
“Apa kalian benar-benar bodoh karena menyerang sesuatu yang tidak mungkin dapat kalian hancurkan?”
Terdengar suara dari arah pulau melayang, dan semua orang yang menyerang pulau melayang mendengar jelas suara itu.
Sosok Zhou Tian muncul saat serangan ke pulau melayang miliknya sejenak terhenti, dan sekarang ia bisa melihat secara langsung orang-orang yang terus saja menyerang pulau melayang miliknya. “Berhenti menyerang, atau mati?” tanya Zhou Tian sembari menatap tajam semua orang yang berusaha merebut pulau melayang miliknya.
“Kenapa kami harus berhenti menyerang di saat kami memiliki kekuatan cukup untuk merebut pulau melayang itu dari pemiliknya?” ucap sombong pria dengan kekuatan ranah Dewa Bumi tingkat Awal sambil membalas tatapan Zhou Tian.
Mendengarnya Zhou Tian merasa mereka memang sangat menginginkan kematian, dan ia berharap mereka akan menjadi korban terakhir dari perebutan pulau melayang yang kini sudah menjadi miliknya.
Melihat Zhou Tian diam dan tidak membalas ucapannya, pria itu menganggap Zhou Tian takut pada dirinya, dan ia semakin sombong. “Kau yang tidak memiliki urusan di tempat ini sebaiknya segera pergi! Akan tetapi, kalau kamu masih saja menghalangi kami menyerang pulau itu, aku pastikan kau mati bersama seluruh makhluk hidup yang menempati pulau itu,” ia percaya diri mampu melakukan sesuai ucapannya.
Zhou Tian menarik napas panjang dan berkata, “Bagaimana mungkin kalian bisa membunuhku, sedangkan kekuatan kalian tidak lebih kuat dari kekuatanku?”
Bukannya takut dengan ancaman yang memang tidak menakutkan untuknya, ia justru meremehkan kekuatan orang yang mengancamnya. Bukan hanya meremehkan kekuatan orang itu, tapi ia juga meremehkan kekuatan semua orang, yang sejak tadi terus saja menyerang pertahanan pulau melayang miliknya.
“Hahahaha... kau bilang kekuatan kami tidak ada yang lebih kuat darimu? Apa kau tidak sadar jika di tempat ini kaulah yang terlemah, bahkan aku tidak merasakan adanya sedikit saja aura kekuatan yang kau miliki!” ucap pria yang sama.
Zhou Tian memang sengaja tidak menunjukkan kekuatannya, dikarenakan ia tahu mereka semua pasti memilih pergi kalau ia langsung menunjukkan aura kekuatannya. “Tidak memiliki aura kekuatan tidak bisa dikatakan lemah karena bisa saja kekuatan itu disembunyikan, dan itulah yang sedang aku lakukan.”
Zhou Tian mulai menunjukkan kekuatannya, dan ia menunjukkan kekuatan di ranah Dewa Bumi tingkat Awal, tapi jelas pondasi kekuatannya jauh lebih kuat dari dua pria yang saat ini kekuatannya setara dengannya.
“Kalian berdua silahkan maju bersamaan melawanku! Meski kekuatanku saat ini setara dengan kalian, tapi aku memiliki keyakinan lebih dapat mengalahkan kalian dalam beberapa gerakan!” ujar Zhou Tian tidak gentar berhadapan dengan dua musuh, yang kekuatannya saat ini setara dengannya.
Orang-orang yang mendengar Zhou Tian menang dua orang yang kekuatannya setara dengannya, mereka membuka mata lebar tidak percaya dengan keberanian Zhou Tian. Namun, entah kenapa beberapa dari mereka yang memiliki kepekaan tinggi, merasa sosok Zhou Tian lebih kuat dibandingkan kedua lawannya.
Sedangkan mereka yang tidak terlalu peka dengan keadaan di sekitar, mereka sangat yakin dua pria yang memimpin mereka dapat mengalahkan pemuda, yang telah menghalangi mereka, melemahkan pertahanan pulau melayang incaran mereka. ‘Seorang diri ingin melawan mereka, pemuda itu hanya mencari kematiannya sendiri!’ ucap dalam hati kebanyakan orang sambil menatap Zhou Tian.
Kedua pria yang mendapatkan tantangan dari Zhou Tian sejenak terdiam sebelum akhirnya mereka tertawa terbahak-bahak, lalu salah satu dari mereka berkata, “Baiklah, kami berdua akan menjadi lawanmu, dan jangan berharap kami memiliki belas kasih padamu, meski usiamu jauh lebih muda dari kami!”
Zhou Tian diam tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Ia seolah-olah diam di tempat, menantikan kedua musuhnya datang menyerang, dan ia ingin mengakhiri semua dengan cepat.
Kedua pria yang aura kekuatannya sangat mendominasi, mereka membawa Zhou Tian sedikit menjauhi keberadaan pulau melayang yang saat ini tiba-tiba saja berhenti bergerak, seolah penghuni pulau megang ingin melihat pertarungan yang segera terjadi.
...----------------...
Tidak jauh dari pulau melayanh miliknya, saat ini Zhou Tian dihadapkan pada dua orang lawannya.
Sedangkan ratusan orang yang sebelumnya mengikuti dua pria lawan Zhou Tian menyerang pulau melayang, tanpa diketahui dua orang yang memimpin mereka, orang-orang itu tiba-tiba saja diam mematung di tempat, seolah ada kekuatan yang mengikat mereka.
“Menurutnya kalian, apa sebaiknya yang kita lakukan pada mereka?” tanya Zhu Binghua, sosok yang membuat ratusan orang diam mematung, tidak bisa bergerak.
“Tentu saja kita bunuh mereka, karena mereka telah berani mengganggu ketenangan Tuan!” ucap Zhou Yonggan dengan semangat berapi-api ingin membunuh orang-orang yang telah mengganggu tuannya.
“Apa menurut kalian Tuan tidak akan marah pada kita kalau melakukan itu tanpa izin dirinya?” tanya Zhou Huang.
“Aku tidak akan marah pada kalian kalau kalian mampu membunuh mereka, lebih cepat dari aku membunuh kedua lawanku!” Suara Zhou Tian terdengar di telinga mereka. Mendengar itu langsung saja mereka menunjukkan wujud di depan musuh, dan langsung membunuh mereka satu demi satu.
Zhou Tian yang mendengar setiap pembicaraan mereka, ia sengaja memberi izin mereka membunuh orang-orang yang memang pantas mati, sekalian mereka bisa sedikit meregangkan otot dengan membunuh orang-orang itu.
Membiarkan mereka melakukan apa yang ingin mereka lakukan, Zhou Tian kini fokus pada kedua lawannya, dan tidak perlu menunggu mereka menyerang, ia langsung saja maju menyerang mereka dengan tangan kosong.
Keduanya masih dapat melihat pergerakan Zhou Tian yang memang belum serius, dan keduanya berusaha menghindari serangan yang tertuju pada mereka.
“Ternyata kami memang tidak bisa meremehkanmu! Di ranah yang sama dan di tingkat yang sama, tapi jika kami sendirian melawanku, kekuatanmu sedikit lebih unggul dari kami!
Salah satu dari lawannya berbicara, tapi Zhou Tian sama sekali tidak menganggap apa yang dibicarakannya. Ia hanya fokus pada pertarungan, dan mengabaikan yang lainnya.
Keduanya yang merasa serangan Zhou Tian semakin cepat dan kuat, mereka semakin kewalahan menghindari datangnya serangan, dan akhirnya mereka memutuskan melakukan perlawanan balik.
Tinju dibalas tinju, tendang dibalas tendangan, tapi sayangnya apa yang mereka lakukan adalah sebuah kesalahan. Membalas serangan Zhou Tian adalah mimpi buruk mereka.
Keduanya berteriak bersamaan saat beradu pukulan dengan Zhou Tian, yang menyebabkan beberapa jari mereka bukan lagi patah, tapi hancur.
Setelah jari-jari tangan, kini kaki mereka yang terasa sakit saat beradu tendangan dengan Zhou Tian. Mereka memang berdua, tapi kekuatan fisik Zhou Tian jauh melampaui mereka.
“Sial! Bagaimana mungkin ia bisa memiliki kekuatan fisik sekuat itu di usia yang begitu muda? Kekuatan fisiknya setara orang yang sudah hidup puluhan ribu tahun!”
“Kita tidak ada harapan menang beradu kekuatan fisik dengannya, sebaiknya gunakan senjata yang kita miliki untuk melawannya!”
Keduanya mencoba mengambil senjata dari cincin penyimpanan di jari mereka, setelah sebelumnya mereka menelan pil pemilihan, untuk memulihkan keadaan mereka dari berbagai jenis luka luar.
Begitu mengeluarkan senjata dari cincin penyimpangan, mereka langsung saja maju menyerang Zhou Tian, dengan mengayunkan pedang menuju titik vital, “Kau memang kuat, tapi pada akhirnya tetap kami yang akan keluar sebagai pemenang!” ucap salah satu lawan Zhou Tian.
Zhou Tian hanya diam di tempatnya melihat gerakan ayunan pedang mereka yang terlihat sangat lambat, dan begitu serangan mereka dalam jangkauan tangannya, ia langsung saja mematahkan pedang mereka dengan tangan kanannya.
Keduanya terkejut dan buru-buru melompat mundur, tapi gerakan mereka benar-benar sangat lambat di mata Zhou Tian, yang tiba-tiba saja sudah muncul di belakang mereka.
Zhou Tian mengulurkan kedua tangannya, lalu ia mulai menyerap kekuatan mereka. Ia menyerap seluruh kekuatan yang mereka miliki, dan merubahnya menjadi poin pengalaman yang berguna untuk meningkatkan tingkat kultivasi nya.
Merasa kekuatan yang mereka miliki semakin melemah, keduanya memberontak dan mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Zhou Tian. Namun, usaha mereka untuk melepaskan diri berakhir sia-sia karena cengkraman tangan Zhou Tian sangatlah kuat, dan lagi mereka terus saja melemah sehingga sulit bagi mereka melakukan perlawanan.
Zhou Tian baru melepaskan cengkraman tangannya setelah ia menyerap seluruh kekuatan kedua lawannya, dan setelah merubah kekuatan mereka menjadi poin pengalaman, jumlah poin pengalaman miliknya saat ini cukup untuk membuatnya menerobos tingkat Puncak ranah Dewa Bumi, tapi dia tidak buru-buru melakukannya.
Sedangkan dua orang yang tidak lagi memiliki kekuatan, keadaan keduanya sangatlah memprihatinkan, dan jelas mereka sudah tidak lagi bernyawa. Bahkan tubuh mereka sudah tidak lagi bisa dikenali, dikarenakan yang tersisa dari mereka hanya tulang, kulit, dan rambut.
Zhou Tian lalu membuang mayat kedua musuhnya lalu ia mengarahkan pandangan ke arah pertarungan di tempat lain, yang mana pertarungan di tempat itu lebih dulu selesai dibandingkan pertarungannya.
Melihat wajah-wajah sosok manusia binatang kontraknya, ia yakin mereka kurang puas karena lawan yang dihadapi terlalu lemah. “Ada kalanya kalian akan melawan musuh yang kuat, dan aku ingin kalian mengalahkan siapapun yang menjadi musuh kalian!” ucapnya bertelepati dengan semua binatang kontraknya.
Keempat binatang kontrak Zhou Tian menganggukkan kepala mengerti, dan ia berjanji pada diri sendiri akan membunuh siapapun musuh Tuannya, yang tentu juga akan menjadi musuh mereka.
Zhou Tian kemudian kembali ke pulau melayang miliknya, begitu juga dengan yang lainnya, dan setelah semua orang kembali, pulau melayang kembali bergerak dengan tujuan selanjutnya adalah wilayah tengah Alam Langit.
Dengan kecepatan sedang seperti saat ini, butuh dua hari dua malam untuk sampai di wilayah tengah Alam Langit, dan sebelum memasuki wilayah tengah artinya mereka harus bersiap menghadapi kedatangan orang-orang, yang ingin merebut kepemilikan pulau melayang dari Zhou Tian. Dengan kekuatan Zhou Tian dan semua penghuni pulau melayang, seluruh orang yang datang karena ingin mengambi alih kepemilikan pulau melayang, mereka tidak ada yang kembali hidup-hidup.
Zhou Tian sudah tahu jika pulau melayang miliknya tidak lagi mendapatkan serangan begitu sampai di wilayah tengah Alam Langit, dan itu adalah aturan yang dibuat oleh lima penguasa tertinggi di Alam Langit, meski hanya empat penguasa yang menyetujuinya.
Di saat silih berganti serangan datang menyerang pulau melayang miliknya, ia terus menjaga Zhu Ying dan Phoenix miliknya yang masih dalam kultivasi untuk menyempurnakan pondasi kekuatan mereka, dan kemungkinan mereka baru selesai kultivasi saat pulau melayang memasuki kawasan tengah Alam Langit.
Ribuan orang sudah mati karena datang menyerang pulau melayang miliknya, dan semua mati di tangan ke-empat binatang kontraknya.
Meski sudah banyak yang mati di tangan mereka, Zhou Tian merasa mereka belum puas membunuh seluruh musuh, dan apa yang mereka lakukan menjadi tontonan gratis penghuni hutan pulau melayang.
Sementara itu, sosok siluman dengan kekuatan di ranah Dewa Bumi tingkat Sempurna, ia sudah beberapa waktu yang lalu mengikuti pergerakan pulau melayang dari kejauhan, dan ia tidak melakukannya seorang diri.
Ia melakukannya bersama ribuan siluman yang setia mengikutinya, dimana diantara ribuan siluman yang mengikutinya ada ratusan siluman yang telah berada di ranah Dewa, dan puluhan berada di ranah Dewa Bumi tingkat Awal.
Dengan kekuatannya dan kekuatan mereka yang mengikutinya, ia yakin dapat merebut pulau melayang yang diikutinya, dari pemiliknya sast ini. “Malam ini saat penghuni pulau itu terlelap dalam tidur mereka, aku dan pasukanku akan datang menyerang, dan menjadi mimpi buruk mereka!” ucapnya dan seringaian mengerikan terlihat diwajahnya yang dipenuhi bekas luka.
Keberadaan iblis yang begitu kuat dan pasukannya tidak lepas dari perhatian Zhou Tian, dan ia tahu kalau mereka akan datang menyerang saat penghuni pulau melayang miliknya dalam keadaan lengah.
“Sistem, apa di pulau ini ada tempat untukku melakukan terobosan?”
[Tuan bisa membuat formasi array berlapis untuk melindungi area sekitar, jika Tuan ingin melakukan terobosan, tapi tidak ingin merusak area sekitar. Namun, itu hanya dapat Tuan lakukan untuk menerobos sampai ranah Dewa Bumi tingkat Sempurna. Jika ingin menerobos ranah Dewa Langit, formasi array buatan Tuan tidak bisa menahan luapan kekuatan besar, saat Tuan menerobos ranah Dewa Langit]
“Tingkat Sempurna ranah Dewa Bumi aku rasa cukup untuk menghadapi meraka!” Zhou Tian langsung saja membuat formasi array berlapis, dan dia menyuruh sistem membuat dirinya menerobos hanya sebatas ranah Dewa Bumi tingkat Sempurna, padahal ia bisa saja menerobos sampai ranah Dewa Langit tingkat Puncak.
...----------------...
Bersambung.