
**maaf buat kakak yang bingung kenapa cerita nya putri tiba tiba melahirkan, karena sebelumnya author sudah nulis di bab 98 ini, namun entah bagaimana bisa yang seharusnya author up nya di episode 99, eh malah di 98, karena bab 98 hilang tak tahu kemana secara tiba tiba🤤😓😭
ada yang tahu cara mengatasinya**??
"bohong hiks hiks, kamu bohong, kamu sedang kesakitan sayang"ucap Arka menangis mencium kening putri bertubi-tubi.
"honey, putri baik baik saja kok, honey jangan khawatir karena putri sanggup menahannya, ini tidak terlalu sakit, seperti putri melahirkan Aaron dan Aarin"bohong Putri berusaha sekuat tenaga agar ia tak menunjukkan rasa sakit nya, ini lebih sakit saat ia ingin melahirkan twins A, apa mungkin karena dedek nya ada tiga, entahlah karena putri hanya ingin membuat Arka tidak panik dan sedih.
"maafkan aku sayang hiks hiks, maafkan aku karena tidak ada di samping mu dulu"ucap Arka yang bukan berhenti menangis, tapi malah tangisannya kian kencang mengalahkan tangisan Aarin, ia benar benar merasa bersalah pada istri tercinta nya, ketika mengingat dulu istrinya berjuang untuk melahirkan twins A tanpa seorang suami di sisi nya.
"tidak honey, jangan menangis lagi, karena sebentar lagi pasukan bola kita akan keluar dengan selamat"ucap putri mencoba bercanda, agar Arka berhenti menangis.
Arka yang mendengarnya pun tersenyum kecil, kemudian ia segera menghapus air matanya, ia mengusap lembut perut besar putri.
"anak anak Daddy, tolong jangan keluar dulu yah, biarkan mommy kalian sampai di rumah sakit dulu, karena kalau kalian keluar sekarang Daddy bakal menyuruh kakak Aarin dan Aaron untuk menghukum kalian karena sudah berani membantah perintah Daddy, sekaligus membuat mommy kalian sakit"ucap Arka membuat putri terkekeh geli.
"kamu ini honey, ada ada aja mana boleh begitu main ancam ancam aja"
"ini bukan ancaman sayang, tapi peringatan buat mereka"
"tuan di depan macet, kita tidak bisa melaju lagi"ucap pak Jang panik, sontak Arka yang mendengarnya pun geram.
"akkkkk, kenapa bisa macet pak Jang"tanya Arka geregetan sambil memangku putri.
"saya akan memeriksa nya dulu tuan"ucap pak Jang keluar mobil.
"sayang apa masih sakit"tanya Arka dengan bola mata berkaca-kaca, yang kapan saja bisa pecah bila putri salah berbicara.
"tidak honey, ini sungguh luar biasa karena perut putri tidak terlalu sakit setelah mendengar ancaman dari honey, seperti nya mereka benar benar takut"jawab putri senang dan jujur, karena perut nya Hanya merasakan keram seperti datang bulan saja.
bagaimana mereka tidak takut dengan ancaman nya sayang, karena mereka tahu bagaimana kejamnya kakak kembar mereka itu batin Arka ngeri.
"maaf tuan, di depan ada seorang istri yang memergoki suaminya sedang enak enak dalam mobil bersama selingkuhan nya, itulah sebabnya terjadi keributan sehingga menyebabkan macet "jelas pak Jang membuat Arka naik pitam, ia segera menggendong tubuh putri membawa lari menuju rumah sakit yang 7 menit lagi akan sampai, namun disaat ia melewati perkelahian itu..
"tendang burung nya buk, jangan beri ampun kalau bisa buat burung nya patah sayap, sehingga tak dapat terbang mencari rumah baru lagi"teriak Arka membuat semua orang menatap aneh ke arah dirinya, sedang kan istri tersebut langsung menendang burung suaminya sesuai perintah Arka.
"honey, dedek nya mau keluar"kesal putri menepuk pundak Arka yang masih berdiri menonton perdebatan itu.
"astaghfirullah maaf sayang aku lupa,"ucap Arka langsung berlari menuju ke rumah sakit dengan ritme cepat.
"Dokter"teriak Arka menggema, yang baru masuk ke dalam rumah sakit dengan nafas memburu.
"Ar"panggil Dito yang berada di depan meja resepsionis.
