
Keempat orang yang sama-sama tidak ingin mati, perlahan mereka melangkah mundur ingin secepatnya pergi menjauhi Zhou Tian. Namun, mereka segera teringat keberadaan formasi array yang membuat mereka tidak bisa pergi menjauhi Zhou Tian, sosok yang akan menjadi malapetaka untuk mereka.
Melihat gelagat mereka yang bukannya segera menentukan pilihan tapi justru berusaha pergi melarikan diri meski itu tidak akan pernah bisa dilakukan, Zhou Tian yang tahu mereka tidak akan mau menentukan siapa yang mati lebih dulu, akhirnya ia tidak menunggu sampai matahari terbenam.
Keempatnya yang perlahan begerak mundur, seketika mereka jatuh tersungkur seolah ada sesuatu yang begitu berat berada di atas punggung mereka, dan itu bukan sesuatu yang bisa meraka tahan.
Melihr meraka jatuh tersungkur, dengan santainya Zhou Tian melangkahkan kaki menghampiri mereka. Ia lalu berjongkok di depan kakek Guan Juzi, dan berkata, “Sebenarnya aku ingin memberi waktu pada kalian sampai waktu matahari terbenam, tapi sayangnya kalian terlihat tidak ingin menentukan pilihan, jadi akhirnya aku memutuskan mempersingkat waktu, yang aku berikan pada kalian!”
Zhou Tian menyeringai kejam, dan tidak peduli sedang berhadapan dengan orang tua, ia langsung saja menegaskan pedang di tangannya, memotong kedua lengan kakek Guan Juzi.
Slash... Slash....
Aaaaarrghh...
Erangan kesakitan terdengar dari arah kakek Guan Juzi, tapi Zhou Tian tidak berhenti hanya dengan memotong kedua lengannya, dan sekarang ia memotong kedua kaki orang itu.
Slash... Slash...
Aaaaarrghh...
Kembali teriakan terdengar, dan kali ini teriakan itu terdengar sangat lantang dalam durasi waktu yang cukup lama. Tidak lama setelah teriakan itu mereka, teriakan lainnya terdengar, dan teriakan itu berasal dari tiga orang lainnya, yang juga merasakan apa yang dirasakan kakek Guan Juzi, bahkan dua dari meraka sudah bertemu kematian saat Zhou Tian tanpa ampun langsung saja memenggal kepala mereka.
Zhou Tian kembali melangkahkan kakinya mendekati kakek Guan Juzi, dan ia tersenyum lalu berkata, “Pada akhirnya bukan aku yang mati di tangan kalian, tapi kalian lah yang mati di tanganku karena kalian memang menginginkannya. Datang padaku adalah cara kalian mencari kematian!”
Menjadikan kakek Guan Juzi sebagai orang tua terakhir yang mati di tangannya, ia lebih dulu membunuh orang di sebelah kakek Guan Juzi. Zhou Tian membunuh orang itu secara perlahan, membuat orang itu merasakan penderitaan sebelum kematian datang menghampirinya.
Sekarang hanya tersisa kakek Guan Juzi, dan ia mendapatkan tatapan tajam dari Zhou Tian. “Kakek tua, kematian seperti apa yang kamu inginkan? Bagaimana kalau kamu mati seperti cucumu?” ujar Zhou.
“Ti-Tidak perlu banyak bicara! Bu-Bunuh saja aku!” ucap kakek Guan Juzi dengan suara bergetar. Ia meminta kematian pasa Zhou Tian, yang memang tidak lama lagi akan memberikan kematian padanya.
Zhou Tian ingin langsung membunuh pria tua, kakek Guan Juzi, tapi entah kenapa dia ingin para iblis yang membunuh orang tua ini.
Menggunakan teknik mata emas, ia bisa melihat jelas masa lalu kakek Guan Juzi. Ia adalah orang yang membuat Guan Juzi membenci iblis dengan memfitnah ras iblis sebagai pembunuh kedua orangtuanya.
Padahal kenyataannya ayah Guan Juzi mati di tangannya sendiri, yang iri dengan kehidupan putranya.
Sedangkan ibu Guan Juzi, wanita malang itu juga mati di tangannya, setelah lima tahun lamanya menjadi penghangat tempat tidurnya. Ibu Guan Juzi juga termasuk satu hal yang membuatnya iri dengan kehidupan putranya sendiri, dan karena menolak menjadi istrinya, akhirnya ia membunuh ibu Guan Juzi, tentunya setelah merusak wanita itu bersama para pria yang sudah mati lebih dulu di tangan Zhou Tian.
