Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
kebohongan Dito


"Maaf..."


"Apa maksud mu Dit, Alexa baik baik saja kan, iya kan? katakan sesuatu Dit jangan hanya diam..."teriak Dimas menggoyangkan tubuh Dito.


Dito menggepalkan tangan nya, ia menatap lekat wajah menyedihkan Dimas, kemudian ia menghela nafas berat, ia tersenyum paksa sambil menepuk pundak Dimas.


"Iya, Alexa baik baik saja kok, dan putri kalian juga selamat karena Alexa seperti nya ia sangat melindungi anak kalian sehingga kecelakaan tersebut tidak mempengaruhi kesehatan anak kalian walaupun anak kalian prematur 8 bulan 2 hari,"jelas Dito tersenyum paksa namun matanya memerah seperti orang yang ingin menangis.


Mendengar hal tersebut Dimas langsung tersenyum lebar, ia memeluk erat tubuh Dito seraya berkata,"kamu memang selalu bisa di andalkan Dit."


"Lalu apa Alexa sudah sadar?"tanya Arka menatap lekat wajah Dito membuat semua orang pun ikut menatap Dito.


"Alexa akan sadar 2 Minggu lagi, karena ia kehilangan banyak darah, begitu juga dengan luka di kepalanya butuh waktu selama 2 Minggu agar pulih, jadi untuk sementara waktu jangan mengganggu nya dulu, dan bila kalian ingin menjenguk nya belum bisa, karena untuk sekarang hanya Dimas yang bisa menjenguk Alexa,"terang Dito tanpa menoleh kearah Arka.


Apa yang kau sembunyikan Dit batin Arka curiga.


"Apa Alexa koma,"tanya Leo tanpa sadar membuat tubuh semua orang menegang.


"Tidak, Alexa cuma tidur saja, kami menyuntikkan obat kedalam tubuh nya agar tubuhnya menjadi rileks dan cepat sembuh,"tegas Dito cepat.


Arka dan yang lainnya semakin curiga dengan Dito namun mereka hanya mengangguk kepalanya saja.


"Sebaiknya kamu azankan anak mu dulu Dim,"lanjutnya lagi, saat melihat para perawat membawa keluar anak Dimas yang sudah bersih, air mata Dimas langsung mengalir deras ketika melihat anak nya yang berjenis kelamin perempuan persis seperti bayi yang hadir dalam mimpinya, ia mengecup kening putri nya tersebut, kemudian ia langsung menghadap kiblat dan mengazankan putri nya.


Mereka semua ikut menitikkan air mata karena melihat perjuangan Alexa yang mampu melindungi anaknya meskipun dirinya terluka parah, benar kata orang bahwa kasih sayang ibu lebih besar dari apapun, semua ibu di dunia ini rela berjuang antara hidup dan mati guna melahirkan anaknya ke dunia ini, ibu adalah sosok malaikat berwujud manusia yang Allah kirimkan untuk setiap anak Adam di dunia ini.


"Dedek nya cantik, mirip dengan kak Alexa,"puji Bilqis membuat mereka semua tersenyum getir, Bilqis langsung mengambil alih bayi nya Dimas, karena Dimas ingin masuk ke dalam ruangan Alexa.


cklek.


Kaki Dimas terasa ingin segera luruh ke lantai, hatinya bergetar hebat, nafasnya tercekat ketika melihat wanita yang sangat ia cintai terbaring lemah di atas brangkar, di temani selang infus yang menancap di punggung tangan kiri, serta alat medis yang terpasang di mulut serta kepalanya.


Dimas mendudukkan bokongnya di kursi dekat dengan Alexa, tangannya yang bergetar tergerak menyentuh tangan Alexa yang dingin sedingin es.


cup


"hai sweetie, apa kamu bisa mendengar ku sekarang!! kamu tahu kalau anak kita sudah lahir dan wajahnya sangat cantik sama seperti dirimu, tebakan ku sangat benarkan kalau anak kita itu perempuan,"ujar Dimas lembut dengan suara yang serak karena menahan tangis, ia tak sanggup melihat Alexa terbaring lemah begini, andai waktu bisa di putar ia ingin sekali menggantikan posisi Alexa, biarkan dirinya lah yang tertabrak,ia menangis dalam diam sambil memeluk tangan Alexa, kenapa bisa begini ya Allah, bukankah ia baru saja bahagia, lalu kenapa kau rebut kembali.