"Dit, istriku ingin melahirkan, segera siapkan semua nya sekarang"titah Arka membuat Dito mengerti.
Arka menggendong putri membawa masuk ke ruang persalinan, sedangkan para dokter pun segera melakukan tugas nya.
"tuan silahkan keluar, agar kami bisa melakukan tugas kami dengan tenang"titah seorang dokter membuat arka murka.
"tidak mau, aku ingin menemani istri ku, kau lakukan saja tugas mu dengan benar karena aku tidak akan mengganggu kalian"ucap Arka dingin membuat semua itu menelan ludahnya.
"akkkkk honey sakit"ucap putri dengan nada lemah.
dokter Maya yang menjadi dokter kandungan pun langsung memeriksa ke*wanitaan putri, ia memasukkan jarinya untuk merasakan pembukaannya.
"hey,,, apa yang kau lakukan, apa kau lesbi hah, kenapa kau memegang dan melihat punya istri ku"teriak Arka marah, membuat para dokter wanita yang berada di situ menahan tawa sekaligus takut.
"honey"kesal putri menahan malu dan sakit.
"sayang, di menyentuh si jinni, jadi wajar bila aku marah"
"saya tidak lesbi tuan, saya hanya memeriksa pembukaan nya saja sudah berapa tahap, dan pembukaan nona putri sudah pembukaan tahap terakhir"ucap dokter maya kesal, membuat Arka ingin menjawab namun..
"maaf sayang"ucap Arka langsung menggenggam erat tangan putri.
dan para dokter langsung mengambil bagian tugas nya.
"jika saya berkata mengejan maka nona putri harus mengejan yah, dan kalau kira kira nona kesakitan maka nona bisa melampiaskan nya pada suami anda"ucap dokter Maya menyeringai, membuat perasaan Arka tak enak.
"mengejan"
"akkkkkkkkkkk"teriak putri di iringi teriakan Arka, karena putri menarik leher Arka dan menggigit nya.
"sekali lagi nona"
"akkkkkkkk"teriak putri
"sayang sakit"teriak Arka kesakitan, bahkan leher Arka sampai berdarah.
"oek oek oek"suara tangisan bayi kian melengking membuat Arka yang tadinya berteriak kesakitan langsung diam, hati nya bergetar hebat dikala mendengar suara yang keluar dari bibir mungil tersebut.
"selamat tuan, bayi pertamanya laki laki"ucap dokter Maya tersenyum menggendong anak bayi yang masih berdarah, ia segera menyerahkan bayi tersebut pada perawat agar di bersihkan.
"terimakasih sayang hiks hiks"ucap arka menangis mencium kening putri lama.
"akkk dok, perut saya sakit lagi"ucap putri kesakitan, membuat dokter Maya langsung memberikan aba aba pada putri.
"mengejan nona"
"akkkkkk"teriak putri mencakar tangan Arka, namun Arka sebisa mungkin menahannya agar tak ikut teriak.
"oek oek oek"
Arka yang kembali mendengar suara tangisan itu pun, tidak hanya hati nya yang ikutan bergetar namun kaki nya juga, terasa ingin luruh ke lantai.
"selamat tuan, bayi keduanya juga laki laki"ucap dokter Maya, memberikan bayi tersebut kembali pada perawat.
"honey, putri gak sanggup lagi"ucap putri menangis, karena perutnya kembali terasa sakit, bahkan lebih sakit.
"sayang, kamu harus kuat demi aku dan anak anak kita sayang, bertahanlah tinggal satu pemain lagi, setelah itu si jinni bisa beristirahat karena aku tahu dia capek mengeluarkan bibit unggul ku"ucap Arka menangis, membuat putri ingin tertawa namun ia tak sanggup, ia hanya mengangguk lemah kepalanya.
"mengejan nona"
"akkkkkkkk"
"oek oek oek"tangisan bayi untuk ketiga kalinya kembali terdengar, membuat putri tersenyum begitupun Arka.
"terimakasih bidadari ku"bisik Arka membelai wajah putri yang nampak kelelahan dan tersenyum.
"selamat tuan, bayi ketiga anda perempuan"ucap dokter Maya tersenyum senang...
BRUKK.
"tuan...."
**bersambung.
hihi Arka gitu aja KO..
jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak, bantu author untuk mendapatkan juara di ajang anak genius, dan juga rangking di karya baru🥰😘🙏
bagaimana mau lanjut??? vote dan coment**