Setelah ia membunuh ibu Guan Juzi, ia mengarang cerita dengan bukti palsu tentang kematian kedua orangtua Guan Juzi. Ayahnya diceritakan mati di tangan ribuan iblis, sedangkan ibunya memilih bunuh diri setelah dinodai banyak iblis yang menangkapnya.
Percaya omongan kakeknya, Guan Juzi menjadi sangat kejam pada para iblis, dan ia hidup untuk memburu dan membunuh iblis. Namun, ia tidak akan menjadi seperti itu jika kakeknya tidak melakukan fitnah yang begitu kejam.
“Kalau saja kamu tidak memfitnah ras iblis, mungkin di Alam ini masih banyak iblis yang hidup tenang!” ucap Zhou Tian lalu ia mengirim kakek Guan Juzi ke altar teleportsi yang berada di pulau melayang miliknya.
Kakek Guan Juzi akan mendapatkan siksaan dari seluruh iblis yang berada di pulau melayang Zhou Tian, dan para iblis bebas melakukan siksaan apapun padanya. Termasuk, jika meraka ingin memotong-motong milik orang tua itu.
setelah mengirim kakek Guan Juzi ke altar pulau melayang miliknya dan menceritakan semua pada Zhu Ying dan dua wanita lainnya, Zhou Tian segera mengambil cincin penyimpanan milik orang-orang yang mati di tangannya, lalu ia membakar meraka, dan memastikan mereka berubah menjadi abu.
“Tidak menemukan iblis atau kelompok pemburu iblis, aku justru bertemu dengan orang-orang yang membuat raa iblis menjadu buruan untuk dibunuh!” ucap Zhou Tian, lalu ia bergerak melanjutkan perjalanan.
Sebelum ada fitnah dari kakek Guan Juzi, ras iblis menjalani kehidupannya sebagai budak. Meski sama-sama berstatus budak seperti yang dulu pernah dialami iblis di Alam Fana, menjadi budak di Alam Langit masih jauh lebih baik dibandingkan menjadi budak di Alam Fana.
Setidaknya meraka mendapatkan makanan tiga kali sehari, serta waktu istirahat yang sangat cukup.
...----------------...
Ia bisa melihat banyak iblis hidup bebas di desa, selayaknya para manusia, tapi tidak ada siluman atau ras lainnya tinggal di desa, selain ras manusia dan ras iblis. Sepanjang mata memandang, Zhou Tian bisa melihat keharmonisan hubungan manusia dan iblis, dan inilah yang ia harapkan.
Zhou Tian melangkahkan kaki menuju sebuah kedai makan, dan kedatangannya langsung disambut pelayan yang menanyakan pesanan makan dan minumlah, yang diinginkannya.
Ia memesan ayam bakar, nasi, daging bumbu pedas, serta minumannya teh hangat dan air putih. Pesanannya telah diingat oleh pelayan, dan setelah pelayan pergi mempersiapkan makanan dan minuman pesanannya, Zhou Tian bisa melihat iblis dan manusia makan bersama dalam satu meja, dan acara makan malam yang dipenuhi canda tawa mereka yang terlihat begitu bahagia.
Melihat itu Zhou Tian ikut senang, tapi baru juga makanan dan minuman pesanannya datang, ia mendengar suara pertarungan yang berasal dari gerbang desa, dan orang-orang mulai berteriak tentang datangnya ribuan pemburu iblis, yang datang untuk membunuh seluruh iblis penghuni desa.
“Tuan Muda, sebaiknya kamu bersembunyi! Mereka hanya akan membunuh iblis yang terlihat. Jadi, selama Tuan Muda bersembunyi dan tidak ketahuan, mereka tidak akan berbuat macam-macam pada Tuan Muda!” ucap pelayan yang mengantarkan pesanan Zhou Tian.
Namun, belum juga Zhou Tian memberi balasan, sebuah anak panah melesat dari arah samping, dan anak panah itu tertuju pada pelayan di depan Zhou Tian.
Bergerak sangat cepat, anak panah berhasil ditangkap Zhou Tian, dan meremas anak panah itu sampai hancur tidak berbentuk.
“Sebaiknya kamu yang bersembunyi, dan biarkan aku melindungi tempat ini! Aku punya kekuatan yang cukup untuk melindungi diri sendiri dan tempat ini!” ucap Zhou Tian pada pelayan di depannya, dan diwaktt bersamaan ia mendengar banyak langkah kaki berjalan menuju kedai makan.
