Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Kematian Lima Jenderal Utama Ras Manusia


Sebenarnya Zhou Tian tidak berharap ia bertemu lawan yang merupakan para Jenderal Utama ras manusia di Alam Dewa. Namun, dikarenakan sudah bertemu dengan mereka, dan ia merasa bisa mengalahkan mereka, ia merasa tidak ada salahnya melawan mereka dan mencoba membunuh mereka. Hitung-hitung ia sedang mengurangi jumlah lawannya di masa yang akan datang.


Di masa yang akan datang, untuk mendapatkan kembali kehormatan ras iblis tentu ia harus melakukan pertarungan dengan para petinggi ras manusia, dan salah satunya adalah kelompok Jenderal utama ras manusia. Jika mulai dari sekarang ia bisa mengurangi jumlah musuh, itu akan memberinya banyak keuntungan dalam pertempuran yang terjadi di masa depan.


Dengan semangat Zhou Tian menghadapi kelima Jenderal utama ras manusia yang menjadi lawannya, meski saat ini hanya salah satu dari mereka yang menjadi lawannya, dan sebelumnya ia berhasil membuat babak belur salah satu dari mereka.


“Apa kalian tidak ingin melawanku bersamaan?” tanya Zhou Tian pada para Jenderal utama ras manusia, setelah ia meninju tubuh Fu Haifeng, yang membuat pria itu terpental jauh, tapi keadaannya tidak seburuk Fu Tong.


Terdengar suara benturan keras saat tubuh Fu Haifeng menghantam pepohonan, tapi terlihat ia bisa segera bangkit, dan pergi ke tempat ke-empat rekannya.


Zhou Tian menatap mereka yang belum melakukan pergerakan, tapi karena ia tidak memiliki banyak waktu bermain-main dengan mereka, ia memutuskan bergerak lebih dulu menyerang mereka. “Kalau kalian tidak ingin menyenangku, biar aku yang menyerang kalian!” ucap Zhou Tian lantang, dan sosoknya tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang.


“Kau sebaiknya mati!” Zhou Tian muncul tepat di hadapan Fu Tong, yang merupakan sosok terlemah dibandingkan yang lainnya, dan ia begitu saja melayangkan tinju ke wajah Fu Tong.


Tinju Zhou Tian yang terselimuti kekuatan kuat elemen api kekacauan, dengan gerakan yang begitu cepat, ia memukul wajah Fu Tong yang melayang di langit, membiat Fu Tong meluncur bagaikan peluru menghantam tanah, memunculkan kawan di tempat jatuhnya, dan tanah di sekitarnya retak tidak beraturan.


Tidak berhenti hanya dengan satu tinju, Zhou Tian melesat cepat menyusul Fu Tong yang masih tergeletak di tengah-tengah kawah, dengan separuh bagian wajahnya hancur, tapi ia masih hidup bahkan masih sadar. Tiba di dekat Fu Tong, Zhou Tian yang kembali ingin melayangkan tinju ke wajah Fu Tong, ia buru-buru menghindar saat seseorang menyerangnya dari jarak jauh.


Slash... Slash...


Booomm... Booomm...


Zhou Tian begitu mudah menghindari dua kilatan petir, yang jika kena ia mungkin akan mengalami sedikit luka. Berhasil menghindar dan berdiri tenang di tempatnya, Zhou Tian menatap tajam pria yang baru saja menyerangnya. Ia adalah Fu Bingbing, sosok terkuat kedua setelah Fu Haifeng, dan ia memiliki keahlian serangan jarak jauh, dan biasanya serangannya tidak pernah meleset. Barusan, adalah kali pertama serangannya meleset karena lawan begitu cepat menghindari serangannya.


“Dengan adanya kami berempat, kau jangan berharap dapat berbuat lebih jauh pada salah satu rekan kami!” ucap Fu Bingbing yang di atas tangannya sudah terkumpul kekuatan elemen petir, dan langsung saja ia menggunakan kekuatan petir yang sudah terkumpul untuk menyerang lawannya.


Zhou Tian terkekeh pelan melihat kekuatan serangan musuh yang ditujukan padanya, dan karena ia ingin cepat mengalahkan mereka, ia akhirnya mengaktifkan kekuatan Tubuh Dewa Iblis begitu juga dengan kekuatan Darah Dewa Iblis miliknya.