"Xa, kenapa kamu bisa tidur nyenyak begini sih, apa kamu tidak ingin melihat anak kita hemm, ayolah buka mata mu seperti dulu waktu kamu di Prancis Xa, aku mohon setelah kamu bangun nanti kita akan merawat anak kita bersama sama Xa, sama seperti Arka dan Putri, katanya kamu akan sangat senang nantinya kalau anak kita lahir perempuan, kamu pernah bilang ingin membuat nya cantik seperti mu kan hiks hiks, kamu bilang kamu ingin mengoleksi baju yang berwarna biru Dongker untuk anak kita, kamu ingin mengepang rambut nya bila nanti ia sudah sebesar Aarin, ayolah Xa buka mata mu hiks hiks aku tahu kalau Dito berbohong kalau kamu baik baik saja, aku tahu kalau kamu akan lama bangun nya...hiks..aku tahu...jadi aku mohon kamu bangun Xa, aku gak sanggup bila kamu tidur nya lama hikss,"ucap Dimas menangis tersedu-sedu meremas seprei.


Ia tahu bahwa Dito berbohong kepada nya, ia yakin bahwa Alexa tidak sedang tidur, dia cuma mengangguk kepalanya berpura pura percaya pada perkataan Dito, Dimas bukanlah orang bodoh yang gampang di tipu, ia bisa melihat bagaimana Alexa terkapar mengenaskan di depannya dengan darah yang mengalir dari kepala, telinga, hidung bahkan mulut Alexa juga mengeluarkan darah, namun Allah masih menyayangi anaknya, ia tak melihat darah keluar dari ************ Alexa.


Apa ini ujian lagi untuknya dari Allah, apa sekarang Allah ingin melihat kesetiaan nya dalam menunggu pujaan hatinya sadar, sungguh ia adalah pria yang lemah bila bersangkutan dengan wanita yang ia cintai sama seperti kehilangan Alana dulu, namun ini lebih sakit karena cinta Dimas kepada Alexa sudah cinta mati yang artinya ia rela mati untuk Alexa.


Benar kata para ulama bila kita terlalu mencintai sesuatu melainkan Allah maka kita akan di uji dengan apa yang kita cintai itu, termasuk Dimas yang sangat mencintai Alexa.


"Xa ayo bangun, katanya kamu mau berhijab bila sudah melahirkan, sekarang kamu sudah melahirkan jadi ayo buka mata mu, aku akan membeli semua pakaian di lengkapi hijab yang mahal dan cantik untukmu, katanya mau hijrah, gak mau sholatnya bolong bolong lagi terus sekarang kenapa kamu malah tidur hemmm,"lirih Dimas dengan pandangan kosong menatap ke arah Alexa.


Ia kembali mengingat 2 Minggu yang lalu disaat mereka selesai sholat subuh berjamaah, Alexa mengutarakan niatnya pada Dimas yang ingin berhijab, membuat Dimas yang mendengar nya sangat senang.


Namun sekarang Dimas merasa sangat takut bila Alexa tidak bangun lagi sehingga niat Alexa memakai hijab digantikan oleh hijab terakhir yang dipakai setiap muslimah bila sudah sampai ke peristirahatan terakhir, apalagi kalau bukan hijab yang terbuat dari kain kafan.


***


Nampak 4 orang pria sedang bertatap muka di sebuah ruangan yang dilengkapi oleh berbagai perkakas dokter, mereka semua menatap ke arah satu arah yaitu seorang pria yang memakai jas dokter dengan tatapan mengintimidasi.


"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Alexa,"tegas seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Jimmy.


**bersambung


hayoo author up lagi nih..


doakan author yah supaya sembuh..


karena kesehatan author sering menurun semenjak lebaran idul Adha kemarin...


itulah sebabnya author akhir akhir ini sering telat up dan up pun hanya 2 bab.


dukung author buat dapat rangking karya terpopuler, dan juga menang di ajang anak genius dengan cara like coment vote dan beri rating 5 yah kakak🥰😘🙏🙏plisss..


salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰**