Anak Kembar Tuan Muda

Anak Kembar Tuan Muda
Ketakutan Dito


Mentari menyapa bumi, sinarnya yang hangat dapat dirasakan oleh pasangan romantis yang baru saja melakukan penyatuan alam, si pengantin pria perlahan membuka matanya. Dia merasakan sesuatu yang berat menindih tubuhnya, hingga tanpa sadar senyuman manis terbit dari wajahnya.


Di kecupannya kening gadis oh ralat, wanita maksudnya karena semalam kegadisannya telah diberikan kepada suami tercinta. Ciuman hangat itu mampu mengusik wanita yang terlelap damai itu.


"Eughhh."


"Sayang, bangun bukankah kita harus segera bersiap-siap untuk pulang ke mension kakakmu," bisik Dito mencium telinga Sena.


"Heumm, bentar lagi om pinggang Sena masih sakit," balas Sena serak mengeratkan pelukannya seraya menggesekkan hidungnya di dada bidang Dito.


"Sayang jangan menggodaku nanti akan ku buat pinggang mu itu remuk selama sebulan," tegur Dito dengan tangannya yang sudah tak bisa dikendalikan.


"Hehe, jangan om ini saja rasanya sudah remuk seperti setahun rasanya," balas Sena cepat langsung bangkit ingin berlari ke kamar mandi namun, ia langsung meringis kesakitan dikala merasakan perih yang amat sangat di pangkal pahanya.


"Ssstt, sakit om," lirih Sena memegang hutan Amazon nya.


"Sayang, maafkan aku karena terlalu semangat semalam," ujar Dito panik sekaligus khawatir membuat Sena tersenyum kecil karena inilah yang ia senangi dari Dito.


"Tidak apa-apa om, paling nanti baikan kok," balas Sena tersenyum manis meskipun di bawah sana sudah sangat sakit.


"Apanya yang tidak sakit, mata mu saja sudah berkaca-kaca karena menahan sakit, lebih baik kamu berendam air hangat dulu setelah itu baru aku kasih salep untuk mengurangi sakit kamu," ujar Dito khawatir langsung menggendong tubuh Sena membawa masuk ke dalam kamar mandi.


Dito menyiapkan air hangat untuk Sena, setelah itu ia juga ikut masuk ke dalam bathtub, perlahan ia memijat tubuh Sena dengan lembut.


"Apa begini lebih baik sayang," tanya Dito lembut.


"Iya om, tubuh Sena terasa lebih rileks," balas Sena memejamkan matanya menikmati pijatan Dito.


"Kalau begini," tanya Dito tersenyum jahil ketika m*rem*s gunung kidul Sena.


"Ah oom, jangan dulu itu Sena masih sakit," rengek Sena membuat Dito terkekeh geli.


"Iya, dan sekarang aku ingin kamu tidak boleh memanggil ku oom karena apa kata dunia kalau mendengar seorang istri memanggil suaminya oom, bisa-bisa aku jadi bahan tertawaan oleh anak ABG sayang, mereka saja memanggil pacarnya dengan sebutan honey, bunny, dan sweetie masa kamu kalah sama mereka," sungut Dito mengerucutkan bibirnya membuat Sena gemas.


Cup.


"Lagi," pinta Dito manja menunjukkan bibirnya.


Cup.


"Disini … sini … sini .. dan disini," pinta Dito menunjukkan pipi, hidung, dada dan si anaconda yang sudah tegak.


Cup.


Cup.


Cup.


Cup.


"Disini belum sayang," rengek Dito menunjukkan si anaconda.


"Sena malu bunny," ujar Sena pelan menutup wajahnya karena malu memanggil Dito dengan panggilan tersebut.


"Kamu panggil aku apa tadi sayang," tanya Dito dengan mata yang berbinar.


"Oom," elak Sena membuang wajahnya karena terlalu malu.


"Tidak sayang, bukan itu," rengek Dito menggosokkan hidungnya di leher jenjang Sena.


"Hehehe geli om," tawa Sena pecah memberontak dari dekapan Dito.


"Makanya cepetan panggil aku seperti tadi sayang," ujar Dito tanpa menghentikan aksinya.


"Bunny berhenti," balas Sena membuat Dito langsung tersenyum senang.


"Ingat, kamu tidak boleh memanggil ku oom lagi, jadi tetaplah panggil aku bunny, B-U-N-N-Y. Kalau kamu membantah maka akan aku hukum dengan cara seperti ini," tegas Dito lalu mencium lembut bibir Sena, hingga terjadilah penyatuan panas antara di anaconda dengan hutan Amazon.


"Bunny, apa nanti Sena akan segera hamil seperti Bilqis dan kak Ara," tanya Sena polos mengelus perut ratanya membuat Dito yang sedang menyisir rambutnya tersentak.


