Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Kompetisi Kota Batu Apung


Dengan sedikit menggerakkan jari-jari tangannya, Song Nan membuat semua orang bangkit berdiri, dan tanpa suara dia menempati tempat duduk khusus yang biasanya di tempati perwakilan istana Lima Dewa.


Meski hanya duduk diam, keberadaan Song Nan terlah menarik perhatian semua orang termasuk seluruh peserta kompetisi.


Mereka yang sudah terdaftar sebagai peserta, hanya dengan melihat keberadaan Song Nan, mereka merasa ini adalah kesempatan untuk membuktikan diri, jika mereka layak menjadi bagian dari istana Lima Dewa.


Meskipun hanya menjadi pelayan di istana Lima Dewa, posisi pelayan di istana Lima Dewa masih jauh lebih baik dibandingkan posisi Raja di Benua lain.


Tak menunda jalannya kompetisi, begitu Song Nan duduk, sosok pria tua yang merupakan pengawas kompetisi segera naik ke atas arena pertandingan.


“Sebelum kompetisi di mulai, izinkan saya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Yang Mulia Song Nan.” Pria tua membungkuk, dan buru-buru bangkit saat Song Nan mengangkat tangan kanannya.


“Hadiah yang kalian inginkan sudah menanti. Ingat, hanya ada seratus tiket, dan kalian harus memperebutkannya! Di kompetisi ini kalian bebas melakukan apapun untuk memenangkan pertandingan. Membunuh lawan, menggunakan racun, berbuat curang dengan segala cara, semua diizinkan!”


“Tak ada aturan, dan mari kita mulai kompetisi ini!”


Setelah pria tua mengatakan peraturan kompetisi yang nyatanya tak ada aturan dalam kompetisi ini, semua penonton bersorak keras sedangkan para peserta mulai menyiapkan diri mereka.


Di tengah keramaian, Song Nan yang duduk di tempat duduknya, dia dapat merasakan aura kuat dari arah tempat duduk peserta kompetisi.


“Ternyata ada beberapa orang yang layak aku bawa pulang ke istana Lima Dewa,” ucapnya pelan.


Lebih fokus merasakan aura kekuatan peserta kompetisi, Song Nan bisa merasakan aura kekuatan lima peserta kompetisi yang kekuatannya telah mencapai ranah Saint Tingkat Sempurna.


“Aku akan memastikan mereka berlima menjadi bawahanku, dan hanya akan menuruti perintah dariku!” Kali ini Song Nan bergumam, dan hanya dirinya sendiri yang dapat mendengar gumamannya.


Tiga dari lima sosok yang dia cari berhasil terlihat oleh kedua matanya, tapi dua orang yang tersisa, dia masih kesulitan menemukan keberadaan mereka.


Tak ambil pusing, Song Nan memilih menunggu mereka menunjukkan diri secara langsung begitu pertandingan di mulai.


Begitu pria tua turun dari arena pertandingan, pria dewasa berparas tampan naik ke panggung khusus pembawa acara, dan segera dia membuka pertandingan kompetisi Kota Batu Apung.


“Semua orang sepertinya tidak sudah tidak sabar, jadi mari kita langsung memulai jalannya kompetisi!” ucapnya dengan suara lantang.


Baru juga dia ingin memanggil peserta pertama untuk naik ke arena pertandingan, Zhou Tian dan Zhu Ying yang malas menunggu, keduanya tiba-tiba saja sudah berada di atas arena pertandingan.


“Tidak perlu memanggik satu-persatu peserta untuk bertanding karena itu akan memakan waktu yang tak sebentar! Daripada membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak berguna, sebaiknya kalian semua para peserta maju bersamaan, supaya kami lebih cepat mengalahkan kalian!” ucap Zhou Tian dengan pandangan meremehkan peserta kompetisi, meski ada tiga sosok peserta kompetisi yang memiliki kekuatan ranah Saint tingkat Sempurna.


Tak terima dengan ucapan dan pandangan meremehkan Zhou Tian yang ditujukan pada mereka, peserta kompetisi yang rata-rata mudah terpancing emosi, sedikit saja mendapatkan pancingan, emosi mereka sudah meledak-ledak.


“Bocah, hanya karena kau berada di ranah Saint tingkat Sempurna, kau sudah begitu sombong! Ingin melawan kami semua, kau pasti mati!”


“Tak perlu banyak omong dengannya, mari maju dan kita potongan-potongan tubuhnya untuk dijadikan makanan kucing peliharaanku!”


“Bunuh saja bocah sombong itu, lalu untuk wanitanya kita bisa menikmatinya secara bergilir sampai dia mati!”


“Swush... Swush... Swush...”


Setengah dari seluruh peserta yang berada di tempat duduk bangkit, dan langsung melesat maju dengan tujuan menyerang Zhou Tian.


Semua penonton yang berada di dekat arena pertandingan memilih mundur menjaga jarak karena mereka yakin pertandingan di atas arena akan sangat kacau.


Seperti apa yang diyakini penonton yang hadir untuk menonton jalannya kompetisi, begitu ribuan peserta maju menuju arena yang sangat luas, kekacauan segera terjadi.


Zhou Tian mengangkat tangan kanannya, dan begitu dia menggerakkan tangannya turun, seluruh peserta yang bergerak ke arahnya jatuh tersungkur dan memuntahkan seteguk darah, bahkan ada yang sudah kehilangan kesadaran.