Mengaktifkan semua itu, membuat kekuatannya meningkat, dan kini kekuatannya setara dengan ranah Kaisar Dewa Iblis tingkat Awal, jauh lebih kuat dari kelima Jenderal utama ras manusia yang menjadi lawannya.


Kelima Jenderal utama ras manusia yang dapat merasakan seberapa besar kekuatan musuh mereka saat ini, mereka tidak sedikitpun memiliki keyakinan dapat mengalahkannya. “Ba-Bagaimana mungkin ada iblis yang masih begitu muda, tapi ia sudah memiliki kekuatan jauh melampaui kekuatanku!” ucap Fu Haifeng.


Melihat secara langsung saja masih membuatnya sulit mempercayai kekuatan yang dimiliki Zhou Tian, apalagi jika ia tidak melihatnya secara langsung, dan mengetahuinya melalui cerita dari mulut ke mulut. Ia tentu tidak akan mempercayai cerita itu, dan akan menganggapnya sebagai omong kosong.


Tubuh mereka semua bergetar karena sekarang mereka bisa merasakan kekuatan musuh, yang mereka yakini setara dengan kekuatan Jenderal Agung, sosok terkuat ketiga di istana Dewa ras manusia, setelah kedua Dewa dan seorang wakil kedua Dewa.


Mereka yakin hanya kematian yang akan didapat jika melanjutkan pertarungan, dan akhirnya mereka memilih mundur melarikan diri. Akan tetapi, saat mereka ingin melarikan diri, mereka membentur sebuah perisai transparan, yang setelah mereka amati itu adalah formasi array, dan formasi array itu telah mengurung mereka, dan membuat mereka tidak bisa pergi kemana-mana.


“Kalian ingin pergi kemana? Bukannya pertarungan kita belum berakhir?” tanya Zhou Tian muncul tidak jauh dari mereka, dan terlihat seringaian kejam di wajahnya, yang membuat siapapun bakalan merinding ketakutan saat melihatnya.


Melihat tidak ada jalan untuk mereka melarikan diri dan yakin jika formasi array yang mengurung mereka adalah buatan musuh, yang saat ini berada di hadapan mereka. Fu Haifeng memimpin Fu Bingbing dan Fu Ruo pergi menyerang Zhou Tian. Meski tidak ada harapan menang, mereka tetap melakukan serangan.


Melihat tiga orang menyerangnya dimana dua orang menyerang dari jarak dekat, dan satu orang lainnya menyerang dari jarak jauh. Menyetang jarak dekat menggunakan pedang, sedangkan ia yang menyerang dari jauh menggunakan anak panah.


“Apapun yang kalian lakukan itu percuma! Pada akhirnya kalian tetap akan kati si tanganku!” Zhou Tian mengeluarkan pedang Naga Kegelapan, dan ia melesat maju menyambut serangan musuh.


Slash... Slash...


Trang... Trang...


Boom... Boom... Boom... Boom...


Zhou Tian bergerak cepat menggerakkan pedangnya, menghalau serangan Fu Haifeng serta Fu Ruo, dan beberapa kali ia tanpa kesulitan berhasil menghindari serangan jarak jauh dari Fu Bingbing. Setangan lawan kuat dan cepat, tapi tidak sulit bagi Zhou Tian menghindari dan menghalau serangan mereka.


Bugh... Bugh...


“Uhuk... Uhuk...” Fu Haifeng dan Fu Ruo teebatuk dan memuntahkan darah segar dari mulut mereka, setelah Zhou Tian yang berhasil menghalau serangan mereka, dengan cepat ia melayangkan tendangan, yang tepat mengenai dada keduanya.


Keduanya terluka karena serangan Zhou Tian, tapi keadaan Fu Haifeng masih jauh lebih baik dari keadaan Fu Ruo. Sedangkan Fu Bingbing, ia sekarang dibuat kewalahan karena tiba-tiba saja Zhou Tian muncul di hadapannya, dan terus menyerangnya.


“Bagaimana kalau kalian menyerah? Aku akan membiarkan kalian menyeh dan membiarkan kalian pergi dari tempat ini, asalkan kalian menghancurkan basis kultivasi kalian, dan mematahkan salah satu kaki yang kalian miliki!” ujar Zhou Tian yang semakin gencar menyerang Fu Bingbing.


Mendengar itu Fu Bingbing dan yang lainnya menggertakkan gigi marah, “Jangan harap kami menuruti keinginanmu! Aku lebih baik mati daripada melakukan semua itu!” ucap Fu Bingbing tegas.


