap kehilangan mahkota nya karena Sely sudah menyewakan pria untuk merenggut mahkota Ara, Leo walaupun merasa bersalah namun dirinya juga merasa bersyukur karena kehormatan Ara dirinyalah yang mengambil.


Aku harap rahasia ini tetap tersimpan rapi Ra, aku tidak ingin kamu marah, kecewa pada ku, sehingga kamu memilih pergi dari hidup ku, aku tidak mau Ra, aku mencintaimu, sangat mencintai mu Ra, aku berjanji akan menggantikan setiap luka yang aku berikan pada mu dulu dengan kebahagiaan yang tak terlukiskan, sehingga kamu lupa bagaimana rasanya sakit Ra, terimakasih karena sudah mau menerima ku sebagai suami mu batin Leo menangis.


"Jangan tinggalkan aku Ra, i love you,"gumam Leo mengeratkan pelukannya membuat Ara yang pura pura tertidur pun membuka matanya, ia mengelus lembut kepala Leo.


Apa yang sebenarnya terjadi kak? kenapa kakak bersikap seolah olah mempunyai rasa bersalah yang amat besar pada Ara, kakak seperti ketakutan bila suatu hari nanti Ara pergi meninggalkan kakak batin Ara bingung.


***


Pagi menyapa bumi, matahari sudah mulai terbit menyinari belahan bumi di kota Jakarta, Ara terjaga, ia membuka matanya perlahan hingga tatapan matanya tertuju pada Leo yang tidur meringkuk di bawah selimut, dengan gerak cepat Ara membuka selimut yang menutupi tubuh Leo, keringat dingin membasahi dahi Leo, bibir nya pucat di tambah ada jejak air mata di pipinya.


"Ya Allah kakak demam,"pekik Ara terkejut memegang dahi Leo yang terasa sangat panas.


"Kak, kakak bangun,"panggil Ara panik namun tak ada jawaban dari Leo.


Ia langsung mengambil hp nya menghubungi Dito, ia sangat khawatir bila sesuatu yang buruk terjadi pada suami tercintanya.


"Kak Dito cepat ke sini hiks hiks,"ujar Ara tanpa basa-basi.


Kamu kenapa Ra" jawab Dito.


"Kak Leo sakit kak, dia demam tinggi." Terdengar suara hela nafas dari telpon membuat Ara kesal.


"Kakak cepetan kesini, kak Leo lagi butuh kakak,"sentak Ara marah.


"iya iya Ra, kakak kesana sekarang," balas Leo langsung mematikan telepon nya.


**Bersambung.


hihihi author balik lagi ni..


hayoo mana vote nya...


jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**