Tak ada niatan main-main, sejak berdiri di atas arena pertandingan Zhou Tian sudah berniat secepat mungkin mengalahkan lawan-lawannya.


Melihat masih ada yang masih sanggup bangkit setelah jatuh tersungkur, menggunakan teknik Jari Petir Surgawi, Zhou Tian merubah mereka yang bangkit menjadi mayat.


Dalam waktu yang sangat singkat, setengah dari jumlah peserta berhasil dikalahkan oleh Zhou Tian, dengan sebagian peserta mati mengenaskan di sekitaran arena pertandingan.


Setengaj dari sisa peserta kompetisi, setelah melihat apa yang dilakukan Zhou Tian, mereka ragu maju menyerang dan tak sedikit dari mereka yang memilih menyerah.


Dari ribuan, kini hanya tersisa dua ratusan peserta, dan dari dua ratusan peserta hanya tiga peserta yang berani bergerak mendekati arena pertandingan. Namun, bukannya mendekat karena ingin melawan Zhou Tian, mereka mendekat karena ingin bekerjasama dengan Zhou Tian.


Kini, di atas arena kompetisi telah berdiri lima orang dengan masing-masing memancarkan aura kekuatan ranah Saint tingkat Sempurna, dan hanya dengan merasakan aura mereka lebih banyak lagi peserta yang menyerah.


Kekuatan peserta lain jauh lebih lemah dari lima orang yang berada di atas arena pertandingan. Melihat tak ada kesempatan menang, mereka yang biasanya lebih memilih mati daripada menyerah, dengan membuang jauh-jauh harga diri milik mereka, satu persatu dari mereka memutuskan menyerah.


Panitia kompetisi yang tidak ingin membuat kecewa penonton, pada akhirnya mereka memutuskan memberikan lima tiket pada lima peserta yang saat ini berada di atas arena pertandingan.


Kelimanya juga langsung diizinkan memasuki reruntuhan istana Kaisar Naga, lebih dulu dari sembilan puluh lima orang lainnya.


Mendapatkan apa yang mereka inginkan, Zhou Tian membawa Zhu Ying turun dari atas arena pertandingan, begitu juga dengan tiga orang lainnya.


Setelah mereka berlima turun, pertandingan kompetisi kembali dilanjutkan dengan peserta yang tersisa. Beruntung masih ada dua ratus peserta yang setidaknya bisa menghibur penonton kompetisi.


Saat pertandingan kompetisi kembali dilanjutkan, Zhou Tian bermaksud membawa Zhu Ying langsung pergi melihat-lihat reruntuhan istana Kaisar Naga.


Namun, belum juga pergi jauh dari tempat berlangsungnya kompetisi, mereka dihentikan sosok yang familiar, tapi sosok itu bukanlah wujud asli, melainkan hanya tubuh bayangan.


“Sebuah kehormatan untuk kalian, saat aku memutuskan datang secara langsung menemui kalian,” ucap Song Nan, sosok dalam wujud tubuh bayangan yang muncul saat Zhou Tian dan Zhu Ying ingin pergi menjauhi tempat berlangsungnya kompetisi.


“Aku tidak merasakan adanya kehormatan untukku saat yang datang hanyalah tubuh bayangan, sejujurnya aku justru merasa ini sebuah penghinaan! Kalau memang ada keperluan, kenapa tidak datang secara langsung, apa sosok yang diagungkan sepertimu takut pada kami?” cibir Zhou Tian sembari menatap sinis keberadaan tubuh bayangan Song Nan.


“Apa kau baru saja mencibir dan saat ini sedang mengarahkan tatapan sinis padaku?” Song Nan bertanya dengan nada suara meninggi.


“Kamu sudah tahu apa yang sudah dan sedang aku lakukan, kalau kamu sudah tahu kenapa juga bertanya? Aku sarankan sebaiknya kamu segera menyingkir karena kami tidak punya waktu lebih berurusan dengan orang sepertimu!” ucap Zhou Tian tegas.


“Kau, beraninya kau bicara tidak sopan padaku! Jika saat ini juga aku tidak membunuhmu, aku akan sangat malu dijuluki salah satu Dewa di Alam Fana!”


Selesai bicara, tubuh bayangan Song Nan langsung maju menyerang Zhou Tian, tapi serangannya harus terhenti saat tangan kiri Zhou Tian berhasil menghentikan dan menangkap pergelangan tangannya.


Urat-urat ungu yang muncul karena efek kemarahan terlihat jelas di wajah Song Nan begitu serangannya gagal mengenai Zhou Tian, tapi saat dia ingin membebaskan pergelangan tangannya dari cengkraman tangan Zhou Tian, dia sama sekali tidak bisa melakukannya.


Cengkraman itu sangat kuat, bahkan perlahan dia merasa tubuhnya semakin lemas. Meski hanya tubuh bayangan, tapi apa yang dialami tubuh bayangan dapat dirasakan oleh pemilik tubuh aslinya, dan secara tiba-tiba tubuh asli Song Nan memuntahkan darah saat tubuh bayangannya musnah.


Beruntung Song Nan saat ini berada di dalam ruangan khusus yang mana di dalam ruangan hanya ada dirinya, tanpa ada keberadaan orang lain.


“Bagaimana mungkin dia dengan mudahnya berhasil memusnahkan tubuh bayangan milikku? Sialan, apanya yang ranah Saint, jelas dia lebih kuat dari apa yang terlihat!”


...----------------...


Bersambung.