Dito langsung terduduk lemah di kursi meja rias, ia menatap kosong ke depan. Oh ya ampun Dito telah melakukan kesalahan besar, ia melupakan sesuatu yang penting yaitu memakai pengaman semalam, bagaimana ini! Apakah benih nya itu akan segera tumbuh menjadi Dito junior. Apa yang harus Dito lakukan, haruskah ia menyerap kembali benihnya itu, tapi itu suatu hal yang tidak mungkin terjadi. 


Dito mengusap wajahnya frustasi, bagaimana ia menghadapi si singa iblis itu (om Yogi), ia merutuki kebodohannya karena terlalu bersemangat semalam sampai lupa hal penting itu. 


Ini semua karena si putri sultan itu, gara-gara dia aku lupa memakai pengaman, ahhh … tapi apa yang dilakukannya benar juga karena semalam aku bisa merasakan nikmatnya cakrawala berkali-kali. Berarti ini salahku batin Dito menjerit.


Sena yang melihat kepanikan di wajah Dito pun langsung menghampiri suaminya itu. Sena langsung duduk di pangkuan Dito dan mengalungkan tangannya ke leher Dito.


"Bunny, kamu kenapa!"


"Aku telah melanggar janji sayang," ujar Dito menatap sendu Sena.


"Janji apa bunny," tanya Sena lembut mengelus pipi Dito.


"Aku lupa memakai pengaman semalam, bagaimana nanti kalau kamu hamil sayang, bisa-bisa usus ku di cincang untuk dijadikan umpan buaya, bahkan bisa jadi empedu ku di fermentasi terus dijadikan makanan ularnya, dan juga mata ku di congkel terus di cocol pakai sambal sayang," terang Dito dengan wajah khawatir dan panik membuat Sena tertawa lepas, ia tak habis pikir kenapa bisa Dito yang selalu dibanggakannya karena berani dan berbadan kekar tapi langsung menciut ketika membayangkan kemarahan kakaknya. Apakah om Yogi sangat menakutkan? Tapi Sena belum melihat aura bengis om Yogi. Bahkan sang kakak sangat manja dengannya.


"Sayang kamu kenapa ketawa, apa kamu gak khawatir kalau suami tampan mu ini berada dalam bahaya," sungut Leo mengerucutkan bibirnya.


"Bukan begitu bunny, tapi tidak mungkin kakak akan melakukan itu semua, karena dia takut adiknya jadi janda muda," jelas Sena menarik gemas hidung Dito.


"Benarkah sayang." Wajah Dito langsung berbinar mendengarnya, nanti bila benar benihnya itu tumbuh, Dito akan berlindung atas nama Sena.


Hehe nanti kalau dia ingin menghajar ku maka akan ku adukan dia pada Sena. Aku yakin dia tidak bisa berkutik nantinya, lagian waktu itu aku tidak pernah berjanji juga. Aku cuma diam saja saat itu batin Dito tertawa senang.


"Pokoknya bila nanti kakakmu menghajar ku maka kamu harus membela ku dan memarahinya ya," pinta Dito dengan mata yang puppy eyes.


"Baik bunny," balas Sena mengecup bibir Dito.


"Sayang, jangan menggodaku karena nanti bisa-bisa kita harus mandi lagi," ujar Dito menatap lapar bibir Sena.


"Ayo kita pulang kak," balas Sena langsung bangkit dikala merasakan benda kusumat itu menusuk bokongnya.


Kita harus menunggu nanti malam, barulah bisa makan lagi batin Dito mengelus si anaconda.


***


"Huekk huekk." Suara seseorang muntah membuat si pria paruh baya langsung berlari ke kamar mandi, ia terkejut melihat sang istri sedang memuntahkan cairan bening.


"Kamu kenapa mom," tanya pria tersebut memijit tengkuk istrinya.


"Gak tahu pa, perut mom dari tadi seperti di aduk," lirih sang istri.


"Kita ke rumah sakit sekarang," balas pria paruh baya tersebut khawatir langsung menggendong tubuh lemah sang istri.


.


.


.


**Bersambung.


Hehe siapakah itu?🤔🤔🤭


Ayoo kasih vote dan hadiah yang banyak biar author bisa langsung up kilat🥰🥰.


Yang bertanya tentang cerita Aarin dan Brayen pasti bakal ada, tapi di novel yang baru karena novel ini sudah banyak bab nya🤭🤭 tidak hanya mereka nanti bakal ada cerita Brayen dan adiknya, serta trio M dan juga anak-anak Dito dan Leo.


Bonus nya nanti bakal ada cerita tentang adik Leo juga🤣🤣🤣 seperti biasa genre nya bakal komedi romantis 🥰. Tapi kalau ada yang mau pesan ada bawangnya juga nanti author kasih🤣🤣🤣🤣


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏🙏🙏🙏 plissss hadiah nya juga..


Love you all 🥰🥰🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏🥰👍**