“Kalau begitu, jadilah yang pertama mati di tanganku!” ujar Zhou Tian, dan dikarenakan lawannya hanya ahli bertarung jarak jauh, dengan mudah ia membelah dan memotong tubuh Fu Bingbing, dan pria itu dipastikan mati tanpa sempat ada yang menyelamatkannya.


Sekarang mereka hanya bisa mengikhlaskan kematian Fu Bingbing, dan mungkin saja tidak lama lagi mereka akan mengalami nasib serupa dengan Fu Bingbing. Bagaimanapun juga, kekuatan lawan jauh lebih kuat dibandingkan kekuatan yang mereka miliki.


Melihat lawannya yang masih tidak rela dengan kematian Fu Bingbing, Zhou Tian memanfaatkan waktu yang ada untuk menyerang Fu Tong dan Fu Kong, yang sama sekali tidak siap menghadapi serangannya, apalagi Fu Tong yang masih dalam proses penyembuhan luka.


“Jangan lengah saat kalian berada di tengah-tengah pertarungan, dikarenakan musuh dengan senang hati akan memanfaatkan kelengahan kalian!” ucap Zhou Tian begitu ia muncul di hadapan Fu Kong dan Fu Tong. Melihat keduanya terkejut begitu menyadari keberadaannya, cukup dengan tangan kirinya ia bergantian melarang pukulan ke arah wajah mereka.


Bugh... Bugh... Bugh... Bugh...


Tanpa ampun Zhou Tian memukuli keduanya, dan sekarang wajah keduanya hancur sulit dikenali, terutama wajah Fu Tong.


Zhou Tian mengambil satu langkah mundur setelah puas memukuli keduanya, yang mana sebelumnya ia telah mengikat Fu Ruo dan Fu Haifeng menggunakan tapi spiritual, sehingga mereka tidak mengganggu apa yang sedang dilakukannya pada Fu Tong dan Fu Kong.


Melihat Zhou Tian mengambil langkah mundur, Fu Tong dan Fu Kong sedikit bisa bernapas lega karena tidak lagi terkena pukulan yang begitu menyakitkan, tapi hanya sebentar keduanya bernapas lega, keduanya merasakan bahaya mengarah ke arah mereka, dan keduanya sadar jika bahaya itu berasal dari sosok Zhou Tian yang mengayunkan pedang di tangannya ke arah mereka.


Slash... Slash...


Cuku dua kali menegaskan pedang Naga Kegelapan yang berada di tangannya, Zhou Tian mengakhiri hidup Fu Tong dan Fu Kong, di hadapan Fu Haifeng dan Fu Ruo yang hanya bisa menyaksikan semua itu terjadi dengan kedua mata melotot lebar.


Amarah jelas terlihat pada diri mereka setelah melihat tiga rekan mereka mati mengenaskan, sedangkan mereka tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan mereka.


“Lepaskan ikatan ini dan aku akan membunuhmu!” teriak Fu Ruo dengan aura kekuatan meledak-ledak, tapi ia sama sekali tidak bisa membebaskan diri dari tali spiritual yang mengikat tubuhnya.


Mendengar teriakan Fu Ruo, Zhou Tian dengan penuh ketenangan berkata, “Aku memang akan melepaskan ikatan kalian, dan aku akan menunjukkan seberapa jauh perbedaan kekuatan diantara kita!” Melambaikan tangannya, ia melepaskan ikatan tali spiritual yang mengikat mereka, membuat keduanya langsung saja melesat maju menyerangnya.


Tentu saja Zhou Tian tidak tinggal diam saat mereka maju menyerang. Dengan pedang Naga Kegelapan di tangannya, ia melesat maju menyambut serangan mereka, dan pertarungan di langit kembali terjadi, membuat orang-orang dikejauhan mulai penasaran dengan siapa sosok yang sedang bertarung, dan perlahan mereka mulai mendekat meski pada akhirnya mereka hanya bisa melihat jalannya pertarungan dari luar formasi array yang dibuat Zhou Tian.


Trang... Trang... Trang...


Mudah bagi Zhou Tian mengimbangi permainan kedua lawannya, bahkan saat mereka yang berdua belum sama sekali membuatnya terluka, tapi dirinya sudah beberapa kali membuat luka di tubuh kedua lawannya, yang membuat tubuh mereka dipenuhi luka kecil maupun luka menganga lebar.


Luka-luka itu bisa terlihat dari ujung kali sampai ujung kepala, dan dikarenakan banyaknya luka di tubuh mereka, gerakan keduanya semakin melambat, dan kekuatan serangan mereka tidak sekuat sebelumnya. Namun, keduanya tidak menyerah dan terus saja menyerang Zhou Tian, meski mereka sendiri sudah tahu hasil akhir dari pertarungan ini.


Sementara itu, orang-orang yang melihat pertarungan di dalam formasi array, mereka dibuat penasaran siapa sebenarnya yang sedang terlibat pertarungan.


Mereka yang datang pada umumnya iblis dan juga siluman. Keberadaan manusia tidak terlihat diantara mereka, dikarenakan bagaimanapun juga di Benua Selatan Alam Dewa, sebagian besar penghuninya adalah ras siluman, sedangkan ras iblis, mereka berdatangan ke Benua Selatan untuk mendapatkan perlindungan secara diam-diam dari ras siluman.


“Pertarungan di dalam sana melibatkan sosok yang sangat kuat, dan satu sosok saat ini sangat mendominasi jalannya pertarungan!” ucap salah satu siluman yang mana ia bisa merasakan aura di dalam formasi array yang dibuat Zhou Tian, tapi ia tidak bisa melihat jelas apa yang terjadi di tempat itu.


Baru juga siluman itu selesai bicara, ia dan yang lainnya bisa melihat formasi array yang sebelumnya menghalangi mereka hancur berkeping-keping, dan diwaktu yang sama mereka bisa melihat jelas pertarungan yang mungkin sebentar lagi akan berakhir.


Salah satu siluman yang mengenali zirah perang dua orang yang sedang bertarung dengan sosok pria yang masih begitu muda, ia sangat yakin jika itu adalah zirah perang milik Jenderal utama ras manusia, dan entah kenapa ia sangat senang saat melihat keadaan dua sosok yang ia yakini merupakan sosok Jenderal utama ras manusia, yang mana keduanya dalam keadaan babak belur dengan sekujur tubuh dipenuhi luka.


Zhou Tian yang sengaja menghncurkan formasi array buatannya, ia ingin memperlihatkan saat-saat terakhir hidup kedua Jenderal utama ras manusia pada mereka yang sangat penasaran dengan siapa sosok yang terlibat pertarungan.


“Kalian sebaiknya jangan terlalu mendekat jika tidak ingin terluka!” ucap Zhou Tian dan ia menunjukkan kilatan merah di kedua matanya, yang membuat seluruh iblis yang melihat itu tersenyum lebar karena ternyata ada generasi yang begitu kuat diantara generasi muda ras iblis di, Alam Dewa.


Mereka yang semula ingin melihat lebih dekat, seger saja mereka mengurungkan keinginannya setelah mendengar peringatan yang keluar dari mulut Zhou Tian.


Melihat semua orang mendengar peringatannya, Zhou Tian kembali fokus melihat dua sosok Jenderal utama ras manusia yang sudah dalam keadaan mengenaskan dengan tubuh dipenuhi berbagai jenis luka, meski yang mendominasi adalah luka sayatan pedang.


“Pada akhirnya kalian yang mati di tanganku!” Tidak ingin lagi membuang waktu karena ia harus segera sampai di wilayah kekuasaan ras Dewa, bukannya langsung membunuh keduanya, ia justru menyerap kekuatan keduanya untuk menambah pundi-pundi poin pengalaman miliknya.


Semua orang yang melihat dari kejauhan apa yang sedang dilakukan Zhou Tian, mereka tidak tahu apa yang sedang dilakukannya, tapi tidak lama kemudian mereka dapat melihat dua sosok yang merupakan Jenderal utama ras manusia, tubuh keduanya tiba-tiba mengering dan setelahnya berubah menjadi abu.


Zhou Tian sendiri tahu jika orang-orang bingung dengan apa yang dilakukannya, tapi ia tidak peduli dengan semua itu dikarenakan ia saat ini hanya fokus pada suara sistem yang mengatakan dirinya baru saja mendapatkan terobosan ganda.


“Ranah Jenderal Dewa Surgawi tingkat Puncak, mereka berlima benar-benar membantuku menjadi sosok yang lebih kuat!”


...----------------...


Bersambung.