Pelayan yang disuruh Zhou Tian bersembunyi, ia segera bersembunyi setelah mendengar suara banyak langk kaki berjalan menuju kedai makan milik kedua orangtuanya, yang mana ibunya adalah seorang iblis dan ayahnya merupakan manusia biasa.
Bisa dikatakan ia memiliki darah campuran, dan keberadaannya juga menjadi incaran kelompok pemburu iblis, dikarenakan meraka menginginkan keturunan setengah iblis untuk diperbudak.
“Para semut yang berlagak seperti seekor harimau. Sekali semut, sebanyak apapun jumlah mereka, semut tetaplah semut, dan mustahil mereka bisa berubah menjadi gajah!” gumam Zhou Tian dan ia segera berjalan menuju sumber suara langkah kaki yang didengarnya.
Zhou Tian yang baru saja keluar dari kedai makan, ia bisa melihat desa yang sebelumnya tenang dan damai, kini sedang terjadi kerusuhan karena banyaknya iblis yang tertangkap, dan apa yang sedang terjadi semua diawali oleh serangan kelompok pemburu iblis, yang datang menyerang desa.
Mereka membunuh iblis yang bisa mereka bunuh, dan menangkap orang-orang yang memiliki darah campuran untuk dijadikan budak. Meraka juga tidak segan melukai manusia yang melindungi para iblis.
Zhou Tian yang sudah tidak lagi memiliki kesabaran dengan tingkah laku para pemburu iblis, ia langsung saja melesat maju membunuh satu-persatu anggota kelompok pemburu iblis, yang terlihat olehnya.
Dalam waktu yang sangat singkat, Zhou Tian telah membunuh lebih dari seratus anggota kelompok pemburu iblis, dan jumlah itu semakin bertambah sering waktu yang terus saja berjalan.
“Sialan! Bunuh orang itu jangan beri ampun!” teriak seseorang, yang diyakini Zhou Tian sebagai pemimpin kelompok pemburu iblis yang menyerang desa.
Bukannya menghindar pemimpin kelompok pemburu iblis seperti yang dilakukan banyak iblis penghuni desa, Zhou Tian justru melesat maju menghampiri pemimpin kelompok pemburu iblis, dan langsung saja ia menyerang orang itu.
Mengayunkan tangannya, Zhou Tian menyerang pemimpin kelompok pemburu iblis, yang dari matanya terlihat jelas ia sangat meremehkan kekuatan lawannya, dan pada akhirnya ia harus membayar semua itu dengan nyawanya.
Pukulan Zhou Tian menghantam kepala pemimpin kelompok pemburu, membuat kepala orang itu hancur, dan tentunya ia mati hanya dengan satu serangan yang dilakukan Zhou Tian.
Setel kematian pemimpin kelompok pemburu iblis, anggotanya banyak yang mencoba pergi melarikan diri, tapi syangnya mereka tidak pernah bisa pergi melarikan diri, dikarenakan Zhou Tian ada untuk membunuh mereka.
Zhou Tian tanpa ampun membunuh seluruh anggota kelompok pemburu iblis. Tidak ada yang selamat setelah menjadi incarannya, dan sekarang keadaan benar-benar terbalik dibandingkan sebelumnya.
Jika sebelumnya kelompok pemburu iblis terlihat arogan dan melakukan apapun sesuai keinginan mereka, kini meraka seperti ayam yang kehilangan induknya, dan hanya bisa lari kesana kemari mencoba menjauhi para iblis dan manusia penghuni desa, yang menginginkan nyawa mereka.
Saat malam semakin larut, seluruh anggota kelompok pemburu iblis berhasil dimusnahkan tanpa sisa, jika pun ada diantara meraka yang menyamar sebagai penduduk desa, dengan mudah penyamarannya terungkap karena penduduk desa bisa mengenali keberadaan orang asing, dengan merasakan niatan yang berasal dari orang itu.
Zhou Tian yang melihat keadaan sudah aman terkendali, ia yang masih lapar, segera ia kembali ke kedai makan, yang mana kedatangannya di sambut baik pelayan yang ternyata baru saja menghangatkan makanan pesanannya.
“Makan makanan hangat jauh lebih nikmat dibandingkan makan makanan dingin,” ucap Zhou Tian dan ia mulai menikmati makanan pesanannya yang sudah dihangatkan.
...----------------...
Bersambung.